TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
62. pengaruh obat


__ADS_3

Laura langsung menyodorkan sebuah obat yang sudah di haluskan itu kepada pelayan tersebut.


"berikan obat kedalam minuman orang ini, kalau ia sudah datang." ucap Laura sambil menunjuk kan foto Alexander. pelayan itu pun menolak untuk melakukan nya.


"maaf Mbak, saya nggak bisa.." ucap pelayan itu dengan pelan. Laura yang mendengar penolakan itu langsung mengeluarkan pisau dari balik bajunya.


Laura langsung mengacungkan pisau itu di depan pelayan tersebut. tentu saja, pelayan itu ketakutan.


"apa yang mbak lakukan.. " seru pelayan itu, ia ingin teriak tapi pisau itu sudah mendarat di bagian perutnya, Laura mengancam lagi.


"diam... lakukan atau tidak..!!" ancam Laura. pelayan yang ketakutan itu pun langsung menganggukan kepalanya.


"b baik mbak.." ucapnya. tangan pun langsung mengambil obat itu dengan gemetar.


flash of


pelayan itu pun langsung mengantarkan minum itu ke meja Alexander.

__ADS_1


"silahkan tuan." ucap pelayan tersebut. ia meletakkan minuman itu di atas meja, Setelah itu ia melangkah menjauh.


"terimakasih" ucap Alexander dengan datar. pelayan itu pun mengangguk saja. ternyata dibalik sebuah pembatas, Laura menunggu dan mengawasi Alexander disana. ia melihat Alexander sedang termenung. Alexander mengarahkan pandangannya kearah laut, pikiran nya mulai melayang kemana-mana.


( sudah 3 bulan sayang, kau dan anak-anaknya meninggalkan kami..) batin Alexander, ia tak kuasa menghadapi semua ini, tapi karena adanya putri kecilnya, itulah yang membuat ia bertahan sampai sekarang.


dari balik pembatas, Laura mulai gelisah melihat Alexander belum menyentuh minumannya, padahal matahari sebentar lagi akan terbenam.


(kenapa Alexander lama sekali) batin Laura mulai tidak sabaran. ia terus mengintip dari balik pembatas itu.


(bagus sayang, minum sampai habis. setelah itu, jadilah milikku) batin nya lagi. ia sangat senang, karena sebentar lagi keinginan nya akan terwujud.


( hahaha... sebentar lagi, aku akan menjadi nyonya Alexander dan membangun kembali perusahaan keluarga ku. ckckck... kau memang bodoh Alexander.) batin Laura lagi. tak lama, Alexander merasakan pusing di kepalanya.


"kenapa kepalaku Tiba-tiba menjadi pusing ya. sebaiknya aku pulang terlebih dulu." ucapnya sambil memegangi kepalanya. Alexander kemudian bangkit dan hendak membayar ke kasir, ia mulai kehilangan keseimbangan, ia berjalan dengan terseok-seok. tapi tiba-tiba sebuah tangan menopangnya.


"hati-hati sayang.." ucapnya dengan lembut. siapa lagi kalau bukan Laura. Alexander tidak menolak tangan itu, ia justru mengalungkan tangannya di pundak Laura. melihat hal itu, Laura menyeringai licik.

__ADS_1


(sebentar lagi sayang) batinnya. Laura pun langsung membawa Alexander meninggalkan kafe itu setelah membayar minumannya. ia membawa Alexander ke sebuah hotel yang ada di dekat pantai. Laura juga sudah memesan kamar itu terlebih dahulu.


buk


tubuh Alexander terhempas di atas kasur empuk itu, Alexander sudah tidak sadarkan diri. melihat hal itu, Laura kembali menyeringai.


"hahaha... sayang, tidak sia-sia aku membayar puluhan preman untuk membunuh istri dan anak-anak mu. akhirnya aku bisa mendapat kan mu. sayang, jodohmu adalah aku.." ucap Laura sambil tersenyum licik.


"sayang.. malam ini kita akan bersenang-senang. tapi aku harus mandi terlebih dahulu." ucap Laura sambil mengecup bibir Alexander. setelah itu, ia langsung meninggalkan Alexander disana dan masuk kedalam kamar mandi.


cukup lama Laura berada di kamar mandi, Setelah itu ia langsung keluar hanya dengan menggunakan piyama hotel.


ceklek.. jedar...


Laura keluar dari sana dan terkejut.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2