
max yang tadinya mendapat kabar dari nyonya Tamara pun langsung menghubungi pamannya Bastian. rasanya setiap apapun yang nyonya Tamara lakukan selalu diketahui oleh Tuan Bastian. bukan selalu tapi harus diketahui olehnya.
Tut
"halo nak.."ucapkan Bastian di seberang sana.
"halo Paman, Maaf max mengganggu.. tadi barusan tante Tamara menghubungiku. ia meminta kepadaku untuk menyelidiki di mana Alexander dan apa yang dilakukan Alexander di luar sana. menurut Paman bagaimana bagusnya.. Apakah aku harus memberitahu kepada tante bahwa Alexander selama ini berada dan berkumpul bersama keluarga kecilnya itu..??" tanya max kepada tuan Bastian. Tuan Bastian berpikir sejenak. Tuan Bastian tidak ingin bahwa keharmonisan rumah tangga anak-anaknya itu jadi terganggu walaupun itu berasal dari istrinya sendiri.
"sebaiknya tidak perlu dikasih tahu apa yang Alexander lakukan di luar sana. intinya jangan memberi tahu kepada tante mu bahwa Alexander sedang bersama dengan istri dan anak-anaknya. berikan keterangan lain saja yang meyakinkannya.. Om tidak mau jika terjadi apa-apa dengan Anastasia dan cucu-cucu ku."ucapkan Bastian lagi. max pun langsung mengerti dengan penuturan Tuan Bastian.
"Baiklah Om max mengerti.."ucap max lagi. Tuan Bastian juga bertanya Bagaimana perkembangan perusahaan di sana.
"lalu bagaimana kabarmu dan perkembangan perusahaan kita. apakah ada masalah Yang kamu hadapi nak...?" tanya Tuan Bastian. tuan Bastian benar-benar memperhatikan pekerjaan max, ia tidak ingin max melakukan kesalahan apapun. karena, tuan Bastian sadar, tak selamanya ia akan membersamai keluarga nya. jadi, tuan Bastian harus tegas kepada max dalam menangani perusahaan nya sendiri.
"syukurlah paman, sejauh ini masih aman.. ya.. walaupun aku setengah hati mengerjakan nya." ucap max dengan lesu. tuan Bastian pun tersenyum mendengar keluhan keponakannya itu.
"tidak apa-apa ini adalah proses untukmu. Paman sangat berharap banyak agar kamu bisa menjadi laki-laki yang dapat mempertanggungjawabkan apa yang sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuamu. jadi Paman harap kamu serius untuk menjalaninya." ucap Tuan Bastian.
"Ya sudah sebaiknya kamu lanjutkan pekerjaanmu. Paman tutup dulu.."ucapkan Bastian langsung mengakhiri panggilan itu.
untuk sementara max menarik nafasnya. kemudian ia langsung mencari beberapa alasan untuk memberikan hasil penyelidikannya kepada nyonya Tamara. max pun langsung merekayasa beberapa rekaman untuk meyakinkan nyonya Tamara bahwa Alexander sebenarnya hanya berada di luar melakukan aktivitas pada umumnya. 5 jam Alexander melakukan pengeditan itu, setelah selesai Alexander langsung mengirimkan editannya kepada nyonya Tamara.
__ADS_1
Ting suara notifikasi masuk.
nyonya Tamara pun langsung mengambil handphonenya yang memberikan tanda pesan masuk di handphonenya. nyonya Tamara melihat pesan itu berasal dari keponakan suaminya, di sana berderetan beberapa foto dan beberapa rekaman CCTV yang diperlihatkan oleh max.
nyonya Tamara yang melihat hasil rekaman CCTV itu mengerutkan keningnya penasaran. Iya ngerasa aneh kepada putranya Alexander, tapi nyonya Tamara juga tidak dapat meragukan bukti-bukti yang telah diberikan oleh max kepadanya.
"ternyata tidak ada yang mencurigakan. tapi kenapa Alexander tidak pernah mengangkat teleponku ataupun bahkan berkunjung ke rumah."ucap nyonya Tamara merasa penasaran. tapi ya sudahlah ia cukup puas dengan hasil rekaman CCTV yang diberikan oleh sepupu suaminya itu.
***
sementara di tempat lain. Alexander menghubungi orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki keluarga beguel itu. Siapa lagi kalau bukan asisten Ferry yang selalu ia andalkan.
"halo fer... Aku ingin mengatakan kepadamu dan memberi misi. "ucap Alexander to the point. feri yang merasa tidak enak pun langsung mengerutkan keningnya. Iya berfikir di seberang sana, kira-kira bosnya ini akan memberi misi apa.
"tolong carikan bukti semua latar belakang keluarga Laura beguel. baik masa lalu maupun di masa sekarang. Aku membutuhkan secepatnya.." ucap Alexander kepada feri di seberang telepon.
( aduh ini mah bukan misi... eh tapi ya juga sih..) batin Ferry berpikir sejenak.
"baik Tuan akan segera saya laksanakan." ucap Ferry menjawab dan menerima misi yang diberikan oleh Alexander.
sebenarnya walaupun mulut Ferry itu lemas karena terlalu jujur apabila ia menggunjing tuannya, namun Ferry adalah salah satu orang yang dapat diandalkan dari semua bidang. Alexander sudah biasa memakai jasa Ferry untuk menyelesaikan masalah-masalah kantornya apabila ia tidak di tempat.
__ADS_1
"Baiklah fer Aku ingin informasi itu secepatnya." ucap Alexander dengan memerintah. sementara, Anastasia sedang tidur siang bersama dengan Putri kecil mereka Abella Maranatha.
setelah menghubungi asistennya. Alexander pun kembali tenggelam dalam pekerjaannya di rumah. walaupun hari ini ia tidak jadi ke kantor karena kehadiran nyonya Tamara yang membuat mood Alexander tiba-tiba buruk.
dan walaupun ia sudah menyerahkan semua pekerjaan kepada sang asisten. namun Alexander tetap bertanggung jawab di dalamnya. saat Alexander sedang fokus mengerjakan beberapa masalah kantornya, tiba-tiba sebuah notifikasi masuk di emailnya. ternyata notifikasi itu berasal dari asistennya fery.
tanpa menunggu lama, takutnya pesan yang dikirimkan tersebut adalah pesan penting, Alexander pun langsung beralih membuka pesan tersebut. ternyata pesan tersebut berisi mengenai informasi Laura dan keluarga beguel.
" cepat sekali Ferry mendapatkan semua informasi, apa jangan-jangan Ferry memang sudah mengetahui siapa Laura sebenarnya. awas aja kamu Ferry.." gumam Alexander karena merasa aneh begitu cepatnya semua informasi tentang keluarga beguel termasuk Laura ini sangat cepat didapatkan.
Alexander pun membuka laman itu. alangkah terkejutnya Alexander membaca dan melihat semua informasi yang sudah langsung disisipkan oleh beberapa rekaman CCTV yang menunjukkan perbuatan-perbuatan Laura di belakangnya. Alexander mengepalkan tangannya sampai punggung-punggung tangannya itu putih.
semua bukti-bukti itu benar-benar langsung membangkitkan emosi Alexander. di mana tidak, di sana ada bukti ketika Anastasia menjebak Alexander untuk tidur bersamanya.
ternyata yang sebenarnya adalah, Laura lah yang merencanakan semua jebakan itu, agar Alexander membenci tabiat dan tingkah laku Anastasia. karena Laura tahu kalau Anastasia itu menyukai Alexander Begitu juga dengan Alexander. Alexander juga tahu bahwa Anastasia sangat mencintai dirinya, tak sekali-sekali Anastasia mengejar dan mengungkapkan perasaannya kepada Alexander. namun Alexander tidak pernah menanggapinya sampai waktu itu terjadilah hal yang memalukan saat itu, kejadian yang membuat aryano lahir di dunia.
Alexander pun kembali menyempitkan matanya, ketika salah satu diantara bukti itu memberikan gambaran bahwa Laura sedang berpacu di atas tubuh seorang pria, di mana erangan demi erangan terdengar sangat menikmati. tak hanya kegiatan panas mereka bahkan obrolan obrolan mereka selesai pergulatan itu pun terdengar jelas di telinga Alexander. di mana Alexander hanya dimanfaatkan oleh Laura dan Kevin untuk memenuhi semua keperluan perusahaan Kevin. lagi-lagi Alexander kembali mengepalkan tangannya, Iya berusaha untuk tidak berteriak agar tidak membangunkan istri dan anaknya yang sedang nyenyak dalam tidur siangnya.
selama sejam Alexander melihat semua bukti-bukti dan latar belakang Laura, akhirnya ia selesai mempelajarinya. Alexander menarik nafasnya dalam-dalam dan menghempaskan tubuhnya di sandaran sofa. pikirannya mulai kembali menerawang ke masa lalu, di mana waktu mereka masih SMA Alexander sangat tergila-gila kepada Laura. Alexander berusaha melakukan apapun untuk mendapatkan Laura tanpa ia tahu bahwa Laura sudah berpacaran dengan Kevin.
"cih !! kenapa dulu aku sangat memujanya.. kenapa dulu aku sangat tergila-gila padanya..? mengingat kebodohanku di masa lalu benar-benar membuatku gila.. bodoh bodoh...!!" ucap Alexander sambil memukul-mukul kepalanya.
__ADS_1
Iya tidak menyangka, jika seandainya mereka sudah menikah apa yang akan terjadi nanti.
***bersambung***