TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
37. kabar untuk tuan Bastian


__ADS_3

Setelah nyonya Tamara menutup panggilan itu. max memandang seluler tersebut. seketika senyum tipis muncul di bibirnya.


entah apa yang sedang max pikirkan sekarang.


max dan Alexander adalah saudara sepupu yang sangat dekat dan tidak bisa dipisahkan. hanya saja mereka berbeda dalam segi sifat. max lebih cenderung mendengarkan nasehat-nasehat baik, namun sangat keras kepala jika sudah menyinggung profesinya. Begitu juga dengan Alexander. Alexander adalah tipikal orang yang ambisius dan setiap Ia melakukan sesuatu, Alexander tidak pernah berpikir akibat yang akan datang ke di kemudian hari.


namun walaupun begitu, kedua orang tua mereka sangat menyayangi mereka berdua. karena itu Alexander menjadi anak yang sombong dan selalu mengutamakan nafsunya. namun, sepertinya saat ini tidak berlaku lagi hehehe...😁 takut sama istri 😆😆


"semoga saja tante Tamara cepat sadar. bahwa sesungguhnya keluarga beguel itu hanya memanfaatkan Alexander dan keluarganya. huh !! benar-benar malang nasibmu saudaraku.."ucap max mengasihani Alexander.


walaupun max benci dengan sifat Alexander yang dulu, namun max tidak pernah berpikir sekalipun untuk menjerumuskan saudara sepupunya itu. max pun kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. tiba-tiba Tuan Bastian menghubunginya.


Tut


"halo Paman, ada yang bisa max bantu..?"tanya Max di sela-sela kesibukannya.


"ya nak, Maaf Paman mengganggu. Paman hanya ingin menyampaikan kepadamu, Paman minta tolong agar kamu kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan cabang di sana. Paman tidak sempat ke sana karena di sini masih banyak urusan. hitung-hitung kamu mulai belajar menangani perusahaan."ujar Tuan Bastian.


mendengar ucapan itu, max sudah tahu arah ceritanya ke mana. max langsung merasa badannya lemas dan tak bertenaga. max bisa disuruh melakukan apapun asalkan jangan disuruh untuk menangani perusahaan.


baginya, memimpin sebuah perusahaan itu seperti berada di dalam jeruji besi. walaupun peraturan itu diciptakan oleh pemiliknya, namun peraturan itu juga bisa ia langgar. baginya seorang pemimpin itu harus konsisten terhadap apa yang ia pegang. dan itulah yang tidak max sukai. max tidak menginginkan terlalu banyaknya peraturan dan pastinya, banyak yang mendekatinya hanya karena ia adalah seorang pemilik perusahaan.

__ADS_1


"aduh paman.._"baru saja max berbicara sepenggal, Tuan Bastian langsung menyela ucapannya.


"mulai sekarang tidak ada tapi-tapian. segera belajar untuk menjalankan perusahaan sendiri. dan Paman tidak mau tahu.!! Paman yakin kamu pasti bisa.. ayo max jangan terus berada dan asik dalam duniamu. kamu harus segera menghidupkan perusahaan kedua orang tuamu. Karena tidak selamanya Paman akan sehat dan hidup seperti ini. kalau nanti Paman ma_"ucapan Tuan Bastian langsung dipotong oleh max.


"ah, iya iya Paman jangan ucapkan kata mati lagi. aku akan menuruti perintah paman. oke !!aku akan segera kembali ke Indonesia dan menangani masalah yang ada di cabang perusahaan kita. sudah Paman jangan singgung kata mati lagi.!!"ucap max sedikit kesal dengan penuturan pamannya itu.


seolah max tidak ingin terjadi apa-apa dengan pamannya.. karena max sangat menyayangi Tuan Bastian. di seberang sana Tuan Bastian tersenyum namun pastinya tidak terlihat ya dari max.


"gitu dong !! kan Paman jadi senang... Ya sudah, segeralah siap-siap dan berangkat hari ini.."ucap Tuan Bastian lagi yang sukses membuat max terkejut.


"apa paman..!!! hari ini..!! aduh.." ucap max langsung menepuk jidatnya. ia sudah setuju untuk mengurus cabang perusahaan tapi nggak secepat ini juga kali..


🤦🤦


" huf... Baiklah paman..."ucap max dengan lesu. 😓😓 Setelah itu mereka langsung mengakhiri panggilan itu. setelah panggilan itu berakhir max benar-benar kehilangan semangat untuk melanjutkan pekerjaannya lagi hanya karena mendapat kabar, kalau pamannya menyuruhnya untuk kembali ke Indonesia mengurus cabang perusahaan ayahnya yang saat ini sedang dipimpin oleh pamannya.


"hah !! nasib nasib.."ucap max pasrah. setelah itu ia langsung mengemasi semua barang-barang yang ia perlukan di sana nanti. tak lama orang yang disuruh oleh pamannya pun datang menjemputnya dan mengantarkannya ke bandara.


***


sementara di tempat lain. Tuan Bastian sudah mendapatkan kabar Kalau max telah berangkat kembali ke Indonesia.

__ADS_1


"maafkan Paman nak. Paman hanya ingin kamu bisa menangani perusahaanmu sendiri. karena Paman tidak akan bisa selamanya hidup dan berada di dunia ini."ucap Tuan Bastian sambil berdiri menetap ke arah kaca yang menyuguhkan pemandangan kota itu.


setelah itu Tuan Bastian pun kembali mengerjakan pekerjaannya kembali. satuan Bastian sedang fokus tiba-tiba salah satu anak buah yang telah Ia utus untuk mengawasi Anastasia dan cucu-cucunya itu pun datang.


tok tok tok suara ketukan pintu. Tuan Bastian menegakkan kepalanya.


"masuk" ucapnya. pintu pun terbuka dan tampaklah seorang laki-laki yang usianya sekitar 28 tahunan. ia berjalan mendekat ke arah Tuan Bastian. melihat kedatangan anggotanya itu Tuan Bastian menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sambil menautkan jari-jarinya.


"Bagaimana Romi ? Apakah menantu dan kedua cucuku baik-baik saja.?"tanya Tuan Bastian.


"Iya tuan. nyonya Anastasia dengan cucu-cucu Tuan baik-baik saja. dan juga saat ini cucu Tuan sudah bertambah satu orang, Anastasia beberapa hari yang lalu melahirkan anak perempuan. dan tuan Alexander sepertinya sudah berbaikan dengan nyonya Anastasia. karena terlihat, Tuan Alexander sangat perhatian kepada Anastasia dan juga tinggal bersama mereka walaupun kondisi rumah mereka tak sebesar mension Tuan Alexander."ucap Romi menjelaskan kepada tuan Bastian.


Tuan Bastian yang mendengarkan penjelasan Romi mengenai Anastasia yang sudah melahirkan anak perempuan, membuat Tuan Bastian merasa sangat senang. akhirnya ia memiliki keturunan perempuan. Jujur saja Tuan Bastian sangat menyukai anak perempuan.


"benarkah Romi? kamu sedang tidak membualkan..?"tanya Tuan Bastian dengan mata melotot ke arah Romi. Romi pun menganggukkan kepalanya, tanda apa yang telah Ia sampaikan itu benar adanya.


"benar tuan. Tapi itu bukan masalah utamanya sekarang. saya juga mendapati kabar dari beberapa suruhan saya, bahwa Nona Laura sedang menyelidiki tuan muda Alexander. karena tuan Alexander benar-benar sudah menjaga jarak dengan Nona Laura atau pun dengan keluarga beguel lainnya."jelas Romi kepada tuan Bastian. Tuan Bastian menautkan kedua alisnya. namun Tuan Bastian juga senang karena Alexander sudah mau memperhatikan istri dan anak-anaknya.


"mmm... kalau begitu terus pantau Laura beguel itu. jangan biarkan dia menyakiti menantu dan cucu-cucuku. bila perlu kerahkan beberapa orang lagi untuk menjaga mereka."ucapkan Bastian. Romi pun mengerti Ia pun langsung menundukkan kepalanya.


"baik tuan saya mengerti. kalau begitu saya permisi dulu.."ucap Romi kepada tuan Bastian.

__ADS_1


"Baiklah terima kasih informasinya Romi. saya mengharapkan semua informasi darimu. kamu juga harus berhati-hati."ucap Tuan Bastian.


**bersambung***


__ADS_2