
Anjani tidak tahu apa yang telah menimpa kepada adik nya semalam.
Karena dia sekarang telah pindah tempat tinggal,agak jauh dari rumahnya.
Malik yang memutuskan untuk pergi ke kota,hendak membuka ruko foto copy.
Membutuhkan waktu kurang lebih satu jam,dari rumahnya menuju rukonya.
Anjani pun di ijinkan kembali bekerja di toko bu Ida,karena di rumah sendiri sungguh memang jenuh.
Dengan syarat,pulang tidak boleh terlalu malam.
Sehabis adzan ashar harus sudah pulang.
Tentu saja Anjani girang,karena tidak akan sendirian di rumah.
Anjani pun setuju Dengan syarat yang di ajukan suaminya.
"Anjani,selesai sarapan kita berangkat bareng yuk,nanti mas antar kamu ke toko," ucap Malik sambil menyantap makanan yang di masak oleh istrinya.
"Baik mas,sehabis aku mencuci piring kotor ini ya," jawab Anjani sambil berdiri karena dia sudah Selesai sarapan.
Sehabis mencuci piring kotor,Anjani berangkat ke toko milik bu Ida di antarkan sang suami.
Sesampainya di depan toko,Malik pun pergi meninggal kan Anjani menuju ruko miliknya.
Malik tidak mengajak istrinya pergi ke rukonya karena terlalu jauh di tambah lagi,Anjani harus membersihkan rumah sepulang dari kerja.
"Assalamualaikum," Anjani masuk ke dalam toko milik bu Ida.
"Wa'alaikumsallam,Anjani,akhirnya kamu bisa kerja lagi di sini,* sambut bu Ida girang.
"Iya bu,alhamdulillah,mas Malik juga memberi ijin," jawab Anjani.
"Sudah dua bulan lebih ibu tidak melihat kamu,apa kabarnya?"
"Alhamdulillah baik bu,"
"Katanya kamu sekarang tidak tinggal Dengan mertua kamu ya?"
"Iya bu,Alhamdulillah kami sudah punya rumah sendiri,"
"Alhamdulillah,ibu juga ikut senang,"
"Lantainya sudah di sapu belum bu,"
"Kebetulan ini ibu juga baru tiba,belum sempat nyapu lantai,"
"Ya sudah biar saya saja yang nyapu bu,"
Anjani pun masuk ke dalam untuk mengambil alat sapu lantai.
"Oh ya Anjani,kebetulan nanti sebentar lagi ibu ada urusan,kamu di toko sendiri tidak apa-apa kan?"
"Tidak apa-apa bu,kan dulu juga sudah biasa sendiri,* jawab Anjani sambil menyapu lantai.
"Hari ini Danu akan di wisuda," kata bu Ida membuat Anjani terasa sesak mendengar nama Danu.
"Wisuda? Lalu akan melanjutkan kerja dimana bu?" Tanya Anjani penasaran.
Meski sekarang dia sudah mulai membuka hati untuk suaminya,namun di hatinya masih ada sedikit benih untuk Danu.
"Entah,dia belum memikirkannya," jawab bu Ida sambil berjalan menuju ruang kerjanya hendak mengambil tas jinjingnya.
"Anjani,ibu nitip toko ya," kata bu Ida melangkah pergi meninggalkan Anjani seorang diri.
Selesai menyapu,Anjani duduk di depan kasir.
__ADS_1
Dia melamun,memikirkan Danu yang lagi wisuda hari ini.
'Selamat ya mas Danu,sudah wisuda,semoga kamu sukses'
Ucap Anjani dalam hati.
Sudah dua jam Anjani duduk melamun di sana,belum ada seorang pelanggan pun yang mampir ke toko.
Dia mulai merasa jenuh,mencoba membuka telepon pintar nya.
Mencoba melihat ada berita apa hari ini.
Dia menskrol layar hp nya ke bawah dan terus ke bawah.
Namun tidak ada yang menarik.
Cling!
Satu pesan masuk dan dia membuka pesan tersebut.
Dari sang suami,
"Hai istriku cantik,kamu lagi apa?"
Mas Malik,batin Anjani sambil tersenyum.
"Lagi melayani pembeli mas," Anjani berbohong.
Entah kenapa semenjak Anjani masuk ke toko ini lagi,dia selalu Teringat dan terbayang sosok Danu.
Hatinya sedang di penuhi Danu.
Adzan dzuhur berkumandang,Anjani beranjak dari duduknya,berniat untuk menjalankan sholat.
Karena sendirian di toko,maka toko di tutup sementara.
Anjani masuk mengambil air wudhu dan menjalankan sholat.
Selesai sholat,toko kembali di buka,kebetulan sekali,baru membuka pinguin toko,telihat bu Ida dan Juga Danu baru sampai di depan.
Deg,hati Anjani berdebar melihat Danu keluar dari mobilnya.
Perasaan apa ini?
Kenapa bisa seperti ini?
Apa yang terjadi pada diri ini?
Anjani membatin dalam hati.
Dia benar-benar tidak tahu apa arti semua yang dia rasa sekarang ini.
Danu berjalan menuju ke arah toko,dia pun terkejut melihat Anjani ada di depan pintu.
Seakan tidak percaya Dengan apa yang dia lihat.
"Anjani?" Sapa Danu seakan tidak percaya.
"Assalamualaikum,mas Danu," jawab Anjani di barengi Danu masuk ke dalam toko.
"Wa'alaikumsallam,kamu kerja lagi?" Danu bertanya pada Anjani dan dia hanya mengangguk pelan.
Bu Ida juga ikut masuk,beliau berjalan di belakang Danu. Dan langsung menuju ruang kerjanya.
Berniat untuk beristirahat di sana karena acara tadi pagi membuat nya kelelahan.
Terlihat di sana Danu dan Anjani sedang mengobrol.
__ADS_1
Sesekali Anjani melempar senyuman. Pertama kalinya dia tersenyum lepas setelah dia menikah.
Di hati Anjani sebenarnya sudah terpatri nama Danu,namun sayang dia harus menuruti kehendak orang tuanya untuk menikah dengan Malik.
Waktu beranjak sore,para pembeli mulai ramai berdatangan.
Anjani terlihat sibuk di sana,untung di bantu Danu,maka dia tidak terlalu kerepotan.
"Mas Danu,tolong cek celana ini harga nya berapa ya?" Pinta Anjani kepada Danu yang sedang menjadi kasir disana.
Danu pun menscan barcode yang ada di celana tersebut.
Clik...
Keluar harga di komputer. Anjani mengerti dan pergi memberi tahu pelanggan yang tadi bertanya.
"Alhamdulillah,banyak yang datang hari ini ya mas Danu," ucap Anjani berada di samping Danu.
"Iya An,alhamdulillah,untung ada kamu yang mulai bekerja lagi," jawab Danu sambil melayani pelanggan.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 16.00WIB.
Saatnya Anjani berkemas dan bersiap untuk pulang.
Karena sebentar lagi suaminya akan datang menjemputnya.
Benar saja,baru selesai berkemas terlihat motor Malik sudah berada di pelataran toko.
Dia melambaikan tangannya kepada istrinya dan di sambut Anjani dari dalam toko.
Danu hanya melihat pemandangan yang membuat hatinya tersayat.
"Mas Danu,tolong bilang sama ibu aku pulang dulu ya," pamit Anjani kepada Danu yang duduk terpaku di depan meja kasir.
Danu hanya mengangguk pelan.
"Assalamualaikum," pamit Anjani lagi sambil berlalu tanpa di hiraukan Danu.
Anjani keluar dan menemui suaminya itu,dia mencium punggung tangan suaminya.
"Ayo kita pulang," ucap Malik seraya menghidupkan mesin motornya.
Anjani membonceng di belakang.
Mereka tidak menyadari,ada hati yang tersayat di sana.
Memandang kepergian mereka berdua. Danu Merasa sangat kecewa.
Andai dia dulu mengatakan perasaannya,mungkin kejadian seperti ini tak kan pernah terjadi.
Andai saja Danu dulu memiliki keberanian sedikit saja,mungkin sekarang dia bisa bahagia bersama Anjani.
Andai saja...
Semua nya hanya berandai-andai.
Tinggal kenangan,tak perlu penyesalan.
Namun,hati Danu masih belum bisa menerima kenyataan.
Ah,Anjani....
Mengapa kamu memilih Malik bukan Danu?
Bukanlah kamu juga mencintai Danu?
Kenapa kamu malah mengecewakannya?
__ADS_1
********************