Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Hawa Membunuh Membumbung Tinggi


__ADS_3

Ketika seluruh keluarga Carson mendengar suara seruan ini, mereka langsung berdiri!


Dibawah pimpinan Axton yang merupakan kepala keluarga, semua orang berjalan dengan cepat menuju pintu.


Mereka harus menyambut kedatangan Alger dengan etika tertinggi.


Tidak hanya keluarga Carson, seluruh tamu terhormat yang datang juga ikut berdiri, terkecuali Dylan.


Alger adalah pewaris dari keluarga Brooks di ibukota.


Meskipun Alger hanyalah tokoh kecil di keluarga Brooks, dia tetap salah satu anggota keluarga tersebut dan status yang dimilikinya sangat mulia.


Dengan dikelilingi anggota keluarga charson, Alger memasuki aula perjamuan seperti bulan yang dilingkari bintang-bintang.


Alger menjadi fokus para hadirin.


Paras Alger sangat tampan. kharismanya tampak anggun dan ramah. Sebuah senyuman hangat terus terlukis di wajahnya dan memberikan kesan yang sangat baik pada orang yang pertama kali ditemuinya.


Di belakangnya, Alger terus disertai dua orang pengawal yang berdiri sangat dekat di sisinya.


Yang satu adalah pria kekar dengan tinggi lebih dari dua ratus meter.


Satulagi adalah pemuda yang memancarkan aura dingin dan aneh dari tubuhnya.


"Halo,Tuan Besar Alger."


"Selamat kepada Tuan Besar Alger, selamat!"


"Selamat atas pernikahan Tuan Besar Alger!"


Berbagai ucapan selamat dan suara menyanjung terus terdengar.


Bahkan, Carmilla juga ikut memanggil Tuan Besar Alger dengan antusias.


Bisa dilihat seberapa tinggi martabat yang dimiliki Alger.


Namun, Dylan justru tidak bangkit dari kursinya dan tidak menyapa Alger.


Hanya ada beberapa orang di dunia ini yang mampu membuat Dylan berdiri untuk menyapa mereka.


Kala ini,semua orang sedang berdiri untuk memberi salam pada Alger, dan hanya Dylan seorang yang duduk.


Di seluruh aula perjamuan, Dylan tampak berbeda dan sangat mencolok."Hei, jangan duduk saja, kamu tetap harus menjaga harga diri Tuan Besar Alger."


Carmilla khawatir sikap deyelan akan membuat Alger tidak senang, jadi dia berbaik hati mengingatkannya.


"Tidak masalah,dia hanya tokoh kecil yang biasa-biasa saja aku tidak perlu menjaga harga dirinya."


Dylan melirik Alger sambil berpikir, orang ini yang akan menikahi Maggie?


Kamu ingin mencoba mengambil wanitaku?


Besar sekali nyalimu!


"Ssttt, pelankan suaramu, Jangan sembarangan berbicara. Hati-hati musibah mengintaimu."


Carmillaterperanjat, dia bergegas menghentikan Dylan agar tidak lanjut berbicara.


Seandainya Alger mendengar hal ini. Dylan bisa saja kehilangan nyawanya.

__ADS_1


Dylan tertawa dan tidak menyangkal, dia sama sekali tidak peduli.


Alger sedang tersenyum untuk menanggapi salam yang diberikan orang-orang. Tentu raja, dia tidak melihat Dylan yang senang duduk.


Namun, Alger segera melihatnya. Dia mengerenyitkan alis dan memperlihatkan raut wajah tidak senang.


Axton pintar dalam mengamati ekspresi seseorang. Melihat raut wajah agar yang tidak puas dengan sikap Dylan, Axton kemudian memberi isyarat mata kepada putra bungsunya.


Marcus menangkap maksud ayahnya yang memintanya mengusir Dylan keluar.


Marcus sangat dilema, dia mendekatkan diri ke telinga Axton dan berbisik,"Ayah, orang itu dibawa masuk oleh Carmilla. Jika kamu mengusirnya, itu berarti kita menyinggung keluarga Harper. Mumpung Tuan Besar Alger belum marah, sebaiknya kita segera memulai perjamuannya. Setelah Maggie keluar, seluruh perhatian Tuan Besar Alger akan tertuju pada Maggie. Dia tidak akan memperhitungkan masalah sepele seperti ini lagi."


Axton mengangguk. Dua merasa yang dikatakan putranya sangat masuk akal.


Axton menepuk tangan dengan keras. Ketika para hadirin sudah tenang, dia pun berkata dengan lantang,"Hari ini adalah hari pertunangan Tuan Besar Alger dengan keponakanku Maggie. Terimakasih atas kehadiran semua orang, sekarang aku akan mengumumkan bahwa acara pertunangan ini resmi dimulai. Silahkan Tuan Besar Algerlgar naik ke atas pentas, Maggie akan segera tiba di sini."


Alger sangat bersemangat dan berbahagia. Dia berjalan ke atas pentas dan menunggu kehadiran Maggie.


Alger dengan susah payah ingin menikahi Maggie sebagai istrinya karena dua alasan.


Pertama karena Maggie yang berparas menawan, layaknya Dewi yang turun dari khayangan, kecantikannya sangat menyentuh hati Alger.


Kedua karena keluarga tiba-tiba saja memberi agar sebuah perintah yaitu menyuruhnya untuk menikahi Maggie.


Demi membuat Maggie menikah dengannya, Alger bekerjasama dengan Keluarga Carson. Mereka menggunakan sejumlah tipe muslihat, dan akhirnya menaklukkan Maggie.


Dengan berpikir bahwa dirinya akan segera memiliki tubuh Maggie, dan juga berbagai manfaat yang telah dijanjikan keluarganya, Algerr merasakan gejolak kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan.


...


"Kuperingatkan kamu agar Jangan bersikap macam-macam. Bertunangan lah yang baik dengan Tuan Besar Alger. Jika tidak, putrimu tidak akan selamat malam ini."


"Setelah aku bertunangan, kamu harus menepati janjimu untuk melepaskan putriku."


Maggie yang telah selesai mandi dan merapikan diri, menjadi jauh lebih cantik hingga membuat orang yang melihatnya terpana.


Maggie mengenakan congsam berwarna merah, memperlihatkan seluruh lekukan badannya, dan tampak sangat menggoda.


Hanya saja, bagaimanapun juga ekspresi wajah Maggie yang lesu dan cemas tidak mampu disembunyikan.


Demi menyelamatkan putrinya, Maggie terpaksa harus menyetujui pertunangannya dengan Alger.


Maggie telah memikirkannya dengan matang-matang. Setelah putrinya sudah aman, dia akan bunuh diri.


Dari pada menyerahkan diri kepada Alger, Maggie lebih memilih untuk mati.


"Tersenyumlah! siapa yang menyuruhmu memasang muka murung seperti itu?"Dean memerintah.


Maggie tidak bisa menahan emosinya, dia pun memperlihatkan senyuman yang lebih buruk dari tangisan.


Bagaimana mungkin Maggie masih bisa tersenyum?


"Waktu sudah tiba, naiklah ke pentas."


Dean pendorong punggung Maggie dengan keras, dan membuatnya terohyung-hyung hingga hampir terjatuh.


Maggie naik ke pentas dengan kaku.


Begitu para tamu melihat Maggie, suasana di dalam aula langsung gempar.

__ADS_1


"Wah. Cantik sekali. Dia memang wanita tercantik generasi baru dikota Riev."


"Pantas saja Tuan Besar Alger menyukainya. Mereka berdua sangat serasi."


"Bisa menikah dengan Tuan Besar Alger adalah keberuntungannya."


Berbagaisuara terdengar di aula. Ada yang merasa takjub dan ada yang merasa iri.


Saat ini, Dylan akhirnya bertemu lagi dengan sosok tersebut.


Dalam sekejap, waktu pun seolah membeku.


Dylan hanya duduk terbengong disana.Matanya terus tertuju pada Maggie.


Dilihat dari wajah lesu dan tatapan keputus asaan Maggie, Dylan bisa melihat bahwa Maggie telah mengalami penderitaan yang sulit dibayangkan.


Sebuah aura membunuh pun terpancar dari tubuh Dylan


Keluarga Carson, siapapun yang telah menganiaya Maggie, harus mati!


Ting ting ting ...


Ponsel Dylan berdering. Garrick meneleponnya.


"Ada masalah apa!"Dylan menjawab panggilan itu.


"Ketua,hasil dari serangkaian penyelidikanku, aku telah memastikan bahwa ada dua orang di balik penculikan Tuan Putri kecil yaitu Dean dan Alger." Garrick melapor dengan cepat.


"Baiklah!"


Dylan penutup teleponnya dan wajahnya tampak sangat sinis.


"Tuan Besar Alger, apa kamu bersedia menikahi Maggie sebagai istrimu?" Axton bertanya sebagai pemimpin pernikahan.


"Aku bersedia."


Alger menjawab dengan keras.


"Maggie, apa kamu bersedia dengan Tuan Besar Alger?" Axton bertanya kepada Maggie.


"Aku..."


"Aku bersedia."


ketika melihat wajah Maggie yang dipenuhi keraguan, Dean langsung memberikan tatapan yang ganas dan menggoyangkan ponselnya kepada Maggie.


Dean sedang memberi peringatan pada Maggie; Apabila biar tidak setuju, Jane akan dibunuh.


Maggie sangat putus asa, air matanya tak kuasa berlinang.


"Dylan, maafkan aku. Aku hanya bisa menjadi istrimu di kehidupan selanjutnya."


"Aku ber..."


"Tunggu!"


Kala ini, sebuah suara yang lantang terdengar di dalam aula.


Suaraitu sangat besar seperti Guntur dan pasukan besar yang melintas, hingga membuat seluruh aula yang luas bergema, dan menyakitkan gendang telinga semua orang.

__ADS_1


...


__ADS_2