Trio R : Pembalasan Dendam Ratih

Trio R : Pembalasan Dendam Ratih
Bab 14. Mengganggu di kampus


__ADS_3

Mereka langsung berlari keluar kamar ketika melihat arwah Ratih ada di luar jendela kamar mereka.


Mereka bersembunyi dibelakang sofa di ruang tamu. Rangga sesekali mengintip keluar untuk melihat apakah arwah tersebut mengikuti mereka.


"Apa dia mengejar kita?" tanya Raka.


"Sepertinya tidak," ucap Rangga.


Rangga, Rahendra dan Raka keluar dari tempat persembunyian dan duduk di sofa tersebut.


Nissa yang berada di kamarnya mendengar suara gaduh dan langsung pergi ke ruangan itu.


"Kalian belum tidur?" tanya Nissa.


"Ka-kami belum mengantuk," ucap Rangga.


"Oo. Sebaiknya kalian tidur, dari pada besok kesiangan," ucap Nissa.


"Bagaimana bisa tidur kalau selalu digangguin nona kunti," gumam Raka.


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" tanya Nissa.


"Ah, tidak,"


Nissa kembali masuk ke dalam kamarnya. Rangga, Rahendra dan Raka pun berjalan perlahan menuju kamar mereka.


Mereka masyk ke dalam kamar dan membuka tirai jendela tersebut untuk melihat apakah arwah Ratih masih berada di sana.


Srrrrrrrrrt... Tirai itu di buka. Arwah Ratih itu sudah tidak terlihat di luar jendela.


"Syukurlah dia sudah pergi." Raka mengusap dadanya.


"Sekarang kita tidur saja,"


"Iya,"


Di pagi harinya...


Rangga, Rahendra dan Raka menyiapkan perlengkapan kampus dan kemudian pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga Nissa.


Setelah sarapan, Trio R berangkat ke kampus dengan mengendarai mobilnya Rahendra.


Satu jam berkendara dari Desa ke Kota, Rahendra menghentikan laju kendaraannya dan bertukar tempat dengan Rangga.


"Gantian lu yang nyetir," ucap Rahendra.


Setelah bertukar tempat, mereka melanjutkan kembali perjalanan menuju kampus.


"Siap-siap nanti gantian kamu yang menyetir, Raka," ucap Rangga.


"Iya,"


Satu jam perjalanan.. Rangga dan Raka bertukar tempat duduk. Raka mulai melajukan kembali mobilnya.


"Lagian Desa itu jauh sekali dengan Kota tempat kita tinggal,"


"Ya mau gimana lagi,"


"Besok-besok kamu beli helikoper saja, Rahendra. Biar cepat sampai tujuan,"


"Mau mendarat di mana? Dia tas kepala lu?"

__ADS_1


"Di atas TPU," celetuk Raka.


Tiga jam sudah menempuh perjalanan, mereka akhirnya sampai di kota tepatnya di kampus.


Rangga, Rahendra dan Raka mampir ke kantin kampus sebelum masuk ke dalam kelas. Mereka beristirahat sejenak untuk menghilangkan rasa letih karena perjalanan jauh yang mereka lakukan.


"Lagian kenapa juga kalian pakai melakukan ekspedisi ke Desa itu," ucap seorang ibu pemilik kantin.


"Hehe. Mau gimana lagi, Bu. Itukan sudah hobi kami," ucap Raka.


"Hobi? Hobi kok mencari makhluk,"


"Yang pentingkan menghasilkan, Bu, hehe." ucap Rangga.


Ibu pemilik kantin pergi meninggalkan mereka setelah mengantar makanan dan minuman yang mereka pesan.


Setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Trio R pergi ke kelas mereka masing-masing.


Raka berserdawa, "Alhamdulillah, kenyang." Raka mengusap perutnya.


Ketika dia hendak masuk ke dalam kelas, di terkejut melihat arwah Ratih sedang duduk di kursinya.


"MasyaaAllah! Ini masih pagi, kenapa juga dia pakai menampakkan diri," gumam Raka.


Raka menengok kembali ke arah kursinya dan melihat arwah itu sudah tidak ada di sana.


Raka langsung masuk ke dalam kelas dan duduk di tempatnya, beberapa menit kemudian dosen masuk ke dalam kelas dan memulai materinya.


Ketika kelas Rangga sudah di mulai, dia merasakan perutnya sangat sakit dan kemudian dia meminta izin kepada dosennya untuk pergi ke toilet.


"Pak!" Rangga mengangkat tangan kanannya.


"Iya. Ada apa, Rangga?" tanya dosennya.


"Pergilah!"


"Terima kasih, Pak,"


Rangga langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke toilet sekolah. Ketika dia membuka pintu toilet, dia terkejut melihat arwah Ratih berada di depannya.


"Sialan! Datangnya bisa nanti aja gak? Gue lagi kebelet banget nih," gerutu Rangga.


Rangga membalikkan badannya dan memejamkan matanya sejenak. Lalu, dia membalikkan badannya lagi.


"Akhirnya dia pergi juga," ucap Rangga.


Dosen masuk ke kelas Rahendra dan mulai memberikan materi. Semua mahasiswa-mahasiswi mencatat materi yang dia berikan.


Ketika Rahendra sedang menulis materi tersebut, tiba-tiba seseorang memegang tangannya dengan erat, tangan itu berwarna hitam dan terdapat banyak sekali luka bakar.


"Sialan! Dia mengganggu gue!" batin Rahendra.


Rahendra berusaha melepaskan cengkraman tangan itu darinya. Rahendra terjatuh dari kursinya.


Semua mahasiswa-mahasiswi yang melihat dia jatuh menertawakannya. Dosennya menghampiri dirinya.


"Kenapa kamu bisa terjatuh, Rahendra?" tanya dosennya.


"Karena hantu," gumam Rahendra.


"Apa?"

__ADS_1


"Ah, tidak, Pak. Aku tadi.. Tadi.. Sedikit mengantuk Pak, makanya terjatuh dari kursi,"


Dosennya menepuk dahinya, "Ada-ada saja kau ini, Rahendra!"


Setelah kelas selesai. Mereka bertiga bertemu di anak tangga yang ada di depan kampus.


Rangga, Rahendra dan Raka bermenung memikirkan apa yang telah terjadi kepada mereka.


"Kitakan hanya tamu di sana dan hanya sedang melakukan ekspedisi, lalu kenapa dia terus saja mengganggu kita," ucap Raka.


"Iya. Kitakan tidak pernah berbuat salah kepadanya,"


"Mungkin dia merasa terganggu dengan kehadiran kita yang terus saja mencoba menghentikan pembalasannya,"


Rangga dan Raka menatap ke arah Rahendra, "Tumben ucapanmu masuk akal."ucap Rangga.


"Dari dulu kali. Sudahlah ayo kita kembali ke Desa,"


Mereka masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat menuju ke Desa. Setiap sejam sekali mereka bertukar mengemudi.


Setelah sampai di Desa, mereka langsung masuk ke dalam kamar karena mereka tidak melihat keluarga Nissa ada di sana. Mereka bertiga langsung beristirahat.


"Tidur sebentar enak kali ya," Raka langsung tengkurap di atas tempat tidur.


Dua jam sudah mereka tertidur...


Nissa berkali-kali mengetuk pintu kamar mereka, tetapi mereka tidak juga membuka pintunya karena terlalu pulas tertidur.


Nissa langsung mengambil kunci cadangan dan membuka pintu kamar mereka.


Nissa masuk ke dalam kamar, "Pantas saja tidak ada jawaban. Ternyata mereka tertidur." ucap Nissa.


Dia kemudian menutup kembali pintu kamar itu dan pergi meninggalkan kamar mereka.


Setelah Nissa pergi, Raka terbangun dan langsung mengambil ponselnya yang ada di meja untuk melihat jam.


"Sudah jam lima sore. Berarti kami sudah tidur selama dua jam," Raka menaruh kembali ponselnya.


Raka kemudian membangunkan Rangga dan Rahendra yang masih tertidur pulas.


"Hei cepat bangun!" seru Raka.


Rangga dan Rahendra tidak mendengar ucapan Raka. Mereka masih pulas tertidur.


"Hmm. Kayaknya harus pakai cara kasar untuk membuat mereka bangun," gumam Raka.


Raka mengambil kaos kakinya yang ada di dalam sepatunya. Lalu dia meletakkannya di dekat hidungnya Rangga dan Rahendra.


Rahendra mengerutkan alisnya dan dia memutar tubuhnya ke arah berlawanan. Begitupun Rangga.


Raka menempelkan kaos kakidi hidung Rangga dan Rahendra. Mereka pun terbangun dan langsung melempar kaos kaki tersebut.


"Uweeeeek!!" mereka beranjak dari tempat tidur.


"Jorok banget kamu, Raka!" seru Rangga.


"Itu kaos kaki sudah berapa hari tidak di cuci?"


"Seminggu," ucap Raka.


"Hih! Pantas saja bau banget!"

__ADS_1


Raka tertawa melihat ekspresi wajah kedua temannya. Setelah itu, mereka pergi keluar kamar dan menghampiri keluarga Nissa yang sedang duduk di ruang tamu.


__ADS_2