Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Siapa Yang Berani Menghukumnya?


__ADS_3

Di dekat wilayah udara negara Cassa,Dylan Grayson tersadar dari lamunannya dan menghubungi kepala militer wilayah selatan.


"komandan Rugo"


"Ada apa, Ketua Imperium Grayson"


"Aku sedang menerbangkan pesawat tempur J-99 dan akan segera memasuki wilayah udara teritorial mu. Beri tahu anak buah mu untuk tidak bertindak gegabah."


"Urusan bisnis?"


"Urusan pribadi"


"Tenang saja,tidak ada rudal yang akan ditembakkan kearah mu,"Komandan Rugo berkata setelah merenung sejenak.


"Ya, untuk selanjutnya,tidak peduli apa pun yang akan kulakukan,Kamu tidak boleh ikut campur!"Dylan Grayson memperingati Komandan Rugo.


"Aku mengerti!"


Setelah mengobrol singkat,kedua pemimpin tersebut memutus komunikasi.


Setelah menemukan posisi gedung Fert,Dylan Grayson melewati nya dengan kecepatan tinggi.


Gedung Fert terletak dipinggiran kota Riev. Awalnya,gedung itu merupakan proyek besar di zona pengembangan kota baru.


Namun, selama masa konstruksi, banyak peristiwa aneh yang terjadi. Bahkan, pemimpin proyek juga mati tanpa alasan.


Gedung Fert menjadi gedung yang terbengkalai karena tidak ada modal yang diinvestasikan.


Hanya sedikit orang yang datang ke sana. Oleh karena itu,para penculik memilih tempat itu sebagai tempat untuk bertransaksi.


Lantai 33 adalah lantai paling atas Gedung Fert. Saat ini ada lima penculik yang sedang duduk di atas lantai sambil bermain kartu dan dua penculik lainnya yang sedang memantau situasi disekitar.


Mereka menculik Jane atas perintah seseorang.


Mereka juga tidak tahu identitas orang itu.


Orang itu mengirim sepuluh miliar rupiah ke rekening mereka. Permintaan orang itu hanya satu,yaitu membunuh Jane tanpa jejak.


Rencana awal mereka berlima adalah mencari hutan untuk mengubur Jane setelah menculik nya. Hal itu dilakukan ketika langit sudah gelap.


Meskipun Jane baru berusia empat tahun,gadis kecil itu sudah cerdas sejak lahir. ketika menyadari ada bahaya,dia memberitahu pada para penculik bahwa ayahnya sangat kaya dengan raut wajah memelas.


Keserakahan para penculik itu langsung timbul ketika mendengar informasi itu.


Mendapatkan dua puluh miliar tanpa melakukan apapun!


Mana mungkin mereka mana mungkin mereka melewatkan kesempatan emas seperti itu untuk menjadi kaya!


Oleh karena itu,mereka sama sekali tidak peduli dengan Dylan Grayson.


Ketika Dylan Grayson datang membawa uang nanti,mereka akan membunuh ayah dan anak itu sekaligus.


Oleh karena itu,mereka memutuskan untuk menelpon Dylan Grayson.


Mereka menelepon ke nomor yang disebutkan oleh Jane. Nomor itu terhubung ke ponsel pribadi Dylan Grayson.


Tidak disangka,Dylan langsung memberikan mereka dua puluh miliar rupiah untuk melindungi putrinya.


"Tiga kartu as. Hahaha aku menang lagi.maaf, kawan."


Pemenang nya adalah seorang pria dengan bekas luka di wajah nya. Dia sedang menghisap rokok di mulut dan mengambil uang yang ada ditengah lantai kedalam dekapannya.


"Hei,bekas luka, bisakah kamu bersikap lebih tenang? Baru menang sepuluh juta saja kamu sudah begitu heboh. Kurasa kamu bisa menjadi gila karena terlalu senang ketika mendapatkan dua puluh miliar rupiah dari Dylan Grayson."


Seorang pria brewok mengejeknya.


Mereka menjadi sangat bersemangat ketika membayangkan uang dalam jumlah besar yang akan mereka terima.


Dua puluh miliar rupiah!


"Waktu yang dijanjikan sudah hampir tiba. Bekas luka, tugas mu mengaduk semen. Setelah kita mendapatkan uang nya,lempar ayah dan anak itu kedalam lubang dan tuang


mereka dengan semen. Jasad mereka akan menjadi pilar bangunan."


Seorang pria paruh baya memerintah bekas luka.

__ADS_1


Ucapan nya adalah perintah bagi penculik lainnya.


Si Bekas luka,meludah di telapak tangan nya,lalu mengangkat semen yang ada dilantai sambil tersenyum. Kemudian dia menuangkan semua nya dan mulai mengaduk.


Semen ini adalah sisa dari sebelumnya.


Sekarang,kebetulan bisa digunakan untuk membunuh dan mengubur mayat.


"Paman,aku lapar"


Seorang gadis berujar dari sudut ruangan. Rambutnya berantakan dan ada noda darah diwajahnya.


Sudah hampir seharian ini dia belum makan dan perutnya keroncongan karena kelaparan.


"Makan,makan,makan. Kamu hanya tahu makan. Apa kamu ini babi?"


Seorang pria paruh baya membalas dengan kasar. Dia tidak ingin menyia-nyiakan makanan untuk orang yang sudah dipastikan akan meninggal.


"Aku bukan babi. Aku benar-benar lapar."


Jane membalas dengan ekspresi yang memprihatinkan.


Pada dasarnya,dia hanya seorang anak kecil. Tidak peduli apapun yang terjadi dia tetap harus makan ketika lapar.


"Kalau aku bilang babi,berarti kamu babi. Beraninya kamu melawanku. Kamu mau dipukul?"


Pria paruh baya itu mengeluarkan ikat pinggang kulit nya dan memukul Jane dengan kuat.


"Huaa... jangan pukul lagi. Aku tak jadi makan. sakit sekali..."


Jeritan Jane tidak membuat pria paruh baya itu berhenti,. melainkan membangkitkan keganasannya.


Pria itu memukul Jane lebih dari 50 kali dengan ikat pinggangnya. Dia berhenti setelah tubuh Jane sudah berlumuran darah.


"Buang dia ke toilet. Aku merasa jijik melihat babi ini.


Pria paruh baya itu memberi perintah kepada pria berewok.Kemudian dia membuang ikat pinggangnya dan meregangkan lengannya.


Memukul orang itu juga sangat melelahkan.


Pria paruh baya itu berjalan ke jendela dan melihat jalan semen yang ada dibawah.


Brumm... brumm...


Tiba-tiba, terdengar suara yang sangat kuat.


Para penculik itu melihat sekeliling.


Dari mana asal suara itu?


Itu terdengar mengerikan sekali.


Beberapa saat kemudian mereka,akhirnya tahu.


Mereka melihat pesawat tempur J-99 turun dari langit dan melayang tepat dihadapan mereka.


Di kokpit,ada seorang pria yang sangat berwibawa.


Melihat pemandangan itu,semua orang tercengang dan ketakutan.


Aku siapa?


Aku dimana?


Mengapa bisa ada sebuah pesawat tempur yang paling canggih disini?


"Dimana putriku?"


Dylan Grayson membuka penutup kaca di bagian atas dan bertanya dengan dingin.


"Kamu...kamu adalah Dylan Grayson"tanya pria itu.


Dia menelan ludah. Jantung pria paruh baya itu berdegup kencang.


Bagaimana mungkin penculik kecil seperti dia bisa melihat adegan sebesar itu? Tubuhnya gemetar sampai ketakutan.

__ADS_1


"Benar! Dimana putriku?"


Dylan Grayson memelototi pria paruh baya itu dengan yang tajam.


Pria paruh baya itu merinding ketika ditatap oleh Dylan Grayson, seolah-olah dia sedang ditatap oleh dewa kematian.


Astaga.


Aku sudah berurusan dengan orang seperti apa?


Orang ini bahkan menerbangkan sebuah pesawat tempur hanya untuk menebus sandera!


Aku mana berani menerima uang tebusan ini.


Tidak...tidak... tidak. Jika aku menyinggung orang sekejam ini apakah nyawaku masih bisa diampuni?


Pria paruh baya itu benar-benar ingin menangis dan merasa sangat menyesal.


Tidak seharusnya dia menerima pekerjaan ini!


Dihadapan Dylan Grayson yang menerbangkan pesawat tempur,Si pria paruh baya sama sekali tidak punya keberanian untuk melawan,apalagi berbohong.


Dia segera berlutut,lalu menunjuk kearah toilet dan berkata,"Kak,aku tidak tau kalau dia adalah putri mu. Kumohon ampuni aku."


Tidak hanya pria paruh baya itu, beberapa penculik lainnya juga berlutut dilantai dan tidak berhenti memohon pengampunan.


Apalagi yang bisa mereka lakukan selain memohon pengampunan.


Melawan?


Lucu sekali. Bahkan jika memiliki sepuluh nyawa,mereka juga tidak berani melawan orang-orang dari J-99.


Itu namanya bunuh diri.


Melarikan diri?


Itu tidak mungkin!


Siapa yang tidak tahu bahwa didalam pesawat tempur ada rudal pelacak?


Melarikan diri juga merupakan jalan buntu.


Hanya dengan menyerah dan memohon pengampunan yang mungkin masih bisa menyelamatkan nyawa mereka.


Bagaimanapun,saat ini hukum berlaku untuk semua kalangan masyarakat. Walaupun orang itu adalah pemimpin militer,dia tetap tidak boleh membunuh sesuka hati. Mereka sudah menyerah. Jika Dylan Grayson melakukan itu dia akan menghadapi sanksi dari pengadilan militer.


Selain itu,mereka hanya menculik dan tidak membunuh orang. Mereka tidak melakukan kejahatan yang divonis dengan hukuman mati. Paling tidak,mereka hanya akan dipenjara belasan tahun.


Sambil berpikir seperti itu,mereka bersujud dan berteriak memohon pengampunan lebih kuat lagi.


Namun...


Mereka meremehkan tekad Dylan untuk membunuh.


Mereka juga meremehkan kemampuan Dylan.


Dylan adalah seorang Ketua Imperium dan dewa perang pelindung negara Cassa yang berkuasa atas nyawa orang lain.


Bagaimana mungkin dia dikenai sanksi oleh pengadilan militer karena membunuh beberapa penculik seperti mereka?


Selama ini, hanya Dylan yang bisa menghukum orang lain.


Orang lain mana berani menghukum dirinya.


Dorr...dorrr...


Senapan mesin dikedua sisi pesawat tempur


J-99 melepaskan tembakan dengan kekuatan penuh. Peluru yang tak terhitung jumlahnya meluncur dan menembaki para penculik itu dengan gila-gilaan.


Ah...


Para penculik itu berteriak dengan getir. Dalam sekejap,tubuh mereka sudah berlumuran darah karena tertembak oleh peluru.


Mereka tidak percaya hal ini bisa terjadi.

__ADS_1


Ternyata keberanian Dylan begitu besar. Apakah dia tidak takut dihukum oleh pengadilan militer?


__ADS_2