
Ketika sampai di rumah indekos. Rahendra menanyakan apa yang telah mereka lihat saat di warung makan.
Awalnya Rangga dan Raka hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan dari Rahendra.
Raka bersandar di sofa, "Jadi begini, Rahendra. Kami tadi melihat arwah Ratih ada di rumah makan..."
"Kami masih penasaran mengapa dia muncul di rumah makan itu," sambung Rangga.
Rahendra mengangkat alis kanannya, "Mungkinkah dia mengikuti kita?"
"Tapi mengapa dia mengikuti kita? Kitakan tidak terlibat dalam kasus tersebut," ucap Rangga.
"Sudahlah jangan di bahas lagi. Aku mau mandi dulu." Raka berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Rangga dan Rahendra remenung di ruang tengah. Mereka memikirkan apa tujuan arwah Ratih datang ke rumah makan tersebut.
Setelah Raka selesai mandi dan sedang berdiri di depan cermin. Dia melihat bayangan aneh berdiri di dekat kaca jendela kamarnya.
Raka menatap bayangan itu dari cermin, "Apa itu? Apakah itu..."
Raka perlahan-lahan melirik ke arah sosok yang dia lihat di cermin. Tetapi, sosok itu tidak ada di sana dan ketika Raka melihat kembali ke arah cermin, bayangan sosok itu terlihat jelas.
Berkali-kali Raka melihat ke rah jendela, dia tidak melihat apa pun. Tetapi, sosok itu terlihat jelas di cermin lemari.
Raka menunduk, "Kau ingin bermain petak umpet denganku ya." Raka menatap sosok itu dari cermin. "Haha.. Kalau bermain petak umpet jangan sampai terlihat, sana sembunyi nanti aku cari." ucap Raka.
Tiba-tiba, sosok itu sudah tidak terlihat di cermin lemari pakaian Raka. Raka pun melotot dan kemudian dia berlari keluar kamar.
Rangga dan Rahendra menekuk alis ketika melihat Raka lari terbirit-birit keluar dari dalam kamarnya.
"Kenapa kamu berlari, Raka?" tanya Rahendra.
"Seperti habis dikejar setan saja," ucap Rangga.
Raka duduk di sebelah Rahendra, "Aku lari karena melihat sosok menyeramkan di kamar." ucap Raka terpatah-patah.
"Sosok seperti apa?" tanya Rangga.
"Apa itu arwah Ratih?"
Raka menggeleng, "Bukan. Sosok itu gadis kecil berambut panjang dan matanya sangat merah."
Rahendra melirik Rangga, "Sosok anak kecil?"
Raka mengangguk, "Mana tadi aku mengajak dia main petak umpet lagi." Raka menepuk dahinya.
__ADS_1
"Hah?" Rahendra dan Rangga terkejut. "Wah. Kamu harus mencarinya kalau begitu. Kalau tidak, dia bisa marah," ucap Rangga.
"Waduh. Bahaya donk,"
"Bahaya banget,"
Rangga, Rahendra dan Raka masuk ke dalam kamar Raka dan mencari keberadaan sosok anak kecil yang di maksud Raka tadi.
Mereka bertiga mencari di sekitar kamar tersebut, tetapi mereka tidak melihat sosok itu ada di kamarnya Raka.
Rangga duduk di atas tempat tidur, "Mana? Tidak ada siapa pun di sini,"
"Tadi, kan, aku bilang kalau aku mengajaknya bermain petak umpet. Mungkin saja dia bersembunyi di sekitar rumah ini," ucap Raka.
Rahendra melirik Rangga, "Ayo kota cari. Apakah sosok itu benar-benar menganggap serius ajak Raka atau tidak."
Trio R langsung berpencar dalam mencari sosok gadis kecil yang di ajak bermain petak umpet sama Raka.
Rangga mencari di luar rumah. Di sekitar halaman depan, belakang, kanan dan kiri. Rahendra mencari di setiap kamar. Kamarnya, kamar Rangga dan Raka. Sedangkan Raka, dia mencari di ruang tengah, dapur dan gudang.
"Tidak ada siapa pun di sini. Mungkin saja arwah itu udah pergi," ucap Rangga.
Rahendra keluar dari kamar Rangga, "Aku sudah memeriksa setiap bagian kamar, tapi tidak menemukan sosok gadis itu."
Setelah memeriksa dapur, Raka masuk ke dalam gudang yang sangat gelap. Dia berusaha menyalakan lampu gudang tersebut, tetapi lampu itu tidak bisa menyala.
Raka perlahan-lahan masuk ke dalam gudang, "Kenapa juga lampunya pakai mati segala."
Ketika Raka sudah berada di dalam gudang, pintu gudang tiba-tiba tertutup dengan sendirinya. Raka langsung membalikkan badan dan mencoba membuka pintu gudangnya.
Raka mengetuk pintu, "Hei, Rangga, Rahendra! Jangan bercanda donk. Cepat bukakan pintunya!" teriak Raka.
Berkali-kali Raka mengetuk pintu, Rangga dan Rahendra sama sekali tidak menjawabnya. Raka pun terpaksa masuk lebih dalam ke dalam gudang.
Raka berdiri di tengah-tengah ruangan gelap tersebut,"Apa kau gafis kecil tadi? Apa kamu yang mengerjaiku?"
Tiba-tiba, Raka merasa ada seseorang yang berjalan di belakangnya. Lantas dia langsung membalikkan badan dan dia tidak melihat ada siapa pun di sana.
Raka mendekati lemari kayu yang ada di sana, "Siapa di sana?" tanya Raka.
Raka menarik nafas panjang. Dia kemudian membuka perlahan-lahan lemari kayu itu. Dengan memejamkan matanya, Raka pun membuka pintu lemari itu.
Raka menghela nafas lega, "Tidak ada siapa pun."
Ketika Raka membalikkan badannya, dia terkejut melihat arwah gadis kecil itu ada di hadapannya. Arwah itu melotot dengan matanya yang merah.
__ADS_1
Raka bersandar di lemari, "Apa yang kamu mau dariku gadis kecil?" tanya Raka.
"Bermainlah denganku, bermainlah denganku," ucap arwah gadis itu dengan suara nyaring.
"Bermain apa?"
"Temukan jasadku. Aku kedinginan, aku takut, tolong aku,"
Raka menekuk alisnya, "Di mana jasadmu?" tanya Raka.
"Pergilah ke taman bermain dan carilah aku di sana," ucap arwah gadis kecil itu.
Gadis kecil itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Pintu gudang pun terbuka dengan sendirinya. Raka langsung keluar menghampiri kedua teman-temannya.
Raka duduk di sofa dengan nafas yang terengah-engah. Rangga dan Rahendra menatap dirinya heran.
"Kenapa denganmu, Raka?" tanya Rangga.
Raka menatap Rangga, "Kau tahu. Gadis kecil itu mengurungku di dalam gudang dan dia memintaku untuk mencari jasadnya."
"Mencari jasadnya?" Rahendra menekuk alisnya.
"Iya. Dia memintaku pergi ke taman dan mencari jasadnya di sana,"
"Ayo kita ke sana," ajak Rahendra.
Rangga, Rahendra dan Raka bergegas pergi ke taman di saat matahari terbenam. Mereka berpencar dalam mencari jasad gadis kecil itu.
Seluruh area permainan sudah mereka periksa, tapi mereka tidak menemukan jasad tersebut. Trio R duduk bersandar di mobil Rahendra.
"Kira-kira di mana jasadnya?" tanya Rangga.
Raka menatap Rangga, "Oh, ya. Saat itu, dia mengatakan kalau dia kedinginan."
"Kedinginan...?"
Rahendra berdiri dan langsung pergi ke suatu tempat. Dia berjalan ke arah tumpukan sampah yang ada di taman tersebut.
Rahendra mengacak-acak tumpukan sampah tersebut dan dia menemukan jasad gadis kecil itu berada di sana.
Rangga, Rahendra dan Raka langsung menelepon polisi dan memberitahu kalau mereka menemukan jenazah anak kecil.
Raka berbisik, "Ada arwah Ratih,"
Rahendra dan Rangga menatap ke arah pohon besar di seberang tempat pembuangan sampah taman tersebut.
__ADS_1
Dia...