TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
42. perdebatan kecil


__ADS_3

15 menit perjalanan. akhirnya Alexander dan Ferry tiba di perusahaan. mereka berdua pun segera turun dan masuk ke dalam ruangan. ternyata di dalam ruangan Alexander sudah ada nyonya Tamara yang sedang duduk manis menunggu kedatangannya. melihat kedatangan nyonya Tamara, dengan tiba-tiba. Alexander pun jadi bertanya-tanya.


( sedang apa Mama di sini.) batin Alexander. Alexander pun berjalan mendekat ke arah sang Mama yang sudah menatapnya dengan intens. nyonya Tamara juga mengerutkan keningnya, Iya melihat putranya seperti terurus dengan baik walaupun badannya agak kurusan.


"sedang apa Mama di sini..?"tanya Alexander akhirnya membuka suara. Iya meletakkan tas kerjanya di atas meja dekat sofa.


"seharusnya Mama yang tanya, Dari mana saja kamu selama ini. Kenapa kamu jarang datang ke rumah, jangankan datang ke rumah menelpon Mama saja kamu tidak pernah. sebenarnya kamu ini masih menganggap Mama sebagai orang tua kamu apa nggak sih..!!"seru nyonya Tamara. nyonya Tamara datang ke kantor Alexander, dengan berniat untuk melihat kondisi anaknya. sekaligus ada sesuatu yang ingin Ia bahas. Alexander yang ditanya oleh nyonya Tamara, hanya diam membisu tanpa menjawab pertanyaan dari ibunya itu. melihat respon Alexander, seketika nyonya Tamara menjadi kesal sendiri.


"Kenapa tidak menjawab pertanyaan mama..?"seru nyonya Tamara lagi. sudah hampir 6 bulan ia tidak berkomunikasi baik dengan Alexander. apalagi semenjak Alexander bersikukuh untuk mencari dan menemukan Anastasia dan kedua anaknya. nyonya Tamara juga belum mengetahui, kalau Anastasia sudah melahirkan anak perempuan.


"sudah lah ma.. Alexander tidak ingin membahas itu. yang pasti Alexander sehat dan baik-baik saja. lalu ada urusan apa Mama sampai bela-belain datang ke kantor aku.?"tanya Alexander kepada nyonya Tamara. nyonya Tamara pun menarik nafasnya dengan pelan. seolah-olah ia ingin berusaha untuk menormalkan detak jantungnya.

__ADS_1


"Mama ke sini karena mama merindukanmu. sekalian Mama juga ingin menjodohkan mu dengan anak teman mama."ucap nyonya Tamara menjelaskan tujuannya mendatangi kantor Alexander. Alexander yang mendengar penuturan nyonya Tamara itu menghembuskan nafasnya dengan kasar. lagi-lagi nyonya Tamara ingin menjodohkannya dengan perempuan lain. padahal dia sudah memiliki istri dan anak-anak.


"Mama bisa nggak, nggak usah menjodohkan Alexander seperti itu. aku sudah memiliki istri dan anak-anak yang menjadi tanggung jawabku. walaupun Mama tidak menyukai Anastasia sebagai menantu mama, tetap saja aku sebagai laki-laki harus mempertanggungjawabkan anak-anak itu. kalau begini caranya, Mama mengajarkanku untuk menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab kepada keluarganya. Mama juga mengajarkanku untuk berlaku semena-mena kepada perempuan yang sudah memberikan aku keturunan. Mama juga mengajarkanku untuk membuang anak-anakku. Apakah seperti itu yang Mama inginkan dariku..??"ucap Alexander mengeluarkan semua isi hatinya. Jujur saja ia sangat sedih, mendapati nyonya Tamara yang belum mau menerima Anastasia sebagai istrinya dan sekaligus menantu nyonya Tamara.


nyonya Tamara yang mendengar penuturan Alexander seperti itu, sejenak nyonya Tamara diam dan terpaku. iya mulai mencerna kata-kata yang dikeluarkan oleh Alexander. namun dalam hatinya masih belum bisa menerima Anastasia sebagai menantunya dan juga ariano serta alzio menjadi cucunya.


"Mama bukannya mengajarkanmu untuk menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab. hanya saja Mama masih membenci Anastasia, Kamu tahu kan apa yang sudah Anastasia lakukan kepadamu. dan Mama sangat tidak menyukai perbuatan seperti itu."terang nyonya Tamara lagi.


dan tentu saja Alexander tidak menginginkan hal itu terjadi. Iya sangat mencintai Anastasia dan juga ketiga buah hati mereka. sangat sulit untuk meluluhkan hati Anastasia kembali. kalau bukan karena aryano, mungkin Anastasia tidak akan mau menerimanya kembali. Karena itulah Alexander tidak ingin mamanya atau nyonya Tamara ikut campur dalam hal rumah tangganya.


nyonya Tamara yang mendengar perlawanan dari Alexander itu menjadi tidak terima. nyonya Tamara benar-benar tidak mau menerima Anastasia dan anak-anaknya itu. padahal anak-anak itu adalah hasil dari perbuatan Alexander sendiri.

__ADS_1


"tidak !! pokoknya Mama tidak akan menyetujui kamu bersama Anastasia kembali. sampai kapan pun Mama tidak akan setuju."terang nyonya Tamara. Iya masih bersih kuku untuk menentang keinginan Alexander dalam membangun rumah tangga yang harmonis bersama dengan Anastasia.


mendengar penolakan sang Mama itu. Alexander menjadi bingung, entah apalagi yang ingin Ia sampaikan kepada mamanya. Alexander juga tidak ingin menjadi anak durhaka yang terlalu melawan kehendak orang tuanya. tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan istri dan anak-anaknya. sudah cukup dulu Alexander mengabaikan mereka.


"kalau begitu terserah Mama saja. yang pasti aku Alexander tidak akan mau menerima perempuan manapun selain Anastasia. dan jika seandainya mama sudah selesai bicara, silakan Mama keluar dari kantorku. pekerjaanku masih banyak dan menumpuk."ucap Alexander dengan intonasi mengusir itu. Iya sudah tidak peduli, Apakah tindakannya ini benar atau salah. nyonya Tamara yang mendengar pengusiran lembut dari Alexander itu menjadi tidak terima. nyonya Tamara berdiri dan menghampiri Alexander.


"kamu sudah berani mengusir Mama sekarang..?!! apa yang sudah terjadi denganmu. apa jangan-jangan perempuan yang bernama Anastasia itu sudah meracuni akal dan pikiranmu, sampai-sampai kamu berani melawan ibu kandung kamu sendiri."ucap nyonya Tamara lagi dengan marah. nyonya Tamara benar-benar tidak habis pikir, bisa-bisanya Alexander mengusirnya dari kantor itu.


mendengar penuturan nyonya Tamara seperti itu lagi. Alexander benar-benar menyerah. daripada masalah dan pembicaraan ini tidak ada selesainya, lebih baik Alexander yang keluar dari ruangan itu. tanpa mengeluarkan suara, Alexander pun langsung menyambar tas yang tadi ia letakkan di atas meja, dan langsung keluar meninggalkan ruangan itu. nyonya Tamara yang melihat Alexander pergi tanpa bersuara, membuat nyonya Tamara semakin naik darah.


"Alex !! kamu mau ke mana..!! Mama sedang berbicara kepadamu. beginikah sikapmu menghadapi orang tuamu. Alexander...!!" teriak nyonya Tamara yang melihat Alexander mulai menjauh dari ruangan itu.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2