Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Dipaksa Untuk Minum


__ADS_3

Dylan mengernyit, apakah Cathy ditindas?


Adik ipar ditindas dan dia sebagai kakak ipar tidak mungkin mengabaikannya.


"Tuan, apakah kamu sudah memberi tahu Cathy?" tanya Rose.


...


"Sudah."


Dylan tidak memberitahu Rose keadaan Cathy, kemudian dia berkata pada mereka semua,"Bibi Rose, Maggie,aku akan pergi. Chris, tolong panggilkan mobil lagi, nanti kamu dan Lark bantu pindahkan barang-barang ke villa."


"Pak Dylan, pergi saja dulu,serahkan urusan di sini kepadaku dan Lark saja," kata Chris sambil menepuk dadanya.


...


Dylan mencium wajah putrinya lalu bersiap untuk pergi.


"Ayah, Aku ingin makan permen."


Jane berbicara dengan suara pelan, Diatidak berani berbicara dengan keras karena ibu tidak mengizinkannya makan makanan yang manis, takut gigi Jane berlubang. Jane hanya bisa berbisik saat memberitahu ayahnya.


"Ayah akan membelinya ketika pulang nanti," kata Dylan.


Dia sangat memanjakan Jane.


Setelah berangkat, Dylan segera menekan nomor telepon Garrick.


"Garrick, aku mengirimkan sebuah nomor telepon padamu, cari tahu lokasinya menelepon tiga menit yang lalu."


"Ketua, beri aku satu menit." Garrickadalah penyelidik tertinggi di Imperium, juga seorang peretas terbaik di dunia. Ini adalah pekerjaan yang mudah baginya kurang lebih satu menit setelah nomor itu dikirim. Dylan langsung menerima pesan teks, [Garrick:Hotel Kendara.]


Setelah mengatur lokasinya, Dylan segera mengendarai Range Rover nya dengan kecepatan tinggi.


Ruang pribadi nomor 302, Hotel Kendara.


Meja berbentuk bundar itu dipenuhi oleh makanan, alkohol, dan minuman lainnya.


Ada tiga Orang yang duduk di sana.


Cathy,Pak Davi,dan manajer utama dari PT. Tekno alam,Samuel Brown.


Empat orang preman bayaran berdiri di belakang Samuel.


"Nona Cathy, aku bersulang satu gelas lagi, semoga kamu semakin cantik," Kata Samuel sambil mengangkat gelas yang penuh dengan arak putih.


...


"Maaf, Pak Samuel, aku benar-benar tidak bisa meminumnya aku akan mabuk kalau minum lagi," Kata Cathy dengan wajah yang merah, dia mudah mabuk, sehingga tidak bisa minum banyak.


...


Cathy tidak bisa minum alkohol dan sudah menolak sejak awal.


Hasilnya, Cathy diomeli Pak Davi tepat di depan wajahnya. Pak Davi bahkan memperingatinya, bahwa dia akan memecat Cathy apabila tidak menemani Samuel minum alkohol.


Demi masuk ke perusahaan, Cathy menyiapkan diri selama beberapa bulan. Melalui serangkaian seleksi, di akhirnya dapat memasuki perusahaan sebagai anak magang.


Cathy tidak ingin kehilangan pekerjaan yang sudah susah payah didapatkannya, Dia terpaksa menemani Samuel minum.


Setelah beberapa saat, Cathy menghabiskan tiga gelas arak putih dan kepalanya sangat pusing.


Cathy tahu bahwa dirinya akan mabuk kalau dia lanjut minum lagi.


Jadi, Cathy menolak bersulang dengan Samuel.

__ADS_1


"Tidak apa apa kalau mabuk, aku sudah memesan kamar hotel dan bisa langsung ke kamar untuk tidur." kata Samuel dengan motif tersembunyi.


Dia menatap kepolosan Cathy dengan ekspresi serakah.


Samuel mempunyai uang dan selalu ada banyak wanita di sisinya.


Namun, Samuel tidak pernah bermain dengan wanita polos dan manis seperti Cathy.


Niat jahatnya pun timbul ketika dia melihat Cathy.


Samuel ingin menikmati Cathy, maka dia membujuknya terus untuk minum.


Tujuannya adalah dia ingin menunggu Cathy mabuk, lalu dia bisa melakukan apapun yang diinginkannya.


"Tidak boleh, aku tidak boleh mabuk, aku masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan sore nanti."


Cathy hampir mabuk dan kepalanya sangat pusing tetapi dia masih sadar, dia tahu niat jahat Samuel terhadapnya, kalau Cathymabuk, Samuel akan mengambil kesempatan.


"Cathy, aku mengizinkan kamu cuti setengah hari, kamu tidak perlu kembali ke perusahaan. Kamu hanya perlu menemani pak Samuel, tidak perlu memedulikan hal yang lain." Kata Pak Davi membuka pembicaraan.


Pak Davi mengizinkan Cathy cuti setengah hari dan langsung membantah alasan Cathy untuk kembali kerja sore nanti.


Belum lama sebelum hari ini kok maaf Pak Davi sudah mengutarakan maksudnya kepada Samuel.


Asalkan dia membantu Samuel untuk meniduri Cathy, kerjas ama proyek senilai puluhan miliar itu akan diberikan kepadanya.


Pak Davi tahu, dengan proyek senilai puluhan miliar, dia dapat menerima komisi sebesar satu koma dua miliar hingga satu koma empat miliar rupiah.


Demimendapatkan uang ini, dia berusaha untuk membujuk Cathy minum dan bertekad membuat Cathy mabuk.


Mengenai Cathy yang mabuk dan dilecehkan oleh Samuel nantinya, Pak Davi tidak memedulikannya.


Pak Davi sudah melihat berkas Cathy, dia miskin sejak lahir dan hanya mempunyai seorang ibu.


Wanita yang mempunyai latar belakang yang biasa saja seperti ini memang sangat mudah untuk ditindas.


"Pak Davi, aku benar-benar tidak bisa minum lagi," kata Cathy dengan nada memohon.


...


"Tidakbisa pun juga tetap harus minum, aku memberimu dua pilihan sekarang. Pertama, segera minum segelas alkohol ini. Kedua, keluar dari perusahaan, kamu tidak perlu datang bekerja lagi." Pak Davi kembali mengancam dengan alasan pekerjaan.


Cathy menggigit bibirnya, menimbang dalam hati cukup lama dan akhirnya menyerah.


Cathymengambil alkohol yang ada di atas meja dan bersulang dengan Samuel yang penuh dengan ambisi.


Baru sekali teguk, Cathy tersedak.


Demi menjaga pekerjaannya, Dia terpaksa menghabiskan satu gelas arak putih yaitu.


Kepalanya menjadi pusing dalam sekejap.


"Haha,Nona Cathyadalah peminum yang baik, aku akan berselang lagi untukmu. Semoga pekerjaanmu semakin lancar dan kamu segera naik jabatan."


Setelah Samuel melihat Cathy sudah minum, dia pun segera menuangkan alkohol lagi ke gelas Cathy hingga penuh dan mengangkat gelasnya untuk bersulang.


Cathy hampir menangis saat melihat gelas yang kembali penuh dengan arak putih itu.


Mana ada orang yang menindasnya seperti ini, gelas demi gelas, tiada habisnya.


"Tuan muda Samuel, tolong jangan memaksa orang lain, bagaimanapun Anda mengatakannya, Aku tidak akan meminumnya lagi."


Cathyberada di ambang mabuknya, dia tahu, kalau dia minum segelas lagi, dia akan menjadi sangat mabuk.


Jadi, nada bicaranya sangat tegas.

__ADS_1


"Huh! Aku secara pribadi bersulang denganmu dan kamu terus-menerus menolakku kamu mempermalukanku." kata Samuel dengan tidak senang.


Cathy sudah menolaknya berkali-kali dan hal ini membuatnya menjadi tidak sabar.


"Aku tidak mempermalukanmu, tapi ... "


Cathy ingin menjelaskannya, tetapi semua yang segera menyela."Kalau begitu,segera minum!"


"Cathy, minumlah, Apa kamu tidak melihat Tuan Muda Samuel sudah tidak senang? kalau ingin mempertahankan pekerjaan ini, kamu perlu didenda dengan minum tiga gelas. kamu harus membuat Tuan Muda Samuel senang,"Kata Pak Davi dengan muka macam, anak magang ini mengabaikan kebaikan orang lain.


Dia berkata dengan sangat jahat,"Akukartu ulang untukmu karena aku masih menghargaimu, tapi kamu malah bersikap seperti ini. Bukan lagi alkohol, aku akan membuatmu meminum air seni, dan kamu harus menurutiku. Kamu membuatku marah, Aku akan berurusan denganmu. Minum!"


Samuel tidak berniat untuk menutupinya lagi, dia memperlihatkan sisi aslinya.


"Bajingan! Tidak tahu malu!"


Cathy sangat marah,dia mengambil tas kerjanya dan hendak berbalik meninggalkan tempat itu.


"Ingin pergi? Tidak semudah itu. Tahan dia!"


Samuel memerintahkan dua preman bayaran untuk memblokir pintu keluar.


"Kalian berdua, tahan dia di atas mejaku,Aku akan bersenang-senang sekarang. Setelah aku bersenang-senang, aku akan memberikannya kepada kalian."


Samuel bersiap bermain secara kasar terhadap Cathy.


"Baik,Tuan Muda Samuel."


kedua preman bayaran lainnya tersenyum aneh setelah mendengar kabar baik ini.


keduanya memberikan ekspresi mesum dan berjalan menghampiri Cathy.


"Lepaskan aku! Dasar bajingan! Kalian pantas mati!"


Lengan Cathy ditahan oleh kedua orang itu dan Cathy berusaha melepaskan diri, dia menendangkan kakinya ke udara dan tidak sengaja menendang pak Davi.


"Wanita ******! Berani menendangku? Aku akan membunuhmu!"


Pak Davi menampar pipi Cathy.


Rasa sakit yang parah membuat Cathy menangis di tempat.


Dengan sangat cepat, Cathy ditahan di atas meja dan tidak dapat bergerak.


Putus asa!


Sangat putus asa!


Saat berpikir bahwa dirinya akan dilecehkan oleh orang-orang ini,Cathy berharap untuk mati saja.


Kalau saja Cathy mengetahuinya sejak awal, dia pasti tidak akan memikirkan pekerjaannya, dia seharusnya langsung menolak.


"Mengapa? Mengapa kalian memperlakukan ku seperti ini?"


Cathy menjerit dengan putus asa.


Semakin Putut asa, Cathy semakin merasa sedih, sedangkan Samuel semakin bersemangat dia tertawa dan berkata,"Bajingan kecil, terima saja nasibmu. Sejak kamu lahir, kamu sudah ditakdirkan untuk dipermainkan olehku."


"Dasar binatang! kamu layak mati dengan mengenaskan, Aku tidak akan melepaskanmu." Cathy berteriak histeris.


...


"Tidak melepaskanku? Haha kamu membuatku tertawa, orang miskin dan renahan sejak lahir sepertimu tidak memiliki kekuasaan, setelah dipermainkan olehku, kamu hanya bisa diam dan menahan arah amarahmu, apa yang kamu punya untuk melawaku?" Samuel tertawa terbahak-bahak.


Keluarga Samuel kaya dan berkuasa Samuel tentu tidak akan khawatir jika Cathy nanti membalas perbuatannya.

__ADS_1


__ADS_2