TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
58. ditemukan oleh warga


__ADS_3

suasana di tempat itu masih dalam suasana haru. di mana Alexander dan nyonya Tamara saling meminta maaf satu sama lain atas kesalahan-kesalahan mereka, terlebih lagi Nyonya Tamara yang benar-benar menyesal telah memangsa kan kebahagiaan putranya yang tidak pada tempatnya, yang akhirnya membuat sang putra merasa disakiti oleh Nyonya Tamara.


"sekarang kuatkan hatimu, ingatlah kamu masih memiliki seorang putri yang menunggu kepulanganmu. kamu boleh bersedih atas kehilangan menantuku dan cucuku yang lain, tapi kamu harus tetap kuat demi cucu perempuanku." ucap Tuan Bastian mengingatkan putranya. Alexander pun langsung tersenyum.


"iya pa, terima kasih. terima kasih karena sudah menjadi papa Alexander yang sabar menghadapi kami. terima kasih untuk semuanya Pa." ucap Alexander. suasana tersebut sangat mengharukan seolah-olah ke esok harinya akan terjadi kiamat.


setelah acara haru haruan itu, karena waktu sudah menunjukkan sore hari, mereka kembali ke dalam villa.


***


Sementara di tempat lain, Anastasia ditemukan di tepi sungai oleh warga sekitar. terlihat tubuh Anastasia dipenuhi dengan luka membiru dan beberapa sayatan benda tajam. para warga yang menemukan Anastasia, langsung mengevakuasi Anastasia.


salah satu dari mereka memeriksa denyut nadi Anastasia, ia merasakan denyut nadi Anastasia masih berdetak walaupun terkesan sangat lemah.


"cepat bawa Iya ke rumah Pak RT, dia masih memiliki denyut nadi." ucap salah satu warga yang menemukan Anastasia, tanpa menunggu lama, beberapa orang itu pun langsung menggotong tubuh Anastasia secara bersamaan.


salah satu dari mereka juga berlari untuk mengabari Pak RT, untuk memberitahu bahwa mereka telah menemukan seseorang di tepi sungai, dan akan dievakuasi di rumah Pak RT.


"permisi Pak RT," ucap warga tersebut dengan tergesa-gesa. Pak RT dan istrinya yang berada di teras rumah dan sedang berbincang-bincang pun mengalihkan pandangannya. pak RT yang dikenal dengan nama pak mamang itu, berdiri dan menghampiri orang tersebut.


"Ada apa Pak jali?" tanya Pak Maman selaku ketua RT. terlihat wajah Pak jali yang cemas membuat Pak RT menjadi penasaran.


"itu Pak, tadi di tepi sungai Kami menemukan seorang gadis tidak sadarkan diri. tubuhnya sepertinya habis disiksa begitu. kami juga memeriksa denyut nadinya dan masih berdetak. karena itu, kami mengabari ke Pak RT untuk mengevakuasi perempuan tersebut di rumah Pak RT selaku pemimpin di kampung ini." ucap Pak jali dengan jelas. Pak RT dan istrinya pun setuju.


"baiklah, lalu di mana perempuan itu." Ucap pak mamang kepada Pak jali. tak lama terlihat dua orang lelaki paruh baya sedang menggotong tubuh perempuan yang tadi mereka temukan di tepi sungai.

__ADS_1


"itu Pak sedang digotong oleh Pak Rojak dan Pak Sapta." Ucap pak jadi kepada Pak mamang sambil menunjuk ke arah dua orang laki-laki paruh baya yang sedang membawa seorang perempuan yang tidak sadarkan diri itu. Pak RT dan Pak jali pun langsung berlari menghampiri Pak Rojak dan Pak Sapta untuk membantu mereka. sementara istri dari Pak mamang langsung masuk ke dalam rumah dan menggelar tikar di ruang tamu untuk meletakkan perempuan itu.


sesampainya mereka di rumah Pak Mamang, mereka langsung meletakkan tubuh Anastasia dengan pelan.


"hati-hati.." ucap istri Pak mamang juga membantu meletakkan Anastasia di atas tikar itu.


"Ibu tolong gantikan baju untuk perempuan ini, bapak dan yang lainnya akan keluar sebentar sekaligus mencari tenaga kesehatan untuk memeriksa kondisinya." Ucap pak mamang kepada istrinya Ibu Aisyah. Ibu Aisyah pun langsung menganggukkan kepalanya.


"baik Pak" setelah itu Pak mamang dan keempat bapak-bapak lainnya langsung keluar dari rumah Pak RT. sebagian dari mereka kembali menuju ke tepi sungai untuk mengambil beberapa barang yang mereka tinggalkan di sana, sebagian juga dari mereka pergi mencari bidan yang ada di kampung itu.


sementara di dalam rumah, Ibu Aisyah mengganti baju Anastasia yang sudah basah itu. Ibu Aisyah dengan telaten mengurus Anastasia yang saat ini tengah terbujur dan tak sadarkan diri. setelah itu pekerjaan Ibu Aisyah pun selesai.


Anastasia ditemukan oleh para warga tepat pada hari ia menghilang, karena arus sungai di dalam terlalu deras, sehingga mampu menyeret tubuh Anastasia menjauh dari tempat tersebut.


***


di hari yang sama juga kedua putranya ditemukan di kebun kelapa sawit oleh pemilik kelapa sawit. iya menemukan kedua anak itu lemah tak berdaya, tubuh mereka juga dipenuhi dengan darah dan duka sayatan di setiap jengkal tubuh mereka.


"astaga anak-anak siapa yang tega diperlakukan seperti ini.!!" ucap pemilik kebun sawit itu. pemilik kebun sawit itu pun langsung berteriak memanggil beberapa orang yang saat ini tengah bekerja di lahan sawitnya.


pak ridwan sang pemilik kelapa sawit pun langsung meminta tolong, mengevakuasi tubuh anak-anak yang terbujur itu. iya juga langsung melarikan kedua anak tersebut ke rumah sakit agar segera ditangani untung saja penyelamatan yang pak ridwan lakukan tidak terlambat.


terlihat kedua anak tersebut sudah ditangani oleh para dokter dan bidan yang ada di sana. mereka masih berada di dalam kawasan pariwisata tersebut, namun mereka sudah sangat jauh karena berlari menyelamatkan diri mereka.


Pak Ridwan menatap lekat kedua anak yang ia selamatkan itu.

__ADS_1


"Siapa yang sudah tega membunuh anak-anak kecil tak berdosa ini." gumam Tuan Ridwan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"tapi tidak apa-apa, nanti jika mereka tidak ditemukan oleh keluarganya aku akan mengangkat mereka seperti anak-anakku sendiri." ucap Tuan Ridwan lagi.


dari luar tampak seorang wanita paruh baya berlari tergopo-gopo menemui suaminya, Iya adalah Ibu Aminah istri dari Pak Ridwan. setelah menemukan kedua anak ini, Pak Ridwan menghubungi istrinya dan mengabari hal apa yang terjadi kepadanya. saat itulah Ibu Aminah langsung pergi menyusul suaminya.


"Pak !! Apa yang terjadi Pak..??' tanya Ibu Aminah tiba-tiba. Pak Ridwan langsung tersenyum melihat sang istri tercinta.


Pak Ridwan pun langsung menghampiri sang istri dan menjelaskan serta menceritakan apa yang ia alami dengan lengkap. setelah mendengar cerita dari suaminya Ibu Aminah benar-benar geram mendengar perlakuan itu. Ibu Aminah pun mendekat ke arah kedua anak yang saat ini tengah tertidur.


"lihatlah mereka pak. mereka sangat tampan.." ucap Ibu Aminah tiba-tiba. Pak Ridwan pun juga mendekat ke arah brankar kedua anak itu.


"Iya Bu mereka sangat tampan. bapak berencana untuk mengangkat mereka menjadi cucu kita, Apakah Ibu setuju dengan usul bapak..??" tanya Pak Ridwan kepada istrinya. Ibu Aminah pun tersenyum pasti.


"tentu saja Pak, Ibu juga sangat senang memiliki cucu-cucu tampan seperti ini." ucap Ibu Aminah lagi.


***


ini adalah hari yang ke-10 di mana anastasia dan anak-anaknya menghilang. tak henti-hentinya juga orang suruhan Alexander menyusuri tempat itu untuk menemukan jejak istri dan anak-anaknya baik dalam keadaan hidup atau sudah tidak bernyawa.


Alexander dan tuan Bastian juga mama mengutus beberapa intelijen untuk menyusun kejadian ini, dan tentu saja dibantu dengan tim Alfa yang saat ini dipimpin oleh saudara sepupunya max. Alexander ingin orang yang melakukan kekerasan terhadap istri dan anak-anaknya ditemukan.


"bagaimana max, Apakah ada tanda-tanda, Siapa yang telah melakukan hal ini kepada istri dan anak-anakku." ucap Alexander kepada saudara sepupunya yang saat ini datang berkunjung ke rumah Alexander.


walaupun Anastasia dan kedua putranya tidak ada, Alexander tetap tak mau pindah dari sana. apalagi saat Alexander bercerita kepada Ibu Rosma dan Pak dirgan, mereka benar-benar terpukul dan sangat sedih.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2