Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Bertempur Hingga Mereka Ketakutan


__ADS_3

Perumahan Bangau.


Itu adalah perumahan paling berkelas dikota Riev, tidak ada tandingannya.


Lokasinya di tepi Danau Bangau di daerah perkotaan, suasananya tenang lingkungannya indah, dan transportasinya praktis.


Ini adalah lokasi pilihan utama bagi orang-orang kaya saat membeli rumah.


Dylanadalah orang kaya dan dia membeli villa. Sudah tentu dia akan memilih tempat ini.


Diapandai mengemudi, dia mampu melesat di jalanan dan hanya menghabiskan waktu 40 menit untuk tiba di tujuan.


Bagian penjualan.


Dylan menarik tangan Maggie dan masuk ke aula.


Seketika,seseorang wanita cantik berseragam dengan badan yang menarik maju untuk menyambutnya.


"Selamat datang di Perumahan Bangau. Saya adalah Marry dari Bagian Penjualan, sangat senang melayani Anda berdua. Kalian suka tipe rumah yang seperti apa?"


Marry bertanya dengan ramah dan dengan senyum profesional di wajahnya.


Melihatpakaian yang dikenakan Maggie sangat murah dan pakaian yang dikenakan Dylanjuga sepertinya tidak mahal, pegawai ini menilai mereka sebagai orang yang tidak mampu membeli rumah.


Namun, dia tetap menunjukkan sikap profesional dan menyambut mereka dengan sangat ramah.


Tidakseperti pegawai-pegawai pemasaran di tempat lain yang gampang memandang rendah orang.


"Saya mau melihat-lihat tipe rumahnya dulu. Saya akan memberitahu kalau ada yang saya suka," Kata Maggie.


"Baiklah, Silakan duduk ini adalah katalog tipe rumah Perumahan Bangau, ada semua tipe rumah di dalamnya. Disana ada miniatur rumah, kalian lihat-lihatlah dulu, kalau ada yang kalian suka bisa beritahu saya."


Marry mempersilahkan Dylan dan Maggie duduk. Setelah membawa makanan-makanan ringan dan teh untuk mereka. Marrymemberikan dua katalog tipe rumah kepada mereka masing-masing.


Setelah itu, dia pergi mengerjakan hal lain dan tidak mengganggu mereka berdua.


Pelayananseperti ini membuat orang merasa sangat nyaman.


Ponsel bergetar.


Dylan mengeluarkan ponselnya, ternyata itu adalah telepon dari Max.


"Maggie aku ke kamar mandi dulu."


Setelah mengatakan itu, Dylan pun berdiri dan pergi ke kamar mandi.


Percakapannya dengan Max adalah rahasia, tidak boleh didengar oleh Maggie.


"Ada apa?" Dylan bertanya.


"Ketua, kemarin kami telah menenggelamkan balasan kapal penyerang Negara Matahari. Hari ini mereka bergabung dengan Negara Rajawali, dan mengirimkan satu kapal induk dan empat puluh empat kapal penyerang untuk berhenti di tempat yang berjarak 30 mil laut dari kami untuk berkonfrontasi dengan kami. Mereka berkata bahwa mereka ingin mendapatkan permintaan maaf dari kita. Sayadatang untuk meminta arahan Anda, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"

__ADS_1


Dewa Perang, Max berujar. Setelah mengetahui Jane diculik kemarin, amarahnya memuncak tapi tak bisa dilampiaskan. Oleh karena itu, dia mengerahkan pasukan untuk menyerang kapal penyerang Negara Matahari yang sedang berkeliling di daerah laut Selatan.


Mereka meraih kemenangan besar dalam pertempuran itu, mereka berhasil menenggelamkan semua kapal penyerang Negara Matahari dan membinasakan puluhan ribu musuh.


Negara Matahari tidak terima jadi hari ini mereka bergabung dengan pasukan Negara Matahari untuk menekan watas bersama.


Jika pertempuran ini terjadi, itu pasti akan menggemparkan bumi.


Dewa Perang Max tidak yakin Apa yang harus dilakukan, jadi dia meminta arahan Dylan.


"Sekarang kamu pengganti ketua, harusnya kamu punya pandangan sendiri. Masa kamu sampai meminta arahanku dalam hal sekecil ini?"


Dylan sangat tidak senang dan langsung menegur Max, lalu dia berkata lagi,"Sejak dulu, Imperium selalu berbicara dengan aksi, kita tidak mengenal yang namanya minta maaf. Jangan berbasa-basi dengan mereka, bertempur saja! Aku hanya punya satu permintaan, kamu harus menunjukkan wibawa Imperium, bertempurlah hingga mereka ketakutan dan tunduk! Lakukanlahsegalanya, bahkan jika ini sampai dipermasalahkan karena internasional aku akan membela kalian!"


"Laksanakan!"


Max memberi hormat pada Dylan melalui telepon.


Keteguhan Ketua Imperiumyang memandang rendah dunia ini, membuatnya menaruh respek!


"Ketua,itu ... itu ..."


Sepertinya Max masih ingin mengatakan sesuatu, dia tor bata-bata dan tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun.


"Cepat katakan! Jikalagu-lagu seperti seorang wanita, bagaimana bisa mengurus Imperium!"


Dylan selalu memperlakukan Max dengan tegas.


"Enyah!"


Dylan langsung menolaknya.


Pada masa ini, Ayah angkat bukanlah suatu sebutan yang baik.


Dia tidak berencana mengizinkannya.


"Jangan begitu, ketua. Sampai saat bermimpi pun, saya ingin memiliki seorang putri, saya mohon Anda izinkan."


Max memohon dengan wajah malu. Priakasar seperti dia sering kali merupakan budak dari anak perempuan.


"Pergi, ini bukan hal yang bisa dinegosiasikan. Kalau kamu menginginkan seorang putri, carilah Ruth Miles, bokongnya kecil, dia pasti bisa melahirkan seorang putri untukmu." Ujar Dylan.


Disisi lain telepon,Max terlihat canggung.


Sebelum menelepon Dylan,semua anggota Imperium ada disekitarnya.


Anggota-anggota ini ingin mendengar suara ketua Imperium, jadi mereka memintanya untuk menyalakan pengeras suara.


Itulah sebabnya, mereka semua dapat mendengar apa yang Dylan katakan barusan.


Masalah,Ruth juga ada di sana.

__ADS_1


Canggung, ini benar-benar canggung.


"Ketua, jangan asal bicara. Saya dan Ruth tidak melakukan apa-apa." Max berusaha menjelaskan.


"Kaliantidak melakukan apa-apa tanda tanya siapa yang percaya? Jangan kira aku tidak tahu bahwa kalian diam-diam bermain mata dan menggoda satu sama lain, masih berani membantah hal ini? kamu dan Ruth sudah dewasa, sudah seharusnya menikah dan mempunyai anak." Dylan tidak tahu bahwa pengeras suara telepon Max sedang dinyalakan, Dia berkata dengan sangat antusias.


Pada saat ini, segerombolan anggota itu akhirnya tidak bisa menahan diri dan mulai tergelak.


"Ketua, anda sudah kelewatan, Anda baru saja mengolok-olok ku!"


Ruth berkata dengan wajah yang memerah.


Apa-apaan ini, dia hanya diam dari tadi, tapi namanya malah dibawa-bawa.


"Halo,halo,halo? sinyalnya tidak bagus, tidak kedengaran, aku matikan dulu."


Dylan merasa tidak enak ketika mendengar suara Ruth, jadi dia bergegas mematikan telepon.


Ruthmarah hingga menggertakan giginya, ketua Imperium benar-benar menjengkelkan, bisa-bisanya berkata bahwa bokongnya kecil di depan begitu banyak orang, ini membuatnya sangat malu.


Yang membuatnya lebih marah adalah, tatapan semua anggota tertuju padanya.


"Apa yang kalian lihat, Jangan sampai aku menutup mata kalian sampai buta!"


Ruth berkata dengan tidak senang lalu dia menatap Max dengan kesal." Setelah pertempuran ini berakhir, aku akan menyelesaikan masalah ini denganmu!"


Max tidak tahu harus berbuat apa.


"Ketua, Anda mencelakai saya!"


Dia berteriak dengan keras dalam hati.


Setelah mematikan telepon, Dylan pergi ke kamar mandi.


Sementara itu, di aula penjualan.


Seorang pria paruh baya dengan perut buncit dalam setelan jas dan sepatu kulit, berjalan masuk sambil menggandeng seorang wanita muda yang seksi.


Sret ...


Begitu masuk ke aula, Jeff melihat Maggie yang sedang duduk di kursi sambil melihat katalog tipe rumah, seketika dia langsung menarik nafas!


Wanita ini begitu cantik, bagaikan bidadari.


Wanitaini jauh lebih cantik dari wanita manapun yang pernah dia temui dalam hidupnya.


Padahal,Dia merasa bahwa mahasiswi disampingnya ini sudah cukup cantik, kalau tidak, mana mungkin dia dijuluki sebagai primadona oleh pria-pria di sekolahnya.


Namun,jika dibandingkan dengan Maggie, mereka bukan hanya terpaut satu tingkat.


Wanita secantik ini mana bisa dia lewatkan!

__ADS_1


__ADS_2