Trio R : Pembalasan Dendam Ratih

Trio R : Pembalasan Dendam Ratih
Bab 13. Kembali ke Desa


__ADS_3

Suara aneh itu terdengar dari sebuah vas bunga. Raka pun mendekati vas bunga tersebut. Ketika dia akan membuka kain yang menutupi vas bunga itu...


"Aaaaaaaa!" Raka terkejut dan berteriak ketika Rangga mengejutkannya dari belakang.


"Hahaha.. Begitu saja terkejut," ucap Rangga.


"Hissst! Kau ini,"


"Aoa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rangga.


"Aku mendengar ada sesuatu di dalam vas bunga itu," Raka menunjuk ke arah vas.


Rangga dan Raka menghampiri vas bunga tersebut dan membuka perlahan-lahan kain yang menutupinya.


Aaaaaaaaa! Teriak Raka ketika sesuatu keluar dari vas tersebut.


"Haha.. Ternyata hanya tikus," ucap Raka.


"Sama tikus saja takut, haha..," ejek Rangga.


"Halah! Kau saja ikutan teriak, kan,"


"Aku teriak karena terkejut mendengarmu berteriak,"


"Alasan!"


Rangga dan Raka kembali ke Ruang tengah menghampiri Rahendra yang masih tertidur pulas.


Mereka mematikan televisi dan membangunkan Rahendra untuk memintanya masuk ke dalam kamarnya.


Raka menepuk pipinya Rahendra, "Rahendra, bangun!"


Rahendra menyingkirkan tangan Raka, "Biarkan aku tidur sebentar lagi." ucap Rahendra.


"Lanjut tidurnya di kamar," Rangga menepuk pipinya Rahendra.


Rahendra membuka matanya, "Kebaoa sih kalian menggangguku?"


"Kami bukan mengganggumu, tapi hanya memintamu pindah tidurnya di kamar."ucap Rangga.


"Oo. Bilang donk dari tadi,"


"Dari tadi juga kami bilang begitu,"


Rangga, Rahendra dan Raka naik ke atas dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Di pagi hari...


Mereka bangun pagi-pagi dan melakukan aktivitas seperti biasanya yaitu lari pagi.


Rangga, Rahendra dan Raka berlari mengelilingi perumahan Rahendra. Setelah berolahraga pagi, mereka pergi mandi dan bersiap untuk berangkat ke kampus.


"Cepatlah sedikit, Raka! Nanti kita bisa terlambat," seru Rahendra.


"Iya, tunggu sebentar," teriak Raka.


Rangga dan Rahendra menunggu Raka di ruang tamu. Sembari menunggu, mereka memainkan ponsel mereka.


Rangga membaca artikel mengenai berita yang terjadi di Indonesia. Sedangkan Rahendra, dia menonton film horor Indonesia di Youtube.


Selang beberapa lama, Raka pun turun dan menghampiri kedua sahabatnya. Setelah itu, mereka bertiga naik ke mobil dan berangkat ke kampus.


"Aku masuk ke kelas dulu, kelasku mulai lebih pagi hari ini," ucap Rangga.

__ADS_1


"Halah! Palingan juga mau menggoda para wanita di kelasnya," ucap Raka.


"Sok tahu kamu,"


"Hoho. Aku tahu bagaimana sifatmu, Rangga,"


Rangga kemudian pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kelasnya. Rahendra dan Raka duduk di anak tangga dan menunggu kelas mereka di mulai.


Raka melihat ke arah ponsel Rahendra, "Hoho. Kau masih saja sempat menonton film horor komedi yang dibintangi oleh Zaky Zimah."


"Masih donk. Akukan penggemar setianya," ucap Rahendra.


"Hoho. Kalau penggemar setianya, seharusnya kamu jago melawak, tapi ini kok malah hambar," Raka sedikit mengejek Rahendra.


"Hei.. Hei! Sifat orang tuh berbeda-beda, mengidolakan seseorang bukan berarti harus menjadi sama seperti orang itu,"


"Iya-iya,"


Raka dan Rahendra kemudian masuk ke dalam kelas. Mereka bertiga disibukkan dengan tugas-tugas kuliah yang diberikan dosen mereka.


Setelah kelas selesai, mereka bertiga bertemu di kantin kampus untuk makan siang bersama sebelum kembali ke rumah.


Ketika sedang makan, ponsel Rahendra berbunyi. Rahendra mengangkat panggilan tersebut sambil menyuap makanannya.


"Hallo," ucap Rahendra.


"Apa benar ini Rahendra?" tanya orang itu.


"Iya, Benar. Ini siapa ya?"


"Aku, Nissa. Warga Desa yang kalian datangi untuk melakukan ekspedisi," Nissa memperkenalkan diri.


"Iya. Ada apa ya?" tanya Rahendra.


"Bisakah kalian datang kembali ke Desa? Arwah itu mulai beraksi kembali dan meresahkan para warga," ucap Nissa.


"Terima kasih," wanita itu menutup panggilannya.


Rahendra melanjutkan makan siangnya. Setelah makan siang di kantin kampus, mereka bertiga kembali ke rumah.


"Kemasi barang-barang kalian dan bersiaplah kembali ke Desa," ucap Rahendra.


Rangga, Rahendra dan Raka masuk ke kamar mereka masing-masing dan mengemasi pakaian dan beberapa barang.


Setelah mengemasi pakaian dan barang-barang ke dalam ransel, mereka bertiga naik ke mobil Rahendra dan berangkat ke Desa.


"Kamu yakin kita pergi ke Desanya naik mobilmu?" tanya Raka.


"Yakinlah. Dari pada kita pusing mencari bis, taksi atau angkutan umum lainnya,"


"Iya sih,"


Beberapa jam kemudian...


Rangga, Rahendra dan Raka sampai di Desa, tepatnya di rumah keluarga Nissa. Nissa kemudian menceritakan apa yang terjadi setelah Trio R pergi.


"Dia mengganggu kalian bukan karena marah atas kepergian kami, tapi karena dia ingin membalaskan dendam atas kematiannya," gumam Raka.


"Kamu mengatakan sesuatu? Pria berkacamata?" tanya Nissa.


"Ah, tidak,"


"Oke,"

__ADS_1


Setelah menceritakan hal itu, Nissa mengantar Trio R ke kamar tamu yang sudah disiapkan untuk mereka tempati.


"Semoga kalian nyaman tinggal di sini," ucap Nissa.


"Iya. Terima kasih karena sudah memberi kami tempat tinggal," ucap Rangga.


"Sama-sama,"


Nissa pergi meninggalkan kamar mereka. Rangga, Rahendra dan Raka menaruh tas mereka di tempat tidur.


"Kita kembali ke Desa ini lagi," Raka terlentang di tempat tidur.


"Iya. Kita cuma mengambil libur sehari,


"Hah! Seharusnya kita datang ke sininya besok saja setelah pulang dari kampus,"


"Kalau kita datangnya besok, gak enaklah sama keluarga Nissa,"


"Keluarga Nissa atau Nissanya?"


"Keluarganyalah,"


Ketika sedang berbincang, suara gemuruh yang sangat besar telah membuat mereka terkejut.


Raka beranjak dari tempat tidur, "Suara apa itu?" tanya Raka.


"Suara gemuruh. Mungkin mau turun hujan," ucap Rahendra.


"Mau turun hujan atau dia akan datang,"


"Nah, bisa jadi bukan hujan yang turun, tapi dia...," Raka melirik ke arah jendela yang ada di belakangnya.


"Kenapa, Rak?" tanya Rahendra.


"Aku rasa ada seseorang yang sedang menatap kita," Raka menunjuk ke arah jendela yang ada di belakangnya.


Rangga dan Rahendra berjalan perlahan menghampiri jendela yang ada dibelakang Raka. Raka pun mengikuti mereka dari belakang.


"Pelan-pelan.. Pelan-pelan...," ucap Raka.


Rahendra perlahan-lahan membuka tirai yang menutup jendela tersebut, "Tidak ada apa pun di luar jendela." ucap Rahendra.


Raka membuka matanya yang dia tutupi dengan kedua tangannya, "Tadi sepertinya aku melihat sesuatu di sana." ucap Raka.


"Mungkin hanya halusinasimu saja, Rak," Rangga kembali ke tempat tidur.


"Ih. Aku serius tadi melihatnya,"


Tiba-tiba... Mereka bertiga mendengar suara kucing mengeong dan hembusan angin pun bertiup sangat kencang.


"Jangan-jangan itu suara kucing hitam itu lagi," ucap Raka.


"Kenapa hari ini kamu jdi penakut sekali sih, Raka," Rangga memukul tangan Raka yang memegang bahunya.


"Entahlah. Mungkin gara-gara kemarin menonton film horor," ucap Raka.


Mereka bertiga kembali menghampiri jendela yang baru saja mereka lihat. Rahendra perlahan-lahan kembali membuka tirai jendela itu.


"Semoga saja kali ini tidak ada apa-apa," ucap Raka.


"Diamlah kau! Berisik sekali," ucap Rangga.


Rahendra pun membuka tirai tersebut dan....

__ADS_1


"Aaaaaaaaaa!!" teriak mereka.


"Gue bilang juga apa!" seru Raka.


__ADS_2