Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Hal Yang Mencengangkan


__ADS_3

Alger sama sekali tidak menyangka rencananya menyuruh Dean menculik Jani untuk mengancam Maggie bisa diketahui Dylan.


Mereka melakukan rencana ini dengan sangat hati-hati. Hal ini tidak pernah dibocorkan kepada orang lain sama sekali.


Kalau begitu, bagaimana cara Dylan mengetahuinya?


Apakah Dean telah menghianatinya?


Alger melihat kabar Dean dengan tatapan bertanya.


Dean juga kebingungan, tidak memahami situasi ini sama sekali.


"Maggie, aku bereskan dua sampah yang mencuri Putri kita dulu. Nantiaku akan membuat perhitungan dengan Keluarga Carsonn untuk membantumu menegakkan keadilan." Dylan berkata kepada Maggie.


""Dylan, lupakan saja. Kalau kamu membunuh mereka, kamu akan terjerat hukum. Aku tidak ingin kamu masuk penjara."


Maggie juga sangat membenci Alger dan Dean. Dia juga sangat ingin membunuh mereka berdua.


Namun, bagaimanapun Negara Cassa adalah Negara hukum. Tindakan pembunuhan akan dihukum dengan masuk penjara.


Maggie tidak rela berpisah dengan Dylan saat mereka baru saja bertemu kembali.


"Orang yang kubunuh adalah orang jahat yang pantas dibunuh. Aku tidak akan dihukum."


Dylan berkata sambil tersenyum. Dia memiliki hak membunuh di tangannya. Orang seperti Alger dan Dean boleh langsung dibunuh. Hal ini tidak akan membuat Dylan menanggung akibat apapun.


"Namun ... "


Maggie masih ingin membujuknya,tapi Dylan sudah terbalik dan berjalan selangkah demi selangkah ke arah Alger.


"Jangan kemari. Aku keturunan langsung dari Keluarga Brooks di ibukota. Kalau? kamu membunuhku, kamu akan menerima pembalasan dendam besar-besaran dari Keluarga Brooks. Kamu akan mati secara mengenaskan."


Alger menggertakan gigi dan memanfaatkan kekuasaan keluarganya.


Dia awalnya mengira Dylan akan menghentikan tindakannya.


Namun, sedetik kemudian dia menyadari penilaiannya telah keliru.


Dylan tidak berniat untuk berhenti sama sekali.


"Keluarga Brooks dari ibukota? Apa itu? Kalau mereka berani membalasku, aku tidak keberatan membuat nama keluarga Brooks lenyap dari ibukota!"


Dylan tertawa jenis. Diamemiliki kepercayaan diri yang penuh saat mengucapkan kalimat ini.

__ADS_1


Jangankan Keluarga Brooksbahkan jika keempat keluarga besar di ibukota mencari masalah dengan Dylan secara bersamaan, Dylan tetap bisa melenyapkan mereka semua dengan mudah!


...


Tuk tuk tuk ...


Suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar.


Puluhan orang terserah kamu petugas tiba-tiba menerobos masuk ke dalam aula pesta.


Mereka semua adalah orang dari petugas keamanan.


"Aku mendapatkan laporan bahwa ada orang melakukan tindakan kriminal di sini. Siapa itu?"


Sebuah suara yang sangat berwibawa terdengar.


Kemudian,Gary Winfield yang merupakan ketua dari petugas keamanan berjalan masuk ke dalam.


"Aku!"


Dylan berbalik dan menatap Gary secara langsung, lalu berkata,"Aku ingin membunuh dua orang apa kamu keberatan?"


Saat Gary melihat wajah Dylan dengan jelas, entah kenapa Garymerasa merinding dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Alis Gary berkerut. Dia merasa wajah Dylan terlihat familiar, seperti mereka pernah bertemu. Hanya saja,untuk sesaat dia tidak bisa mengingat di mana dirinya pernah bertemu dengan Dylan.


"Pak Gary, dialah yang melakukan tindakan kekerasan. Kalau kamu datang sedikit lebih lambat, aku pasti sudah mati di tangannya. Tadi, dia bahkan melukai belasan orang. Pak Gary harus menghukum pelaku kriminal seperti ini dengan berat. Cepat tangkap dia."


Kemunculan Gary membuat nyali Alger menjadi lebih besar dan lebih percaya diri. Dia tidak merasa takut pada Dylan lagi.


Dia terus berkata dengan arogan terhadap Dylan,"Bocah, kamu sudah tidak punya kesempatan untuk membunuhku. Aku akan memberimu pelajaran baik-baik setelah kamu ditangkap dan masuk penjara. Akan aku buat kamu menderita.


"Tidak hanya seperti itu, Maggie, wanita murahanmu itu juga akan ku permainkan, kuinjak-injak, dan membuatnya dikotori oleh banyak pria.


"Haha, kamu sekarang sangat menyesal,'kan? Sayangnya, itu sudah terlambat! Inilah akibat dari menyinggung ku!"


Ekspresi wajah Alger sangat mengerikan, terlihat sangat bengis. Kebenciannya terhadap Dylan sudah memuncak. Hanya dengan pembalasan dendam yang paling kejam baru amarahnya bisa terlampiaskan.


"Sudah selesai? Kalau begitu, sudah waktunya kamu mati!"


Dylan langsung menyerang tanpa mempedulikan Gary anggota petugas keamanan.


Bhoomm!

__ADS_1


Tinjunya mendarat di dada Alger. Dada Alger seketika langsung penyok ke dalam.


Beberapa tulang Alger patah. Dia dia terjatuh ke lantai dan menjerit.


Kemudian,Dylan berjalan mendekatinya dan menendangnya empat kali berturut-turut di setiap kota keranya.


Keempat anggota geraknya menjadi hancur lebur bagaikan lumpur.


Dylan tidak langsung membunuhnya karena ucapan Alger tadi terlalu kejam. Pria itu ingin membalasnya sebagaimana Alger ingin menindasnya. Dia ingin menggunakan cara paling kejam untuk menyiksanya secara perlahan-lahan.


"Ahhh!"


Dalam suara jeritan Alger terkandung suara tangisan. Rasa sakit yang parah membuatnya hampir mengalami syok.


Alger mengamuk dan berteriak,"Pak Gary, apalagi yang kamu lakukan? Cepat tembak dia!"


Puluhananggota petugas keamanan mengeluarkan pistol dan membidikkannya ke arah Dylan.


"Angkat kedua tanganmu! Berjongkok di lantai kalau tidak, kami akan menembakmu!" Seorang petugas keamanan memberi peringatan.


Carmilla dan Maggie menunjukkan raut wajah cemas. Mereka khawatirkan keselamatan Dylan.


Mereka takut Dylan tidak mau mendengarkan peringatan dan tetap ingin membunuh Alger.


Jika hal itu terjadi, Dylan akan sulit untuk meloloskan diri dari tembakan begitu banyak pistol.


"Kamu sedang memberiku peringatan?" Dylan bertanya kepada petugas keamanan itu sambil tersenyum di sinis.


Lalu, Dylan menginjak bagian inti energi Alger hingga remuk tepat di depan mata aparat petugas keamanan itu.


"Kamu cari mati! Tembak!"


Setelah mendapatkan perintah menembak, puluhan anggota petugas keamanan langsung bersiap untuk menembak.


"Siapa yang menyuruh kalian? Semuanya, letakkan pistol kalian!"


Gary yang sejak tadi berada dalam keadaan tercengang mendadak bersuara. Dia membentak semua anggota petugas keamanan dengan keras.


Anggotapetugas keamanan hanya bisa mendengar perintah dari ketua dan meletakkan pistol mereka.


Mereka sangat bingung. Ketua mereka biasanya sangat membenci kejahatan. Dia tidak pernah berbelas kasihan pada pelaku kejahatan. Namun, kenapa hari ini malah berubah drastis?


Pelakunya bahkan melukai orang tempat di depan matanya, tapi Ketua malah melarang mereka menembak.

__ADS_1


Saat mereka sedang kebingungan, tindakan selanjutnya dari Sang Ketua semakin membuat mereka tercengang.


Gary aku keringat yang bercucuran di dahinya, lalu bergegas menghampiri Dylan. Dibawa tatapan terkejut semua orang, dia membungkuk sebesar 90 derajat terhadap Dylan dengan sikap penuh hormat.


__ADS_2