TIBA-TIBA MENJADI IBU

TIBA-TIBA MENJADI IBU
59. bukti pertama


__ADS_3

Flashback


saat itu Alexander telah kembali dari luar kota. ternyata di sana ia sudah disambut oleh Putri kecilnya abella dan kedua paruh baya itu. Alexander yang sudah sampai di tempat tersebut langsung berhambur memeluk Putri kecilnya, Iya seolah-olah ingin mencurahkan segala isi hatinya dengan memeluk Putri kecilnya itu.


Pak dirgan dan ibu Rosma yang melihat Alexander turun sendiri dari mobil menjadi bertanya-tanya.


" nak, lalu di mana Anastasia dan kedua cucu laki-lakiku..??" tanya Pak dirgan kepada Alexander. Ibu Rosma dan Pak dirgan menatap Alexander dengan penuh pertanyaan. Alexander pun langsung melepaskan pelukannya kepada sang putri dan meletakkan abela dalam gendongannya.


"kita masuk terlebih dahulu pak, Bu. nanti Alex akan cerita." ucap Alexander. Alexander pun langsung mengajak kedua paruh baya dan putrinya itu pun masuk ke dalam rumah.


saat mereka masuk ke dalam rumah dan sudah duduk di posisi nyaman masing-masing, Alexander pun mulai bercerita mengenai apa yang telah menimpanya di sana. sontak saja Ibu Rosma dan Pak dirgan terkejut dan sangat sedih. ibu Rosma pun tak kuasa menahan tangisnya, akhirnya pecah juga.


flas of


***


Sementara di tempat lain, laura sedang tertawa terbahak-bahak akibat rencananya berhasil dengan lancar tanpa kendala apapun. tidak masalah ia kehilangan sejumlah uang asalkan anastasia dan anak-anaknya yang ia anggap sebagai penghalang ia mendapatkan alexander mati. dan tentu tidak ada lagi yang menghalanginya.


" akhirnya orang yang jadi penghalang sudah mati, tunggulah aku sayang aku pasti akan datang mendapatkan hatimu lagi." ucap laura dengan seringai licik tercetak di bibirnya.


"hahaha... senang banget, udah ngak sabar pengen jadi nyonya Maranatha dan memoroti harta kekayaan mereka. hahaha.." suara tawa Laura beguel pecah. saat ini, ia benar-benar sangat senang akhirnya keinginan nya akan tercapai.


"huh... sebaiknya aku ke salon untuk mempercantik diri terlebih dahulu. tapi tunggu, aku cek uang terlebih dahulu." ujarnya. Laura pun mulai memeriksa beberapa uang simpanan nya. ia terkejut melihat uangnya.

__ADS_1


"hah..!! tinggal gopek,.. sialan.. gara-gara Anastasia, uang ku tak bertuan lagi. sialan.." gerutu Laura.


"kalau begini caranya, bagaimana aku bisa pergi ke salon.." ucap Laura dengan kesal. ia membanting tubuhnya di atas sofa. ia benar-benar harus mendapatkan uang untuk perawatan. hanya ada satu cara, ya itu pergi ke club malam.


***


anastasia yang masih terbujur di atas tempat tidur tiba-tiba menggerakkan tangannya, ia tersadar dari komanya selama beberapa hari.


" haus..." ucapnya. ibu Aisyah yang mendengar ucapan lirih dari anastasia itu pun mendekat iya mengambil dan menuangkan air ke dalam gelas serta membantu anastasya untuk minum.


" syukurlah kamu sudah sadar nak, apa yang terjadi denganmu." tutur ibu Aisyah.


namun karena anastasia masih lemah dan tak kuasa menjawab pertanyaan ibu Aisyah, Anastasia hanya diam dan melihat ibu tersebut. tiba-tiba, segelimpangan ingatan anastasya mengenai putra putranya yang saat ini tidak tahu kondisinya seperti apa, mulai menghinggapi ingatannya. air matanya langsung menetes.


"anak-anak ku.." ucap Anastasia dengan pelan dan lirih. ibu Aisyah yang masih setia berada di sampingnya pun mendengar ucapannya.


"baik buk, terimakasih.." ucap Anastasia. Anastasia pun kembali memejamkan matanya dan tertidur, tujuan nya saat ini adalah sembuh, agar ia segera cepat mencari anak-anaknya. dalam hati Anastasia juga berharap, Alexander tidak terlambat membantu kedua anaknya.


Anastasia juga menyalahkan dirinya sendiri, karena pergi terlalu jauh dari villa. Iya juga dengan sok nya mengatakan kepada Alexander, bahwa ia bisa melindungi dirinya dan kedua anaknya itu. sehingga Alexander mengurungkan niatnya untuk memberikan pengawalan kepada istri dan kedua anaknya. dan karena itu Anastasia sangat menyesalinya, andai saja ia tidak menolak pengawasan yang diberikan Alexander, semuanya pasti tidak akan seperti ini.


***


di tempat lain, Alexander masih belum menghentikan pencariannya. Iya tidak akan menghentikan pencariannya sampai istri dan anak-anaknya ditemukan baik itu dalam keadaan hidup maupun tidak bernyawa. saat ini Alexander tengah berada di kantor bersama dengan putrinya, semenjak kejadian hilangnya Anastasia dengan kedua anaknya, Alexander memutuskan untuk selalu membawa putrinya kemanapun ia pergi kecuali ia pergi jauh untuk mengurus perusahaan, maka Putri kecilnya itu akan ia titipkan kepada Ibu Rosma dan Pak dirgan, karena hanya merekalah yang ia percaya.

__ADS_1


"sayang, Apakah anak Ayah ngantuk..??" tanya Alexander dengan penuh kasih sayang kepada putri kecilnya itu. tanpa sang Putri sedang duduk di pangkuan Alexander karena Alexander sendiri tidak menginginkan abela berjauhan dengannya.


"Iya Ayah, mata Bella sudah tidak memiliki tenaga lagi. harusnya tinggal 5 watt." ucap abella bergurau kepada sang ayah. Alexander tersenyum simpul mendengar candaan putrinya itu. Alexander meninggalkan kecupan di kepala sang anak dan menggendong putrinya masuk ke dalam kamar yang ada di ruangannya. sesampainya Alexander di sana, Alexander pun langsung membaringkan tubuh sang anak dan juga dirinya di samping abella.


"ya sudah, anak ayah yang cantik tidur ya. ayo Ayah temani tidur..." ucap Alexander kembali menenggelamkan kecupan di kening sang Putri. abella pun menganggukkan kepalanya, ia memeluk posesif tubuh ayahnya dan kemudian memejamkan matanya. tangan Alexander juga tidak berhenti atau diam, ia mengelus-elus pundak sang anak agar membantunya cepat terlelap. ketika Alexander rasa Putri kecilnya telah tidur, Alexander pun menarik selimut dan menyelimuti tubuh putrinya itu sebelum akhirnya ia bangkit dan kembali bekerja.


saat Alexander keluar dari kamar tersebut, ternyata di ruangannya sudah ada Tuan Bastian, asisten Ferry dan saudara sepupunya max.


"Pa, max, fer.." sapa Alexander kepada ketiganya. Alexander pun berjalan mendekat ke arah mereka. Alexander mendudukkan tubuhnya di sofa di mana ketiga orang itu duduk menunggunya.


"Bagaimana pa, Apakah ada kabar terbaru mengenai istri dan anak-anakku...??" tanya Alexander dengan suara pelan. ini sudah sebulan lamanya Alexander melakukan pencarian, namun berkali-kali ia harus kecewa karena tak satupun kabar tentang istri dan anak-anaknya.


"untuk sementara, kami menyelidiki hal yang terjadi di lapangan. dan kami mulai menemukan beberapa petunjuk." kali ini max yang bersuara. Alexander berusaha tenang dan mendengarkan penuturan saudara sepupunya itu.


"hasil yang kami temukan di lapangan, kami rasa kamu juga perlu mengetahuinya Lex, untuk sementara hanya beberapa orang yang kami fokuskan untuk mencari keberadaan istri dan anak-anak kamu. sementara kami akan berfokus untuk mencari sumber permasalahan." tutur max kepada Alexander. Alexander tidak marah, Ia hanya berusaha untuk mengikuti alur.


"lalu apa yang sudah kalian temukan di lapangan..?" tanya Alexander lagi. max langsung mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku bajunya. di sana terdapat beberapa bukti penganiayaan terhadap Anastasia dan kedua putranya, max mendapatkan bukti-bukti tersebut dari citra satelit dibantu oleh tim Alfa miliknya.


"boleh aku meminjam komputermu sebentar Lex..??" tanya max kepada Alexander. Alexander tidak menjawab namun ia langsung bergegas mengambil laptop yang ada di atas meja kerjanya dan menyerahkannya kepada saudara sepupunya. max pun langsung menyambut baik kemudian memasang flashdisk tersebut dan melihat isinya.


Tuan Bastian, asisten Ferry dan Alexander sangat marah mendapati bukti tersebut. bahkan suara mereka sangat jelas di dalam rekaman citra satelit itu. dapat Alexander simpulkan, bahwa orang-orang tersebut adalah orang-orang bayaran yang diutus untuk melenyapkan nyawa Anastasia dan kedua anaknya. mengetahui hal itu, Alexander tidak bisa marah dan mengamuk karena akan membangunkan Putri kecilnya yang baru saja terlelap. ia hanya mampu mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"berarti ada yang menyuruh orang untuk menghabisi nyawa Nyonya Anastasia dan para tuan muda..?!" kali ini asisten feri yang bermonolog. max pun mengganggu kan kepalanya.

__ADS_1


"kamu bener fer, karena itu untuk pencarian ini kita bagi dua kelompok. beberapa orang kita akan kita fokuskan untuk mencari keberadaan kakak ipar dan juga kedua keponakanku. dan aku kamu dibantu oleh om akan menyelidiki kasus ini bersama dengan tim Alfa. Dan aku harap dengan begitu, kita bisa mendapatkan titik terang." tutur max kepada mereka semua.


***bersambung***


__ADS_2