
Di sisi lain saat ini. ridho suruhan Laura sedang memata-matai tempat tinggal Anastasia dengan anak-anaknya. Iya dengan santainya duduk di sebuah tempat yang tidak terlihat, dan mengamati tempat di mana Anastasia dan ketiga anaknya berada. dari mana ridho tahu, tentu saja semua informasi berasal dari Laura. Laura memberikan sebuah gambar Anastasia kepada ridho agar mudah untuk Ia melakukan pengintaian. dan di sinilah ridho sekarang, mengintai tempat tinggal Anastasia.
tak lama, Alexander pun pulang dengan membawa beberapa tentengan di tangannya. sesuai dengan permintaan anak-anaknya. bibirnya tak lepas dari ekspresi senang dan senyum.
tok tok tok... suara ketukan Alexander di pintu ituitu
ceklek.. suara pintu terbuka.
saat pintu dibuka tampaklah Alexander berdiri tegak di depan pintu dengan tentengan yang berada di tangannya. Anastasia met natap Alexander Dan tersenyum.
"sudah pulang.. Mari masuk..."ucap Anastasia. Anastasia tak lagi memasang wajah cuek dan amarah. pelan tapi pasti Anastasia mulai menerima dan memaafkan kesalahan Alexander. tiba-tiba entah datang dari mana aryano menonggolkan kepalanya yang masih berada dan tertutup di tubuh Anastasia.
"ayah, Ayah sudah pulang sore Ayah bawa tentengan, itu oleh-oleh untuk Iyan ya..._ucap aryano langsung berlari menunggu tubuh sang ayah. Alexander dengan sigap pun mengangkat tubuh sang anak. dan menaruhnya di dalam gendongannya. sementara, entah apa yang ariano rasakan dia memeluk erat tubuh sang ayah. seolah-olah ia ingin menyalurkan rasa rindunya yang ia pendam dari siang. Anastasia yang melihat itu langsung mengambil alih tantangan yang ada di tangan Alexander.
"berikan padaku..."ucap Anastasia sambil merentangkan tangan kanannya meminta tentengan yang ada di tangan Alexander itu. tanpa banyak omong Alexander pun langsung menyerahkannya. kemudian merapatkan kepalanya dengan kepala aryano yang masih setia memeluk tubuh ayahnya itu.
"Iyan kenapa? Iyan kangen ya sama ayah, maafin Ayah ya Ayah pulangnya terlalu lama. cup..."ucap Alexander langsung mendaratkan ciuman di kepala sang putra.
"Iya Ayah tidak papa. hanya saja sepertinya Ian tidak bisa jauh-jauh dengan ayah.hehehe..."ucap aryano cengengesan sambil menatap wajah ayahnya itu. Alexander yang mendengar ucapan sang anak pun benar-benar tersentuh. entah apa yang dipikirannya dulu sampai menelantarkan istri dan kedua anaknya.
__ADS_1
( ayah akan membahagiakan kalian. terima kasih sudah mau menerima Ayah kembali.) batin Alexander kembali merapatkan kepalanya dengan sang anak yang masih setia memeluk lehernya. setelah itu Alexander pun masuk ke dalam rumah menyusul Anastasia yang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah. di dalam, Alexander melihat dua buah hatinya yang lain yang setia memejamkan matanya.
namun tiba-tiba alzio terbangun, ia menggeliat dan langsung membuka matanya dan mengerahkan pandangannya kepada sang ayah yang masih memangku aryano. alzio Pun bangun dan duduk kemudian merentangkan tangannya ke arah Alexander.
"yayaya...."ucap ariano dengan bahasa bayinya sambil merentangkan tangannya kepada sang ayah. ariano pun paham, bahwa alzio mau juga berada di dalam gendongannya. tanpa menurunkan ariano yang masih berada di pangkuannya Alexander pun langsung mengambil zio dan mendudukkannya di pangkuannya. kemudian meninggalkan kecupan di kepala anak-anaknya itu.
"zio kangen juga sama ayah bukan..?"tanya Alexander sambil terus mengecup-ngecup kepala sang anak. tiba-tiba Anastasia masuk, Iya berada di dapur dan menyalin tempat makanan yang tadi Alexander beli.
"loh !! Zio kok sudah bangun nak..?"tanya Anastasia kepada alzio. alzio pun tidak menghiraukan ibunya ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang ayah. karena matanya masih mengantuk. namun berbeda dengan aryano, ketika melihat ibunya menghidangkan makanan yang tadi ayahnya bawa, Iya langsung turun di pangkuan sang ayah dan berlari menghampiri sang bunda yang sedang meletakkan makanan itu di atas meja.
"Ibu apakah makanannya sudah boleh abang Iyan makan..?"tanya ariano dengan antusias sambil menatap wajah sang ibu. Anastasia pun tersenyum.
"Ayah ini sangat enak..."ucap ariano dengan mulut yang penuh dengan martabak itu. melihat ariano seperti itu Alexander sangat gemes. Ia pun tersenyum melihat tingkah aryano.
"kalau begitu mah kan lah. makan yang banyak agar Iyan cepat tumbuh besar.."ucap Alexander lagi. sementara Anastasia malah memberikan teguran sayang kepada ariano.
"sayang kalau lagi makan itu tidak boleh bicara, apalagi mulut Ian penuh begitu.."tegur Anastasia dengan pelan. mendengar teguran sang Ibu Pun aryano langsung menghabiskan makanan yang ada di dalam mulutnya.
"maaf bunda hehehe... Iyan terlalu senang.."ucap ariano sambil cengengesan kepada ibunya. Anastasia pun ikut tersenyum. waktu tepat menunjukkan jam 10.00 malam. ariano dan alzio sudah terlelap dalam tidurnya. sementara malam ini, Alexander memberanikan diri untuk tidur bersama Anastasia dan aBella Maranatha putrinya. dan sepertinya Anastasia tidak keberatan sama sekali.
__ADS_1
"sayang malam ini aku tidur bersama kalian ya..."ucap Alexander dengan sedikit permohonan di matanya. Anastasia yang paham maksud Alexander itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Iya tahu bahwasanya mereka masih terikat dalam sebuah janji suci atau pernikahan, ditambah lagi mereka diikat oleh keberadaan anak-anak mereka. jadi tidak ada salahnya jika Anastasia mengizinkan Alexander untuk bersamanya. setelah mendapat persetujuan dari Anastasia, tanpa pikir panjang Alexander pun langsung bergabung tidur bersama Anastasia dan Putri mereka.
***
esok hari pun menjelang. Laura yang mendapat kabar dari suruhannya mengenai Alexander yang sudah berbaikan dengan istrinya itu menjadi marah besar. Iya tidak terima dan tidak akan membiarkan Alexander kembali kepada istrinya. apalagi ya sudah bersusah payah menjebak dan merusak nama Anastasia di depan nyonya Tamara.
"sialan kamu Anastasia. Kamu pikir kamu sudah berhasil, tidak!! Aku tidak akan membiarkan ATM berjalanku pindah kepadamu."ucap Laura dengan emosi yang menggebu-gebu.
flashback
malam hari itu, saat ridho menyelidiki dan mengintai Alexander. Iya menemukan Alexander telah berbaikan kembali kepada istrinya Anastasia. apalagi sepertinya hubungan mereka sangat-sangat harmonis. tanpa menunggu lama ridho pun langsung menghubungi Laura.
"halo Nona. aku sudah mendapatkan informasi yang kamu inginkan. dan sudah aku kirimkan semuanya.."ucap ridho. setelah itu ia langsung memutuskan panggilan itu kepada Laura tanpa mendengar ucapan apa yang disampaikan olehnya.
di sisi Laura. setelah mendapatkan kabar dari ridho suruhannya, Iya segera melihat handphonenya di mana Di sana sudah berderet berbagai macam bukti kebersamaan Alexander bersama Anastasia dan anak-anaknya. sontak itulah hal yang membuat Laura beguel itu jadi marah besar.
flash of
***bersambung***
__ADS_1