
Anastasia yang melihat ke-15 preman tersebut pun merasakan firasat tidak enak. ia menjadi takut, pasalnya di dekatnya ada dua orang anaknya yang harus ia lindungi. dilihat dari raut wajah para preman itu saja, sudah dapat ditebak bahwa mereka pasti akan melakukan kekerasan terhadap mereka.
" selamat datang nyonya Anastasia hahaha..." ucap salah satu di antara mereka yang dikenal dengan ketua preman itu. zio dan Aryano yang mendengar gelak tawa yang menggelegar itu jadi takut. mereka berdua langsung bersembunyi di belakang ibu mereka.
" maaf siapa kalian ?? apakah kita saling mengenal...??" tanya anastasya kepada segerombolan orang itu, bukannya menjawab, mereka malah tertawa terbahak-bahak mendengar pertanyaan dari anas tasya.
" maafkan kami nyonya, tapi nyonya tidak perlu tahu siapa kami, dan jika ingin mengetahuinya tanyakan saja kepada dewa di dalam neraka." ucap preman tersebut.
mendengar penuturan itu, sontak saja Anastasia semakin khawatir, begitu juga dengan anak-anaknya.
"jangan mengganggu kami. karena di antara kita tidak ada masalah.." ucap Anastasia masih memberanikan diri untuk berunding dengan para preman itu.
Namun yang namanya preman yang sudah dibayar, mereka tidak akan luluh hanya dengan mendengar permohonan saja. mereka yang sudah melakukan pekerjaan itu bertahun-tahun pun sudah hilang rasa kasihan di hati mereka.
"tenang saja nyonya, hanya hari ini kita bermain-main. karena keesok harinya, nyonya dan anak-anak nyonya tidak akan melihat matahari." ucap salah seorang dari mereka lagi.
Anastasia yang sudah mengalami jalan buntu, Iya tidak memikirkan hal lain selain untuk melarikan diri dari mereka. Anastasia pun langsung menyuruh anak-anaknya untuk lari dari sana bersama dengannya. namun sialnya mereka tidak dapat melarikan diri karena mereka sudah tergabung dengan orang-orang ini.
" mau apa kalian ?? apakah kita memiliki masalah tolong lepaskan kami atau tidak biarkan anak-anakku pulang." mohon Anastasia. namun permohonan nya sama sekali tidak didengarkan oleh para preman itu. malahan dengan paksa, mereka merebut anak-anak Anastasia dari tangannya dan menyerang mereka. Anastasia jadi histeris. aryano dan alzio juga sudah mulai menangis karena ketakutan.
" lepaskan anak-anakku.." ucap Anastasia dengan geram. Anastasia pun mencoba melawan ke-15 preman itu.
__ADS_1
awalnya ia mampu mengalahkan mereka, tapi karena jumlah mereka terlalu banyak, Anastasia tidak sanggup mengalahkan mereka semua alhasil anastasya terkena pukulan dari mereka. aryano dan alzio menangis histeris melihat ibu mereka terkapar tidak berdaya dengan berlumutan darah.
Anastasia mengarahkan pandangannya kepada anak-anaknya dan menyuruh mereka untuk lari dari sana. karena perlawanan dari Anastasia tadi, anak-anak itu terlepas. sontak saja kedua anak yang berbeda usia itu berlari menyelamatkan diri sesuai yang diperintahkan oleh ibu mereka. sesekali mata mereka akan mengarah ke belakang untuk melihat keadaan ibu mereka. ariano juga tidak melepaskan genggaman tangannya di tangan sang adik, mereka berlari tak tentu arah sambil menangis.
***
sementara di tempat lain, alexander merasa khawatir dan kepikiran terhadap istri dan anak-anaknya. ia berusaha untuk menelpon istrinya namun panggilannya tidak tersambung karena Anastasia dan kedua anaknya berada di luar jangkauan. mengingat tempat tersebut susah jaringan.
(ke mana mereka pergi. kenapa rasanya aku sangat mengkhawatirkan mereka. Oh Tuhan jangan sampai terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anakku. ) batin Alexander. Ya kembali mengambil ponselnya, dan kembali menghubungi nomor istrinya. namun tetap saja tak tersambung. raut wajah cemas dan takut tercetak di wajah Alexander, very yang menyadari ke khawatir atasannya itupun bertanya.
" apa yang terjadi bos ? kenapa sepertinya bos sangat merasa cemas.?" tanya asisten very kepada alexander. alexander menarik nafasnya dan menggelengkan kepalanya sebentar.
" tidak apa-apa ver, tapi entah kenapa aku sangat menghawatirkan istri dan anak anakku." ucap alexander kepada very sambil tangannya terus mengotak-atik handphonenya itu.
"mudah-mudahan seperti itu.." ucap Alexander lagi. beberapa orang juga, yang ada disana yang ikut mensurvey lapangan yang akan dibangun oleh alexander pun bertanya tanya. apa yang terjadi dengan Alexander, Kenapa raut wajahnya begitu takut dan cemas. begitulah pikiran mereka.
Alexander merasa takut dan cemas, karena ia tahu tempat ini 85% masih dengan kawasan hutan dan juga sepi penghuni. Iya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang menimpa istri dan anak-anaknya. akhirnya Alexander memutuskan untuk pulang terlebih dulu melihat kondisi istri dan anak-anaknya di villa. Alexander pun langsung berbicara kepada asistennya Ferry.
" segera selesaikan urusannya ver, aku kembali dulu ke villa. aku merasa tidak tenang sekarang." ucap Alexander. asisten feri pun menyetujui usulan bosnya dan saat itu juga alexander meninggalkan tempat atau lokasi itu pergi menuju villa dimana istri dan anak-anaknya berada.
tinggallah Ferry dan para pemerintah setempat yang sedang mensurvei lokasi untuk pembangunan wisata di sana.
__ADS_1
"Ada apa dengan Tuan Alexander tuan..??" tanya salah seorang dari mereka.
"tidak apa-apa Pak. Tuan Alexander hanya merasa mengkhawatirkan istri dan anak-anaknya saja. Mari kita selesaikan bapak-bapak..." ucap asisten very lagi mengajak masyarakat atau pemerintah setempat untuk kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
***
di tempat lain Anastasia masih berjuang untuk menghalangi para preman itu agar tidak menjangkau anak-anaknya. namun ternyata usahanya sia-sia, ia terkena pukulan dan sayatan di bagian lengan dan perutnya akibat benda tajam yang mereka bawa.
dengan tidak berperasaannya, setelah mereka membunuh Anastasia, tubuh Anastasia pun langsung dilempar ke sebuah sungai yang memiliki arus yang tidak terlalu deras itu, namun cukup dalam. alhasil tubuh Anastasia terseret arus sungai itu dan hilang di sana. mereka tertawa kesenangan karena berhasil membunuh target mereka.
" ayo..." ucap ketua mereka itu langsung meninggalkan tempat kejadian. sementara tas Anastasia tergeletak begitu saja tanpa disentuh oleh para preman itu.
sebagian dari kelompok itu juga, mengejar kedua anak itu di dalam hutan. tak lama mereka langsung mendapatkannya, mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan terhadap ibu mereka. setelah menyiksa dan membunuh anak-anak yang tidak berdosa itu mereka langsung membuang mayat mayat mereka secara terpisah namun masih sedikit berdekatan. untungnya mayat mayat itu tidak dimutilasi.
mereka tertawa senang karena misi mereka berhasil dengan mudah, setelah itu mereka langsung meninggalkan tempat kejadian tanpa memperdulikan apapun.
***
Sementara di villa, Alexander telah sampai dan mencari istri serta anak-anaknya. ia masuk ke dalam villa dan berteriak kesana kemari dan memanggil nama mereka. namun, tak kunjung ada jawaban. hal itu semakin membuat Alexander cemas, gusar dan takut iya takut terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anaknya akibat melepaskan mereka pergi sendiri tanpa pengawasan.
" sayang kalian di sini nak.."panggilan Alexander sambil menyusuri lorong lorong yang ada di dalam vila. namun hasilnya nihil, Alexander sama sekali tidak menemukan keberadaan mereka.
__ADS_1
"ke mana mereka. Kenapa aku tidak menemukan mereka di setiap lorong. astaga Tuhan, jangan sampai terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anakku." tuturnya.
***bersambung***