
Setelah memastikan bahwa para penculik itu sudah tewas, pesawat tempur yang paling canggih yang dikemudikan oleh Dylan Grayson mendarat dengan mudah di atap dengan mudah. Itu karena teknologi lepas landas dan mendartnya sangat canggih.
Kemudian,Dylan berlari kelantai 33 secepat mungkin.
Dia sangat senang karena akan segera bertemu dengan putrinya.
"Berhenti! Jangan kemari. Jangan paksa aku untuk membunuh anak ini."
Ketika Dylan sampai didepan toilet, seorang pria brewok berkata dengan panik.
Pria brewok itu mengendong seorang gadis kecil yang berlumuran darah dan sedang pingsan. Dia mengancam Dylan sambil memegang sebuah pisau tajam yang diarahkan ke leher gadis kecil itu.
Tadi dia hendak membuang gadis kecil itu ketoilet seperti yang diperintahkan oleh pria paruh baya. Oleh karena itulah,dia lolos dari tembakan pesawat tempur J-99.
Tindakan Dylan yang kejam dan berani membuat pria berewok itu takut.
Demi bertahan hidup,pria berewok itu menyandera gadis kecil itu. Dia berharap Dylan Grayson bisa mengampuni nyawanya karena tidak ingin menyakiti putrinya.
Dylan menghentikan langkah kakinya dan berdiri ditempat tanpa bergerak.
Ternyata,masih ada satu yang belum mati. Dia ceroboh.
Dia tidak khawatir putrinya disandera.
Coba kalian tanyakan kepada semua orang, siapa yang berani membunuh putrinya dihadapannya?
"Lepaskan dia atau kamu akan mati"
Dylan Grayson menekankan setiap kata-katanya.
Kemarahan didalam hati Dylan sudah menumpuk sampai puncaknya ketika melihat putrinya dianiaya seperti itu.
"Kakak,aku juga diperintahkan orang lain. Aku tidak benar-benar ingin menculik putrimu. Selama kamu berjanji akan mengampuni nyawaku,aku akan segera melepaskannya. Kalau tidak aku akan menyeret putrimu untuk mati bersamaku...ah!"
Sebelum pria itu selesai berbicara, sekelebat cahaya melintas. Sebuah paku berkarat menembus pelipisnya dengan kecepatan luar biasa dan membuat lubang penuh darah.
Tentu saja yang melakukan itu adalah Dylan Grayson.
Di dunia ini,tidak ada yang boleh mengancamnya!
Tidak ada yang boleh!
Duarr
Sebelum mayat pria itu jatuh kelantai,Dylan Grayson sudah sudah maju ke depan dan memeluk putrinya kedalam pelukan.
"Kamu terlalu banyak bicara omong kosong. Jangan harap nyawa sampahmu itu bisa mati bersama putriku!"
Dylan mendengus dingin tanpa melihat mayat yang ada dilantai.
Dia bergegas membuka pakaian putrinya. Ketika melihat belasan luka yang ada pada tubuh putrinya yang mungil dan lemah,dia langsung emosi dan memuntahkan seteguk darah.
Sepasang matanya yang kejam juga meneteskan air mata.
Jika orang-orang kuat di seluruh dunia tahu bahwa Ketua Imperium menangis, mereka mungkin akan sangat terkejut.
Siapa itu ketua Imperium!
Dia pernah menghadapi jutaan pasukan yang kuat tanpa rasa sedikit pun.
__ADS_1
Dia pernah ditembak oleh ratusan peluru,tapi masih bisa bicara dan tertawa.
Dia adalah pria yang begitu tangguh dan kuat,tetapi sekarang dia menangis.
Itu benar-benar sukar dipercaya!
"Putriku,Ayah minta maaf padamu. Kamu telah menderita dalam beberapa tahun ini!"
Dylan benar-benar menyalahkan dirinya sendiri dan merasa sangat bersalah kepada anak itu.
Dulu,aku terlalu sibuk. Aku berperang setiap hari dan tidak punya waktu untuk mengurus keluarga keluargaku.
Namun sekarang,Ayah sudah memberi pelajaran kepada semua musuh sampai mereka ketakutan. Dalam waktu dekat mereka tidak akan berani berbuat ulah lagi. Ayah akan mengambil cuti panjang dalam beberapa hari kedepan untuk menemani kalian dan menebus kesalahan Ayah dimasa lalu.
Dylan bergumam pada dirinya sendiri dan bertekad dalam hati.
Telapak tangan Dylan yang kapalan menutupi kepala kecil putrinya dengan lembut. Arus yang hangat dan lembut mengalir keluar dari telapak tangan nya dan dimasukkan ketubuh putrinya.
Tidak lama kemudian,raut wajah Jane yang tadinya terlihat seperti mayat menjadi lebih baik. Jane mengerang kesakitan dan perlahan membuka mata.
"Ayah,kamukah itu? Hua...aku sangat merindukanmu. Aku merindukanmu setiap hari.
Setelah melewati peperangan kejam yang tak terhitung jumlahnya, penampilan Dylan sudah sangat berubah dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Dia menjadi lebih tampan dan berwibawa.
Jane pernah melihat foto ayahnya di album foto ibunya. Pria difoto itu agak berbeda dengan pria yang ada didepannya.
Namun, hubungan darah itu sangat kuat. Jane bisa langsung mengenali identitas Dylan dengan sekilas.
"ini Ayah,Jane..."
Hati Dylan terasa perih dan dia hampir menangis lagi.
Jane berkata dengan cemas. Gadis kecil berusia empat tahun itu tidak secemas itu ketika diculik oleh para penculik yang bengis.
Namun sekarang,ketika ayahnya datang,dia khawatir orang-orang jahat itu akan menyakiti Ayahnya. Wajahnya yang imut dipenuhi dengan kecemasan.
"Jane pintar,jangan takut. Semua orang jahat itu sudah ayah pukul sampai kabur. Tidak ada orang yang yang bisa menganiayamu lagi karena mulai sekarang,Ayah sudah ada disini."
Dylan Grayson tidak bisa menahan senyum nya ketika hatinya tersentuh.
Putriku pintar sekali. Akal dan temperamen nya jauh lebih hebat dari pada anak-anak seusianya.
Dylan menutupi mata putrinya dengan lengannya yang besar agar tidak melihat mayat yang mati tragis dilantai. Dia tidak ingin meninggalkan trauma dihati kecil putrinya.
"Benarkah?Ayah hebat sekali. Aku cium Ayah."
Mata Jane berbinar. Ternyata ayahnya hebat sekali,dia bisa memukul begitu banyaknya orang jahat. Jane merasa sangat senang. Dia mengerucutkan bibir dan mencium pipi ayahnya.
Dylan merasa hatinya meleleh. Dia juga mencium pipi putrinya.
Dylan mengendong putrinya ke atap gedung. Putrinya harus segera diobati kerumah sakit sesegera mungkin karena ditubuhnya ada terlalu banyak luka.
"Wah.Ayah,apakah pesawat ini milikmu?"
Jane sangat terkejut ketika melihat pesawat tempur J-99.
"iya, kamu suka?"Dylan berkata sambil tersenyum.
"Suka,aku suka sekali. Mulai sekarang ayah bisa mengantar ibu pergi bekerja dengan pesawat. Ibu tidak perlu naik sepeda lagi,terjemur matahari maupun kehujanan lagi.
__ADS_1
Jane menepuk tangan kecilnya dan berkata dengan riang gembira.
Untuk menghemat uang,ibunya pergi bekerja dengan sepeda. Dia harus bolak-balik selama dua jam setiap hari karena rumahnya jauh dari tempat kerjanya. Bahkan saat cuaca berangin maupun hujan, dia tetap harus naik sepeda
Jane memahami itu dan kasihan kepada ibunya.
Sekarang,ketika mengetahui ayahnya mempunyai pesawat orang pertama yang Jane pikirkan adalah ibunya.
"Jane pintar,Ayah tidak akan membiarkan ibumu menderita lagi. Dylan membelai kepala putrinya dengan penuh kasih.
"Ya"
Jane Grayson mengusapkan wajahnya di dada ayahnya dengan manja.
"Omong-omong,dimana ibumu?" Dylan Grayson bertanya.
Ketika mengungkit ibunya Jane, Dylan tidak bisa menahan senyum manisnya.
Dylan dan Maggie Carson tumbuh bersama sejak kecil dan hubungan mereka sangat baik. Mereka saling mencintai. Jika bukan karena bencana tragis yang terjadi pada keluarganya pad saat itu. Dia dan Maggie pasti sudah menikah sejak dulu.
Dylan mengintai Maggie Carson,tapi Dylan juga merasa bersalah, sekaligus berterima kasih.
Jika Maggie Carson tidak menolong Dylan dari sungai dan merawatnya dengan baik dia mungkin sudah mati dari dulu.
"Ibu ditangkap oleh orang jahat.kapan ayah menyelamatkan ibu?"Jane mengerjapkan matanya yang besar dan berkaca-kaca sambil bertanya dengan sedih.
"Ditangkap siapa?"
Dylan Grayson mengerutkan alisnya dan bertanya.
"Aku tidak tahu."Jane menggelengkan kepalanya.
"Jangan khawatir,Ayah akan segera menyelamatkan ibumu."
Dylan Grayson menghibur Jane.
Dylan mengeluarkan sebuah pil obat,membuka bungkusan obat yang berwarna emas dan memasukkan pil obat merah kemulut putrinya. Laku dia berkata,"Putriku yang pintar,minum pil obat ini,maka lukamu akan segera pulih."
Dylan Grayson pernah mendapatkan resep pil 3 putaran ketika berada di pulau Rolly di luar negeri.
Pil obat berwarna merah ini adalah pil tiga putaran yang Dylan buat.
Pil obat itu memiliki efek ringan dan sangat baik untuk pemulihan cedera.
Orang yang sudah sekarat bisa hidup setengah baya bulan lebih lama jika.dia meminum satu pil.
Jika orang yang terluka meminum satu pil,bukan hanya dapat menghilangkan rasa sakit,tetapi cederanya juga akan sembuh secara bertahap.
Satu buah pil tiga putaran dapat dijual minimal dua ratus miliar rupiah dipasaran. Namun,pil ini sulit didapat.
Sekarang,Dylan memberikan pil itu kepada putrinya tanpa ragu-ragu.
Cedera pada tubuh putrinya tidak serius dan masih bisa disembuhkan setelah diantar kerumah sakit.
Namun....
Dylan tidak ingin putrinya merasa sakit sedikit pun.
Selama dia bisa membuat putrinya merasa lebih baik, jangankan satu buah, sepuluh atau seratus pil tiga putaran pun dia rela.
__ADS_1