
"Kak, apakah wanita ****** itu sudah setuju?"
Di luar ruangan bawah tanah, Marcus bertanya pada Dean."Tenang saja, semua sudah beres."
Dean memasang senyum jahat, dia tampak sangat bangga.
"Memang kakak yang paling hebat. Hanya dengan menggunakan sedikit tipu muslihat, Maggie sudah bisa takluk."
Marcus mengacungkan jempolnya dan menyanjung Dean.
Pukul 07.00 malam.
Kediaman Carson sangatlah ramai.
Di dalam aula lantai 1, sudah banyak sekali tamu terhormat yang duduk.
Pada umumnya, mereka yang diundang oleh keluarga charson ke perjamuan adalah tokoh-tokoh besar dan kaya raya.
Dalam kegelapan, sebuah mobil Jeep militer berhenti di luar kediaman Carson.
Dylan turun dari mobil, tatapannya yang dalam memandang kediaman tersebut. Hawa membunuh meluap di dalam matanya!
Putrinya sedang terluka dan tidak leluasa untuk berjalan. Jadi, Dylan pun tidak membawa putrinya. Dia menitipkan jane kepada Rose dan anaknya.
"Tuan, tolong perlihatkan undangannya."
Di luar gerbang, seorang pria berkacamata emas dihadang oleh petugas keamanan.
"Aku tidak punya undangan. Apa kalian berdua bisa membuat pengecualian untukku?Aku membawa hadiah besar, lho."
Pria berkacamata tersenyum minta maaf dedek. Dia adalah seorang pengusaha kecil yang kaya di kota Riev, dengan kekayaan keluarga satu triliun rupiah. Dia sangat ingin menyanjung keluarga Carson, tetapi masih belum punya kesempatan.
Dengan aset kecilnya,pria ini tentu saja tidak memenuhi syarat untuk menerima undangan dari keluarga Carson.
Kedatangannya hari ini hanya semata-mata mencoba keberuntungan. Jika bisa memasuki aula perjamuan, mungkin saja dia bisa berkenalan dengan anggota keluarga Carson.
"Tidak boleh. Orang yang tidak punya undangan dilarang masuk. Tolong segera tinggalkan tempat ini. Jika tidak, kami akan mengusirmu."
Petugas keamanan tidak bergerak, tetapi nada bicaranya sangat tegas.
"Ba... baiklah."
Pria berkacamata itu sangat putus asa dan bersiap-siap untuk pergi.
Sementara itu, sebuah sosok yang tinggi dan tegak berjalan menuju gerbang dengan sangat berkarisma.
"Tuan, tolong perlihatkan undangannya."petugas keamanan memberikan pertanyaan yang sama kepada Dylan.
"Aku tidak punya," kata Dylan.
"Tanpa undangan,tidak diperbolehkan ..."
Petugas keamanan yang berdiri di depan pintu masih belum selesai berbicara.
Dylan menatap mata petugas keamanan dengan sangat ganas sambil bertanya,"Kamu ingin mengadangku?!"
"Tidak...aku tidak akan berani!"
Petugas keamanan langsung mundur ketakutan dan berkeringat dingin begitu terus aku oleh tatapan Dylan, bahkan nafasnya menjadi sesak.
Untuk seketika, petugas keamanan merasa dirinya sedang ditatap oleh Dewa Kematian.
Firasatnya sangat kuat. Apabila dia menghentikan pria ini masuk, nyawa kecilnya pasti akan melayang.
__ADS_1
Pikirannya mengatakan bahwa orang di depannya ini pasti adalah orang ganas yang telah melalui berbagai hal bengis.
Jadi, siapa yang akan berani menyinggung pria ini!
Menyinggung orang kejam demi gaji sebesar rp6.000.000 per bulan? sangatlah tidak pantas!
Dylan mengabaikan petugas keamanan itu dan melangkah masuk ke dalam kediaman Carson.
"Dia tidak punya undangan, tapi boleh masuk. Kenapa aku tidak?"
Pria berkacamata bertanya dengan tidak puas.
"Tutup mulutmu. Bercerminlah dulu, siapa dia dan siapa kamu? menyingkirlah dari sini!"
Suasana hati petugas keamanan menjadi sangat buruk karena dikejutkan oleh Dylan. Oleh sebab itu, dia menjawab pria berkacamata itu dengan tidak sabaran.
Priaberkacamata sadar dengan situasi yang hanya akan mempermalukannya hingga dia pun pergi dengan marah.
Sementara itu, Dylan berjalan menuju pusat perjamuan dan langsung menarik perhatian semua orang.
Dylan mengenakan jaket berwarna hitam, celana kamuflase kasual berwarna hijau lumut dan sepatu boot militer berwarna hitam.
Keseluruhan pakaiannya sama sekali tidak. Namun, ora mendominasi yang dipancarkan dari tubuh Dylan, serta penampilannya yang tampan dan dingin sangat sulit bila tidak menarik perhatian orang.
Banyak sekali wanita dan gadis yang diam-diam menatapnya dengan sangat bersemangat.
...
Pria tampan bak Dewa yang turun dari kayangan ini benar-benar mempesona.
Andai saja pria ini bisa menjadi kekasihku...
Banyak sekali wanita yang memiliki pikiran seperti ini dibenak mereka.
Dylan memandang ke sekeliling, tetapi tidak menemukan sosok Maggie.
Dia sembarangan mencari sebuah kursi untuk duduk dan diam-diam menunggu wanita cantik itu keluar.
Semula meja ini berisikan tujuh orang tamu. Namun, begitu Dylan bergabung dengan meja ini, sebuah aura yang tidak terlihat menyertai dirinya, sehingga memberi tekanan besar kepada para tamu.
Lima orang yang tidak mampu menahan tekanan ini pun bangkit, dan pindah ke meja lain.
Lalu, hanya tersisa sepasang kekasih muda.
Pria itu bernama rek, Dia adalah orang kaya generasi kedua.
Sementara itu, wanita bernama Carmilla. Dia adalah putri sulung dari keluarga Harper yang merupakan lima keluarga besar di kota Riev.
Carmilla memiliki paras dan bentuk tubuh yang sangat elok.
Didi antara 10 wanita cantik generasi baru di kota Riev, Carmila menduduki peringkat ketiga.
Tentu saja ada banyak sekali pria yang mengejarnya.
Rick adalah salah satu penggemar Carmila, dan dia paling senang membuntuti Carmila.
Dulu,Rick pernah mengajak Karmila untuk makan bersama, tetapi wanita pujaannya sama sekali tidak memberinya kesempatan.
Rick sangat gembira ketika bertemu kekasih impiannya di perjamuan hari ini. Dia terus menerus menyanjung Carmila, dan bahkan tidak menyadari Dylan yang duduk di seberangnya.
"Carmilla, setelah perjamuan berakhir nanti, ayo kita pergi ke Zero Bar. Aku menyimpan satu set anggur merah di sana, rasanya sangat manis dan lezat. Aku jamin Kamu tidak akan kecewa dengan rasanya.
Rick mengundang dengan hangat, dia tersenyum sambil berkata.
__ADS_1
"Aku tidak biasa pergi ke bar dan juga tidak suka minum anggur."
Carmilla menggeleng, matanya terus-menerus melirik ke arah Dylan.
"Kalau begitu, bagaimana jika minum kopi?"
Rick tidak menyerah begitu saja,kepada mengundang sekali lagi.
"Tidak, Aku tidak bisa tidur jika minum kopi di malam hari."Carmilla masih saja menolaknya.
Rick sangat tidak senang karena terus ditolak berulang kali. Namun, dia tetap memasang sebuah senyuman hangat di wajahnya.
"Carmilla, Aku menyukaimu. Seharusnya kamu bisa merasakan hal ini, tetapi kenapa kamu terus menolakku?aku dan kamu sama-sama jomblo, Apa kamu bisa memberiku kesempatan sekali? biarkan aku menjadi kekasihmu, Aku akan bersikap baik padamu seumur hidup."
Rick berkata dengan penuh kasih sayangku masakan akan dirinya telah dirasaki oleh cinta.
Namun, penampilan Ricky yang seperti ini hanyalah sebuah lelucon di mata Carmila.
Carmilla tahu jelas bahwa Rick bukanlah pria baik. kehidupan pribadinya sangat kacau dan dia selalu menggoda wanita lain di mana-mana.
Lantas, bagaimana pria brengsek seperti ini bisa menarik perhatian Carmila?
Dia hanya membalas,"Maaf,aku sudah menyukai orang lain. Jadi kamu tidak memiliki kesempatan lagi."
"Tidak mungkin! sejauh yang aku tahu, kamu sama sekali tidak menyukai siapapun!"Rick menjawab dengan yakin.
"Hehe, kamu diam-diam menyelidikiku."
Carmilla terkekeh dengan remeh, lalu berujar,"Dulu aku memang tidak menyukai siapa-siapa, tetapi sekarang sudah berubah."
"Siapa?"
Rick bertanya dengan menahan amarahnya.
"Dia!"Carmilla menunjuk Dylan yang duduk di seberang.
Carmilla adalah wanita yang berani berekspresi.
Ketika bertemu dengan seseorang yang disukainya, Carmila akan berpura-pura bersikap tenang.
Namun, begitu bertemu dengan pria yang dibencinya seperti Rick, Carmilla akan menolak tanpa belas kasihan.
Sejak saat Dylan melangkah masuk ke aula perjamuan, Carmila sudah terperangkap ke dalam pesonanya.
Tidak peduli penampilan manapun kharisma Dylan semua itu sangat memikat hati Carmila.
Tepat ketika Dylan duduk semeja dengannya, Carmila sangat bersemangat dan merasa kesempatan telah datang padanya.
Bahkan,jika Rick tidak menanyakan pria yang disukai Carmilla,dia tetap akan berinisiatif untuk menggoda Dylan dan mengungkapkan kekagumannya.
Tidakkah para wanita dan gadis di aula sedang diam-diam mengamati Dylan?
Para perempuan murahan itu akan segera mengambil tindakan dan cepat atau lambat akan menyerang hati Dylan. Carmilla harus mengambil tindakan terlebih dahulu agar memimpin didepan!
Seorang wanita cantik tiba-tiba saja menyatakan perasaan. Dylan hanya terduduk tegak di kursinya dengan wajah yang masih tampak sangat tenang.
Dalam beberapa tahun terakhir, sudah terlalu banyak wanita yang mengungkapkan kekaguman pada Dylan. Jadi, Dylan pun sudah terbiasa dengan hal ini.
Beberapa dari wanita itu adalah Tuan putri kerajaan,gadis dari keluarga tersohor,dan putri dari keluarga seni bela diri yang merupakan kebanggaan negara.
Mereka semua telah ditolak oleh Dylan!
Tidak ada alasan lain,semua ini karena Dylan hanya mencintai Maggie.
__ADS_1