TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
36. Ferry yang kesal


__ADS_3

otor minta maaf, jika Masih banyak typo 🤭🤭


**


"baik Tuan akan segera saya laksanakan." ucap Ferry menghentikan rasa kepo dan penasarannya kepada atasannya itu. tanpa banyak tanya ia langsung keluar dari ruangan Alexander.


( huh untung bos. kalau bukan bos sudah saya becek-becek jadi ayam geprek... ) batin Ferry. Iya benar-benar merasa kesal dengan emosi atasannya yang kadang-kadang tidak menentu ini.


( huh.. dosa nggak ya ngomongin bos sendiri.. tapi ya sudahlah bodo amat..) batin Ferry lagi.


setelah itu seri langsung meninggalkan pintu ruangan Alexander dan langsung melaksanakan perintah darinya. yaitu memberitahu kepada para satpam bahwa dilarang keras seorang yang bernama Laura beguel untuk memasuki kantor atau perusahaan Alexander.


****


di tempat lain, setelah Laura keluar dari kantor Alexander itu dan segera memasuki mobilnya. Iya memukul setirnya itu.


pak...


"sialan kurang ajar kamu Alexander. kalau saja aku tidak membutuhkan duitmu, Aku tidak akan mau melakukan hal ini. jih benar-benar menjengkelkan... Tapi sebaiknya aku harus segera menyelidiki masalah ini. dan juga si tua bangka Tamara itu. kenapa tiba-tiba dia jadi berubah dan sama sekali tidak membantuku. mmm ada yang aneh sebaiknya aku selidiki dulu."ucap Laura berpikir. tanpa banyak pikir lagi Laura pun segera tancap gas dan meninggalkan wilayah perkantoran itu.

__ADS_1


tujuannya sekarang adalah menyelidiki Apa yang menyebabkan Alexander menjadi dingin kepadanya, termasuk penyebab nyonya Tamara tidak menganggapnya lagi.


karena Laura merasa pusing menghadapi masalah ini. Ia pun melajukan mobilnya menuju sebuah bar yang ada di tempat itu. namun sebelum ia masuk ke dalam klub itu, terlebih dahulu ia menghubungi seseorang untuk membantunya mencari informasi tentang Alexander dan nyonya Tamara, yang saat ini berubah 180 derajat terhadapnya.


Tut


"halo ridho... sedang di mana kamu sekarang. Aku membutuhkan bantuanmu.."ucap Laura. ridho adalah seorang laki-laki yang memiliki pekerjaan kasar. namun dia cukup ahli dalam mengintai dan memata-matai seseorang. ridho pun rela dibayar berapa saja namun bayarannya tentu saja sangat tinggi.


"saya di tempat biasa Ibu Laura. Kenapa Bu Ada yang bisa saya bantu..?"ucap ridho di dalam telepon itu.


"Saya ingin kamu menyelidiki keluarga Alexander. termasuk apa kegiatannya akhir-akhir ini. Saya ingin informasi sedetail mungkin."ucap Laura memerintahkan orang itu untuk segera menyelidiki Alexander.


"kamu tenang saja. aku pasti akan membayarmu. namun tentu saja aku membutuhkan informasi yang akurat. dan aku mau secepatnya."ucap Laura lagi.


"Baiklah kalau begitu akan saya laksanakan."ucapnya. setelah itu Laura langsung menutup panggilan tersebut dan tersenyum sinis.


( lihat saja aku tidak akan membiarkan kalian bebas dari genggamanku begitu saja. aku harus mendapatkan untung terlebih dahulu sebelum melepaskan kalian.) batin Laura sambil tersenyum sinis. setelah itu ia pun langsung masuk ke dalam bar itu.


***

__ADS_1


di sisi lain. nyonya Tamara yang baru saja mendapatkan panggilan dari Alexander, dan mengatakan bahwa Laura di sana dan berusaha untuk mendekati putranya itu menjadi geram. bukan tidak mungkin, andai saja nyonya Tamara tidak melihat Laura bersama dengan laki-laki lain, mungkin nyonya Tamara tidak akan sadar dan pasti tidak akan membenci Laura. namun sekarang kondisinya berbeda.


"enak saja dia mendekati putraku. dan membawa--bawa namaku segala. dia pikir dia siapa..."ucap nyonya Tamara mengepalkan tangannya. Iya benar-benar menyesal telah mengagung-agungkan Laura dahulu. tapi tiba-tiba, handphonenya membunyikan notifikasi pesan masuk.


pesan itu berasal dari max keponakan suaminya. nyonya Tamara pun langsung melihat pesan tersebut. ternyata di sana adalah beberapa video mengenai hubungan Laura dengan laki-laki yang ia lihat tadi. melihat hal itu nyonya Tamara benar-benar marah dan sangat jijik kepada Laura.


"sialan benar-benar perempuan murahan... ternyata Laura lebih murahan daripada Anastasia."ucap nyonya Tamara dengan geram. matanya mengekspresikan sorot yang tak biasa. namun satu hal yang dapat terbaca kalau nyonya Tamara sedang marah dan emosi. setelah selesai melihat semua video-video kelakuan Laura itu, nyonya Tamara langsung segera menghubungi max.


Tut


"halo nak, Apa benar semua ini adalah video asli..?"tanya nyonya Tamara. dalam hatinya ia masih belum menerima apa yang sudah ia lihat. dari lubuk hatinya yang paling dalam Iya benar benar masih berharap kepada Laura untuk menjadi menantunya. namun lagi-lagi ia menyingkirkan pemikiran yang tidak berdasar itu.


"tentu saja tante. memangnya tante tidak memperhatikan tanggal dalam video itu."ucap max menjelaskan kepada nyonya Tamara. karena setiap max melakukan misi, ia selalu menyisipkan tanggal kejadian dan kapan kejadian itu terjadi.


"Tante sudah melihatnya. hanya saja tante benar-benar tidak bisa mempercayai semuanya. berani-beraninya perempuan itu menipu tante."ucap nyonya Tamara dengan wajah sendu.


"sudahlah tante. tidak perlu bersedih begitu, tante seharusnya bersyukur karena Tante bisa mengetahui perbuatan Laura di belakang Alexander dan tante. dan menurut max ini semua belum terlambat. coba kalau Alexander dan Laura sudah menikah, pasti ini akan menjadi masalah yang sangat runyam tante."ucap max berusaha untuk meyakinkan nyonya Tamara.


"huf... Baiklah kalau begitu. terima kasih atas bantuan kamu. kalau begitu panggilannya tante tutup..."ucap nyonya Tamara langsung menutup panggilan itu. setelah menutup panggilan tersebut, nyonya Tamara pun langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. nyonya tamarame mijit-mijit pelan pelipisnya.

__ADS_1


Jujur saja ia sangat pusing menghadapi masalah seperti ini. apalagi nyonya Tamara benar-benar mengharapkan Laura menjadi menantunya, bahkan nyonya Tamara sudah memperkenalkan Laura kepada teman-teman arisannya. namun ternyata semuanya adalah topeng belaka.


__ADS_2