Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Harus Membunuh Dylan


__ADS_3

Pada waktu yang sama.


Di ibukota,rumah keluarga Brooks.


Di ruang minum teh yang elegan dan tradisional.


Aroma teh menyerbak dan aroma kayu cendana menyeliputi ruangan.


Tetua Keluarga Brooks, Kyve Brooks, sedang duduk di samping meja baduk. Tangan kirinya memegang pion hitam dan tangan kanannya memegang pion putih.


Kyve sedang bermain papan baduk sendiri.


Kyve berusia 70-an, tetapi wajahnya masih cerah dan merona, dengan rambut hitam tebal menutupi kepalanya. Dia tampak seperti pria yang baru berusia 50-an.


Keluarga Brooks merupakan salah satu dari empat keluarga terkaya di ibukota. Orang berwibawa tinggi seperti Kyve ini sangat memperhatikan pola hidup dan perilaku etis. Biasanya, Kyve sudah tidur sebelum jam 10 malam.


Namun saat ini, waktu sudah menunjukkan jam 3 Subuh, Kyve masih belum tidur. Dia sedang menantikan sebuah pesan.


Krek ...


Pintu terbuka.


Putra tertuanya, Karl Brooks masuk dan berkata,"Ayah, seperti dugaan Ayah, Dylan yang telah menghilang selama lima tahun itu muncul. Dia mengacaukan pernikahan dan membunuh Alger dengan kejam."


Kyve meletakkan pion di tangannya dan merenungkan hal ini sejenak. Kemudian Dia berkata dengan perlahan, "Bahkan di bawah perlindungan Ethan dan Fernando pun, Alger bisa mati. Tampaknya Dylan sudah mengalami perjalanan yang tidak biasa selama beberapa tahun ini,kemampuannya amat terlatih. Orang seperti ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, perintahkan Hubert untuk pergi ke kota Riev dan bawa kepala Dylan ke sini."


"Ayah,Hubert sudah mencapai tahap sempurna transformasi. Rasanya berlebihan jika menyuruh Hubert yang membunuh Dylan? Bagaimana kalau kita mengirim orang lain saja?"


Seni beladiri dibagi menjadi tahap basis, tahap madya, tahap transformasi, tahap master dan tahap grand master.


Setiap tahap ini terbagi lagi menjadi dasar, menengah, lanjutan, puncak dan sempurna.


Hubert sudah mencapai tahap sempurna transformasi. Selangkah lagi, Hubert sudah bisa menembus tahap master, kekuatannya tak tertandingi.


Hubert adalah pujaan Keluarga Brooks, dia mendapatkan perlakuan terbaik dan jarang sekali turun tangan.


Karlmerasa ayahnya terlalu membesar-besarkan masalah kecil.


Kalauhanya untuk membunuh Dylan, seharusnya tidak perlu menyuruh ahli terkuat dalam keluarganya untuk turun tangan.


"Kamu tahu apa, dalam menghadapi masalah kecil kita juga perlu berusaha semaksimal mungkin. Kita sendiri belum tahu jelas tentang seluk beluk Dylan, lagi pula dia adalah titik lemah Pak Ian, dan harus dibunuh. Demi mengantisipasi, lebih baik kita utus Hubert saja."


Kyve memarahi anaknya.


"Apa yang Ayah katakan memang benar, aku akan mencari Hubert."


Karl tidak berani membantah ayahnya dan hendak bergegas pergi.


Tepatpada saat ini, seorang ketua dengan pakaian rapi dan tubuh yang lebar muncul di depan pintu tanpa suara.

__ADS_1


"Pak Ian! Mengapa Anda datang kemari?!"


Melihat orang yang datang itu, Kyve segera berdiri dan menyambutnya dengan penuh senyuman.


"Aku datang karena Dylan,apakah kalian sudah menemukannya?"


Tetua dengan pakaian rapi itu berkata dan nada bicaranya penuh wibawa.


Namanya Ian Jefford.


Ian tidak hanya memiliki latar belakang hebat, tapi juga seorang ahli tak tertanding yang sudah menembus tahap sempurna master.


Keluarga Brooksbisa menjadi salah satu dari empat keluarga terkaya di ibukota, semuanya karena mengandalkan dukungan dari Ian.


Dapat dikatakan, tanpa Ian, tidak ada Keluarga Brooks yang sekarang.


Oleh karena itu, Kyve yang berkuasa hanyalah seorang budak di hadapan Ian.


Jika saat ini Dylan juga ada di sini pasti dia langsung akan mengenali Ian.


Diantara, Dylan dan Ian ada dendam yang sangat besar.


Dalam hatinya, Kyve terkejut. Kyve tak menyangka Ian begitu memperhatikan Dylan sehingga Ian datang sendiri di tengah malam untuk menanyakannya.


Kyve berkata dengan hati-hati," Kami sudah menemukannya. Dylan berada di kota Riev,Pak Ian Jangan khawatir, aku sudah mengirim Hubert untuk menghabisinya."


"Kamu melakukannya dengan baik. Hanya dengan beberapa trik, kamu sudah menemuka Dylan yang menghilang. Berhubung karena dia sudah muncul tidak ada alasan lagi untuk membiarkannya hidup. Segera bunuh dia dan bawa kepalanya padaku."


Waktu itu, Ian melukai Dylan dan menendangnya ke sungai di samping Hotel Pacific.


Awalnya Ian mengira Dylan pasti sudah mati. Siapa sangka ketika Ia mengirim orang-orang untuk mencarinya selama tiga hari tiga malam, mereka tidak menemukan jasad Dylan.


Ianmemang tidak senang karena hal ini, tetapi dia juga tidak terlalu mengkhawatirkannya.


Bagaimanapun, meski cukup beruntung untuk hidup kembali, orang sepele seperti Dylan tidak akan menjadi ancaman bagi Ian.


Hanya saja, entah mengapa belakangan ini Ian selalu merasa tidak senang. Dia selalu merasa ada bahaya besar yang sedang mendekatinya.


Oleh karena itu, Iantidak ragu membayar mahal untuk mengundang peramal mistis yang misterius itu untuk meramalnya.


Peramal mistis itu hanya mengatakan bahwa bahaya itu datang dari seseorang yang bernama Dylan, tapi dia tidak mengetahui di mana lokasi Dylan.


Ketikamendengar namanya lagi, dirinya seperti tersambar petir dan sulit untuk mempercayai hal ini.


Ian terus memikirkan hal ini. Dia tidak mengerti, bagaimana Dylan yang bukan apa-apa itu, bisa membuatnya merasakan ancaman sebesar ini? ini tidak masuk akal!


Akan tetapi, ramalan peramal mistis itu selalu tepat, dia tidak mungkin salah.


Sejak saat itu, Ian menganggap Dylan sebagai musuh terbesarnya.

__ADS_1


Ian mengirim banyak orang untuk menyelidiki keberadaan Dylan dan ingin menghabisinya hingga tuntas!


Namun, tetap tidak ada hasil.


Dylan seperti hilang begitu saja.


Keluarga Brooks juga sedang membantu mencari Dylan.


Kyve sangat berpengalaman dan cerdik, dia pun memikirkan strategi untuk memancing Dylan keluar dari tempat persembunyiannya.


Apalagi kalau bukan dengan mengirim putra Keluarga Brooks, Alger Brooks, untuk menikahi Maggie di kota Riev.


Saat Kyvememeriksa informasi, dia mengetahui kalau Maggie adalah orang yang dicintai Dylan.


Jika Dylan benar-benar mencintai Maggie, mana mungkin dia menerima begitu saja, saat orang yang dicintainya menikah dengan Alger. Mungkin pada saat inilah, Dylan akan muncul.


Hasilnya, sesuai dugaan Kyve, Dylan benar-benar muncul di acara pernikahan itu.


Dylanyang selalu dicari-cari oleh orang-orang banyak itu muncul begitu saja dengan terkecil yang dipikirkan Kyve.


Hal ini membuat kekaguman Ian pada Kyve bertambah.


"Pak Ian, begitu Hubert turun tangan, Dylan pasti mati. Nantikan saja kabar baik dari kami."


Mendapatkan pujian dari Ian, Kyve pun tersenyum lebar.


"Begitu ada kabar, segera beritahu aku."


Ianmengangguk dan pergi begitu menyampaikan kalimat itu.


Sebelum keluar, Dia teringat tetapan penuh dendam Dylan saat dia membunuh ayahnya. Tatapan itu membuatnya merasa gelisah.


"Cepat, segera hubungi Hubert dan suruh dia bergegas ke kota Riev malam ini juga."


Kyve mengantar Ian keluar rumah secara pribadi. Setelah itu dia segera berkata kepada tertuanya, Karl.


"Baik."


Karltidak berani menunda hal ini dan segera mencari Hubert.


Di Kota Riev.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki terburu-buru yang mendekat.


Salah seorang bawahannya yang berkeringat itu berkata," Kak Rhoney, Tuan Muda Rick meninggal karena dilempar dari gedung tinggi!"


"Siapa pembunuhnya, apakah kamu sudah memeriksanya dengan jelas?" tanya Rhoney dengan berang.


"Masih belum, tetapi aku sudah mencari tahu tempat tinggal mereka," jawab bawahannya.

__ADS_1


"Kumpulkan orang besok pagi dan bunuh orang-orang itu." Kata Rhoney dengan tatapan bengis.


__ADS_2