Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Tidak Bisa Kamu Singgung


__ADS_3

Satu membangkitkan seribu gelombang!


Perjamuan itu seketika menjadi sunyi kumah hingga suara jarum jatuh pun bisa terdengar.


Beberapa saat kemudian, semua orang menjadi gempar


Semua orang memandang Dylan dengan heran. Mereka menatap Dylan seperti sedang melihat seorang idiot.


Nyali orang ini benar-benar besar sekali sekali!


Berani sekali membuat keributan di acara pertunangan Tuan Besar Alger.


Apa bedanya dengan mencari mati?!


Carmillasangat cemas dan merasa khawatir terhadap Dylan hingga berkeringat dingin.


Wanita itu berusaha memberikan isyarat mata pada Dylan ingin mengingatkannya untuk Jangan membuat keributan.


Jika Dylan membuat keributan di sini, Carmilla juga tidak akan bisa menjamin keselamatan Dylan, meskipun dirinya adalah nona besar keluarga Harper.


Dylan mengabaikan tatapan Carmilla, karena dirinya sedang fokus menetap Maggie dengan penuh kelembutan.


"Kurang ajar! Berani sekali kamu berbicara sembarangan di sini! Berlututlahdan bersujud minta maaf pada Tuan Besar Alger! kalau kamu menampar dirimu seratus kali,aku akan mengampuni nyawamu!


Axton bisa melihat bahwa Alger sangat marah karena pertunangannya terganggu amarahnya sudah berada di ambang meledak.


Pada saat ini, Axton berteriak dengan keras pada Dylan tanpa memadukan apakah dia akan menyinggung Carmilla atau tidak.


Kilat bahaya seketika melintas di mata Dylan Dylan dia mengambil kursi yang ada di belakangnya dan melemparkannya ke arah Axton.


Terdengar bunyi gedebok, kursi yang dihempaskan dengan kuat itu jatuh tepat di atas kedua kaki Axton, membuat tulang di kedua kakinya seketika patah.


"Ahhh!"


Saat tulang kedua kakinya patah kau merasa sakit yang kuat seketika melanda. Axton berlutut di lantai dan berteriak dengan menyedihkan.


Semua orang yang melihat adegan ini sangat terkejut hingga tidak bisa berkata apa-apa.


Dalam hati mereka berpikir bahwa orang ini garang sekali bahkan berani menyerang Axton.


Takutnya masalah ini tidak akan bisa berakhir dengan damai.


Kelihatannya akan ada nyawa yang melayang hari ini!


"Axton, Apa kamu tidak tahu kalau mulutmu adalah harimaumu? aku mematahkan kakimu sebagai hukuman atas perkataanmu yang kurang ajar tadi. Kamu berlututlah dulu di sini. Nanti aku akan mencari keluarga Carsonarson untuk membuat perhitungan!"


Dylan berkata dengan santai sambil berjalan ke arah Maggie dengan langkah besar.


"Bocah, kamu sudah bosan hidup rupanya. Keluarga Carson tidak akan pernah melepaskanmu. Penjaga, bunuh dia."

__ADS_1


Axton berteriak dengan penuh amarah dan memerintahkan bawahannya untuk beraksi.


Ketika Dylan mematahkan kaki Axton di hadapan banyak orang, bukan hanya fisik Axton yang terluka melainkan harga diri dan martabatnya juga ikut tercemar.


Jika Axton tidak membunuh Dylan, dia akan menjadi lelucon kota Riev dan akan kehilangan harga dirinya di kota Riev.


Beberapa pria kekar berpakaian hitam yang masing-masing memegang senjata di tangan maju untuk menyerang Dylan dan mengelilinginya.


"Maju! pukul dia sampai mati!" Axton berteriak marah.


...


Beberapa pria itu menyerang Dylan pada saat yang sama sambil mengayunkan senjata di tangan.


"Hanya sekelompok ikan teri!"


Dylan mengangkat kakinya dengan ekspresi datar dan menendang pria berpakaian hitam yang datang menyerangnya, membuat pria itu terpental hingga melayang. Pria itu terpental sejauh lebih dari sepuluh meter dan baru berhenti ketika menabrak dinding.


Kemudian, Dylanbagaikan harimau ganas yang menyerang sekelompok kambing, memberikan sekelompok pria berpakaian hitam itu masing-masing satu tinju.


Tidaksampai lima detik, belasan pria tergeletak di lantai dan mengerang kesakitan.


Pertarungan berakhir!


Mereka semua terluka parah.


...


Selain dua pengawal Alger,semua orang terkejut melihat kekuatan bela diri Dylan yang begitu hebat.


Setelah Dylan menyelesaikan pertarungan, dia mengabaikan orang lain dan berjalan langsung ke hadapan Maggie kemudian, Dylan berkata dengan lembut,"Maggie, aku telah datang dan aku tidak akan membiarkan dirimu ditindas lagi mulai sekarang."


Maggie ntar diam di tempat dan hanya tertegun menatap Dylan.


Maggie mengira bahwa dia sedang melihat ilusi dan tidak berani mempercayainya ketika melihat Dylan tiba-tiba muncul setelah menghilang dan tidak ada kabar apapun selama 5 tahun.


Hingga saat ini, ketika Dylan berdiri di hadapannya, Maggie baru yakin bahwa ini bukanlah ilusi.


Kekasihyang selama ini dia rindukan siang dan malam benar-benar telah kembali.


Perasaansedih yang selama ini menumpuk dihati Maggie seketika meluap, air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan.


Dylan merasa ada rasa nyeri yang muncul di hatinya, dia mengulurkan kedua lengannya dan merangkul Maggie ke dalam pelukannya.


"Maggie,maaf..."


"Kamu tidak perlu meminta maaf. Sudah cukup asal kamu bisa kembali."


Maggie menangis dengan bahagia dan mengadakan kepalanya untuk menatap wajah tampan Dylan. Untuk pertama kalinya, senyuman tulus muncul di wajah Maggie.

__ADS_1


"Dasar pasangan brengsek! kalian berpelukan mesra di hadapanku, Apa kalian menganggap aku sudah mati?"


Ketika Alger yang berada tidak jauh dari sana melihat tunangannya berpelukan dengan orang lain, amarahnya serasa akan meledak.


"Kamu memang sudah aku anggap orang mati."


Dylan menoleh dan kilatan dingin terpancar dari sepasang matanya.


Alger langsung jatuh terduduk ketika pandangannya bertemu dengan tatapan Dylan.


Sorot mata Dylan terlalu menakutkan!


"Si ... siapa kamu sebenarnya? Apa kamu tahu apa akibatnya jika berani menyinggungku?"


Algerbangkit berdiri dari lantai dan berjalan mundur ke belakang kedua pengawalnya sambil berkata dengan berpura-pura kuat.


"Aku orang yang tidak bisa kamu singgung."


"Aku juga adalah orang yang akan menghabisimu!" Dylan mengatakannya kata demi kata.


"Haha, lucu sekali. Kamu sok hebat sekali! kamu tidak akan punya kesempatan untuk menghabisiku seumur hidup ini. Ethan, kenapa kamu masih melamun di sana? Habisi dia!"


Algertertawa terbahak-bahak karena perkataan Dylan terdengar seperti lelucon baginya.


Ethan adalah nama pria kekar yang memiliki tinggi tubuh lebih dari dua meter.


Setelah mendapat perintah majikannya, Ethan menjilat bibirnya dan tampak ekspresi haus darah di wajahnya.


Ethanmenerjang ke arah di jalan dengan langkah besar dan kecepatan yang sangat tinggi. Ketika etan berlari, Dia terlihat seperti sebuah tank berbentuk manusia.


Huf,huf,huf ...


Ketika berjarak satu meter dari Dylan. Ethan mengayunkan tinjunya yang besar dengan keras ke arah wajah Dylan.


Terdengar suara berdesir dari tempat yang dilalui tinju Ethan.


"Ah! Hati-hati!"


Maggie meringkuk dalam dekapan Dylan dan memperingatkan dengan cemas saat melihat tinju Ethan yang datang menyerang.


"Tidak apa-apa! Jangan khawatir!"


Sambil tetap memeluk Maggie, Dylan mengulurkan tangannya yang lain dengan acuh tak acuh untuk menyambut serangan tinju Ethan.


"Dasar bodoh! Kalau beradu tinju dengan Ethan, seluruh tanganmu pasti akan hancur." Alger tersenyum menghina saat melihat gerakan Dylan.


Alger seolah-olah sudah bisa melihat betapa tragisnya nasib Dylan.


Saat Keluarga Carson melihat hal ini mereka semua ikut tertawa senang.

__ADS_1


Pikiran mereka sama seperti pikiran Alger, menganggap bahwa beradu tinju dengan Ethan sama seperti Dylan telah mencari jalan mati sendiri.


Dalam sekejap, tinju Dylan telah bertabrakan dengan tinju Ethan dan menimbulkan bunyi keras.


__ADS_2