
Tubuh pak Bambang diturunkan, semua orang yang melihat hal itu bertanya-tanya mengenai apa yang terjadi dengannya.
"Bagaimana dia bisa tergantung di atas pohon?"
"Mungkin dia ingin mengakhiri hidupnya,"
Rangga yang mendengar mereka membicarakan pak Bambang langsung menghampiri mereka dan berkata, "Ibu-ibu. Bisa tolong diam! Membicarakan orang yang sudah tiada itu tidak baik loh."
"Iya. Kami tidak akan membicarakannya lagi," ucap mereka.
Setelah itu, jenazah pak Bambang di bawa ke rumahnya dan dimakamkan saat itu juga.
Di pemakaman...
"Tragis banget kematiannya," ucap seorang ibu-ibu.
Raka melirik ke arah mereka, "Dasar, Ibu-ibu! Suka banget ngomongin orang, mau orang itu masih hidup ataupun sudah tiada."
"Iya. Padahal aku tadi sudah bilang jangan membicarakan orang yang sudah tiada, eh, malah mereka masih saja membicarakannya,"
"Sudahlah. Ayo kita kembali," ajak Rahendra.
Setelah berdoa di pemakaman, Rangga, Rahendra, Raka dan keluarga Pak Bambang pergi meninggalkan pemakaman.
Rangga, Rahendra dan Raka mengemasi pakaian mereka dan kemudian berpamitan kepada keluarga pak Bambang.
"Kami pamit pulang ya, Bu. Terima kasih karena sudah memberikan tempat tinggal untuk kami," ucap Rahendra.
"Iya, Nak. Hati-hati di jalan,"
Rangga, Rahendra dan Raka naik ke mobil dan langsung pergi meninggalkan Desa dan berangkat ke Kota.
Mereka bertiga pulang dengan suasana tidak menyenangkan. Rangga dan Raka menatap ke arah luar kaca mobil dan memandangi Desa tersebut.
"Aku benar-benar sangat lelah melakukan ekspedisi di Desa ini," ucap Raka.
"Hmm. Selalu dikejar-kejar rasa takut dan..,"
"Semoga kedepannya Desa ini sudah damai tentram,"
"Amiin,"
Beberapa jam kemudian Rangga, Rahendra dan Raka sampai di Kota di rumah Rahendra.
Mereka kemudian memberi uang kepada supir travel. Setelah itu, mereka bertiga masuk ke dalam rumah.
"Akhirnya kita sampai di rumah. Sekarang kita bisa tidur dengan nyenyak," Raka duduk di sofa.
"Aku akan mengambil minum," ucap Rahendra.
"Hmm,"
"Oh ya. Emang di Desa itu ada berapa orang yang melakukan kejahatan itu?" tanya Raka.
"Kalau tidak salah, masih ada lima orang lagi,"
"Apa mereka akan baik-baik saja,"
"Ya, semoga saja,"
Rahendra datang dan membawa minuman kepada mereka. Lalu, dia duduk di sebelah Rangga.
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Rahendra.
__ADS_1
"Nasib para pembunuh Ratih," ucap Raka.
"Hoho. Jangan-jangan kalian mendoakan agar mereka cepat mati," ucap Rahendra.
"Hei! Itu kamu loh yang mengucapkan, bukan kami," ucap Rangga.
"Oh ya. Apa kita akan melanjutkan ekspedisi di Desa itu?" tanya Rahendra.
"Entahlah. Aku rasanya sudah lelah sekali,"
"Tapi kalau tidak kita lanjutkan, artikel yang sudah kita tulis mengenai Desa itu tidak akan sempurna,"
"Iya-iya. Bagaimana kalau kita istirahat untuk beberapa hari? Setelah itu, kita lanjutkan ekspedisinya," ucap Raka.
"Setuju! 'Setuju!' "
Setelah berbincang di ruang tamu, Rangga, Rahendra dan Raka pergi ke kamar mereka masing-masing.
"Nanti sore kita pergi ke restoran dan makan di sana," ucap Rahendra.
"Iya,"
Mereka masuk ke dalam kamar, menaruh tas dan langsung berbaring di atas tempat tidur.
Di sore harinya...
Mereka bertiga bangun, mandi dan berkumpul di ruang tamu.
"Lama banget si Raka, ngapain aja sih dia," ucap Rahendra.
"Mana gue tau," Rangga mengangkat kedua bahu dan kedua tangannya.
"Raka cepatlah! Nanti kita bisa kemalaman pulangnya," teriak Rahendra.
Beberapa menit kemudian Raka keluar dari kamar dan turun menghampiri teman-temannya yang menunggunya di ruang tamu.
Rangga dan Rahendra beranjak dari sofa dan pergi keluar untuk makan sore di restoran terdekat.
"Kita pergi ke restoran mana?" tanya Raka.
"Tempat biasanyalah,"
"Restoran itu lagi. Apa tidak ada restoran lain?"
"Sudahlah. Yang penting perut kita terisi,"
Mereka pun sampai di Restoran. Rahendra langsung memarkirkan mobilnya dan kemudian mereka masuk ke dalam Restoran.
"Kenapa kamu tidak memesan makanan saja. Aku malas sekali datang ke Restoran ini," ucap Raka.
"Kalau malas, ya sudah sana pulang,"
"Haha. Pulang? Naik apa?"
"Jalan kakilah,"
"Enak aja,"
Pelayan Restoran kemudian datang menghampiri mereka dan bertanya apa yang ingin mereka pesan.
Rangga, Rahendra dan Raka menyebutkan makanan yang ingin mereka makan. Setelah itu, pelayan restoran pergi ke dapur untuk membuatkan makanan yang mereka pesan.
Selama menunggu pesanan mereka samapi, Rangga dan Raka bermain game online. Sedangkan Rahendra, dia membuka sosial media.
__ADS_1
Pelayan restoran menghampiri mereka, "Ini Mas pesanannya." dia menaruh makanan itu di meja.
"Iya, terima kasih," ucap Rangga, Rahendra dan Raka.
Mereka langsung menyantap makanan tersebut. Setelah menghabiskan makanan itu, Rahendra pergi ke kasir untuk membayar pesanannya. Lalu kemudian dia pergi menghampiri teman-temannya yang sudah berada di dalam mobil.
Rahendra langsung melajukan mobilnya dan kembali ke rumahnya. Ketika sedang dalam perjalan, seekor kucing hitam melintas di depan mobil Rahendra secara tiba-tiba.
"Astagfirullah! Untung aku langsung mengerem, kalau tidak.. Itu kucing pasti mati," ucap Rahendra.
"Makanya hati-hati, Rahendra!" ucap Raka.
"Iya,"
Rahendra melajukan kembali mobilnya. Mereka pun sampai di rumah. Rahendra memasukkan mobilnya, lalu kemudian mereka bertiga turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Kita sampai juga di rumah," Rangga lduduk di sofa.
"Aku mau pergi ke kamar mandi dulu," ucap Rahendra.
"Pergilah!"
Rangga dan Raka pergi ke ruang tengah dan menonton televisi sambil menunggu Rahendra kembali.
Ketika sedang menonton film horor, tiba-tiba Rangga dan Raka mendengar seseorang memanggil namanya.
"Rangga... Raka..,"
"Hih. Kok seram banget ya," Raka memegang lehernya.
"Merindingnya sampai ke sini," ucap Rangga.
Rangga dan Raka menengok ke belakang, "Aaaaaaaa!" mereka berteriak melihat Rahendra ada di belakang dan menyoroti wajahnya dengan senter.
"Haha, begitu saja takut," ucap Rahendra.
Rahendra kemudian duduk di tengah-tengah mereka dan menonton film horor bersama.
"Kalau takut jangan nonton horor, lebih baik kalian nonton kartun saja," ejek Rahendra.
"Awas lu ya! Di datangi hantu beneran baru tahu rasa," ucap Rangga.
"Hmm. Biasa aja," ucap Rahendra.
Rangga kemudian pergi ke dapur dan mengambil cemilan. Lalu kembali ke Ruang tengah melanjutkan menonton filmnya.
"Tidak seru kalau tidak ada cemilan," ucap Rangga.
"Bener banget!"
Mereka pun menonton film horor sambil memakan cemilan. Beberapa jam menonton film, Rangga, Rahendra dan Raka tertidur pulas dan tidak sempat mematikan televisi.
Ketika mereka sedang tertidur, Raka terbangun karena mendengar suara aneh dari gudang rumah Rahendra.
"Suara apa sih itu," ucap Raka.
Raka beranjak dari tempat duduk dan pergi ke gudang untuk melihat apa yang terjadi di sana.
Dia pun perlahan-lahan membuka pintu gudang tersebut dan mencari sumber suara yang dia dengar.
"Tidak ada apa-apa," ucap Raka.
Ketika dia akan pergi meninggalkan gudang, suara yang dia dengar terdengar kembali. Dia pun langsung menghampiri suara tersebut dan...
__ADS_1