
Jam 5 pagi, langit masih gelap.
Dylan selalu bangun tepat waktu. Itu merupakan kebiasaan yang telah Dylan olah dalam kariernya selama bertahun-tahun.
Setelah mencuci muka dan sikat gigi, Dylan datang ke atap yang penuh dengan segala macam sampah.
Dylan mencari tempat yang cukup bersih, kemudian menghadap ke timur dan lalu bersila. Setelah itu,dia mulai berlatih.
Matahari terbit di timur, atmosfer baik juga datang dari timur.
Setiap hari ketika matahari terbit, atmosfer bumi akan muncul di antara langit dan bumi.
Atmosfer baik itu sangat membantu kultivasi Dylan.
Olehkarena itu, tidak peduli cuaca berangin atau hujan, Dylan akan berlatih pada waktu ini setiap hari.
Satu jam berlalu.
Dylan membuka matanya dan menghela nafas berat.
Huh ...
Udara keruh keluar dari mulutnya. Seperti ular kecil yang gesit, mereka berkumpul dan tidak menyebar. Hingga jaraknya mencapai tiga meter, udara itu baru menghilang secara perlahan.
Dijalanan yang rusak, pejalan kaki mulai bermunculan.
Toko-toko sarapan mulai dibuka, dan segala macam aroma masakan tercium.
Dylan akan membeli sarapan untuk keluarganya.
__ADS_1
Terlalu merepotkan untuk menggunakan tangan. Dia pun langsung lompat dari atap lantai enam dan mendarat di tanah dengan kokoh.
Kebetulan ada seorang gadis yang berjalan tidak jauh darinya. Melihat Dylan jatuh dari langit ke rumah dia sangat terkejut sampai roti kukus yang dibelinya jatuh ke tanah.
Dylan merasa bersalah dan membelikannya sekeranjang roti kukus isi daging.
Sang gadis masih terpaku menatapnya saat Dylan berjalan masuk ke sebuah restoran mie di sebelah.
Saat kembali ke rumah sewa, Dylan mendengar tangisan Jane dikamar.
Dylan terkejut, Dia segera meletakkan sarapan yang ditentengnya dan bergegas masuk ke kamar Maggie.
"Jane,ada apa? Lukanya sakit,ya?"
Dylan menggendong Jani dan bertanya dan khawatir.
Ketika Jane melihat Dylan, dia berhenti menangis dan berkata sambil tersenyum, "Jane tidak sakit, Ayah. Namun,Jane kira Ayah sudah tidak menginginkan Jane lagi."
"Ibu, Jane juga merindukanmu."
Jane sangat pintar. Dia mencium wajah ibunya. Sikapnya membuat Dylan dan Maggie tersenyum.
"Jane, Ayah tidak akan meninggalkanmu dan ibu. Ayah baru saja pergi membeli sarapan."
Dylanberkata sambil membelai kepala putrinya dengan lembut.
Setelah sarapan, Cathy mengambil tas kerjanya dan bergegas berangkat kerja.
Tempatkerjanya sangat jauh, dia harus menempuh perjalanan selama satu jam dengan menggunakan bus.Jika Cathy terlambat keluar rumah dia akan terlambat.
__ADS_1
Dylan memberinya uang untuk naik taksi, tetapi Cathy bersikeras menolaknya.
Maggie juga hendak pergi bekerja, tetapi dihentikan oleh Dylan.
"Buat apa kamu bekerja? Jangan melanjutkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan itu lagi. Aku punya uang, dan itu cukup untuk kebutuhan kalian."
Dylan berkata dengan nada yang tegas.
Sungguh lucu, Dylan adalah ketua Imperium yang bermartabat, berkuasa dan kaya. Bagaimana bisa dia membiarkan wanitanya menjadi seorang petugas kebersihan.
Maggie tersenyum dan tidak menolak kebaikan Dylan.
Maggie juga tidak ingin menjadi petugas kebersihan. Dulu dia menerima pekerjaan itu karena tidak ada pilihan lain.
Sekarang, Kekasihnya telah kembali. Dengan adanya orang yang bisa diandalkan, dia pun tidak perlu melanjutkan pekerjaannya itu.
Selain itu, Keluarga Carson juga sudah jera dihukum oleh Dylan kemarin. Mereka tentu tidak berani mempersulit Maggie lagi.
Sebenarnya dengan pendidikan yang tinggi, Maggie bisa mendapatkan pekerjaan bergaji tinggi di gedung perkantoran kelas atas dengan mudah.
Sekitar jam 8, Dylan dan Maggie keluar rumah bersama.
Dylan ingin membawa Maggie ke kota untuk memilih vila.
Jane terluka dan tidak bisa pergi ke taman kanak-kanak. Dia juga tidak boleh berjalan keluar, jadi mereka menitipkan Jane kepada Rose untuk merawatnya.
Dipinggir jalan di luar wilayah kumuh, Dylan dan maggis sedang menunggu taksi.
Namun tampaknya, sangat jarang ada yang melewati jalan ini.
__ADS_1
Setelah menunggu lama, satu taksi pun belum ada yang melintas.