To Make You Mine

To Make You Mine
27. Oma (2)


__ADS_3

"Dia tidak salah, dia juga tidak tahu apupun, Rin. Ini semua takdir yang harus aku terima. Dan untuk tidak bersamanya, itu pilhanku. Aku tidak mau dia bersamaku karena rasa bersalah, karena semua itu memang bukan salahnya. Dan kalaupun Uncle punya perasaan yang sama seperti apa yang aku rasa buat dia. Bagaimana dengan Oma?" Syaquilla memilih berdiri. Ia menyandarkan punggungnya di pagar balkon, melipat kedua tangannya di dada dan tersenyum pada Carina. "Aku tidak peduli pada pandangan orang, Rin. Demi Allah, tidak. Tapi bagaimana dengan Oma? Beliau sangat menginginkan cucu, dan beliau tahu bagaimana kondisiku."


Carina ikut berdiri. Ia meletakkan kedua tangannya di pagar balkon dan memandang kejauhan. "Jangan terlalu pesimis, La. Dokter manusia. Mereka hanya menerka."


Syaquilla ikut berbalik dan berdiri bersampingan dengan posisi sama seperti sahabatnya. "Ya, Dokter manusia. Dan Oma pun manusia. Beliau seorang ibu yang begitu mencintai putranya. Beliau memang menyayangiku sebagai cucu. Tapi belum tentu menerimaku sebagai menantu." Syaquilla lagi-lagi tersenyum ke arah sahabatnya. "Apa kau lupa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu?" Syaquilla mengingatkan sahabatnya akan memori dimana mereka mendengar percakapan Oma dan ibunya.


Flashback


"Mama gak keberatan kamu dekat dengan Syaquilla. Karena dia anak yang baik. Tapi coba pikir lagi, Caliana. Bagaimana bisa kamu memutuskan untuk berhubungan dengan duda yang usianya lima belas tahun lebih tua daripada kamu?" Suara lantang itu terdengar nyaring sampai ke pintu depan. Dimana Syaquilla dan Carina yang baru saja hendak mengucap salam mendadak terdiam. Kedua siswi berpakaian putih biru itu saling pandang dan memilih mendengarkan.


"Apa yang salah sama Adskhan, Ma. Dia pria baik, dia mapan. Tampan pula." Terdengar suara Gilang yang membela pilihan adiknya.


"Hidup gak cukup tentang wajah rupawan dan kehidupan yang mapan. Apa kamu lupa kalau dia bahkan tega menelantarkan anaknya? Jika dia bisa setega itu meninggalkan putrinya, bisa jadi alasan dia bercerai juga karena salahnya. Dan Mama gak mau anak mama menderita karena pria egois seperti itu." Lanjut Nyonya Nurma, masih dengan nada berapi-api. "Dan lagi, kamu kayak gak ada cowok lain aja Na. Kamu itu cantik. Diluaran sana banyak laki-laki yang suka sama kamu. Kalau kamu gak bisa milih, biar Mama yang cariin buat kamu. Bujangan yang sudah siap nikah dan punya karir."

__ADS_1


"Ma.. jangan berpikiran sempit kayak gitu. Apa salahnya kalau Adskhan duda dan punya anak? Dia sudah menyadari kesalahannya dan sedang menebus semua kesalahannya di masa lalu. Lagipula dia dan mantan istrinya bercerai bukan karena kesalahan Adskhan. Tapi ada di mantan istrinya." Caliana mencoba membela.


"Alah, itu hanya alasan sepihak. Tentu saja dia akan membela diri. Mana mau dia disalahkan. Lagipula, Na. Kamu itu anak perempuan Mama satu-satunya. Mama gak mau nanti tetangga, temen-temen mama sama kolega mendiang Papa kamu ngomongin kamu. Masa iya perawan nikah sama duda yang udah punya anak. Mana anaknya seusia keponakannya sendiri. Mau ditaruh dimana muka Mama, Na?" Lagi-lagi Nyonya Nurma berkata dengan nada suara yang tinggi.


Flashback off


Carina memandang Syaquilla, sementara Syaquilla memilih mengabaikan tatapan sahabatnya.  "Tapi Oma berubah pikiran, La. Pada akhirnya dia terima Papa kamu. Dan sekarang dia juga menjodohkan Uncle pada seorang janda beranak. Padahal Uncle juga bujangan. Posisi Uncle sekarang sama dengan posisi Itan dulu."


Syaquilla hanya tersenyum sendu dan kembali duduk di bantalan empuk. "Tidak sama, Rin. Saat Oma setuju pada Papa, itu karena Oma tahu kalau Papa subur. Itan sehat. Dan Papa jelas terlihat sayang sama aku dan juga Itan. Papa bisa membuktikan bahwa umur bukanlah masalah. Sementara untuk kasus ku dan Uncle? Aku ada di daftar terbawah menantu idamannya." Syaquilla menundukkan kepalanya, menatap tangan kirinya dan mencoba mengepalkannya dengan erat. Sampai saat ini, tangan itu masih tidak bisa mencengkeram erat. Carina akhirnya duduk di samping Syaquilla. Menarik kepala sahabatnya itu menuju bahunya. Mengusap rambut panjang hitamnya dengan perlahan.


'Ya Allah, betapa kuat dan rapuhnya Syaquilla di saat bersamaan. Kenapa Engkau memperlakukan sahabatku seperti ini? Aku tahu Engkau begitu menyayangi makhluk-Mu. Aku tahu bahwa Engkau tidak akan mengujinya lebih dari kemampuannya. Aku tahu bahwa ini ujian  atas keimanan dan kesabarannya. Tapi Ya Allah, kapan buah dari kesabaran dan kesedihannya ini akan ia dapat. Bisakah aku meminta pada-Mu untuk menyegerakan kebahagiaannya. Supaya dia bisa mengeluarkan airmata kebahagiaannya? Sudah cukup masa-masa sulitnya. Biarkan dia bahagia. Jika pun Uncle bukan bahagianya. Bukakan hatinya pada pria lain yang juga tak kalah tulus mencintainya.' Doa Carina dalam hati.


Carina adalah saksi kesedihan yang Syaquilla rasakan selama sebelas tahun terakhir. Dialah satu-satunya sahabat yang Syaquilla miliki. Meskipun gadis itu ramah pada semua orang, tapi Syaquilla adalah gadis yang tertutup. Awal mengenalnya dulu bahkan Carina mengira gadis itu hanyalah gadis kaya yang sombong. Mengingat nama belakang keluarganya. Namun ketika tantenya mengingatkan bahwa kemungkinan Syaquilla bersikap seperti itu karena ia tidak punya teman. Maka Carina mencoba mendekatinya. Dan memang kenyataannya, Syaquilla orang yang sulit bergaul. Bukan karena sombong, melainkan karena rasa rendah dirinya.

__ADS_1


Beberapa saat setelah mereka dekat. Carina akhirnya tahu alasan dibalik sikap rendah dirinya. Syaquilla adalah anak korban perceraian. Ayah dan ibunya berpisah bahkan sebelum gadis itu belajar berjalan. Sejak saat itu ia tinggal bersama kakek dan neneknya sementara ayahnya memilih bekerja di kota yang berbeda. Syaquilla tidak pernah tahu alasan perpisahan kedua orangtuanya. Ia mendapat limpahan kasih sayang dari kakek, nenek dan paman-pamannya yang merupakan sepupu ayahnya. Tapi ayahnya sendiri menjaga jarak padanya.


Sampai akhirnya Syaquilla tahu bahwa perpisahan kedua orangtuanya karena ibunya berselingkuh dengan alasan tidak tahan akan sikap dingin ayahnya. Dan alasan ayahnya menjaga jarak dengan Syaquilla karena ayahnya selalu mengingat luka yang ditorehkan ibunya setiap kali melihat wajah Syaquilla. Coba bayangkan. Syaquilla bahkan lebih seperti yatim piatu pada saat itu. Beruntung gadis itu memilih untuk menjadi pemalu daripada menjadi gadis pembangkang demi mencari perhatian ayahnya.


Pernikahan ayahnya dengan tante Carina sendiri, meskipun awalnya menjadi pertentangan di keluarga Carina. Terutama dari Oma nya. Namun akhirnya berakhir bahagia. Caliana mencintai Syaquilla seperti Syaquilla adalah putrinya sendiri. Dan Adskhan berusaha mengenal kembali putrinya lewat perantara Carina dan Caliana. Dan sekarang. Satu-satunya pria yang dicintai Syaquilla kembali menjadi ujian terberat dalam hidupnya. Cinta yang Syaquilla dan Gilang miliki bukanlah cinta terlarang. Tidak ada hubungan darah diantara mereka. Masalahnya ada pada rasa rendah diri Syaquilla dan juga keberanian pamannya. Carina harus mencari cara. Seperti halnya dulu ia menjadi jembatan antara Syaquilla, Caliana dan Adskhan. Kali ini pun ia harus bisa menjembatani hubungan Syaquilla dan Gilang. Haruskah ia mengatakan kejadian lima tahun yang lalu pada pamannya?


Gilang memang tidak tahu apa yang terjadi lima tahun lalu. Karena dengan pengecutnya pria itu lebih memilih pergi daripada memperjuangkan perasaannya. Tanpa tahu apa yang ditinggalkannya di belakangnya.


______________________________________________


Hai-Hai Readers...


Jangan lupa klik ❤️ untuk masukin cerita ini ke library, dan klik 👍 kalo suka sama ceritanya,, kasih juga Mimin vote sebagai dukungan... Terima kasih

__ADS_1


TBC


__ADS_2