Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Kamu Tidak Layak


__ADS_3

"Tidak tertarik."


Dylan menyilangkan kakinya sambil memegang cerutu terbaik yang diberikan Chris. Tanpa pikir panjang dia langsung menolak tantangan Lark.


Penglihatan Dylan sangat tajam, sekali lihat saja, dia sudah tahu bahwa Lark masih di tahap awal transformasi.


Mungkin Lark jauh lebih hebat dibanding orang-orang seumurannya.


Akan tetapi di mata Dylan, Lark hanyalah seorang pemula.


"Kamu takut? Tenangsaja, aku tidak akan membunuhmu, cukup bertarung sederhana saja!"


Jarang-jarang bertemu dengan pesilat jago yang seumuran dengannya, tentu saja Lark tidak ingin menyerah begitu saja walaupun telah ditolak.


"Lark, jangan macam-macam, kamu bukan tandingan Pak Dylan," ujar Chris.


"Bukannya setelah bertarung baru bisa tahu apakah tandingan atau bukan."


Lark tidak setuju dengan ucapan Chris, dia mengepalkan tinjunya ke arah Dylan dan berkata,"Pak Dylan, Aku ingin belajar jurus darimu, tolong jangan pelit ilmu."


"Baik,ayo bertarung."


Melihat Lark yang bersikeras,Dylan pun tidak menolak lagi.


Anakmuda yang sangat sombong dan angkuh, perlu diberi pelajaran.


Agar dia tahu di atas langit masih ada langit.


"Kalau begitu, Aku tidak sungkan!"


Itulah jawaban yang ditunggu Lark,sehingga dia langsung mengepalkan tinjunya dan berlari ke arah Dylan dengan garang.


Dylan menghadapi serangan garang Lark dengan tenang.


Dia tetap duduk di sofa sambil menyilangkan kaki.


Ketika Lark hampir sampai di depannya, Dylan penghisap cerutu di tangannya dengan pelan.


Kemudian dia meniup asap cerutu.


Asap cerutu menggumpal di udara dan membentuk sebilah pedang kecil dengan panjang 15 sentimeter.


Pedang asap itu tajam dan penuh energi!


Terbang lurus kearah Lark.


Dalam sekejap, pedang itu sampai di depan Lark, hanya berjarak setengah inci dari pelipisnya.


Semburan panas dari pedang gas itu menyakiti kening Lark.


Buku kuduk Larkberdiri, tubuhnya dipenuhi dengan aura kematian. Dia berdiri di tempat dan tidak berani bergerak.


Lark tahu, kalau bukan karena belas kasihan Dylan, saat ini dia pasti sudah mati.

__ADS_1


"Pak Dylanmemang hebat, dapat membuat asap menjadi senjata, saya belum pernah tahu ada ilmu seperti ini, kemampuanku tidak sebanding dengan anda, selalu!"


Lark berkata dengan puas.


Sekarangdia baru tahu, kemampuannya masih jauh dibanding Dylan.


Dylanhanya meniupkan asapnya saja sudah bisa menghabisi nyawanya.


Kemampuan mereka berada di tingkat yang berbeda.


Dylan tidak berencana mengambil nyawanya. Melihat Lark mengaku kalah, Dylan melambaikan tangannya dan asap tersebut pun menghilang.


Saat itu aura kematian yang menyelimuti Lark juga lenyap.


Barulah Lark sadar, saat ini punggungnya sudah basah oleh keringat.


Melihat kemampuan Dylan, Lark berkeinginan untuk menjadi murid Dylan.


Lark berlutut di hadapan Dylan dengan tulus dia berkata,"Pak Dylan,Aku ingin menjadi muridmu, mengikuti ilmu bela dirimu, tolong terima aku menjadi muridmu."


Lark berlatih silat dengan kakeknya sejak kecil, karena bakatnya yang luar biasa, di umur 20 dia bisa menembus tahap awal transformasi.


Akan tetapi, semenjak kakeknyameninggal, tanpa bimbingan dari guru yang baik dia pun kesulitan berlatih ilmu bela diri.


Itu sebabnya Dia sangat membutuhkan seorang guru yang baik yang bisa membantunya belajar.


Hanya Dengan begitulah kultivasinya baru bisa berkembang.


Dylan adalah guru yang dicarinya.


Dylan menolak permohonan Lark


Lark bersikeras ingin menjadi murid Dylan. Dia jarang bertemu dengan pesilat unggul seperti Dylan, tentu saja dia tidak akan melewatkan kesempatan ini.


"Terserah apa maumu!"


Dylan tidak memerdulikannya.


"Lark, berdirilah, kamu belum tahu siapa itu Pak Dylan, dia tidak akan sembarangan menerima murid, kau katakan sejujurnya, kamu masih belum layak untuk menjadi murid Pak Dylan, asalkan kamu tahu, pernah ada seseorang yang telah mencapai tahap master yang ingin menjadi murid Pak Dylan dulu, tapi dia pun ditolak oleh Pak Dylan,apalagi kamu."


Chris berusaha membujuk Lark. Dia mengerti keinginan Lark dalam mencari guru, tapi dia juga tahu seperti apa karakter ketua. Meskipun Lark berlutut di sini, itu akan tetap sia-sia.


"Tahap ... master juga tidak layak menjadi murid Pak Dylan?"


Mendengar hal itu, Lark pun sulit menelan ludah.


Tahap master adalah tingkatan yang sangat diimpikannya.


Tahap master saja tidak layak menjadi murid Dylan, apalagi dirinya yang hanya seorang pesilat di tahap awal transformasi, lebih tidak layak lagi.


Lark sangat frustasi.


"Pak Dylan,maaf atas ketidaksopananku, tapi tekadku ingin menjadi muridmu tidak akan berubah. Saat ini aku masih belum layak, tapi suatu saat nanti aku pasti akan layak menjadi muridmu!"

__ADS_1


Selesai berbicara, Lark menyembah Dylan tiga kali, kemudian dia berdiri dibantu Chris.


Dylan memperhatikan Lark baik-baik untuk mengingat wajah anak muda ini.


Wajahnya tetap tidak berekspresi.


Setelah selesai mengisap sebatang cerutu, Maggie pun datang.


Prosedur pembelian rumah sudah selesai diurus.


"Pak Dylan, apakah anda ingin melihat rumahnya?"


Chris bertanya.


"Boleh,ayo kita lihat." Dylan mengangguk.


...


Mereka segera tiba di villa nomor satu Perumahan Bangau.


Vilaini sudah direnovasi sejak awal, perabotannya sudah lengkap dan sudah bisa langsung ditinggali.


Dylan meletakkan tangannya di belakang punggung, kemudian memutari aula lantai satu tanpa perasaan apapun.


Dia pernah tinggal di istana, vila biasa tidak akan mengambil hatinya.


Berbeda dengannya, Maggie terlihat sangat bersemangat.


Maggie sudah menyewa rumah di wilayah kumuh selama bertahun-tahun. Tempat itu tidak memiliki penghangat untuk menghangatkan diri di musim dingin dan tidak ada AC untuk menyejukkan diri di musim panas. Selain itu air pun sulit didapatkan membuat mandi menjadi sulit.


Sekarang akhirnya bisa tinggal di rumah besar, sudah tidak ada masalah seperti dulu lagi, Maggie merasa sangat senang.


Melihat Maggie senang, Dylan otomatis ikut senang.


Hal yang sama membuat hati Chris terasa tenang, dia benar-benar bangga bisa menyenangkan hati Dylan.


"Maggie, ayo kembali ke rumah sewaan dan pindahkan barang-barang penting. Kita akan tinggal di sini malam ini," ujar Dylan.


"Baik! Aku akan mengajak Bibi Rose dan Cathy untuk tinggal bersama kita, Kamu tidak akan keberatan,kan?" tanya Maggie, dia khawatir Dylan tidak menyukai bibi Rose dan putrinya.


"Dasar bodoh,mana mungkin aku keberatan, sebelum membeli villa ini, aku sudah berencana mengajak mereka tinggal di sini. Bibi Rose dan putrinya telah menjaga kalian selama bertahun-tahun. Berbuat baik kepada kalian, sama artinya dengan telah berbuat berbuat baik kepadaku kebaikan ini akan selalu kuingat, dan pasti akan kubalas."


Dylanberkata dengan tulus, dia telah berhutang budi pada bibi Rose dan putrinya, dia akan membalasnya berkali-kali lipat.


"Aku tahu kamu tidak akan keberatan."


Maggie tertawa dengan sangat senang.


"Pak Dylan, kamu mau pindahan? Aku akan segera menghubungi jasa pindah rumah."


Chris buru-buru berkata.


"Tidakusah memanggil jasa pindah rumah barang-barang kami tidak banyak, dua mobil saja sudah cukup, kalian bisa ikut bantu." Dylan berkata kepada Chris dan Lark.

__ADS_1


Bisa membantu Dylan, mereka berdua pun segera menyetujuinya dengan penuh semangat.


__ADS_2