TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
61. kehidupan dua bocah


__ADS_3

sudah sebulan lamanya, kedua bocil ditemukan oleh Pak Ridwan di perkebunan sawitnya. kini Mereka telah sadar dan sehat seperti sedia kala. mereka juga bercerita banyak kepada Pak Ridwan mengenai hal yang menimpa mereka. ariano yang sudah berumur 7 tahun tentu saja sudah dapat bercerita banyak. dari cerita itu saja, Pak Ridwan dan istrinya benar-benar terhenyu, betapa tidak berperikemanusiaannya orang-orang yang berusaha untuk mencelakai ibu dan kedua anak ini.


saat ini mereka tengah berada di rumah Pak Ridwan dan sedang membantu ibu Aminah membersihkan rumah. Ibu Aminah yang sudah paruh baya itu sangat senang melihat anak-anak tersebut.


"anak-anak hati-hati ya...!!" ucap Ibu Aminah dengan lembut. bibirnya mengukir senyum betapa senangnya hati Ibu Aminah mendapati kondisi rumahnya yang ramai seperti ini.


"Iya nek..." jawab kedua bocil itu. mereka pun kembali melanjutkan pekerjaan mereka, saat mereka tengah asik bergelut dengan kain serbet dan beberapa perkakas lainnya tiba-tiba Tuan Ridwan pulang.


"halo cucu cucu kakek yang ganteng... kakek pulang bawa oleh-oleh..." ucap Tuan Anwar dengan riang gembira. Iya mengangkat plastik yang ada di tentengannya itu sambil menunjukkannya kepada kedua anak laki-laki tersebut. ariano dan zio yang melihat hal itu pun sangat senang.


"wah martabak mesir... buat kita kah kek...??" tanya ian bertanya kepada tuan Ridwan. Pak Ridwan pun tersenyum.

__ADS_1


"tentu saja... memangnya Iyan sama zio pikirnya untuk siapa...??" Pak Ridwan kepada kedua anak itu. ibu Aminah yang ada disana pun, tidak bisa tidak tersenyum. ia sangat senang melihat keceriaan anak-anak itu kembali. ibu Aminah pun langsung mengeluarkan martabak itu dari plastik dan menyajikan kedalam piring.


"wah !!" ucap zio dengan mata yang berbinar. ia mengambil sepotong dan memasukannya kedalam mulutnya. begitu juga dengan kakaknya, ia tidak ketinggalan.


"wah... kek... makasih ya, ini sangat enak, zio suka." ucap zio dengan pipi yang sudah menggembung karena martabak. pak Ridwan dan istrinya tersenyuman Melihat kelakuan mereka, kehadiran kedua anak ini memberikan kehangatan kepada mereka.


***


hari ini, Laura akan bersiap menemui Alexander. ia sudah menyiapkan rencana untuk menjebak Alexander. bibirnya tersenyum licik.


ternyata perkiraan Laura benar. tak membutuhkan waktu yang lama, di waktu sore ini, Alexander datang ke kafe itu, ia sudah menjadi pelanggan tetap dalam beberapa Minggu ini.

__ADS_1


"selamat datang tuan Alexander,.." sapa seorang pelayan yang bekerja di kafe itu.


"iya... seperti biasa ya mbak.." ucap Alexander. pelayan itu pun mengangguk.


"baik tuan." ucap pelayan itu. pelayan itu pun langsung menyiapkan minuman yang sering di pesan olehnya, ia juga langsung mencampur obat itu kedalam minuman tersebut, walaupun dengan perasaan takut. pasalnya, ia sudah menolak untuk melakukan nya, tapi Anastasia malah mengancamnya.


flashback


setelah Laura tau, bahwa Alexander sering menghabiskan waktu di kafe dekat pantai dari anak buahnya.


ia langsung kesana sebelum Alexander datang. Laura langsung bertemu dengan pelayanan kafe itu.

__ADS_1


"Mbak.. saya punya pekerjaan untuk mbak.." ucap Anastasia.


***bersambung***


__ADS_2