TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
40. di selingkuhi


__ADS_3

terlihat Laura bego lu masih menahan marah, setelah mendengar informasi dari ridho. orang yang ia suruh untuk menyelidiki Alexander.


"Tidak ini tidak bisa dibiarkan.. Alexander hanya boleh menjadi milikku dan harus membenci Anastasia. dulu aku sudah bersusah-susah menjebaknya agar Alexander membencinya, tapi sepertinya Alexander sudah mulai mencintai wanita sialan itu."geram Laura sibuk sendiri dengan amarahnya. dengan perasaan marah, Laura mencoba untuk menguasai dirinya kembali. agar ia kembali tenang. Iya menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya dengan pelan.


"tidak, tidak aku harus tenang, agar aku bisa menjalankan rencanaku kembali."ucap Laura dengan senyum licik yang tercetak di bibirnya itu.


tapi tiba-tiba Laura kepikiran, dengan nyonya tamara yang akhir-akhir ini tidak pernah menghubunginya atau bertanya kabar dengannya. biasanya nyonya Tamara akan selalu menghubunginya jika Laura tidak lebih dulu menghubunginya. nyonya Tamara akan berbicara banyak hal mengenai Alexander dan dirinya. Tak jarang juga nyonya Tamara selalu memuji-muji Laura dan menyudutkan Anastasia. tapi sekarang ini Laura tidak lagi mendapatkan panggilan apapun dari nyonya Tamara.


" ke mana wanita tua dan cerewet itu ?. biasanya ia akan terus menghubungiku dan mengobrol panjang serta menyuruhku untuk menemuinya. apa yang terjadi sebenarnya.."gumam Laura dengan pelan. Laura pun mencoba untuk memutuskan pergi menemui nyonya Tamara di kediamannya.


"sebaiknya aku pergi dan menemui perempuan tua itu. aku tidak mungkin kan duduk di sini terus dan menunggu saja. aku juga harus memaksa si perempuan tua itu untuk mendesak Alexander menikah ku."gumam Laura lagi. tanpa berpikir panjang Laura pun langsung menyambar tasnya, kunci mobil dan melangkah pergi. sesampainya Laura di mobil ia menyalakan mobilnya, namun saat ia ingin melajukan mobil tersebut ia kembali berpikir..


"Apakah tidak sebaiknya aku menyuruh orang untuk menyelidiki perempuan tua itu ?. karena aku sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dengannya sampai ia tidak memperdulikanku lagi. Iya sebaiknya begitu..."ucap Laura lagi mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan nyonya Tamara. Ia pun langsung beralih dengan telepon selulernya dan menelpon seseorang. Siapa lagi kalau bukan ridho.


Tut.


"halo ridho, Kamu sedang ada di mana? Aku memiliki tugas baru untukmu. segera selidiki nyonya Tamara Ibu dari Alexander. cari tahu apa yang menyebabkan nyonya Tamara tidak lagi berhubungan denganku."ucap Laura lagi.


"Baiklah, akan aku lakukan. namun kamu sudah paham bukan, pekerjaan ini tidaklah gratis.."ucap ridho lagi. Laura pun mengepalkan tangannya kuat-kuat. Jika saja dia tidak membutuhkan ridho ia tidak ingin uangnya keluar begitu saja. karena akhir-akhir ini sudah tidak ada lagi yang memberikannya uang.


apalagi saat ini kondisi keuangan keluarganya sangat memprihatinkan. karena itu Laura ingin menikah dengan Alexander, selain bisa memoroti Alexander untuk membantu kekasihnya, Iya juga bisa membantu keuangan keluarganya yang saat ini sedang merosot.

__ADS_1


"kamu tenang saja. aku pasti akan membayarmu.. namun aku menginginkan informasi mengenai nyonya Tamara itu sesegera mungkin."ucap Laura lagi.


walaupun Laura meminta ridho untuk melakukan penyelidikan dan pengintaian. namun ridho tidak sampai membunuh orang. Iya tidak sampai hati melakukannya, Jika ada yang memintanya untuk melakukan hal itu ia akan dengan tegas menolak berapapun yang akan mereka bayar.


"baiklah, percayakan semuanya kepadaku. dan Nona tunggulah kabar baik dariku..."ucap ridho lagi. setelah percakapan singkat mereka itu, Laura dan ridho mengakhiri panggilan mereka. Laura meremas handphone seluler yang ada di tangannya dengan kuat. ia berusaha menyalurkan kekesalannya kepada handphonenya.


"sialan !!! lama-lama aku bisa bangkrut. ah sebaiknya aku menghubungi Kevin dulu... sudah beberapa hari ini kami tidak bertemu."ucap Laura langsung tersenyum sumringai. seolah-olah Kevin adalah pengobat kekesalannya. Laura pun jadi beralih menghubungi Kevin kekasihnya. beberapa kali Laura menghubunginya namun tidak diangkat oleh sang kekasih.


"ke mana Kevin... Kenapa ia tidak mengangkat panggilanku..."ucap Laura lagi. kemudian mencoba untuk menghubunginya kembali. 5 kali melakukan panggilan, akhirnya hubung telepon Laura terangkat.


Tut


"Oh.. aku sedang berada di luar negeri sayang. kenapa memangnya..? kamu merindukanku kah..?"tanya Kevin sedikit menggoda Laura. Laura pun tersenyum mendengar godaan Kevin.


"Iya sayang, Aku merindukanmu. kapan kamu akan pulang..?"tanya Laura kepada Kevin.


"sayang tenang saja, aku akan mengejar untuk pulang besok.. karena aku juga merindukanmu.."ucap Kevin lagi .


"Ya sudah sayang, Aku akan menunggumu pulang di apartemenku.."ucap Laura lagi. Setelah itu mereka langsung menutup panggilan. sementara Laura kembali masuk ke dalam apartemennya. ia tidak jadi untuk pergi menemui nyonya Tamara, melainkan menyuruh ridho untuk mencari tahu terlebih dahulu.


***

__ADS_1


di sisi lain. ketika Laura menghubungi Kevin, saat itu Kevin sedang memadu kasih bersama dengan selingkuhannya. Karena Kevin sudah merasa bosan dengan Laura. berkali-kali Laura menelpon Kevin, tapi Kevin tidak menghilraukannya, Iya malah mempercepat laju tubuhnya di atas tubuh seorang perempuan. ya saat ini, Kevin berada di apartemen seorang perempuan yang menjadi selirnya saat ini.


setelah Kevin mencapai pelepasan, akhirnya ia langsung berespon panggilan dari Laura. Iya berusaha untuk menata nafasnya agar tidak terkesan ngos-ngosan. Kevin juga berbohong mengatakan bahwa ia sedang berada di luar negeri. agar tidak membuat Laura itu curiga kepadanya. Karena Kevin masih membutuhkan Laura sebagai ATM berjalannya.


"kenapa kamu berbohong sayang ?" ucap seorang perempuan yang saat ini memadu kasih bersamanya. mendengar suara perempuan yang bernama Dina itu, Kevin mengalihkan pandangannya ke arah Dina. Kevin melihat kemolekan tubuh Dina yang tiba-tiba membangkitkan gairahnya kembali.


"perempuan itu tidak usah dipikirkan sayang. yang pasti kita bersenang-senang..."ucap Kevin lagi.


Ia segera kembali menyerang tubuh bugil tanpa sehelai benang itu pun. kemudian mereka langsung memulai dan mengulang kembali aksi mereka. berkali-kali mereka mencapai pelepasan demi pelepasan. bahkan suara-suara laknak itu terdengar nyaring di kamar apartemen tersebut. mereka tidak memikirkan hal lain lagi, selain berusaha memuaskan diri mereka. akibat pergulatan panas mereka itu, mereka berdua pun jadi terkulai lemas dan akhirnya tertidur sambil berpelukan.


**"


ke esok harinya pun menyingsing, Kevin dan Dina Pun bangun. Kevin manatap lekat-lekat wanita yang saat ini menjadi pemuasnya. Kevin membelai lembut pipi sang pujaan.


"Apakah hari ini kamu akan kembali..?"tanya Dina sambil membuat gambar lingkaran di dada Kevin. dan tentu saja aksinya itu kembali membangkitkan gairah sang kekasih.


"Iya sayang, aku harus pulang. karena aku masih belum ingin Laura mencurigai kita. kita masih membutuhkannya untuk mendapatkan uang."ucap Kevin lagi. seketika Kevin pun langsung menyerang bibir mungil berwarna merah jambu itu.


"sebelum aku pulang, Aku menginginkanmu..."ucap Kevin langsung mengungkung tumbuh dina dibawah tubuh nya. maka, saat itu juga, terjadilah pergulatan panas, yang menyebabkan gemba lokal diatas ranjang. berkali-kali mereka mencapai pelepasan, dan suara laucknat itu terus bersautan dari mulut keduanya. Satu jam melakukan pengulangan itu. akhirnya mereka mengakhiri nya.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2