
saat Laura keluar dari kamar mandi, Iya terkejut karena melihat banyak orang berada di kamar itu. sementara Alexander, Iya duduk manis di sofa yang ada di dalam kamar hotel itu. sontak saja rasa takut mulai menghampiri Laura, namun ia berusaha untuk tidak menunjukkan rasa takutnya itu.
di sela-sela membenahi diri agar tidak ketakutan, dia juga tidak habis pikir melihat Alexander sepertinya tidak terjadi apa-apa dengannya.
"Lex, bukannya kamu sedang tidur di atas kasur.? bukannya kamu tadi tidak sadarkan diri..??" tanya Laura dengan perasaan gugup. Laura melihat wajah-wajah sangar dari orang-orang tersebut, tentu saja membuat dia merasa takut.
"kenapa? kamu terkejut melihatku baik-baik saja..? hahaha... ternyata kamu sangat mudah dikelabui." ucap Alexander sambil tersenyum sinis.
jedar..
Laura terkejut mendengar pengakuan dari Alexander. Apakah Alexander tidak terpengaruh dengan obat yang ia berikan tadi.
"bagaimana itu mungkin..?? bukankah kamu sudah meminum minuman yang sudah aku berikan obatnya.?!" tanya Laura dengan panik. lagi-lagi Alexander menampakkan senyum sinisnya.
"hahaha, kamu tidak perlu tanya bagaimana. karena pelayan yang kamu utus untuk memberikan obat itu ke dalam minumanku ternyata tidak melakukannya, Iya malah memberitahukan kepadaku bahwa kamu tengah mengintip diriku di pembatas itu." ucap Alexander. Alexander sebenarnya sangat merasa geram kepada Laura, ia ingin sekali membuat kepalanya itu berpisah dari badannya. Tapi itu tidak mungkin ia lakukan, mengingat Dia memiliki seorang anak perempuan yang harus ia lindungi. Iya juga tidak sampai hati membuat rumor bahwa seorang Alexander adalah pembunuh.
Alexander bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Laura. Laura yang melihat Alexander berjalan mendekat ke arahnya tidak bergeming, Iya masih mencerna dan masih syok tentang apa yang terjadi hari ini.
"Kenapa kamu melakukan ini padaku..??" tanya Laura kepada Alexander. Alexander tersenyum simpul mendengar pertanyaan itu.
"seharusnya aku yang bertanya, Kenapa kamu melakukan ini. Dan asal kamu tahu, Aku benar-benar muak melihatmu berkeliaran di muka bumi ini." ucap Alexander dengan datar dan juga dingin. sorot matanya menajam seperti ingin menembus dan menguliti tubuh Laura. mendadak Laura memundurkan dirinya selangkah.
"kamu tidak tahu saja, Aku melakukan hal ini karena aku mencintaimu. aku tidak Sudi ada perempuan lain bersanding denganmu. bukankah dulu kita baik-baik saja, tapi kenapa dengan teganya kamu meninggalkanku seperti itu." ucap Laura kepada Alexander. Alexander kembali tersenyum sinis.
"kau mencintaiku apa mencintai uangku. Jika kau mencintaiku kamu akan membiarkanku bahagia dengan perempuan yang aku cintai.." ucap Alexander telak. Laura pun tidak dapat berkata-kata lagi namun ia masih berusaha untuk menyela.
"bukan begitu lek, cintaku kepadamu tidak bisa membuatku berkorban melihatmu bersama orang lain. aku tidak bisa berkorban untuk itu." ucapnya lagi masih membela diri.
"Iya kau tidak bisa melakukan hal itu, karena kamu sama sekali tidak mencintaiku, kamu itu hanya menginginkan uangku untuk mengangkat reputasimu. Dan Kamu pikir aku tidak tahu bahwa semasa kamu memiliki hubungan denganku, kamu juga menjalin hubungan dengan mantan kekasihmu si Kevin itu. tapi bodohnya kamu, kamu juga tidak tahu bahwa si Kevin itu hanya memanfaatkanmu saja." ucap Alexander dengan ketus dan penuh dengan emosi.
__ADS_1
"bahkan kamu sampai tega menghilangkan nyawa istri dan anak-anakku dengan mengutus beberapa preman untuk membunuh mereka. setelah mendengar pernyataanmu tadi dan didukung dengan bukti-bukti yang sudah aku dapatkan, maka bukan Alexander namanya jika aku tidak menuntutmu sampai ke akar-akarnya."ucap Alexander sangat menusuk. Iya bener-bener sangat marah saat ini.
saat waktu itu saudaranya max dan tim Alfa menemukan bukti mengarah ke arah Laura, Alexander pun berupaya menjalankan peran itu sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan kepada Alexander. ternyata dugaan mereka benar, Laura masih berusaha mengincar Alexander untuk menjebaknya. namun kejadian di cafe tadi di luar dari rencananya, Untung saja pelayan cafe itu tidak memasukkan obat ke dalam minuman dan juga ia memberitahu Alexander bahwa ada seorang perempuan yang mengintipnya dari balik pembatas cafe. karena itu dia langsung saja berpura-pura, karena ia tahu selain Laura Siapa lagi yang benar-benar terobsesi dengannya.
"aku tidak membunuh mereka, kamu tidak bisa menyalahkan kehilangan istri dan anak-anakmu itu kepadaku..!!" teriak Laura dengan histeris dan mulai ketakutan.
"kamu masih berusaha mengelak, aku sudah memiliki bukti kejahatanmu. bahkan semua bukti yang mengenai keluargamu. satu hal yang ingin kusampaikan kepadamu, bahwa kamu salah memilih lawan. " ucap Alexander kepada Laura. Alexander pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah tim Alfa dan juga beberapa aparat yang ikut di sana.
"tangkap dan jombloskan dia ke dalam penjara, Saya ingin hukumannya seumur hidup. biarkan dia membusuk di sana. dan juga fer, max. aku minta tolong akuisisi Semua perusahaan yang berhubungan dengan keluarga beguel itu. walaupun perusahaan mereka sudah diambang kehancuran tapi mereka masih memiliki pondasi. rusak semua Citra perusahaan itu." ucap Alexander tanpa berperasaan. setelah mengatakan hal itu, Alexander langsung pergi meninggalkan tempat tersebut diikuti oleh max dan asistennya Ferry. sementara Laura sudah mulai teriak-teriak histeris memanggil nama Alexander.
"Alexander..!!! Alexander..!! Aku mohon jangan lakukan ini padaku..!! Aku sangat mencintaimu.. Alexander..!!" teriak Laura sambil diseret oleh beberapa penegak hukum.
***
di tempat lain, Anastasia langsung mendapat kabar bahwa Alexander telah melaksanakan rencananya yaitu menjebak Laura.
Iya semenjak sebulan yang lalu ketika Anastasya sembuh dari sakitnya, Iya langsung menghubungi Alexander dan mengatakan keberadaannya. namun ia belum ingin kembali Karena ia merasa bahwa kejadian seperti ini pasti sudah direncanakan oleh seseorang. karena itu Anastasia ingin mencari dan menemukan kedua anaknya terlebih dahulu. 9 Alexander menyelesaikan masalah itu.
saat Anastasia mencari juga keberadaan anak-anaknya, ia telah menemukan keberadaan mereka yang tak jauh dari tempat tinggalnya. namun ia menitipkan kedua putranya kepada sepasang suami istri itu terlebih dahulu. dan ketika waktu itu, Anastasia telah pergi menjemput kedua putranya dan saat ini tengah berkumpul dengannya.
saat mereka tengah berbincang-bincang, tiba-tiba handphone Anastasia berdering dan mendapat kabar dari Alexander bahwa mereka telah berhasil menangkap Laura dan telah dijebloskan ke dalam penjara seumur hidup dengan bukti-bukti yang mereka peroleh.
"halo sayang, kalian di mana..?? aku akan jemput kalian hari ini." ucap Alexander di seberang telepon. Anastasia tersenyum mendengar suara antusias sang suami.
"Baiklah suamiku, kami menunggu kedatanganmu." ucap Anastasia dan langsung memberikan alamat tempat tinggalnya. saat itu juga Alexander dan asisten Ferry yang membawa masing-masing mobil langsung bergegas ke sana. di dalam mobil yang dikemudikan oleh asisten seri terdapat Ibu Rosma dan Pak dirgan serta cucu mereka abela. sementara Alexander mengemudikan mobil sendiri.
Tuan Bastian yang mendapat kabar seperti itu juga tidak mau kalah, Iya sudah sangat merindukan kedua cucunya itu dan menantunya. Cepat-cepat Tuan Bastian membenahi dirinya dan berangkat bersama asistennya. ternyata Nyonya Tamara yang melihat hal itu menghentikan aktivitas suaminya.
"mau ke mana Pa..??" tanya Nyonya Tamara.
__ADS_1
"papa mau ke desa xx ingin menjemput menantu dan kedua cucuku.!" ucapkan Bastian dengan datar. seketika raut wajah Nyonya Tamara menjadi sendu, ada rasa bersalah dalam hatinya yang berusaha untuk memisahkan Alexander dan Anastasia.
"bolehkah Mama ikut. Mama ingin meminta maaf atas segala kesalahan Mama kepada Anastasia dan kedua cucu kita pa." ucap Nyonya Tamara. Tuan Bastian menatap lekat wajah sang istri, Apakah benar istrinya ini tengah berubah.
"ikutlah, tapi papa harap jangan membuat masalah di sana." ucapkan Bastian memperingati istrinya. Setelah itu mereka pun langsung berangkat ke desa xx untuk menyusul Alexander ke sana.
***
5 jam perjalanan akhirnya mereka tiba di desa itu. ternyata di sana Anastasia sudah berdiri menyambut kedatangan suami dan anak perempuan yang sangat ia rindukan. Di sana juga ada kedua anaknya, Pak Mamang dan Ibu Aisyah, serta Pak Ridwan dan Ibu Aminah.
melihat hal itu, tak menutup kemungkinan Alexander sangat bahagia. Iya buru-buru turun dari dalam mobilnya dan segera menghampiri istri dan anak-anaknya dengan tergesa-gesa, bahkan ia tidak sadar bahwa ia sempat tersandung. namun ia tidak peduli, matanya hanya tertuju pada istri dan kedua anaknya.
dari jauh kedua anak lelaki itu pun berteriak memanggil Ayah mereka.
"ayah...!!!" teriak mereka sambil berlari menghampiri Alexander, Begitu juga dengan Alexander ia merentangkan kedua tangannya dan memeluk erat kedua buah hatinya itu. tak terasa air matanya pun menetes, tak dapat ia pungkiri bahwa seandainya istri dan anaknya tidak selamat.
" mas .. " ujar Anastasia. Alexander melepaskan pelukannya dan meneliti wajah sang istri, mata Alexander kembali berkaca-kaca.
"sayang syukurlah kamu telah selamat. aku tidak bisa memikirkan Bagaimana hidupku jika kalian tidak selamat. maafkan aku waktu itu." ucap Alexander sambil memeluk erat tubuh sang istri diikuti dengan derai air matanya.
"kamu tidak salah, di sini tidak ada yang perlu disalahkan." ucap Anastasia membalas pelukan sang suami tak kalah era.
ternyata Tuan Bastian dan nyonya Tamara telah sampai di tempat itu. singkat cerita Nyonya Tamara minta maaf atas kesalahannya kepada Anastasia dan juga kepada kedua cucu laki-lakinya. dan dengan senang hati mereka menerima permintaan maaf itu. di sana juga Alexander tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kedua pasang suami istri yang berjasa menyelamatkan istri dan kedua anaknya.
dan di sinilah mereka sekarang, terima kasih cerita ini telah tamat.
****
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih untuk teman-teman yang sudah setia menunggu cerita dari saya, baik yang suka maupun yang tidak suka saya tetap mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan kritik dan sarannya walaupun dengan bahasa yang cukup mengesalkan 🙏 tapi terima kasih atas masukannya.
__ADS_1
sekian cerita tentang tiba-tiba menjadi Ibu ini, saya author yang bertanggung jawab pamit undur diri. 🙏🙏 sampai ketemu di cerita selanjutnya.