Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
MEMAKSA


__ADS_3

Dylan merasa sangat sakit hati setelah mendengarkan cerita bibi Rose.


Dialah yang mencelakai Maggie.


ini semua adalah salah Dyan. Dia yang menyebabkan kehidupan Maggie menjadi begitu menyedihkan.


Oleh karena itu,Dylan bertekad dalam hati. Mulai sekarang,dia akan memberikan kompensasi dan memperlakukan Maggie dengan baik.


Dylan tidak akan memaafkan siapapun dari keluarga Carson yang pernah menindas Maggie.


Jika mereka berani menindas wanitaku,berarti mereka cari mati!


"Bibi Rose,aku dengar dari Jane, bahwa Maggie ditangkap orang. Apakah kamu tahu siapa pelakunya?" tanya Dylan.


"orang dari keluarga Carson"


Rose kembali menangis ketika dia menceritakan pengalaman menyedihkan dalam hidup Maggie.


Rose mengelap air matanya dan berkata,"Sejak lahir,Maggie adalah gadis yang sangat cantik. Selama ini, banyak pria yang ingin mengejarnya. Namun semuanya ditolak.


"Akhir-akhir ini,ada seorang putra bangsawan yang menyukai Maggie. Nmun Maggie juga menolaknya.


"keluarga Carson,mendengar kabar ini. Demi bisa menjalin hubungan yang baik dengan putra bangsawan tersebut, orang dari keluarga karton mengutus orang untuk menangkap Maggie dan memaksanya untuk menikahi pria itu.


"penghuni keluarga Carson akan memaksa Maggie untuk bertunangan dengan pria itu malam ini.


"Dylan, kamu adalah satu-satunya pria yang disukai oleh Maggie. Kini kamu sudah kembali,kamu harus segera menolongnya."


Rose memohon kepada Dylan.


Rose pernah pergi ke keluarga charson untuk menolong Maggie. Namun,karena statusnya yang orang bawahan dan tidak berkuasa,dia langsung diusir oleh keluarga Carson.


Rose merasa sangat tidak berdaya atas masalah yang dihadapi oleh Maggie. Oleh karena itu dia hanya bisa meminta bantuan kepada Dylan.


"Berani sekali keluarga Carson ini!"


Kedua mata Dylan terlihat memerah dan penuh dengan aura membunuh.


Dia tidak akan segan untuk membunuh seluruh penghuni keluarga Carson malam ini!


Di sore hari.


Begitu lampu mewah dihidupkan, kediaman keluarga Carson yang terletak di tepi pantai langsung terlihat terang benderang.


Di aula yang luas, para pembantu sedang sibuk untuk mendekor lokasi acara malam ini.


dekorasi acara perjamuan malam ini adalah dekorasi dengan standar tertinggi di kota Riev. Keluarga Carson sangat menjunjung tinggi acara perjamuan pertunangan malam ini.


Saat ini, semua penghuni keluarga charson merasa sangat gembira.


Jika pertunangan antara Maggie dan putra bangsawan ibukota itu berhasil, keluarga charson akan lebih dan kekuasaan keluarga mereka akan bertambah.


"Ayah, aku tidak menyangka bahwa Maggie si ****** itu memiliki daya tarik bagi begitu besar sehingga tuan besar algar bisa terpikat olehnya.


"Tuan besar Alger Brooks mengatakan, bahwa dia akan memberikan proyek rekonstruksi desa di kota Thane kepada keluarga Carson setelah acara pertunangan dengan Maggie ini selesai.

__ADS_1


"Proyek itu adalah proyek yang sangat besar. Jika keluarga Carson berhasil mendapatkannya, kita setidaknya bisa menghasilkan enam ratus miliar rupiah.


"kelihatannya, Maggie si wanita ****** itu masih bisa dimanfaatkan,"ujar Marcus Carson, anak bungsu Axton Carson sambil tertawa di dalam ruangan merokok.


...


"Markus,mulai malam ini, Maggie akan menjadi wanita milik Tuan Besar Alger. Kamu jangan terus memanggilnya wanita ******. Kita harus hati-hati, jangan sampai membuat Tuan Besar Alger merasa tidak senang."


Axson mengingatkannya.


"Aku akan terus mengingat apa yang telah diajarkan oleh ayah."


Marcus menganggukan kepala. Namun, hatinya sama sekali tidak setuju. Baginya, Maggie tetap hanya seorang wanita ******.


Axton menghisap cerutunya dengan perasaan senang dan puas. Dalam benaknya, dia terus mengikir memikirkan bagaimana cara memanfaatkan Tuan Besar Alger agar bisa membantu keluarga Carson masuk kejajaran kelas satu di kota Riev.


Keluarga Carson adalah keluarga tua yang pernah berjaya pada masanya di kota Riev.


Namun, setelah tuan besar meninggal, orang lain mulai tidak menganggap mereka dan kekuasaan keluarga ini terus menurun setiap harinya. Saat ini,keluarga Carson berada di jajaran keluarga kelas dua dalam kota.


Axton berambisi besar. Dia ingin memimpin Keluarga Carson untuk bisa kembali ke masa kejayaannya seperti di dahulu kala.


Namun, apa daya kemampuannya terbatas. Sejak dia menjabat kedudukan ini sampai sekarang. Keluarga Carson sama sekali tidak memiliki perkembangan apapun.


Akan tetapi, untungnya,saat ini tuan muda Keluarga Brooks menyukai Maggie.


jika masalah ini selesai,Keluarga Carson akan mendapatkan keuntungan dari Tuan Muda Keluarga Brooks.


Dengan adanya Tuan Besar Alger sebagai penopang dan pendukung keluarga Carson, mereka pasti akan menjadi sangat makmur.


Tidak peduli Maggie setuju atau tidak, dia tetap harus menikah dengan Tuan Besar Alger!


Axton tidak mengizinkan Maggie untuk membuat keputusan sendiri.


Meskipun lima tahun yang lalu Maggie telah diusir dan telah memutuskan hubungan dengan keluarga Carson.


Asalkan Maggie masih berguna dan bisa dimanfaatkan Keluarga Carson akan memaksa Maggie untuk melakukan apa pun mereka mau.


"Marcus, coba tanya kakakmu, apakah masalah itu sudah selesai?"ujar Axton kepada putra bungsunya.


...


"Aku akan pergi sekarang. Berdasarkan kemampuan kakak sulung, aku yakin Maggie pasti akan setuju menikah dengan Tuan Besar Alger,"ujar Marcus sambil tertawa.


Kemudian, Marcus berpamitan dengan ayahnya dan berjalan ke ruang bawah tanah vila lainnya.


Di dalam ruang bawah tanah yang gelap dan pengap.


Maggie yang terlihat muram dan lesu sedang terkurung di dalam sebuah sangkar besi.


Kaki dan tangannya diikat dengan borgol besi seperti seorang tahanan.


Seorang pemuda yang berumur sekitar tiga puluh sedang berdiri di luar sangkar.


Pemuda itu adalah anak sulung Axton, Dean Carson.

__ADS_1


"Adik sepupuku yang baik, apakah kamu sudah selesai mempertimbangkan masalah pernikahanmu dengan Tuan Besar Alger? jika kamu setuju, keluarga Carson akan mengizinkanmu untuk kembali ke keluarga, juga menikmati semua kekayaan dan kemewahan di keluarga ini,"ujar Dean dengan dingin.


...


"Aku tidak akan menikah dengan Tuan Besar Alger! seumur hidupku, aku hanya milik pria itu!


"Lebih baik aku mati, daripada menikah dengan Tuan Besar Alger itu!"


Maggie berkata dengan nada tegas.


Dia sudah dikurung selama lima hari di dalam sangkar besi ini. Rambutnya terlihat acak-acakan dan wajahnya penuh dengan noda kotor.


Namun, itu sama sekali tidak menutupi kecantikannya.


Siapapun yang melihatnya,pasti akan jatuh cinta dengan parasnya.


"Kamu sudah sangat beruntung karena bisa menikah dengan Tuan Besar Alger. Beraninya kamu menolak! dasar wanita jarang tidak tahu diri!"


Dean sangat emosi sudah karena sudah mengatakan apapun yang dia inginkan. Namun,Maggie tetap tidak menyetujuinya.


Waktu pertunangan mereka sudah hampir tiba sehingga Dean terpaksa menggunakan cara terakhirnya.


Dean mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah video kepada Maggie. dia mengeluarkan sebuah senyuman licik dan berkata,"Putrimu saat ini sedang diculik orang. Jika jika kamu tetap tidak menyetujuinya, aku akan meminta para penculik untuk membunuh putrimu."


Dalam video tersebut, terlihat seorang gadis kecil bersembunyi di sudut dinding dengan perasaan takut dan tidak berdaya. Sementara itu, beberapa pria kekar sedang mengelilinginya dan tertawa terbahak-bahak.


Ketika Maggie melihat video ini, Dia sangat terkejut. Sekujur tubuhnya langsung menjadi lemas dan dia hampir pingsan.


Anaknya ini adalah kesayangannya dan sekaligus penyemangat hidupnya.


Jika anaknya sudah meninggal, untuk apa Maggie terus tetap hidup?


Begitu membayangkan bahwa putrinya akan disiksa dan diancam, Maggie langsung menggigit bibir bawahnya dan menangis.


"Dean, kamu sungguh kejam. kamu bahkan menggunakan cara yang sangat keji ini untuk memaksaku agar menyetujui pertunangan ini! Mengapa kamu begitu tega melakukan hal ini? Jane itu adalah keponakanmu!"


"Hmph!Aku tidak akan mengasihani nyawa gadis jalan seperti dia. Tidak perlu banyak omong kosong! Aku bertanya untuk terakhir kalinya, apakah kamu menyetujuinya atau tidak?"Dean bertanya dengan nada memaksa.


Maggie sedang bergelut dalam batinnya, banyak hal yang melintas di dalam pikirannya saat ini.


Dia merasa ingin mati saja. Namun, jika dia meninggal, bagaimana dengan nasib anaknya kelak?


Demi menyelamatkan anaknya, akhirnya Maggie terpaksa menyerah dengan air mata menggenang di matanya.


"Baiklah!Namun, kamu juga harus berjanji padaku untuk melepaskan putriku."ujar Maggie dengan tidak rela.


"Baik."


Dean kembali melanjutkan,"Berhubung karena kamu sudah setuju untuk menikah dengan Tuan Besar Alger, Aku harap kamu bisa menyambutnya dengan raut wajah tersenyum di acara pertunangan nanti. Jangan menunjukkan raut wajah menyedihkan seperti sekarang ini."


Setelah selesai berkata, Dean langsung bertepuk tangan.


Dua orang pembantu berjalan keluar dari kegelapan.


"Bawa dia pergi untuk cuci muka dan rias wajahnya. Kemudian, ganti pakaiannya dengan pakaian cantik,"ujar Dean.

__ADS_1


"Baik!"jawab kedua pembantu itu dengan hormat.


__ADS_2