Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Merasakan Akibatnya


__ADS_3

Cathy memejamkan mata dengan perasaan penuh derita.


Apa yang dikatakan Samuel itu benar, dia tidak punya uang, tidak punya kuasa, dan tidak punya latar belakang yang kuat. Walau telah dihina, Dia hanya bisa menelannya bulat-bulat.


Air mata mengalir dari sudut mata Cathy dan membasahi taplak meja.


Dia tahu bahwa dengan begini hidupnya akan berakhir.


Mulai hari ini dan seterusnya, hidupnya akan selalu dihantui oleh Samuel.


Samuel akan menjadi mimpi buruknya selamanya.


"Haha, gadis kecil, daripada kamu memberontak lebih baik kamu menikmatinya saja. Tunggu sampai aku puas bermain denganmu nanti kau mau mungkin aku akan memberimu jutaan rupiah."


Samuel tidak bisa menahan dirinya lagi, dia mengulurkan kedua tangannya, bermaksud ingin merobek pakaian Cathy.


Bak!


...


Pada detik ini juga, pintu ruangan pribadi itu terbuka karena tendangan dari luar.


Pintu yang kokoh itu ternyata tidak kuat menahan dorongan darikeluar, pintu itu langsung roboh dan menimpa dua orang preman yang berada di belakang pintu, para preman itu tidak bisa bergerak lagi.


...


Diluarpintu terdapat seorang pria yang berpenampilan begitu luar biasa sedang berdiri di sana.


Dia!


Dia adalah Dylan.


Tibalah pada saat ini, wajah Dylan dingin seperti es dan pandangan matanya begitu tajam.


Aura membunuhnya sungguh kuat terpancar dari tubuh Dylan.


"Enyahlah! Mengganggu saja! Kamu sudah melukai orangku, jika tidak ingin mati, lebih baik segera pergi!"


Pikiran Samuel hanya tertuju pada Cathy tidak punya waktu untuk menghajar Dylan, jadi dia hanya menegur dan menyuruhnya pergi.


Padahal, jika berdasarkan sifat Samuel, biasanya sekarang ini dia akan segera menyuruh seseorang untuk menghajar Dylan.


"Dasa bajingan yang tidak tahu diri!"


Dylan menendang pintu yang melintang di lantai.


Terdengar suara deru angin yang begitu kencang.


Daun pintu itu melayang dan jatuh menimpa dada Samuel.


Bak!


Pintuberbobot beberapa puluh kg itu mematahkan tulang dada Samuel.


Dylanmelakukan ini masih dengan penuh belas kasihan, dia tidak bertindak dengan kejam.


Kalau tidak, Samuel pasti sudah mati sejak awal.


Dylan tidak membunuhnya langsung, bukan berarti dia bermurah hati.


Jika langsung membunuh bajingan ini begitu saja, itu terlalu menguntungkan Samuel.

__ADS_1


"Kenapa kalian berdua bengong saja? Cepat bunuh dia! Uhuk,uhuk, ... " teriak Samuel memberi perintah pada para premannya.


Samuel sekarang tergeletak di lantai karena tertimpa pintu, mulutnya pun menyemburkan darah segar.


Kedua preman itu sebenarnya sudah ketakutan setelah melihat apa yang dilakukan Dylan. Namun, karena bos mereka sudah memberi perintah, mau tidak mau mereka harus maju.


Masing-masing dari mereka mengambil pisau makan yang ada di atas meja, lalu menusukkannya ke arah Dylan.


Dylan mematahkan lengan kedua preman yang memegang pisau itu.


Lalu, Dylan dengan cepat merebut pisau makan itu dan mencolokkannya ke mata kedua preman tersebut.


Seluruh prosesnya tidak mencapai satu detik.


Cepat dan tepat.


Keduapreman itu belum sempat merespon, malah sudah terluka parah dan berteriak. Mereka kehilangan semangat tempur mereka.


"Ahhh ... "


Teriakan histeris mereka memekakkan telinga.


"Kakak ipar?"


Cathysebenarnya sudah putus asa. Namun, begitu Dylan muncul, dia menjadi terkejut sekaligus senang.


"Tidak apa-apa, ada aku, jangan takut."


Dylan dengan cepat melangkah menghampiri Cathy lalu memapah Cathy untuk bangkit.


Saat Dylan melihat beberapa bagian pakaian Cathy sudah robek, Dia segera menanggalkan jaket kulitnya yang seharga seratus juta, lalu memakaikannya pada Cathy .


"Kakak ipar,aku ... huhuhu ... "


Dada Dylan yang lebar dan lapang memberikan perasaan aman yang tidak pernah dirasakannya.


Samuel masih tetap angkuh dan mengancam,"Bocah, Apa kamu tahu aku ini siapa? Ayahku adalah pemilik perusahaan Sky Material, bawahannya ada ratusan orang, nominal kekayaan ayahku melebihi 2 triliun rupiah. jika kamu memukulku, percaya atau tidak, aku bisa membunuhmu dengan mudah!"


"Apa hebatnya perusahaan Sky material? Aku bisa membuatnya bangkrut dalam waktu setengah jam."


Dylan berkata dengan nada dingin.


"Lucu sekali, kamu kira kamu siapa?! Samuel tertawa terbahak-bahak seperti sedang mendengar lelucon terlucu sedunia.


Dylan tidak banyak bicara lagi, Dia segera mengambil telepon dan menghubungi Chris Walt, orang terkaya di kota Riev.


"Chris,apa di kota Riev ada perusahaan Sky Material?"


"Sepertinya ada perusahaan kecil ini. Pak Dylan, untuk apa kamu menanyakan ini?"


Chris berpikir sejenak, lalu baru teringat soal perusahaan ini.


"Buat perusahaan ini bangkrut dalam waktu setengah jam, kamu bisa melakukannya?" tanya Dylan.


Apabila Chris tidak sanggup melakukannya, Dylan akan langsung menggunakan kekuasaan Imperiumnya.


"Bisa,Aku akan segera menghubungi beberapa pemasok barang, membuat mereka menagih uang, dan menggunakan beberapa siasat lagi. Perusahaan ini akan bangkrut dengan cepat," kata Chris dengan sangat yakin.


"Akting! Terus saja berakting, Aku mau lihat kalian bisa berakting sampai kapan titik dengan membuat perusahaan kami bangkrut dalam setengah jam? Jangan mimpi! lelucon Apa yang kamu bicarakan?!"


Samuel yang mendengar percakapan Dylan ditelepon pun tertawa terbahak-bahak. Walaupun memukulnya hingga mati sekalipun, Samuel juga tidak akan percaya kalau di jalan mempunyai kemampuan seperti ini.

__ADS_1


"Terus saja tertawa, nanti kamu akan menangis."


Dylan tertawa dingin, kemudian dia menghubungi Gary.


"Pak Gary, bawa pasukan ke hotel kendara, di ruang pribadi nomor 302."


"Hotel kendara? aku kebetulan ada di sekitar sana, Aku akan segera tiba."


Gary yang menerima telepon dari Dylan merasa terkejut dan juga tersanjung. Dialalu meninggalkan pekerjaan yang ada di tangannya dan membawa beberapa petugas keamanan, lalu bergegas ke Hotel Kendara.


Wajah Samuel menunjukkan ekspresi aneh saat dia melihat Dylan menghubungi Gary.


"Hahaha,kamu ternyata menghubungi Pak Gary, Apa kamu tidak tahu kalau Pak Gary sangat akrab dengan ayahku? Kamu malah memanggilnya kemari. Demi ayahku, dia pasti akan membantuku, aku akan menyuruh Dia membunuhmu!"


Selesai Samuel mengatakan hal itu terdengar suara derap langkah kaki mendekat. Gary masuk dengan kepala yang berkeringat.


Dia tidak berani berlama-lama karena tahu Dylan yang telah memanggilnya.


Samuel menjadi senang saat dia melihat sosok Gary, Dia lalu menyapa,"Paman Gary,aku Samuel, Apa kamu masih ingat padaku? aku dilukai oleh bocah tengik ini, tolong cepat tangkap dia."


Gary memandang keadaan di dalam ruangan itu, menurut pengalamannya dalam melakukan investigasi selama bertahun-tahun kemudian bisa tahu bahwa Samuel telah menyinggung Dylan.


"Diam!" teriak Gary.


Dia memang akrab dengan ayah Samuel dan juga kenal dengan Samuel.


Namun, pada saat ini, mana mungkin dia menuruti ucapan Samuel dan menangkap Dylan.


Samuel tidak bisa mempercayai hal ini, tidak seharusnya Pak Gary menyuruhnya diam.


Hal yang selanjutnya terjadi membuatnya lebih tercengang lagi.


Dia melihat Gary berlari kecil menuju ke hadapan Dylan dan memberi hormat sambil berkata dengan wajah yang tersenyum,"Pak, ada perintah apa untukku?"


"Pak Gary, mengapa memberi hormat kepadanya? apa tidak salah?" tanya Samuel kebingungan.


"Diam!"


Gary tidak ingin berbicara dengan Samuel, dia bahkan sangat ingin memberikan satu tendangan kepada Si bodoh ini.


"Mereka ingin melakukan hal tidak senonoh pada adik iparku, menurutmu bagaimana menghukum orang seperti ini?" Dylan bertanya.


"Ini ... sebaiknya tangkap dan pukuli Mereka, kemudian masukkan mereka ke penjara dan biarkan mereka mendekam di sana?" Gary tidak mengetahui kemauan Dylan, maka dia menjawab dengan hati-hati.


"Tidak cukup! Bukannya mereka suka mencabuli orang? kalau begitu, biar mereka juga merasakan diperlakukan tidak senonoh saja, penjara ada di bawah Kuasamu, apa ada tahanannya menyukai laki-laki? semakin mesum semakin bagus!"


Dylan tidak ingin langsung membunuh Samuel, dia ingin memasukkan Samuel ke dalam penjara, agar tahanan yang menyukai laki-laki menganiayanya setiap hari.


"Ada,dipenjara kami ada seorang tahanan mesum yang bernama Gorila. Dia hanya suka kepada laki-laki. Tahanan yang sekamar dengannya banyak yang menjadi cacat karenanya, akhir yang mereka dapatkan sangat menyedihkan."


Akhirnya Gary mengerti apa yang Dylan inginkan kau memakan diam menjawab dengan cepat.


"Boleh masukkan kedua orang ini ke penjara tahanan itu, jangan biarkan mereka keluar selamanya."


Dylan berkata sambil menunjuk Samuel dan Pak Davi.


"Siap laksanakan!"


Gary memberi format kepada Dylan, dan berkata kepada bawahannya,"Borgol mereka dan bawa ke sel Gorila."


"Siap!"

__ADS_1


Beberapa anggota Gary pun maju sambil membawa borgol di tangan mereka.


__ADS_2