
akhirnya Alexander selesai berputar dengan laporan-laporan yang ada di atas mejanya. Iya juga sudah memerintahkan kepada asisten ferry untuk membooking meja di salah satu cafe ternama untuknya dan keluarganya.
tok tok tok suara ketukan di pintu.
Ceklek tanpa seorang anak kecil yang berusia 5 tahun menonggolkan kepalanya siapa lagi kalau bukan putranya aryano. Ariano melihat ayahnya sudah pulang pun menyunggingkan senyum manis dan menyalim tangan ayahnya.
"Ayah sudah pulang.." ucap ariano sambil menyelam dan mengecup tangan sang ayah. Alexander pun tersenyum hangat dan membawa ariano ke dalam pelukannya. Iya juga menggendong sang anak yang sepertinya sudah siap mandi dan wangi. Alexander juga meninggalkan kecupan di pipi sang anak.
cup
"anak ayah wangi sekali, sudah mandi kah..??" ucap Alexander sambil menutup pintu rumah setelah mereka masuk ke dalam. Ariana pun tersenyum mendengar pujian sang ayah.
"tentu dong yah. Kan kita mau makan malam di luar. jadi Ian harus wangi dan ganteng. biar nggak kalah ganteng sama ayah.."ucap ariano dengan suara riang dan gembiranya. lagi-lagi Alexander tersenyum mendengar ucapan sang anak.
"lalu di mana bunda dan adik-adik Yan..??" tanya Alexander lagi.
"bunda sedang membantu adik-adik bersiap-siap. dan sekarang mereka ada di dalam kamar." ucap ariano dengan riang gembira menjelaskan kepada ayahnya. tak lama terdengar teriakan suara anak kecil Siapa lagi kalau bukan alzio.
"ayah..!!!" teriak alzio menyambut kedatangan ayahnya. Alexander pun langsung menurunkan tubuhnya menyambut kedatangan Putra keduanya. tanpa menurunkan ariano dalam gendongannya, Alexander juga langsung mengangkat tubuh alzio. bahkan Alexander tidak merasa berat dengan tubuh anak-anaknya yang berada dalam gendongannya.
"mmm... zio juga udah wangi ya. "ucap Alexander sambil meninggalkan kecupan di pipi sang putra. zio pun langsung mengeratkan beli tantangannya di leher sang ayah.
"Ayah Kenapa lama sekali, Abang zio sudah lelah menunggu ayah. apalagi kasihan bunda, dedek Bella tidak henti-hentinya menangis.." ucap zio mengadu kepada ayahnya. Alexander pun langsung mengerutkan keningnya. kemudian bergegas membawa anaknya masuk ke dalam kamar mereka. ternyata benar, abella menangis dalam gendongan Anastasia. terlihat Anastasia sepertinya belum bersiap-siap, walaupun ia sudah mandi. Alexander pun berjalan mendekat ke arah sang istri. kemudian menurunkan kedua putranya di atas tempat tidur.
"sayang Bella kenapa..??"tanya Alexander. Alexander mengambil alih menggendong abela. Iya menimang-nimang anak gadisnya itu. seketika, abella terdiam dalam pelukan sang ayah. Alexander pun tersenyum melihat respon putrinya ini.
"Oh.. ternyata adek kangen ayah ya..??" ucap Alexander dengan gemas. Iya juga membenamkan kecupan di kepala sang Putri. Anastasia yang melihat itu pun tersenyum manis. setelah itu Alexander langsung mengarahkan pandangannya ke arah sang istri.
"sayang, kamu siap-siap lah. biar aku yang menggendong Putri kita. nanti kalau kamu sudah siap dandan, aku akan mandi terlebih dahulu. lagi pula suamimu ini mandinya tidak lama.."ucap Alexander dengan sayang kepada sang istri. Anastasia pun tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah ayah..." ucap Anastasia. panggilan itu tentu saja membuat Alexander berbunga-bunga. sudah berhari-hari lamanya panggilan Anastasia memang seperti itu kepada Alexander. tapi Alexander sama sekali tidak mempermasalahkannya, justru Ia sangat senang sang istri sudah merasa nyaman kepadanya.
setelah itu, Anastasia pun langsung beralih mengganti pakaiannya dan berdandan ala kadarnya. Iya tidak pernah berdandan berlebihan baik keluar maupun tidak keluar rumah. Alexander pun tidak mempermasalahkannya, menurutnya Anastasia adalah perempuan cantik walaupun tidak berdandan sekalipun. cinta yang kini tumbu dan berkembang membuat Alexander semakin mencintai istrinya.
selama berhari-hari dan berbulan-bulan, hubungan mereka memang sudah sangat baik. bahkan keharmonisan keluarga kecil ini benar-benar terlihat. Alexander tak lagi mengeluarkan kata-kata hinaan maupun kata-kata tidak lainnya. Alexander juga kerap kali memanjakan istri dan anak-anaknya itu. bahkan untuk masalah nafkah, baik lahir maupun batin, Alexander tak pernah membatasi istrinya dan anak-anaknya itu. Alexander benar-benar menikmati perannya sebagai seorang ayah dan sebagai seorang suami bagi istrinya.
tak menunggu waktu yang lama, Anastasia pun selesai berdandan. di depan mata Alexander, Anastasia meminta pendapat Bagaimana riasan di wajahnya. Apakah ia terlihat cantik atau tidak. tentu saja Alexander tertegun.
" Apakah kamu istriku..??" tanya Alexander dengan mengerutkan keningnya. Anastasya pun terkesiap, Anastasia langsung memasang wajah melongoh tidak mengerti dengan pertanyaan suaminya.
"memangnya kenapa mas..." ucap Anastasia merasa aneh atas penuturan sang suami.
"soalnya kamu berbeda, Kamu adalah seorang bidadari yang turun dari khayangan. dan tentu saja membuatku bertanya-tanya. Apakah istriku adalah seorang bidadari yang ternyata nyasar ke dunia.." ucap Alexander menggoda istrinya. Alexander tersenyum sumringai tatkala melihat rona merah muncul di wajah sang istri. walaupun sudah berhari-hari melihat kecantikan istrinya, tapi apabila sang istri benar-benar dipoles dan dirawat, maka kecantikannya ini akan membuat iri kaum hawa dan akan membuat kaum Adam bertekuk lutut.
Anastasia benar-benar dibuat malu dan salah tingkah atas godaan suaminya. entah kenapa jantungnya 180 derajat berdetak lebih kencang.
( ah jantungku Ya ampun.. Apakah ini normal..) batin Anastasia. Iya merasakan jantungnya berdetak tak karuan mendengar gombalan suami.
"sudah lah mas, jangan menggodaku begitu. sebaiknya segeralah mandi, bapak sama Ibu juga sudah siap-siap."ucap Anastasia masih dengan wajah yang malu-malu. Alexander pun tersenyum melihat istrinya malu-malu kepadanya.
"Baiklah sayangku.." ucap Alexander dan langsung menyerahkan abella ke tangan Anastasia. Anastasia pun langsung menerima putrinya itu dan menimang-nimang nya. seketika itu Alexander pun langsung beralih ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
sementara kedua anak laki-laki itu. sudah lebih dulu berlari keluar rumah menuju rumah Ibu Rosma dan Pak dirgan.
***
Tak butuh waktu yang lama. Alexander dan keluarga kecilnya itu pun sampai di sebuah restoran mewah yang sudah dipesan oleh asisten Ferry. sesampainya mereka di sana, pelayan pun langsung datang menemui mereka.
" selamat malam Pak. selamat datang di restoran kami, Ada yang bisa saya bantu.." ucap pelayan itu dengan ramah tamah. Alexander pun langsung memperlihatkan sebuah karcis pemesanan meja dari asistennya.
__ADS_1
" Oh Mari Pak silakan ikut bersama saya." ucap pelayan itu lagi ketika selesai melihat foto karcis itu. Alexander dan keluarganya pun mengikuti pelayan itu menuju ke sebuah ruangan yang menghadap ke arah panorama yang sangat indah. tentunya pemandangan itu adalah hamparan gedung-gedung tinggi yang ada di negara ini.
"silakan duduk bapak dan ibu. saya akan menyiapkan pesanannya.." ucap pelayan itu. Mereka pun duduk di kursi mereka, tampak ariano, alzio, Pak Dirga, Bu Rosma dan Anastasia sangat menikmati pemandangan itu. mereka sangat antusias. melihat ke antusiasan keluarga kecilnya ini, Alexander benar-benar sangat senang.
" Apakah Iyan dan zio menyukai tempatnya..??" tanya Alexander melihat ke antusiasan anak-anaknya itu. kedua paruh baya itu juga memasang wajah senang karena seumur-umur mereka belum menikmati keindahan pemandangan seperti ini. walaupun mereka bukan orang miskin, namun kehidupan mereka tetap pada standar asalkan tidak kelaparan.
"Iya Ayah ini sangat indah.." ucap ariano dengan riang gembira.
"Iya nak, ini sangat indah. bapak dan Ibu tidak menyangka bahwa bapak dan ibu akan menginjakkan kaki di restoran yang mewah ini. dan ini adalah pengalaman pertama bagi bapak dan Ibu. terima kasih nak Alex sudah mengajak bapak dan ibu untuk makan malam di restoran mewah ini." ucap Ibu Rosma.
tercetak di wajah Ibu Rosma sangat bahagia. Iya sangat bersyukur karena Alexander mau menganggap mereka dan mengajak mereka juga makan malam di luar. bukannya Ibu Rosma ingin membanding-bandingkan, namun Ia sangat senang. Pak dirgan yang melihat senyum senang istrinya itu, menjadi bahagia.
karena ia tahu, mereka sudah bertahun-tahun membangun biduk rumah tangga, namun tak sekalipun Pak dirgan mengajak Ibu Rosma pergi ke sebuah restoran mewah yang ada di kota ini. bukan karena tidak ingin mengajak istrinya, Pak dirgan sangat ingin memanjakan sang istri. namun Ibu Rosma juga tahu kehidupan mereka. mereka bukanlah seorang sultan yang mampu mendapatkan apapun yang mereka mau.
"Ibu sangat senang ya.. maafkan bapak ya Bu, bapak belum bisa memenuhi keinginan ibu untuk makan di restoran yang mewah ataupun mengajak Ibu liburan di luar negeri." Ucap pak dirgan sambil memandang sayang wajah istrinya. Ibu Rosma pun melihat ke arah suaminya dan tersenyum.
" Pak, ibu sama sekali tidak menuntut. hidup bersama bapak saja sudah membuat ibu sangat bahagia. bapak tidak perlu merasa bersalah begitu, orang kaya saja atau orang kota mereka pasti senangnya hidup berdampingan dengan alam dan apa adanya. orang luar negeri saja mereka datang berwisata ke desa dan melihat hal aneh yang ada di desa yang menurut kita itu bukanlah hal yang menarik. jadi jangan menyalahkan diri sendiri Pak. mendampingi bapak saja Ibu sudah sangat senang. justru Ibu sangat berterima kasih, karena Ibu memiliki kekurangan, Tapi bapak masih mau bersama dengan ibu." ucap Ibu Rosma yang matanya mulai berkaca-kaca.
benar saja, Ibu Rosma tidak bisa memberikan keturunan kepada Pak dirgan. namun Pak dirgan sama sekali tidak pernah mempermasalahkan hal itu. bagi Pak dirgan, hidup bersama istrinya adalah anugerah yang terindah. sementara untuk kehadiran seorang anak, itu merupakan sebuah titipan dari Tuhan.
dan Pak dirgan hanya mengambil Sisi positifnya, jika memang Pak Dirga tidak memiliki keturunan atau Tuhan tidak menitipkan amanah dalam rumah tangga mereka. itu artinya Pak dirgan dan ibu Rosma memang tidak mampu untuk mengurus anak-anak atau mereka masih memiliki kekurangan dalam hal itu.
sementara sejak tadi, Alexander dan Anastasia hanya diam dan mendengarkan curahan kecil dari sepasang paruh baya itu. sesekali Alexander menikah air matanya, Iya berfikir. ada orang atau sepasang suami istri yang tidak diberikan amanah oleh Tuhan, namun mereka mampu saling melengkapi dan menyayangi satu sama lain.
Alexander kembali terbayang dengan perlakuannya dulu. di mana ia pernah menyia-nyiakan istri dan anak-anaknya. dan beruntung saja Anastasia masih mau memberikannya kesempatan. Anastasia yang menyadari hal itu pun menepuk pelan punggung suaminya. kemudian Anastasia memasang senyum manis.
"aduh kenapa tiba-tiba jadi mellow seperti ini sih, kan kita ke sini mau dinner.." ucap Anastasia memecahkan keheningan. semua yang ada di sana pun langsung tersadar dan saling melempar senyuman satu sama lain. Sementara sudah sejak tadi aryano dan alzio menikmati makanan mereka tanpa memperdulikan urusan orang dewasa itu.
"hehehe maafkan bapak dan ibu ya.." ucap Tuan Dirgan lagi. mereka semua tersenyum dan melanjutkan makanan mereka yang tertunda akibat perasaan haru Dan saling mengutarakan perasaan satu sama lain.
__ADS_1
***bersambung***