
Biasanya,Jane benci minum obat,tetapi sekarang dia meminumnya dengan patuh.
"Ayah, apakah kamu memberiku pil dewa? Aku tidak merasa sakit lagi,sungguh menakjubkan," Jane berkata sambil tersenyum.
Hati Dylan Grayson tersentuh. Putrinya patuh sekali. Jelas-jelas dia merasa sangat tidak nyaman dan kesakitan. Jane terus menahan rasa sakitnya agar Dylan tidak sedih.
Memiliki anak perempuan seperti itu. Dylan sudah merasa bersyukur.
"Ini pil dewa. Ke depannya, Ayah akan memberimu pil dewa setiap hari. Putriku yang pintar,tunggu ayah dipesawat dulu. Ayah masih harus mengurus sesuatu. Nanti Ayah akan membawamu kerumah sakit untuk membalut luka,lalu membawamu pergi mencari ibu, bagaimana?"tanya Dylan.
"Baiklah. Ayah, selesaikan urusanmu." Jane mengangguk tapi matanya menunjukkan keengganan.
Dylan menunjukkan senyum ramah dan berbalik untuk turun.
Di lantai 33.
Dylan memotret mayat tujuh penculik itu dengan ponselnya. Lalu,dia juga memotret kartu identitas mereka dan mengirim foto-foto itu dengan perangkat lunak obrolan khusus.
Kemudian,Dylan menekan sebuah nomor telepon.
"Ketua!"
Diseberang telpon, terdengar suara yang gemetar dan penuh dengan kegembiraan.
"Garrick,Aku baru saja mengirim beberapa foto. Selidiki identitas mereka sesegera mungkin. Aku ingin tahu siapa yang memerintahkan mereka menculik putriku."
Nada bicara Dylan penuh dengan aura membunuh.
Garrick berada ribuan mil jauhnya dari Dylan. Meskipun hanya berbicara lewat telepon, Garrick tetap merasa ketakutan sampai merinding dengan aura membunuh Ketua Imperium.
"Siap,aku akan menyelidikinya sekarang."
Garrick adalah mata-mata terbaik di Imperium. Dia juga merupakan peretas paling jago. Jika tugas itu dipercayakan padanya,pasti hasilnya akan didapatkan dalam waktu singkat.
"Beri tahu saudara-saudari di Imperium bahwa ini adalah urusan pribadiku. Aku akan menangani nya sendiri. Jangan bertindak gegabah."
Setelah memberi perintah,Dylan menutup telepon.
Dylan bisa membayangkan betapa marahnya para bawahannya ketika tahu bahwa putri Dylan diculik.
Untuk menghindari bawahannya melakukan hal-hal ekstrem,Dylan meminta Garrick untuk menyampaikan pesan.
"Baik,Ketua!"
Setelah mengakhiri panggilan, Garrick tidak tahan untuk tidak berteriak,"Astaga!"
"Garrick,mengapa kamu teriak-teriak?" Max Connor,sang Dewa Perang, berkata dengan tidak senang.
"Barusan,Ketua memberitahuku bahwa dia memiliki seorang putri!" Kata Garrick.
"Astaga!"
"Apa?"
__ADS_1
"Ya Tuhan!"
Di kapal induk Dylan,suara terkejut dari sekelompok pria terdengar satu per satu. Bahkan Max,si dewa perang,pun ikut melontarkan umpatan.
"Apa-apaan ini? cepat beritahu kami,sejak kapan ketua memiliki seorang putri?"
Sekelompok pria ganas yang tak kenal takut mengelilingi Garrick dan mulai bergosip.
"Uhuk,uhuk,uhuk...Dewa perang,kamu mencekik leherku,bagaimana aku bisa berbicara?"
Garrick hampir mati dicekik oleh dewa perang yang terlalu bersemangat.
"Katakan!"
Max si dewa perang memerintahkan.
Garrick menggelengkan kepala dan berkata, "Aku juga tidak tahu kapan ketua memiliki seorang putri. Namun,tadi Ketua sangat marah. Dia meminta ku untuk menyelidiki dalang dibalik penculikan putrinya."
"Apa?Putri Ketua diculik?cepat, perintahkan Anggota Imperium di seluruh dunia untuk berkumpul dan bersiap untuk pertempuran tingkat khusus. Setelah dalangnya ditemukan,semua orang ikut membunuhnya bersamaku. Aku ingin melihat siapa orang gila yang tidak takut mati dan berani menculik putri kecil kita."
Max si dewa perang sangat marah dan langsung mengeluarkan perintah tertinggi.
"Baik"
Para pahlawan sangat marah,dan tubuh mereka semua memancarkan aura membunuh yang mengerikan.
"Jangan,jangan,jangan. Kak dewa perang,tadi Ketua sudah memintaku untuk menyampaikan pesan padamu,jangan bertindak gegabah. Ketua akan menyelesaikan masalah ini."Garrick berkata dengan cepat. Sejujurnya,dia juga ingin segera membunuh si brengsek dan mencabik-cabik nya.
Namun,Ketua Imperium sudah memberi perintah. Jadi, Garrick tidak berani dan tidak akan melanggar perintah itu.
Max si dewa perang berkata dengan marah.
Selama ini,dia selalu tenang dan memiliki wibawa seorang jenderal yang hebat.
Kalau tidak begitu,Dylan juga tidak akan menyerahkan Imperium kepada Max sebelum pergi.
Namun pada saat ini,Max adalah orang yang paling marah.
Hidupnya telah diselamatkan oleh Ketua Imperium lebih dari belasan kali.
Kemampuannya juga diajarkan oleh Ketua Imperium.
Dylan dan Max adalah atasan dan bawahan,tapi mereka seperti saudara yang rela berkorban nyawa satu sama lain.
Bagaimana Max bisa sabar ketika mengetahui putri ketua Imperium dianiaya!
Tidak ada tempat untuk melampiaskan kemarahannya. Oleh karena itu,Max melambaikan tangannya yang besar dan memerintahkan,"Sial, suasana hatiku sedang buruk sekarang. Aku harus melampiaskannya. Dengar-dengar,ada belasan armada perusak dari negara Matahari yang berkeliaran di laut selatan. Ayo,habisi mereka."
"Baik!"
"Semuanya berkumpul,kita akan bertempur!"
"Hancurkan Armada perusak negara Matahari!"
__ADS_1
Semua orang meraung dengan marah. Mereka juga membutuhkan pertempuran untuk melampiaskan kemarahan mereka.
...
Setelah selesai dengan urusan dilantai 33,Dylan Grayson kembali ke atap dan menerbangkan pesawat tempur J-99 kerumah sakit Samono di pusat kota.
Saat ini,mereka sedang berada dipinggir kota. Jaraknya satu setengah jam perjalanan dari rumah sakit Samono dengan menggunakan mobil.
Dylan tidak bisa menunggu selama itu. Dia langsung menerbangkan pesawatnya.
Ini pertama kalinya Jane Grayson naik pesawat. Dia sangat senang ketika melihat pemandangan di bawah.
Ketika melihat putrinya bahagia, suasana hati Dylan ikut membaik.
Wajah Dylan yang dingin juga dipenuhi dengan senyum bahagia.
Dalam waktu kurang dari lima menit, mereka sudah sampai dipusat kota.
Dipusat kota,banyak orang lalu-lalang. Jika sembarangan mendaratkan pesawat tempur J-99, Dylan akan menyebabkan masalah yang tidak perlu.
Oleh karena itu,Dylan Grayson mendaratkan pesawatnya ditempat pasukan polisi khusus yang hanya berjarak satu kilometer dari Rumah Sakit Samono.
Dylan sudah memberi tahu mereka sebelumnya. Jadi,tidak ada satupun tentara yang menghentikannya.
Dylan mengendarai mobil militer sambil menggendong putrinya. Tidak lama kemudian,mereka tiba di Rumah Sakit.
...
"Apakah kamu ayah dari anak ini?"Seorang dokter wanita bertanya kepadanya ketika mereka tiba di rumah sakit.
"Benar."Dylan mengangguk.
Wajah dokter wanita itu tampak muram,lalu dia mengkritik,"Bagaimana caramu mengurus anakmu? Bisa-bisanya kamu membiarkan anakmu dianiaya dengan begitu parah."
Jelas sekali, bekas luka ditubuh Jane Grayson adalah bekas cambukan.
Dokter wanita itu tidak bisa membayangkan siksaan seperti apa yang telah dialami gadis kecil yang ada didepannya.
"Ini semua salahku. Aku tidak menjaga putriku dengan baik dan dia teraniaya. Ini tidak akan pernah terjadi lagi dimasa depan."
Dylan tidak marah dikritik dokter wanita itu. Dokter itu juga berniat baik.
Apalagi,Dylan merasa bahwa ini adalah kesalahannya sendiri sehingga membuat putrinya terluka.
Melihat sikap Dylan yang tulus, dokter wanita itu berhenti bertanya, lalu berkata,"Luka anak ini tidak serius,tetapi bekas lukanya terlalu banyak. Luka ini perlu dibersihkan dengan alkohol terlebih dahulu untuk menghentikan peradangan. Sebaiknya, biarkan dia dirawat dirumah sakit untuk diobservasi dan dirawat selama dua hari. Setelah lukanya sembuh,dia boleh keluar dari rumah sakit."
"Baik,aku setuju dengan saranmu."Dylan mengangguk.
Satu jam kemudian.
Ketika pintu kamar rumah sakit VIP level atas terbuka,dokter wanita itu keluar dan berkata,"Lukanya sudah diobati,cepat gadis kecil itu tidak berhenti berteriak agar Ayahnya tidak meninggalkannya. Aku bisa melihat bahwa putrimu sangat bergantung padamu. Tolong berikan lebih banyak waktu untuk menemaninya dimasa depan."
"Baik"Dylan berkata dengan tatapan yang lembut.
__ADS_1
"Ayah"
Jane berteriak gembira ketika melihat ayahnya datang. Kemudian dia mengeluarkan kedua tangannya yang kecil dan lembut. Dia ingin memeluk Ayahnya.