
Sebuah kapan induk dengan nama"Grayson"ditambatkan ditengah samudera Pasifik yang diwarnai oleh darah.
Dylan Grayson berdiri di geladak. Tubuhnya yang tinggi dak tegap bagaikan ujung tombak menunjukkan seluruh kekuatannya, seolah-olah akan menembus langit.
Mata Dylan menyapu ke kapal perang bobrok dan mayat bajak laut yang mengapung di atas laut dengan wajah acuh tak acuh. Raut wajah nya tidak menunjukkan perubahan sedikit pun.
Pembasmian bajak laut hantu kali ini hanyalah sebuah pertempuran tak berarti dalam lima tahun karier militernya. Sama sekali tidak layak disebut sebuah pencapaian.
Dibelakang Dylan,ada 800 prajurit yang berbaris rapi.Setiap prajurit memiliki kemampuan yang setara dengan seribu orang dan setiap orang memancarkan aura yang sangat berbahaya.
Aura 800 prajurit yang berbahaya berkumpul menjadi satu. Bahkan dewa juga akan mundur melihat tekanan mengintimidasi yang menyelimuti langit dan bumi ini.
Semua orang memandang Dylan dari belakang dengan hormat. Pandangan mereka dipenuhi dengan pujaan dan kekaguman.
Dylan adalah dewa di hati mereka semua.
Dylan adalah Ketua Imperium yang tidak terkalahkan.
Bip bip bip.......
__ADS_1
Terdengar nada dering telepon yang sudah lama tidak digunakan.
Dylan mengambil ponselnya dari balik jubah militer yang dipenuhi dengan medali.
Ini adalah ponsel pribadi mikiknya dan hanya sedikit orang yang mengetahui nomor telepon nya.
Setelah panggilan nya tersambung,dari seberang telepon terdengar suara yang sangat kejam.
"Dylan Grayson?"
"iya"
"Putri mu ada di tanganku. Kalau kamu ingin dia kembali dalam keadaan hidup,serahkan dua puluh miliar rupiah untuk menebusnya"
"Anak sialan! Berani sekali kamu berbohong mengatakan ayahmu kaya raya. Aku akan membunuhmu."
Dari ujung telepon terdengar suara makian dan teriakan mengenaskan seorang gadis kecil.
"Ayah,selamatkan aku. Aku adalah putrimu,Jane Grayson. Ibuku adalah Maggie Carson. Dia bilang Dylan Grayson adalah ayahku. Aku diam-diam mencatat nomor telepon mu dari ponsel ibu. Huuuu... jangan pukul aku lagi. Ayah cepat selamatkan aku..."
__ADS_1
Suara tangisan gadis kecil yang begitu memilukan bergema ditelinga Dylan dan membuat tubuhnya gemetar bagai tersambar petir.
Ternyata... aku punya seorang anak!
Anakku dengan Maggie
Anakku seharusnya menjadi seorang putri yang paling berbahagia di muka bumi ini,tapi sekarang malah dipukul dengan kejam oleh penjahat!
Kobaran amarah yang meluap-luap menyala di dalam dadanya. Dylan rasanya ingin sekali melenyapkan penculik putri nya ini.
Akan tetapi,putrinya masih berada ditangan mereka. Jadi,dia tidak bisa bertindak sembarangan.
Dylan menarik nafas dalam-dalam dan berkata,"aku akan memberi mu dua ratus miliar rupiah,tapi jangan lukai putri ku. kalau tidak,kalau tidak para dewa di Eden juga tidak akan bisa menyelamatkan mu."
"oh ya? kasih sayang seorang ayah benar-benar sangat menyentuh. Kami hanya menginginkan uang dan tidak peduli dengan nyawa kami. Asalkan kamu mengantarkan uang itu ke Gedung fert dikota Rumah Riev
dalam waktu 2 jam, aku jamin nyawa Putri mu akan baik-baik saja. Kalau tidak aku akan melemparkannya dari lantai 33 agar tubuhnya hancur lebur.
Sampai jumpa,"
__ADS_1
Kemudian, penculik itu langsung mengakhiri sambungan telepon.
Dylan berbalik memandang 800 prajurit yang berada didepannya. Alis nya mengernyit dan raut wajahnya tampak serius.