
Boom!
Dylan menginjak perut Jeff dengan satu kaki dan menghancurkan organ dalamnya.
Tujuh Jeff yang kesakitan membungkuk seperti udang, wajahnya berubah menjadi merah, dan tubuhnya sempat kejang beberapa kali sebelum pingsan.
"Bocah, Apa kamu pikir perkataanku hanya angin lalu? Bagus sekali, kamu berhasil membuatku marah. Mulaihari ini, jangan harap kamu bisa berdiri dan keluar dari sini."
Manager Sullivan kesal karena nyalinya terlalu kecil dan takut akan tatapan Dylan barusan.
Diapun melambaikan tangannya dan berkata kepada selusin penjaga keamanan di sana," Setiaporang akan mendapatkan bonus satu juta rupiah. Pukuli dia sampai sekarat, jika dia mati biar aku yang tanggung."
Para penjaga keamanan yang mendengar nominal satu juta itu langsung bersemangat.
Mereka semua bersiap dan bergegas meluncur ke arah Dylan.
"Jangan pukul dia!"
Marry memalingkan wajahnya, dia tidak tega melihat Dylan dipukuli.
Ada begitu banyak penjaga keamanan. Marry merasa bahwa Dylan pasti akan kalah dan mungkin akan dipukuli hingga cacat.
Dia tidak sanggup melihat semua ini.
Sebaliknya, wajah Maggie tampak sangat tenang. Dia tahu kekuatan Dylan dan tahu Dylan akan mengalahkan para penjaga keamanan ini dengan mudah.
"Marry, khawatir, pacarku sangat hebat."
Maggie menenangkan Marry.
Adarasa bangga dalam ucapannya saat dia berkata demikian.
"Benarkah?"
Marry tidak begitu yakin.
Sehebatapapun pacarnya, mana mungkin bisa mengalahkan belasan orang ini.
Namun, adegan selanjutnya membuat rahang Marry hampir jatuh ke tanah karena terkejut.
Dylan tiba-tiba melancarkan serangan.
Dari tadi dia hanya diam saja, tapi sekali turun tangan, kekuatannya sungguh luar biasa.
Marry bahkan tidak bisa melihat sosok Dylan dengan jelas. Dia hanya bisa melihat bayangan kabur yang menerobos tulisan penjaga keamanan dengan kecepatan luar biasa.
Belasanpenjaga keamanan itu tergeletak di tanah dan meratap dalam sekejap mata.
Setiap orang yang terkapar menderita hidung memar, wajah bengkak, dan tangan serta kaki patah.
"Terlalu hebat, dia seperti pahlawan yang ada di film."
Marry menggosok matanya dan masih mengira bahwa dia salah lihat.
Dahi Manager Sullivan penuh dengan keringat , dia tidak menyangka bahwa Dylan sekuat ini.
Selusin penjaga keamanan yang terlatih tidak berdaya di hadapan Dylan.
Ada ketakutan di dalam hatinya. Jika dia tahu hal ini akan terjadi, dia akan memilih untuk tetap di lantai 2 dan tidak turun untuk membela Jeff.
__ADS_1
Sekarang dia telah menjerumuskan dirinya sendiri dalam bahaya.
Dirinya telah berkecimpung di bidang penjualan selama lebih dari Sepuluh tahundan kemampuannya dalam berbicara dengan orang lain juga sudah terlatih. Senyuman tiba-tiba merekah di wajahnya ketika melihat situasinya yang tidak benar ini dan berkata kepada Dylan,"Kira tidak akan mengenal satu sama lain jika tidak berkelahi. Aku yang salah dalam masalah ini. Aku akan mentraktir makan siang sebagai permintaan maaf."
Dylantersenyum dingin, dia terlalu malas untuk bicara omong kosong dengan orang seperti ini.
Dylan menghempaskan tangannya.
Telapak tangannya mendarat di wajah Manajer Sullivan.
Suaratamparan yang renyah menyebar ke setiap sudut aula!
Manajer Sullivan terpental seperti layang-layang yang talinya terputus.
Diamendarat di tanah dan menabrak ubin lantai hingga beberapa giginya patah.
Air mata dan ingus mengalir di wajah Manajer Sullivan saking sakitnya, dia sangat marah atas penghinaan ini.
Dia memaki," Sialan, Aku ingin berdamai denganmu Dengan hormat, tapi kamu malahmemperlakukanku seperti ini, Kamu kira aku benar-benar takut padamu? Apa kamu tahu siapa bosku? Dia adalah orang terkaya dikota Riev, Chris Walt. Menyinggungku sama saja dengan menyinggung bosku, kamu hanya tinggal menunggu kematian jika aku meneleponnya."
Manajer Sullivan menekan nomor di ponselnya dan berkata dengan penuh kepedihan Setelah telepon terhubung,"Bos,ada orang yang membuat masalah di aula Bagian Penjualan. Diabukan hanya melukai selusin penjaga keamanan, tapi juga melukaiku,cepat datang dan bantu kami."
Chris secara kebetulan baru saja turun dari mobil yang letaknya tidak jauh dari aula Bagian Penjualan.
Dia menutup telepon dan wajahnya terlihat sangat muram.
Siapa pun bisa melihat bahwa dia sangat marah.
"Pak Chris, Apa yang terjadi?"
Disampingnya berdiri seorang pemuda dengan tubuh yang tinggi dan besar.
Jangan salah sangka dengan tampilannya yang masih muda dan baru berusia dua puluh lima tahun.
Siapapun yang mengenalnya pasti tahu dia adalah orang yang kejam.
Dia adalah bos dunia bawah tanah kota Riev.
Selain itu, dia juga adalah ahli bela diri tahap awal transformasi.
Lark dan Chris memiliki hubungan pertemanan yang erat, sehidup semati.
Keduanyabukan hanya adalah rekan bisnis, tapi juga memiliki hubungan seperti kakak adik yang dekat secara pribadi.
Hari ini,Lark akan membeli sebuah Vila di Perumahan Bangau. Mendengar kabar itu, Chris berinisiatif untuk menemaninya secara pribadi ke aula Bagian Penjualan Perumahan Bangau.
Siapasangka, begitu turun dari mobil, Dia mendapat kabar bahwa ada orang yang membuat masalah dan memukuli penjaga keamanan serta manajernya.
Bagaimana mungkin hal ini tidak membuat Chris marah?
"Ada orang yang membuat masalah di aula Bagian Penjualan."
Chris berkata dengan nada dingin.
"Siapa orangyang punya nyali sebesar itu, berani sekali membuat masalah di wilayahmu? kebetulan Sudah lama aku tidak melatih ototku. Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini nanti."
Lark kata dengan santai.
"Kalau begitu aku akan merepotkanmu." Chris mengangguk.
__ADS_1
Kedua orang itu berjalan memasuki aula Bagian Penjualan.
"Manajer Sullivan, siapa orang bernyali besar yang berani membuat masalah di sini?"
Chris bertanya dengan suara yang lantang.
Begitu memasuki aula, dia melihat penjaga keamanan tergeletak di tanah dan Manajer Sullivan dipukuli hingga mulutnya berdarah.
Seketika ledakan amarah melonjak di dalam hatinya.
"Dia adalah orang yang buat masalah. Dia yang memukuli Kami sampai jadi seperti ini."
Manajer Sullivan menunjuk Dylan dan berkata dengan ekspresi penuh penderitaan.
Nada bicaranya langsung menjadi lantang dengan adanya dukungan bos.
Terlebih lagi, dia melihat adanya Lark di samping bos. Dia tahu tomat sudah riwayat Dylan hari ini.
Manajer Sullivan tertawa liar dan berkata, "Bajingan! Habislah dirimu! Ada kak Lark yang turun tangan, Kamu tidak akan punya kesempatan untuk hidup lagi!"
"Diam! Dasar bajingan!"
Chris tiba-tiba berteriak dengan marah pada Manajer Sullivan tepat ketika Manajer Sullivan sedang tertawa liar penuh kebanggaan.
Setelah itu, Manajer Sullivan melihat pemandangan paling luar biasa yang pernah dia saksikan di dalam hidupnya.
Buk!
Dia melihat orang terkaya,orang nomor satu di kota Riev, Chris Walt, berlutut di tanah dengan kaki yang lemas.
Chris Walt berlutut dan meraih kaki Dylan,mengabaikan martabatnya di hadapan semua orang.
Dengan dahi di tanah dan tubuh yang gemetar Dia berkata," Hamba tidak cukup tegas dalam mendisiplinkan anak buah hingga membuat mereka menyinggung Ketua Imperium. Hamba rela mati untuk mendapatkan permohonan maaf."
Chris tidak ragu sama sekali untuk mengangkat telapak tangannya dan menepuk kepalanya sendiri setelah selesai berbicara.
Namun ternyata dia adalah seorang ahli bela diri tahap transformasi.
Jikadia mengempeskan telapak tangannya, kepalanya pasti akan hancur dan tidak ada kemungkinan untuk hidup sama sekali.
Hening!
Ketenangan yang mencekam seperti kematian!
Semua orang yang ada di aula terkejut ketika melihat pemandangan ini.
Orang terkaya di kota Riev yang bermartabat ternyata sampai merangkak di kaki Dylan seperti budak, bahkan meminta maaf hingga rela mengorbankan nyawanya. Apa sebenarnya asal usul Dylan?!
Semua orang memandang Dylandengan tatapan terkejut dan mencoba untuk mengira-ngira identitasnya.
Marry terkejut hingga mulutnya ntar nganga dalam waktu yang lama. Adasuatu cahaya aneh yang terpancar dari matanya saat dia memandang Dylan.
Maggie juga sangat terkejut. Dia tahu bahwa Dylanadalah orang yang sangat hebat dari beberapa peristiwa kemarin dan hari ini, tapi dia tidak tahu bahwa kemampuannya sebesar ini hingga membuat seorang Chris menundukkan kepalanya ketika melihat Dylan.
Orang yang paling terkejut di sini adalah Manajer Sullivan.
Dia sudah pipis di celana karena ketakutan.
Telapak tangan Chris sudah mendekat ke dahinya. Jika diteruskan, dia akan mati di detik berikutnya.
__ADS_1
Dylan melambaikan tangannya, angin kencang datang dan mendorong telapak tangan Chris menjauh dari dahinya.