
ternyata Alexander memang masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu, termasuk memulai kembali hidup bersama keluarga kecilnya.
Alexander pun meraih handphone yang tergeletak di samping di atas meja. ia mengotak-atik benda pipi itu dan menekan kontak atas nama asisten Ferry. saat itu juga Alexander langsung menghubunginya.
Tut...
"halo tuan, Apakah ada yang bisa saya bantu lagi..?" tanya asisten Ferry. kali ini suara sang asisten benar-benar seperti Alexander, di mana suara tegas dan tajam itu memasuki telinga Alexander.
"fer aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mendapatkan informasi tentang Laura secepat dan seakurat ini."ucap Alexander. Alexander benar-benar mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada Ferry, karena berkat penyelidikannya ini Alexander dapat mengetahui siapa keluarga beguel yang ternyata memanfaatkan keluarganya. apalagi mengenai tentang Laura.
"sama-sama tuan, itu sudah menjadi tugas saya.."ucap Ferry lagi masih dengan suara tegasnya.
"mm... coba kamu ceritakan kepadaku nanti, Bagaimana kamu bisa mendapatkan informasi dan latar belakang keluarga beguel sesingkat itu. bahkan kamu hanya membutuhkan waktu berjam-jam saja kamu sudah mendapatkannya." tanya Alexander menginterogasi asistennya lewat telepon.
"mmm... atau jangan-jangan.. Ini alasan kamu menentang hubunganku dengan Laura dulu ya.. ?? ayo jawab fer kenapa diam aja aku mau dengar dari mulut kamu.."tanya Alexander lagi. bukan tanpa alasan Alexander mendesak Ferry, karena ketika mereka dulu Anastasia dan Alexander sedang tidak baik-baik saja, bahkan ketika Alexander dekat dengan Laura asistennya Ferry benar-benar selalu memperingati tuannya untuk tidak terlalu dekat dengan perempuan yang bernama Laura.
Ferry juga sangat membenci Laura apabila perempuan itu mendatangi kantor tuannya. bahkan Ferry tidak segan-segannya menyakiti hati Laura dengan kata-kata yang menohok.
__ADS_1
"maafkan saya sebelumnya tuan. biarkan saya bercerita di sini saja, sambilan tangan saya mengetik hehehe.." ucap asisten Ferry mulai mengeluarkan sifat mulut lemes nya lagi.
"baik ceritakanlah, aku mau dengar.."ucap Alexander lagi.
"Baiklah tuan, waktu itu, semuanya berawal saat saya tidak sengaja melihat Laura berpelukan dengan laki-laki lain selain tuan. saya menjadi curiga. tanpa menunggu perintah dari tuan, saya pun mengumpulkan bukti serta menyelidiki siapa Laura dan laki-laki yang ia peluk tadi. saya juga mencari tahu Apa hubungan mereka, awalnya saya hanya ingin menyelidiki Laura, namun semakin sayang jauh menyelidiki siapa Laura sebenarnya semakin saya mendapatkan beberapa bukti mengenai keluarga beguel. Tapi waktu itu saya tidak sendiri, saya juga dibantu oleh Tuan Bastian dan sepupu Anda tuan max. makanya semua bukti mudah saya dapatkan, setelah mendapatkan semua bukti saya mempelajarinya dan saya menyimpannya. Saya ingin berjaga-jaga, takutnya suatu hari nanti Tuan akan memintanya. dan benar saja.."tutur asisten very lagi.
Alexander mengerutkan keningnya ketika mendengar nama Tuan Bastian dan max disebut. bukankah selama ini papanya tidak peduli terhadapnya dan apa yang dipilihnya. ternyata ini alasannya.
"kalau begitu papa dan max tahu mengenai hal ini..??" tanya Alexander lagi. jantungnya sudah mulai berpacu ketika nama Tuan Bastian disebut. bukan apa-apa, Alexander sangat merindukan sosok itu hadir dalam hidupnya. apalagi semenjak Alexander memutuskan untuk membenci Anastasia dan anak-anaknya, Tuan Bastian semakin menjaga jarak darinya.
"Iya tuan. Tuan Bastian selalu memantau anda dan nyonya Anastasia serta anak-anak. bahkan Tuan Bastian menyingkirkan bahaya yang akan membahayakan nyonya Anastasia dan anak-anak." tutur Ferry lagi. Alexander pun menarik nafasnya dalam. ternyata di balik semua ini adalah perlindungan dari tuan Bastian ayahnya sendiri.
Alexander kemudian menutup laptop kerjanya dan masuk ke dalam kamar di mana Di sana sudah ada istri dan anaknya yang sedang tidur. ternyata saat Alexander masuk, Anastasya sudah terbangun dan sedang menyusui abela.
Anastasia yang melihat ada yang masuk ke dalam kamarnya, Ia pun mengalihkan pandangannya dan melihat wajah saya sang suami. mereka berdua pun saling beradu pandang, tiba-tiba Anastasia mengukir senyum di bibirnya.
"Kenapa wajahmu terlihat murung..?? apakah terjadi sesuatu lagi.?" tanya Anastasia dengan penuh perhatian. Alexander pun mendekat dan naik ke atas ranjang di mana di atas ranjang sudah ada Anastasia dan Putri mereka. tanpa mengatakan apapun, Alexander langsung memeluk kedua tubuh yang saat ini menjadi kesayangannya.
__ADS_1
Anastasia yang mendapatkan perlakuan tersebut hanya mematung, dia shock atas perlakuan spontan dari Alexander. padahal Alexander sudah sering melakukannya.
"maafkan aku sayang.. maafkan atas semua perbuatanku di masa lalu. aku sudah tahu, Kalau malam itu ternyata kita sama-sama dijebak. aku minta maaf..."ucap Alexander memeluk Anastasia dari belakang. Alexander menempelkan kepalanya di punggung sang istri. Alexander meminta maaf sambil menangis, Iya benar-benar menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan. andai saja lebih awal Alexander menyelidiki ini semua. Namun waktu itu Alexander terlalu dibutakan oleh rasa kecewa yang bercampur benci kepada Anastasia, serta takut akan kehilangan Laura.
"sudahlah, semuanya sudah berlalu.. Jika kamu benar-benar menyesal, tutupi semua kesalahanmu dengan memperlakukan Dan menganggap kami ada dalam hidupmu."ucap Anastasia dengan pelan sambil mengusap lembut lengan sang suami yang masih melingkar di atas tubuh mereka.
"terima kasih sayang. aku pasti akan melakukan itu semua. terima kasih sudah memberikanku kesempatan untuk menebus semua kesalahanku kepada kalian. termasuk kesalahanku kepada anak-anak hiks.." ucap Alexander dengan terbata-bata. karena Alexander sedang berusaha untuk tidak terlalu mengeluarkan suara tangisnya agar tidak membangunkan sang Putri.
Alexander pun melepaskan pelukannya. Anastasia telah usai memberikan asupan ASI kepada sang anak. setelah memberikan ASI kepada abela, Anastasia pun langsung meletakkan abela di atas tempat tidurnya kembali. abella bermain sendiri dengan tangannya. Alexander yang melihat putrinya begitu ceria mengemut tangan mungilnya itu, Alexander pun beralih menggendong sang anak.
"mas aku titip abela ya.. aku mau memasak dulu.. agar nanti tidak terlalu kerepotan.."ucap Anastasia. Alexander yang mendengar panggilan Anastasia kepadanya jadi menebalkan telinganya.
"kamu panggil apa aku tadi sayang..??" tanya Alexander sambil memasang telinga agar mendengar panggilan Anastasia kembali.
"mm mas... memangnya kenapa..?? salah ya kalau aku panggil mas.." ucap Anastasia. Alexander pun tersenyum, Iya berdiri sambil menggendong abela di tangannya. Alexander berjalan mendekat ke arah Anastasia dan mengecup keningnya.
" cup.. terima kasih sayang, Aku sangat senang mendengarnya.. cup.." ucap Alexander sambil menenggelamkan kecupannya lagi di kening sang istri.
__ADS_1
***bersambung***