
Di sisi lain. Alexander sedang bersiap untuk berangkat ke kantor. ia menyiapkan segalanya sendiri. ia bukannya tidak mau meminta bantuan Anastasia, hanya saja, ia tidak ingin merepotkan istri nya. kerena, Anastasia harus mengurus ketiga anak mereka.
Alexander juga dengan telaten, menyiapkan sarapan di atas meja. sementara Anastasia masih mengurus ketiga buah hati mereka. tapi, Tiba-tiba, Anastasia keluar, ia berniat untuk menyiapkan sarapan untuk mereka. namun ternyata, Alexander sudah menyiapkan nya.
"selamat pagi sayang... mana anak-anak. ayo sarapan, sudah aku siapkan.." ucap Alexander. sejenak Anastasia tertegun melihat perhatian yang Alexander berikan. Alexander yang melihat Anastasia melamun pun mendekat kearah nya.
"sayang... kamu kenapa..?? kamu lagi sakit ya..." ucap Alexander yang sukses membuat Anastasia terkejut. Anastasia melotot kan matanya, ketika mendapati Alexander sudah berada di dekatnya.
"eh... ngak kok... aku ngak papa.. yasudah aku memanggil anak-anak dulu kalau begitu.." ucapnya dengan tergagap. Anastasia pun langsung meninggalkan ruangan itu dan segera masuk kedalam kamar anak-anaknya. Alexander yang melihat Anastasia salah tingkah itu pun tersenyum. Alexander sangat suka melihat istri yang pernah ia sia-siakan itu salah tingkah.
tak lama, Anastasia pun datang bersama dengan kedua Putra mereka. sementara Putri kecil mereka masih tertidur di dalam box bayi. ariano yang melihat ayahnya berada di sana, dengan tidak sabaran ariano pun berlari menghampiri sang ayah.
"ayah...!!!" teriak Ariano sambil berlari menghampiri Alexander yang sudah ada di meja makan. Alexander tersenyum melihat Putra bungsunya itu berlari ke arahnya.
"oke marilah sayang ayo sarapan sama-sama.."ucap Alexander langsung mengangkat tubuh aryano dan mendudukkannya di salah satu kursi yang ada di sana. dan disusul oleh Anastasia yang menggendong alzio. setelah mereka semua duduk, Alexander pun langsung menyiapkan sarapan buat ariano. sementara Anastasia mengambilkan sarapan untuk alzio. tampaklah keluarga kecil itu dengan binar bahagia di mata mereka, apalagi ariano. semenjak Alexander merubah sikapnya aryano tidak pernah jauh dari ayahnya.
20 menit waktu yang mereka habiskan untuk makan bersama. setelah itu Alexander membantu Anastasia membersihkan meja terlebih dahulu sebelum akhirnya ia berangkat ke kantor.
"sayang aku berangkat ke kantor dulu ya. kamu baik-baik di rumah bersama dengan anak-anak."ucap Alexander. Ia pun memberanikan diri untuk mengejut kening Anastasia.
__ADS_1
cup.. satu kecupan mendarat di kening Anastasia. perlakuan Alexander itu sontak membuat pipi Anastasia menjadi merah merona. Alexander pun terkekeh melihat Anastasia yang malu-malu terhadapnya.
"I-iya kamu hati-hati di jalan.."ucap Anastasia sambil menundukkan kepalanya. ia tidak berani memandang wajah Alexander ditambah lagi wajahnya menyemburkan rona merah karena malu itu. Alexander pun tersenyum dan beralih kepada kedua putranya.
" sayang, Ayah berangkat ke kantor dulu ya.. ingat jangan rewel ya. kasihan bunda, bunda juga harus mengurus adik kita.." ucap Alexander kepada kedua putranya itu. Alexander pun meninggalkan kecupan di kedua kepala anaknya tersebut.
cup cup.. setelah berpamitan dengan keluarga kecilnya itu, Alexander pun langsung bergegas menuju pintu gerbang. di depan pintu sudah ada asisten Ferry yang stand by menunggu bosnya. namun sebelum Alexander mencapai pintu gerbang. terlihat dua paruh baya itu tergopoh-gopo masuk ke dalam rumah mereka. Siapa lagi kalau bukan ibu Rosma dan Pak dirgan.
"eh nak Alex, sudah mau berangkat ke kantor ya..??"ucap kedua paruh baya itu. Alexander pun tersenyum melihat keduanya. kedua paruh baya itu sudah lah beberapa hari tidak main ke rumah mereka. Dikarenakan, Pak dirgan memiliki urusan di luar kota. mau tidak mau Ibu Rosma pun harus ikut suaminya.
"eh iya pak, bu. wah rasanya sudah lama sekali bapak dan Ibu tidak main ke rumah."ucap Alexander sambil menyalim tangan kedua paruh baya itu secara bergantian. Anastasia dan kedua anaknya yang masih melihat kepergian Alexander itu pun sangat senang melihat kedua paruh baya itu sudah pulang.
"nenek...!!" teriak ariano setelah melihat kedua paruh baya itu. ariano pun langsung berlari berhambur menyambut kedatangan kedua paruh baya ini yang sudah ia anggap sebagai nenek dan kakek kandungnya. melihat ariano yang sangat senang karena kedatangan mereka, Ibu Rosma pun langsung merentangkan tangannya menyambut sang cucu.
"eh Iyan kangen hanya sama nenek aja?? sama kakek nggak kangen ya..??"ucap Tuan dirgan sambil memasang wajah sedih. aryano pun langsung melepaskan pelukannya kepada sang nenek, kemudian beralih memeluk tuan dirgan.
"enggak kok.. Iya juga kangen sama kakek, sangat-sangat kangen malahan..."ucap ariano merentangkan tangannya ke arah tuan dirgan. Tuan dirgan pun langsung tersenyum dan menyambut baik rentangan tangan Ariano. Pak dirgan pun langsung mengangkat tubuh mungil itu Dan meletakkan ariano dalam gendongannya.
"dasar manja.."ucap Alexander mengaca-acak rambut sang putra. Iya cukup senang melihat pemandangan yang seperti itu.
__ADS_1
"Pak, Bu. kalau begitu Alexander berangkat dulu ya. dan Iyan jangan nakal-nakal.." ucap Alexander lagi berpamitan kepada kedua orang tua paruh baya itu.
"Iya nak kamu berhati-hatilah.."ucap tuan dirgan.
"Iya Ayah hati-hati.."timpal ariano lagi. sementara Ibu Rosma sudah berlari masuk ke dalam rumah dari tadi. Ibu Rosma langsung mengangkat alzio dalam gendongannya sebelum akhirnya menjenguk cucu perempuan mereka.
setelah tuan berbicara dengan Alexander. Pak dirgan pun langsung menyusul sang istri.
sementara Alexander, Iya langsung masuk ke dalam mobil di mana asisten ferri sudah menunggu di sana.
"Maaf ya fer menunggu lama..."ucap Alexander setelah memasuki mobil tersebut. mendengar ucapan kata maaf yang keluar dari mulut Alexander itu, sontak saja fery merasa heran.
( eh apa yang terjadi, Apakah bumi ini akan tenggelam.. Kenapa tiba-tiba Tuan Alexander mengucapkan kata maaf yang tidak pernah sekalipun keluar dari mulutnya. ck CK CK.. luar biasa..) batin asisten Ferry.
"feri Apakah kamu mendengarku..??"pulang Alexander. Ferry pun tersadar dan jadi salah tingkah sendiri.
"eh ya bos saya dengar kok bos.." ucap Ferry lagi.
"jangan bilang kamu baru saja mengumpat itu dalam hatimu.."tuduh Alexander lagi. Ferry pun sudah hafal dengan gelagat sang atasan. Ia pun mencibikkan bibirnya.
__ADS_1
"Maaf bos, barusan aku tidak mengumpatmu. hanya memujimu dalam hati, karena mengucapkan kata maaf.."ucap Ferry dengan terus terang. kalau seandainya masalah ini tidak menyinggung kejiwaan orang lain, Ferry tidak akan menutup-nutupi apa yang sedang ia pikirkan. bahkan Alexander pun cukup salut terhadapnya, karena walaupun mulut feri seperti, mulut ibu-ibu yang cerewet. tapi Ferry merupakan seorang asisten yang setia dan menjunjung tinggi serta bertanggung jawab dengan semua pekerjaannya.
***bersambung***