
Mari bikin skenario lagi.. 🥰🥰
***
Saat ini Alexander dan Anastasia memutuskan untuk pergi berlibur. namun mereka belum bisa mengajak abella pergi berlibur ke mana pun. karena masih Putri mereka yang memiliki kegiatan. tapi tidak masalah dengan abela itu sendiri, abella juga lebih senang tinggal bersama ibu Rosma dan Pak dirgan.
"Bella ayah dan bunda serta kakak-kakak pergi berlibur dulu ya. nanti kalau sekolah abela sudah selesai, abella bisa menyusul bersama dengan nenek sama kakek. soalnya ayah juga memiliki pekerjaan di tempat itu. tidak apa-apa kan sayang..??" ucap Anastasia kepada putrinya ini.
abella adalah tipikal anak yang tidak rewel, Iya juga tidak terlalu mempermasalahkan jika kedua orang tuanya tidak berada di sampingnya. namun berbeda jika Ibu Rosma dan Pak dirgan yang jauh darinya. maka abela akan menangis tersedu-sedu karena tidak mendapati kehadiran mereka.
"Iya bunda tidak apa-apa.. nanti Bella akan nyusul bersama dengan nenek dan kakek." ucap abella.
Anastasia pun memeluk sayang putrinya, sebenarnya Itu hanya alasan Anastasia dan suaminya agar mereka tidak membawa abela. karena abella masih dalam kondisi pemulihan, Namun karena pekerjaan Alexander ini sangat mendesak. dan berhubung kedua anak-anak mereka sedang berlibur dari sekolah mereka masing-masing, maka dari itu Alexander pun mengajak serta keluarganya.
"Bella jangan nakal sama nenek dan kakek ya.. nanti ayah akan belikan oleh-oleh yang bagus untuk abela.." ucap Alexander lagi.
"Iya Ayah, Ayah tenang saja. abella bukan anak cengeng.."tutur anaknya lagi. Alexander pun langsung memeluk tubuh mungil Putri satu-satunya ini. ada rasa sesak di dalam hati Alexander jika mereka meninggalkan Putri mereka bersama dengan ibu Rosma dan Pak dirgan.
setelah Alexander selesai memeluk abella, Alexander pun beralih kepada kedua paruh baya itu. keduanya senantiasa berada di dekat mereka.
" Pak, Bu. Alex titip Bella ya.. maaf jika a Bella merepotkan bapak dan Ibu nanti."tutur Alexander. Tuan dirgan pun tersenyum. tanpa mereka minta Pak dirgan dan Bu Rosma akan menjaga Putri mereka dengan baik.
"kamu tidak perlu khawatir nak, memangnya kamu meragukan kasih sayang kami kepada kalian. abella adalah cucu bapak dan ibu.. lagi pula abella lebih sayang kami ketimbang kepada kalian.." ucap Tuan dirgan menggoda Alexander dan Anastasia. Alexander pun tersenyum.
__ADS_1
"Iya Pak. sekali lagi terima kasih ya Pak kami titip abela.." ucap Alexander. setelah Alexander dan Anastasia berpamitan kepada kedua paruh baya itu dan juga kepada putri mereka satu-satunya.
Mereka pun langsung meninggalkan rumah tuan Pak dirgan dan pergi menuju bandara. Alexander memiliki proyek yang harus ia tangani di luar kota. memang tidak terlalu jauh dari kota tempat tinggal mereka, namun tetap saja hati orang tua mana yang tega meninggalkan anaknya.
tak lama mereka pun sampai di bandara, ternyata di bandara sudah ada asisten feri yang menunggu kedatangan mereka.
"selamat datang tuan. semuanya sudah saya urus, sebentar lagi pesawat akan take off. ( iya ngak sih namanya Teke of..??) 🤔" ucap Ferry kepada Alexander.
"Baiklah ayo berangkat..." ucap Alexander. Alexander pun langsung merangkul istrinya menyuruh mereka berjalan di depan sambil bergandeng tangan dengan Putra sulungnya. sementara Alexander menggendong Putra tengahnya. dan untuk Ferry ia menyeret dua buah koper besar milik para tuan-tuannya ini. sementara untuk keperluan mereka yang lain, sudah lebih dulu very letakkan di dalam pesawat.
"mereka semua pun langsung masuk ke dalam pesawat, dan menduduki tempat duduk sesuai dengan tiket mereka masing-masing.
***
Laura yang masih dendam kepada Alexander karena sudah membuat keluarganya bangkrut serta mengacukan dirinya, Iya bertekad dalam hati akan membalaskan denda ini. Laura pun langsung mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang
laura yang masih sakit hati dengan perlakuan alexander kepadanya. iya sudah mengutus beberapa orang untuk melenyapkan keluarga alexander termasuk istri dan anak-anak alexander. iya akan memberikan luka kepada alexander agar ia merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang kita cintai. setelah itu iya akan kembali mendekati alexander untuk mendapatkan hartanya.
Tut
" halo ferdi bagaimana apakah semua anak buah mu sudah kamu urus untuk menyusul alexander dan keluarganya. ingat bunuh istri dan anak-anaknya tetapi untuk alexander jangan sampai ia meninggal. laksanakan rencana ini sedemikian rupa dan jangan sampai ada orang yang tahu bahwa aku yang merencanakan ini semua." ucap laura menelpon orang dan membayar pembunuh untuk melenyapkan anastasia dan anak-anaknya.
" baik nona anda tenang saja saya sudah mengutus 15 orang untuk melenyapkan istri dan anak-anak alexander. tapi ingat semuanya tidaklah gratis." tutur ferdi lagi.
__ADS_1
" tenang saja, kalau masalah uang kalian tidak perlu khawatir yang penting kalian melaksanakan apa yang sudah aku perintahkan." ucap laura lagi di seberang telpon. setelah kesepakatan yang mereka buat itu laura pun segera mengakhiri panggilannya.
iya tersenyum senang melihat sebentar lagi alexander akan kembali kepadanya dan anastasia serta anak-anaknya yang menjadi penghalang bagi alexander dan laura akan segera lenyap di muka bumi ini.
" lihat saja alexander aku tidak akan melepaskan mu begitu saja dan untuk istri dan anak-anakmu mereka harus segera disingkirkan agar tidak ada lagi yang menghalangi ku untuk mendapatkanmu." ucap laura disertai dengan seringai licik.
***
Tak menunggu waktu lama, pesawat pun segera landing. Alexander dan keluarganya pun langsung keluar dari pesawat dan langsung pergi menuju tempat tinggal mereka.
di sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya anak-anak Alexander berdecak kagum melihat pemandangan desa yang begitu hijau dan sangat menyejukkan. alexander tersenyum melihat ke antusias dan anak-anaknya dan keceriaan yang tercetak di wajah mereka. walaupun rasanya tidak lengkap karena si bungsu abella tidak bisa ikut namun cukup memberikan kebahagiaan kecil bagi keluarga ini. sesekali Alexander tersenyum melihat anak-anaknya bahagia.
" anak-anak ayah sangat senang sekali..." ucap alexander menggoda anak-anaknya itu. all zio dan arya no yang mendengar godaan ayah mereka tersenyum hangat.
" iya ayah ini sangat menyenangkan pemandangan di sini sangat hijau dan sejuk iyan sangat menyukainya." tutur arya no kepada ayahnya.
" iya ayah zio juga sangat suka. zio belum pernah melihat pemandangan seperti ini." tutur anak kedua itu sementara anastasia sangat senang melihat hubungan baik ayah dan anak itu ia berharap keharmonisan keluarga mereka ini selalu terjaga sampai nanti maut memisahkan mereka.
" tapi sayang ya, dedek bilang gak bisa ikut dan menikmati pemandangan ini sama-sama." ucap zio mengingat adik perempuannya. alexander yang mendengar penuturan putranya itu pun merasa bersalah. pasalnya, bukan tidak ingin mengajak sang anak selain anak perempuan mereka tidak mau berpisah dengan ibu rosma dan takdir gan anak perempuan mereka juga baru sembuh dari sakitnya. namun pekerjaan yang mendesak ini membuat alexander dan anas pasha mengambil keputusan tersebut.
***bersambung***
jika Masih ada typo atau salah kosa kata. silahkan di komen ya teman-teman, nanti akan otor perbaiki.🙏🥰
__ADS_1