TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
54. mencari


__ADS_3

Karena tak kunjung menemukan istri dan anak-anaknya, alexander langsung menghubungi asistennya very untuk segera menyusul nya ke villa dan pergi mencari istri dan anak-anaknya.


Tut


"halo fer, Bagaimana urusanmu.!! segeralah kembali ke villa temani aku mencari istri dan anak-anakku, aku sudah mencari mereka ke setiap lorong namun tidak menemukan mereka. cepat lah fer, aku menunggumu." ucap Alex dengan nada panik dan tergesa-gesa..


setelah mendapat jawaban dari Ferry, Alexander pun langsung mengakhiri panggilan. Iya terus berdoa dalam hatinya dan menenangkan hatinya yang bergejolak.


"Ya Tuhan... mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anakku. sayang kalian berada di mana.. Kenapa handphone-mu tidak aktif..." ucap Alexander dengan lirih. ia berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh ke permukaan.


Tak menunggu waktu lama asisten feri pun sampai di villa tersebut, dilihatnya alexander sedang mondar-mandir sambil mengamati handphonenya dan sesekali ia letakkan di telinganya.


" tuan...!!"seru asisten ferry. Alexander pun langsung mengarahkan pandangannya kepada asisten Ferry.


"kau sudah datang, ayo kita berangkat.." ucap Alexander.


sesampainya asisten feri di villa mereka berdua langsung meninggalkan villa dan keluar mencari Anastasia dan anak-anaknya. mereka mencari di seluruh penjuru atau pelosok tempat ini, namun anehnya. tak ada satu orang pun yang melihat tanah Anastasia dan anak-anaknya berjalan-jalan di tempat itu.


asisten Ferry juga meminta tolong kepada Pak Sanjaya, untuk membantu mereka menemukan Anastasia dan anak-anaknya. pasalnya Pak Sanjaya adalah orang yang sudah tinggal lama di daerah ini, Jadi mereka berharap Pak Sanjaya menunjukkan mereka jalan.


tentu saja Pak Sanjaya dengan senang hati membantu keduanya.Beberapa penduduk juga ikut mencari keberadaan istri dan anak-anak dari Alexander. mereka terus menyusuri pelosok pelosok yang dikenal atau yang sering dikunjungi oleh para pengunjung. sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tepi sungai


***


tiba-tiba salah satu dari orang yang melakukan atau yang membantu alexander melakukan pencarian menemukan tas selempang di dekat sana.


" lihatlah ada tas di sana." alexander yang mengikuti teriakan itu pun mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh orang tersebut alexander pun langsung terkesiap dan terkejut melihat tas istrinya yang tergeletak yang ada bercak darah di sana,

__ADS_1


alexander pun langsung memikirkan yang tidak-tidak matanya semakin menggila..


Alexander langsung berlari ke arah tas yang ditemukan oleh salah satu dari mereka. sejenak ia tertegun melihat tas tersebut, dengan tangan yang gemetaran, Alexander meraih tas yang sudah ada noda darah di atasnya.


"arrrgghh......!!!" alexander berteriak-teriak histeris, tatkala hatinya merasa sakit melihat bercak darah di tas istrinya ini, bahkan alexander menemukan shall yang dipakai oleh istrinya sebelum meninggalkan villa bersama anak-anaknya.


"ini adalah milik istriku, ke mana mereka." ucap Alexander menggila. ia berteriak ke sana kemari mencari keberadaan istri dan anak-anaknya, hampir saja ia melompat ke dalam sungai kalau tidak sempat dihentikan oleh para warga. Alexander terus berteriak-teriak frustasi, entah apa yang ia pikirkan sekarang. tiba-tiba, Alexander langsung jatuh tersungkur dan tak sadarkan diri.


asisten Ferry yang melihat atasannya tak sadarkan diri. Iya langsung berlari ke arah Alexander.


"Tuan bangun tuan..!!" ucap asisten feri sambil memukul-mukul pelan pipi Alexander. tapi hasilnya tetap nihil, tak ada respon sama sekali dari Alexander. asisten Ferry langsung meminta tolong kepada warga yang ikut bersamanya Untuk memindahkan Alexander ke villa.


"Pak tolong saya,.." ucap asisten Ferry dengan wajah panik. para warga yang mengerti dengan ucapan asisten Ferry pun langsung bergerak.


setelah itu, Alexander yang pingsan langsung di boyong oleh beberapa orang, membawa Alexander ke villa dan memberikan pertolongan pertama.


" kemana lagi kami harus mencari kalian mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa ya tuhan atasan ku baru saja merasa senang dengan keluarganya, kenapa harus terjadi seperti ini lagi." ratap very, walaupun very dan anastasia bukan keluarga namun very dapat merasakan kesakitan dari alexander. pasalnya sang atasan bener-bener berubah dan memperhatikan istri dan anak-anaknya ya bahagia bersama mereka namun tiba-tiba musibah kembali melanda mereka semua.


Ferry yang tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa, Ia pun langsung menghubungi Tuan Bastian dan mengabarnya tentang musibah yang menimpa Alexander.


Tut


"halo.." ucapkan Bastian di dalam telepon. asisten Veri saja nak menarik nafasnya dalam-dalam.


"halo Tuan, ini saya asisten Ferry."ucap asisten Ferry secara formal dan dengan detak jantung yang berdebar-debar.


"Oh ada apa fer..?? Apakah ada kabar terbaru tentang Alexander." ucap Tuan Bastian.

__ADS_1


Ferry pun langsung menceritakan hal yang menimpa Anastasia dan kedua anaknya. feri menceritakan tanpa mengurangi atau menambah kalimat-kalimat yang ia sampaikan. Tuan Bastian yang mendengar penjelasan dari asisten putranya itu langsung terkejut. Iya benar-benar tidak menyangka akan ada hal seperti ini yang menyerang kebahagiaan putranya.


"lalu Bagaimana kondisinya sekarang..??" tanya Tuan Bastian. Tuan Bastian sudah mulai gelagapan di sana. Iya selalu sibuk mengurusi perusahaannya tanpa mau mengunjungi menantu dan cucu-cucunya setelah insiden insiden yang terjadi di masa lalu.


"maaf tuan, Saya masih belum dapat menemukan jejak-jejak keberadaan nyonya Anastasia dan para tuan muda. Tuan Alexander juga saat ini tidak sadarkan diri." ucap asisten Ferry. terdengar helaan nafas besar dari seberang telepon.


"Baiklah tolong kamu handle semuanya. Saya akan mengirimkan beberapa orang untuk membantu kamu mencari keberadaan menantu dan cucu-cucuku. saya juga akan segera terbang ke Indonesia." ucap tuan Bastian. Setelah itu mereka langsung mengakhiri panggilan. ketika panggilan diakhiri, Tuan Bastian langsung menghubungi beberapa orang untuk menemukan keberadaan cucu dan menantunya.


****


setelah Tuan Bastian mengutus beberapa orang untuk membantu pencarian Ferry. kini ia beralih menelpon keponakannya.


Tut


"halo Paman..!!" sapa max dari seberang telepon.


"halo nak, Kamu sedang di mana saat ini..??" tanya Tuan Bastian dengan nada khawatir dan cemas. pasalnya berita ini benar-benar mengguncang hati dan jiwanya. max yang mendengar nada khawatir yang keluar dari mulut Paman yaitu mengerutkan keningnya.


"Ada apa paman ? Kenapa sepertinya Paman sangat khawatir. apakah terjadi sesuatu di sana..??" tanya max penuh keheranan.


Tuan Bastian pun langsung menceritakan hal yang menimpa Alexander di sana. sontak saja max yang mendengar cerita dari pamannya itu menjadi terkejut.


"apa paman..!! Astaga..!! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi paman...??" tanya max tak kalah terkejut mendengar berita ini. ia memijit pelipisnya yang tidak pusing, namun tiba-tiba ia menjadi pusing.


"Paman juga tidak mengetahui cerita sebenarnya. hari ini akan terbang ke Indonesia." ucap tuan Bastian kepada max. max mengganggu anggukkan kepalanya.


"Baiklah paman, max juga akan membantu menyelidiki kejadian ini. tolong berikan alamat Alexander saat ini kepadaku paman." ucap max dengan serius. mendengar ucapan max, Tuan Bastian pun langsung mengirimkan alamatnya sesuai dengan yang diberikan oleh asisten Ferry kepadanya. Setelah itu mereka langsung mengakhiri panggilan.

__ADS_1


***


__ADS_2