Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Amarah Dylan Meledak


__ADS_3

"Kami tidak akan pergi dari sini. Ini rumah sakit! Kalian mau pakai kekerasan di sini? Akan ku panggil penjaga keamanan."


Cathy menukas dengan keras kepala.


Pria pirang itu menjadi ragu saat mendengar Cathy akan memanggil penjaga keamanan.


Selain Pak Rick, jumlah mereka hanya berlima. Kemungkinan mereka tidak mampu melawan penjaga keamanan.


"Pirang, untuk apa bicara omong kosong dengan mereka? Hajar dan lempar mereka keluar!"


Dibelakang si pirang, Rick yang di papah oleh dua anak buahnya membentak.


Rick langsung datang ke rumah sakit setelah matanya dilukai oleh Dylan saat di perjamuan Keluarga Carson.


Setelah diobati, dokter mengatakan matanya mungkin tidak bisa melihat lagi kelak dan harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari untuk memonitor perkembangannya.


Rick sudah terbiasa hidup mewah sejak kecil sehingga menolak untuk tinggal di kamar rawat biasa.


Sayangnya, kamar VIP sudah penuh.


Rick tidak mampu menyinggung mereka. Olehkarena itu, dia hanya bisa mencari sasaran empuk dan menargetkan kamar Jane.


Diadiliputi kemarahan sejak diberitahu bahwa matanya tidak dapat disembuhkan lagi.


Kini, penolakan Cathy untuk meninggalkan kamar membuatnya semakin berang sehingga memerintahkan si pirang dan anak buahnya untuk menggunakan kekerasan.


Begitu mendapatkan perintah si Pirang dan teman-temannya berjalan mendekati Cathy,Rose,dan Jane sambil menyeringai jahat.


"Kalian mau apa? Ini negara hukum!"


Cathy tidak menyangka orang-orang ini akan bertindak sewenang-wenang di rumah sakit. Dia pun khawatir mereka akan menyakiti ibunya dan Jane sehingga merentangkan tangannya untuk menghalangi anak buah Rick.


"Hukum? Akulah hukum! Cewek, kamu cukup cantik. Temani kami satu malam dan layani kami baik-baik. Aku berjanji tidak akan memukul kalian."


Si Pirang menderita rabun jauh sehingga baru melihat rupa Cathy dengan jelas setelah mendekat.


Segera, niat buruk memenuhi benaknya dan dia tersenyum tulus.


"Puih! Dasar tidak tahu malu!" Cathy menghardik.


"****** tidak tahu diri! Akan kuhajar kamu sampai kamu tunduk, kemudian ku nikmati bersama teman-temanku!"


Si Pirang mengumpat dan melayangkan pukulan.


Plak!


Setengah wajah Cathy membengkak akibat tamparan yang kencang itu.


"Jangan pukul putriku! Kamar ini kuberikan kepada kalian, kami akan pergi sekarang juga!"


Rose memohon begitu melihat putrinya dipukul.


"Kalian pukul bibiku, kalian orang jahat! Nanti ayahku akan menghajar kalian semua!"


Janebarujar dengan marah sambil menggoyangkan tinju kecilnya.


"Hei, bajingan kecil, kamu berani mengancamku? Biar kuberi kamu pelajaran!"


Si Pirang berjalan mendekati Jane dengan berang.


Jane meringkukkan ketakutan dan wajahnya memucat.


"Dasar binatang! Anak kecil pun tak kalian lepaskan! Akan aku habis sih kalian!"


Tadi Cathy sempat linglung akibat tamparan di wajahnya.


Kini setelah mendapatkan kesadarannya kembali dan,, dia tidak akan membiarkan Si Pirang menyakiti Jane. Dia melesat untuk melawan si Pirang, tidak peduli apapun konsekuensinya.


Namun,Dia adalah wanita lemah yang tak menguasai ilmu bela diri sehingga bukan lawan si Pirang.


Buk!


Si Pirang meninju perut Cathy dan membuatnya tersungkur.


Kemudian, si Pirang memukul Rose dan merebut Jane dari pelukannya.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Kalian orang jahat!"


Janemeronta-ronta, membuka mulut kecilnya dan menggigit lengan Si Pirang kuat-kuat.


"Dasar bajingan, kamu berani menggigitku? Kubanting kamu sampai mati!"


Rasa sakit di tangannya membuat Si Pirang gelap mata sehingga ingin membanting Jane ke lantai dengan kejam!


Jika hal itu terjadi pasti akan sekarat walau selamat.


"Jangan!!!"


Cathy dan Rose berteriak bersamaan.


Melihatjaane akan dibanting, keduanya merasa putus asa!


Pada saat yang kritis ini, seseorang muncul dan menangkap tubuh Jane dengan mantap.


Orang itu adalah Dylan!


Saking murkanya, mata Dylan berubah merah dan memancarkan hawa membunuh yang kuat.


Jika dia terlambat satu detik saja, Putrinya mungkin sudah celaka!


"Bocah, siapa yang menyuruhmu ikut campur? Keluar dari sini!"


Si Pirang membentak sambil menunjuk Dylan.


Dylan langsung mencengkram tangan si Pirang begitu jarinya terulur.


Krak!


Pergelangan tangan Si Pirangirang patah seketika sehingga tulangnya mencuat menembus daging dan darah mengalir.


"Aarghh! Tanganku! Apa yang kalian tunggu? Habisi dia!"


Si Pirang berteriak kesakitan dan meraung kepada teman-temannya.


Keempat pria itu maju bersama dengan tatapan brengngas.


Dylan melayangkan tendangan keras ke bagian bawah kaki mereka dan menjatuhkan keempatnya sebelum sempat mendekat.


Tanpa banyak bicara, Dylan melayangkan beberapa tendangan mematikan lagi dan mematahkan kedua kaki mereka.


Sontak, jeritan demi jeritan kesakitan bergema.


"Jane!"


Gerakan Maggie tidak secepat Dylan sehingga baru tiba sekarang.


Dia bergegas mengangkat putrinya dari pelukan Dylan dan memeluknya erat-erat.


"Ibu, Ayah hebat sekali! Ayah merobohkan semua penjahat!"


Jane masih kaget akibat kejadian tadi, tetapi begitu melihat kedua orang tuanya, dia langsung melupakan bahaya yang baru saja terjadi dan bersorak dengan gembira.


"Jane sayang. Ayah memang hebat! Ibu juga diselamatkan oleh ayah."


Maggie berkata dan mencium pipi putrinya yang menggemaskan.


"Wow,ayah luar biasa!"


Jane bersorak penuh kekaguman.


Dylan memapah Cathy, tersenyum pada putrinya, kemudian raut wajahnya berubah menjadi suram.


"Siapa yang memukulmu?" tanyanya pad Cathy.


"Dia."


Dengan ekspresi kesakitan Cathy menunjuk si Pirang.


"Oke, biar ku balas perbuatannya."


Dylanberkata dengan nada yang tenang meskipun amarah sudah berkobar-kobar di dadanya.

__ADS_1


Si Pirang tidak akan selamat!


"Maggie, bawa bibi Rose, Cathy dan Janeke dokter untuk diperiksa apakah mereka baik-baik saja. Ada yang harus kulakukan di sini." Dylan berbicara.


"Baik!"


Maggielangsung mengerti maksud Dylan dan tahu apa yang akan dilakukan pria itu. Dia dan Rose memapah Cathy yang kesakitan di bagian perutnya keluar dari kamar.


Bang!


Dylan menutup pintu kamar dan menatap garang kelompok si Pirang.


Kelompok sipirang panik! Mereka sadar bahwa kali ini telah mencari masalah dengan orang yang salah.


"Bung, cuma salah paham ... "


"Salah paham jidatmu!"


Dylan meraung dan berjalan mendekati si Pirang dengan hawa membunuh memancar dari tubuhnya.


Dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana si Pirang hampir membanting Jane ke lantai. Apanya yang salah paham?!


Dylan tidak ingin mendengarkan omong kosong Si Pirang.


Tanpa basa-basi, Dylan mencengkram leher si pirang dan menyeretnya sampai ke jendela, lalu melemparnya keluar dengan kasar.


Lantai dua belas!


Bagianbawah rumah sakit ini terbuat dari beton!


Si Pirang tidak mungkin selamat dilempar dari ketinggian ini!


Terdengar suara hantaman kencang dan Si Pirang pun tewas di tempat!


Yang lain ketakutan melihat keganasan Dylan.


Kalaupun mereka memohon belas kasihan, Dylan tetap tidak mungkin mengampuni mereka.


Dylan menendang mereka masing-masing dua kali dan melumpuhkan kedua tangan mereka.


Sekarang, Dylan memandang Rick yang bergidik ketakutan di sudut.


"Buruk sekali ingatanmu. Aku baru saja membutakan kedua matamu di perjamuan Keluarga Carson. Namun,kamu masih berani datang untuk melukai keluarga dan teman-temanku. Kamu akan baik-baik saja bila tidak mencari masalah. sayangnya, bajingan sepertimu lebih baik mati!"


Dylan berbicara dengan dingin.


"Kamu!"


Rick tidak bisa melihat sehingga baru mengenali Dylan setelah mendengar ucapannya.


Seketika, dia merasa putus asa.


Nasibnya benar-benar sial! Kenapa dia bertemu dengan iblis ini lagi?


"Kak,si Pirangsendiri yang berinisiatif melukai keluarga dan teman-temanmu tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak bersalah!"


Rick berusaha membela diri.


Namun, tekad membunuh Dylan sudah bulat sehingga tidak menghiraukan penjelasan Rick.


Detik berikutnya, Dylan mencengkram kerah Rick dan menyeretnya ke jendela.


"Kakak, jangan gegabah! semuanya bisa dibicarakan! Aku bisa bersedia membayar berapapun yang kamu inginkan, tolong ampuni nyawaku!"


Rick berencana memberikan uang supaya Dylan melepaskannya.


Dylan bergeming dan membalas,"Aku punya uang dan tidak butuh uang sakumu yang recehan itu. Matilah!"


"Jangan! Bukan uang saku, tapi dua ratus miliar rupiah!" Ujar Rick panik.


"Bagiku, dua ratus miliar adalah uang saku." Dylan mencibir.


Jumlah kekayaan yang dimiliki Dylan mampu menyaingi kekayaan sebuah negara.


Oleh karena itu, uang dua ratus miliar bagaikan hanya beberapa Sen bagi Dylan.

__ADS_1


Bang!


Rick mendarat tidak jauh dari Si Pirang dan tewas seketika!


__ADS_2