
saat ini Jacob sudah datang, Iya tengah menunggu atasannya di luar gerbang. tak lama dari luar rumah terlihatlah sepasang suami istri sedang berjalan tergesa-gesa menuju mobil itu. Jacob yang melihat atasannya telah datang, buru-buru iya keluar dan membukakan pintu untuk kedua atasannya itu.
"silakan masuk tuan dan nyonya.." ucap asisten Jacob. tanpa menunggu lama Tuan Bastian dan nyonya Tamara langsung masuk ke dalam mobil. setelah itu asisten Jacob langsung menutup pintu mobil belakang dan langsung mengambil tempat di depan Tuan Bastian dan juga Nyonya Tamara.
"Apakah semua persediaan dan apa yang kita perlukan di sana sudah kamu siapkan Jack...??" tanya Tuan Bastian kepada asisten Jacob. asisten Jacob menganggukkan kepalanya.
"sudah semuanya tuan." ucap asisten Jacob itu.
"Ya sudah kalau begitu, segera laju kan mobilnya agar kita segera sampai di tempat tersebut." ucapkan Bastian lagi. tanpa menunggu lama dan sesuai dengan perintah, asisten Jacob langsung melajukan mobil yang membawa Tuan Bastian dan nyonya Tamara ke luar kota, di mana Alexander saat ini berada.
***
saat ini, sudah 5 hari mereka melakukan pencarian namun tak kunjung ketemu. Alexander juga menggerakkan semua anggotanya dan juga semua orang yang dikirimkan oleh Tuan Bastian untuk mencari Anastasia dan anak-anaknya itu.
Tuan Bastian dan nyonya Tamara yang sudah berada di sana selama 4 hari yang lalu, Mereka pun turut serta mencari keberadaan Anastasia dan kedua anaknya. Tamara juga benar-benar prihatin melihat Alexander saat ini. Alexander benar-benar terpukul karena kehilangan dan belum menemukan istri dan anak-anaknya.
Semakin hari alexander semakin tidak terkurus iya lebih banyak melamun berpikir dan bertindak tanpa memikirkan kondisinya sendiri setiap malam iya juga sering menangis memikirkan nasib istri dan anak-anaknya itu kadang-kadang iya akan histeris dan menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menemani mereka jalan-jalan. saat itu asisten Ferry masuk dan melihat atasannya sedang melamun seperti biasa.
__ADS_1
" tuan jangan terus seperti ini, kami akan selalu membantu melakukan pencarian terhadap nyonya dan para tuan muda. namun tuan juga harus ingat bahwa tuan masih memiliki satu putri yang bergantung kepada tuan." tutur asisten very. ia benar-benar tidak tega melihat atasannya terpuruk seperti ini, ini adalah kedua kalinya ia menemukan alexander terpuruk setelah kejadian anastasia pergi meninggalkannya.
Alexander yang mendengar penuturan Ferry menolehkan wajahnya ke arah asistennya itu. Alexander juga langsung teringat dengan Putri kecilnya, memikirkan Putri kecilnya tiba-tiba Alexander merasa sedih. apa yang akan ia katakan kepada Ibu Rosma dan Tuan dirgan yang saat ini telah menganggap Anastasia sebagai anaknya sendiri. Alexander juga memikirkan kondisi putrinya, Iya takut putrinya akan terpukul mendengar kabar hilangnya Anastasia dan kedua kakaknya itu.
" ver, kenapa aku begitu bodoh. kenapa aku tidak menemani istri dan anak-anak ku jalan-jalan. kenapa aku sama sekali tidak bisa melindungi keluargaku ? apakah di masa lalu aku melakukan kesalahan ? kenapa rasanya masalah datang bertubi-tubi kepadaku ? bahkan harus menghilangkan istri dan anak anakku." racau alexander. tuan bastian yang masih berada di sana yang sedang memberikan arahan kepada anak buahnya itu mendengar penuturan sang anak.
mendengar alexander menyalahkan dirinya sendiri, entah kenapa tuan bastian sangat iba melihat kondisi putranya yang terpuruk seperti ini. ia juga tidak habis pikir dengan musibah yang menimpa anak secara bertubi-tubi, belum lagi masalah dengan istrinya yang tidak mau menerima anastasia sebagai menantunya tuan bastian pun berjalan mendekat kearah Alexander dan menepuk pundak anaknya itu.
" jangan berkecil hati, papa-papa pasti akan membantumu untuk menemukan mereka." tutur tuan Bastian sedikit menyenangkan sang anak.
( Apakah Alexander memiliki seorang putri. setahuku Alexander hanya memiliki dua orang Putra. satu ariano dan satu lagi alzio. Apakah cucuku sudah bertambah satu lagi.) batin Nyonya Tamara.
( Ya Tuhan, Apakah aku sudah sejauh ini menyakiti hati putraku. Apakah aku salah mengartikan kebahagiaan putraku selama ini. Aku berusaha menjodohkannya kepada perempuan yang setara dengan kami agar dia bahagia. ternyata aku baru sadar, kebahagiaannya adalah kehadiran Anastasia dan anak-anaknya. sementara untuk menjodohkan Alexander dengan perempuan yang selevel dengan kami adalah keegoisanku sendiri.) batin Nyonya Tamara lagi. tak terasa air matanya menetes, Ya kembali mengingat memori memori yang telah lalu di mana ia terang-terangan menolak kehadiran Anastasia dalam hidup putranya.
Setelah nyonya Tamara merasa lebih tenang, ia menghapus air mata yang tadi sempat keluar dan membasahi pipinya. setelah itu ia berjalan mendekat ke arah Alexander, asisten very dan juga suaminya yang sedang berada di sana.
" nak.." panggil Nyonya Tamara dengan suara lirih. seolah-olah Nyonya Tamara tak kuasa mengeluarkan sepatah kata pun. Alexander yang melihat kedatangan mamanya itu tidak merasa dendam dalam hatinya. Alexander hanya merasa takut jika mamanya lagi-lagi akan memisahkannya dengan istrinya.
__ADS_1
"mama.. sedang apa Mama di sini..??" tanya Alexander dengan raut wajah penasaran. Nyonya Tamara yang menatap sorot mata Alexander tak kuasa menahan tangisnya. Iya kemudian berlari dan memeluk Putra semata wayangnya itu.
Alexander yang mendapatkan pelukan tiba-tiba itu, tiba-tiba hatinya menjadi hangat. tak dapat ia pungkiri, Alexander memang membutuhkan sosok seorang ibu dan seorang ayah yang mampu menguatkannya dalam kondisi seperti ini. Alexander membalas pelukan Nyonya Tamara disertai dengan isakan tangis yang tak sengaja keluar dari bibirnya.
"maafkan Mama telah egois selama ini, mulai sekarang mama tidak akan mengatur hidupmu lagi." ucap Nyonya Tamara meminta maaf setulus hati kepada putranya. Alexander yang mendengar permintaan maaf mamanya itu sedikit merasa kesal. pasalnya Nyonya Tamara meminta maaf setelah kejadian yang terjadi sekarang. namun lagi-lagi Alexander tidak merasa dendam kepada ibunya.
"kenapa Mama baru meminta maaf dan mengerti sekarang, setelah aku kehilangan istri dan anak-anakku." ucap Alexander dengan lirih dan masih berada dalam dekat Nyonya Tamara. mendengar ucapan lirih sang anak, lagi-lagi Nyonya Tamara merasa bersalah.
"maafkanlah Mama nak, Mama janji Mama juga akan mencari keberadaan istri dan anak-anakmu. Mama juga mohon janganlah merasa terpuruk seperti ini." ucap Nyonya Tamara. Nyonya Tamara melepaskan pelukan mereka, Nyonya Tamara juga menangkup kedua pipi putranya yang saat ini terlihat sayu dan basah dibanjiri oleh air matanya.
"sekali lagi Mama meminta maaf kepadamu, maafkan Mama sayang. selama ini Mama telah egois menuruti hawa nafsu Mama sendiri." ucap Nyonya Tamara lagi. Alexander pun tersenyum melihat mamanya.
"Alex sudah memaafkan mama, maafkan Alexander juga ya ma, karena selama ini mungkin Alexander bukanlah anak yang berbakti kepada Mama. Alexander juga sering melawan semua kata-kata mama. maafkan Alexander" ucap Alexander lagi. Tuan Bastian yang melihat pemandangan seperti itu tak bisa menahan diri untuk tidak bahagia. Tuan Bastian juga mendekat ke arah keduanya dan memeluk keduanya dengan penuh kasih sayang.
"seandainya dari dulu keluarga kita seperti ini, papa pasti akan sangat bahagia." ucapkan Bastian. Tuan Bastian segera melepaskan pelukannya dari kedua orang tersebut. kemudian beralih menatap Alexander.
***bersambung***
__ADS_1