
Rick menatap Dylan. Ekspresi wajahnya tampak sangat aneh.
Rick mengejar cinta Carmila selama tiga tahun. Dia telah mengerahkan seluruh kemampuannya. Semua itu dilakukan demi mendapatkan Carmila dan properti keluarga Harper.
Namun sekarang, seseorang telah mendahuluinya.
Tidak mungkin Rick akan menoleransi hal seperti ini.
Saat ini,Rick sangat ingin mengambil pisau dan langsung membunuh Dylan.
Namun, begitu Rick memperhatikan pakaian, dia tiba-tiba mengerti akan sesuatu.
Rick tertawa dan berujar,"Carmilla, lain kali jangan bercanda seperti ini denganku. Kamu menggunakannya sebagai tameng, dan sengaja berkata menyukainya untuk membuatku kesal, kan?"
"Rick, berhentilah berimajinasi yang tidak tidak. Aku tulus menyukainya, dan tidak menjadikannya sebagai tameng."
Carmilla menatap Dylan dengan sangat antusias, hatinya sudah tergerak.
Dylan benar-benar adalah pangeran berkuda putih yang selalu diimpikannya.
Carmilla tidak memedulikan pendapat orang luar, dia dengan berani menyatakan kekagumannya kepada Dylan.
Dylan mengelus hidungnya dan menghela nafas dengan tidak berdaya.
Dylan memiliki keberuntungan besar dalam percintaan, dia terlalu mudah menarik wanita.
Oleh karena itu, Dylan kadang juga merasa sangat risau.
"Haha, Carmilla, Kamu tidak akan bisa menipuku. Lihatlah pakaian yang dia kenakan, jumlahnya tidak melebihi empat ratus ribu rupiah. Jelas sekali Dia adalah orang miskin. Dengan statusmu yang begitu mulia, bagimu bagaimana mungkin kamu menyukai orang kampung seperti ini?"Kata Rick sambil tertawa.
Bagaimanapun juga dia tidak bisa mempercayai perkataan Carmilla.
Dylan lalu memperlihatkan tatapan aneh ketika dianggap sebagai orang miskin.
Dylan adalah orang yang rendah hati. Dia sama sekali tidak memberikan penjelasan dan membiarkan lawan bicaranya salah paham begitu saja.
"Diam! Rick, tolong bersikap lebih hormat. Jangan kamu katakan dia miskin dan kampungan. Ini adalah orang yang aku sukai, aku tidak peduli dia kaya ataupun miskin." Carmilla membentak dan berkata dengan serius.
Raut wajah Rick menjadi sangat masam ketika ditegur oleh pujaan hatinya. Melihat, Carmila sepertinya tidak bercanda, dia pun berkata dengan enggan,"Aku lebih kaya darinya. Mengapa kamu malah menyukainya dan bukan aku?"
Carmilla sedikit kehabisan kata-kata. "Menurut pendapatmu, Aku seharusnya menyukai siapapun yang kaya? kalau begitu kau mah biarkan Aku bertanya padamu. Apakah seluruh aset keluargamu lebih banyak daripada keluargaku? jika dibandingkan denganku, bukankah kamu hanya orang miskin?"
"Kak Carmilla sangat keren!"
Kak Carmilla sangat hebat!"
"Gaya kak Carmilla sungguh gaya orang kaya."
"Kak Carmilla tidak pernah peduli dengan kekayaan dalam hal berteman. Lagi pula , tidak akan ada yang lebih kaya darinya."
Di antara para tamu terhormat di aula, banyak anak muda yang mengenali Carmila.
Semua orang mengetahui Carmila adalah wanita kaya.
Rick diserang hingga terdiam.. Wajahnya sangat murah. Dia merasa malu dan marah pada saat bersamaan.
Dalam hal aset,Rick memang tidak bisa melampaui Carmilla.
Meskipun Carmilla telah memperlakukannya di depan umum Rick tetap tidak berani murka.
Dia tidak memiliki tempat untuk melampiaskan amarahnya, dan terpaksa menargetkan Dylan.
"Bocah, jika kamu memiliki kesadaran diri, sebaiknya menyingkirlah lebih jauh. Jangan muncul di hadapanku, kamu sangat mengganggu pemandanganku."Rick berkata dengan tegas kepada Dylan.
Dylan hanya duduk diam di atas kursi. Dia awalnya mengesampingkan diri, dan tidak ingin ikut campur dengan urusan Rick dan Carmilla.
Namun ...
Rick sudah terlalu lancang berani sekali dia mengusir seorang ketua Imperium yang bermartabat.
Orang ini sedang mencari masalah!
Ketua Imperium tidak seharusnya dihina!
__ADS_1
Mereka yang mempermalukannya harus membayar dengan harga murah mahal!"
"Kehadiranku di sini merusak pemandanganmu?"
Dylan bertanya dengan nada bicara yang datar.
"Benar Aku merasa sangat terganggu melihatmu. Enyahlah!"
Rick mau membalas dengan sangat angkuh. Dia sama sekali tidak menghargai Dylan, dan terdengar kata-katanya sangat buruk.
"Kalau itu, aku akan menghancurkan sepasang matamu. Kamu tidak akan merasa risau karena tidak bisa lagi melihatku, dan juga tidak akan merasa aku merusak pemandanganmu."
Nada bicara Dylan masih saja sangat tenang.
Akan tetapi,begitu Dylan melontarkan perkataan ini, semua orang yang ada di sekitar tak kuasa bergidik ketakutan.
"Menghancurkan mataku?Kamu kira siapa dirimu?Kalau hebat,coba saja kamu hancurkan."
Rick menantangnya tanpa rasa takut.
"Sesuai keinginanmu!"
Ini pertama kalinya Dylan mendengar permintaan aneh seperti ini. Ternyata,ada orang yang berinisiatif untuk menghancurkan matanya sendiri.
Kemudian,Dylan mengambil cangkir teh yang ada di atas meja. Dia melemparkannya dengan santai teh panas di dalamnya mencret keluar dan langsung tertuju sepasang mata Rick.
Rick sangat terkejut, dia ingin menghindari.
Namun, siapa yang mampu mengelak dari serangan Dylan?
"Aduh..."
Rick menggunakan tangan untuk menutup matanya,dia meraung-raung kesakitan.
Semua orang mengira Rick berteriak dengan tragis karena terbakar air panas.
Hanya Rick yang tahu bahwa masalah ini tidak begitu sederhana, dan dia bukan hanya tersiram oleh teh panas.
Sepasang matanya terasa sangat sakit. Dia tidak mampu melihat apa-apa, kecuali kegelapan.
"Ada apa dengan mataku? apa yang kamu lakukan terhadap mataku?"
Rick memetik dengan panik.
"Sudah kukatakan, sesuai dengan keinginanmu aku akan menghancurkan sepasang matamu!"
Usai berbicara, Dylan mengisi penuh cangkir tehnya dan menyesap dengan tenang.
Dylan baru saja menambahkan sedikit trik pada air teh yang disiram tersebut dia telah menggunakan trik mengubah wujud pada dua tetes air teh tadi.
Kedua tetes air teh itulah yang telah membutakan mata Rick.
Mulai sekarang, Rick hanya bisa menjadi manusia buta.
"Siapa yang sedang membuat kegaduhan? ada masalah apa dengan Rick?"
Begitu Marcus yang merupakan putra kedua dari keluarga Carson mendengar keributan, dia pun bergegas menghampiri keramaian.
Marcus dan Rick berteman, jadi dia pun bertanya.
"Tuan Marcus, dia menghancurkan kedua mataku. Cepat bantu aku untuk,"Rick berujar dengan ketakutan dan menyedihkan.
"Tenang saja, aku akan memberikan keadilan untukmu."
Marcus menatap Dylan dengan sangat marah kok malah lu bertanya dengan ragu,"Teman, kelihatannya kamu sangat familiar. Siapa kamu? Sepertinya keluarga kami tidak mengundangmu ke perjamuan."
"Aku memang tidak diundang."
Dylan meletakkan cangkirnya dan menjawab dengan tenang.
Sementara itu, Marcus langsung murka begitu mendengar perkataan ini.
Orang ini tidak hanya datang tanpa diundang, tetapi juga melukai Rick.
__ADS_1
Dalam generasi baru kota Riev, siapa yang tidak tahu bahwa Rick adalah teman Marcus?
Dylan melukai Rick, itu sama dengan tidak menjaga harga diri Marcus.
"Penjaga, cepat syarat penyusup ini keluar. Patahkan kaki tangannya dan cungkil matanya untuk dijadikan makanan anjing."
Marcus menginstruksikan bawahannya.
Beberapa pria berbadan besar dan berbaju hitam maju pada saat bersamaan, dan mereka hendak menyerang Dylan.
"Tunggu!"
Carmilla tiba-tiba bersuara untuk menghentikan,"Marcus, Dia adalah orang yang kubawa bersamaku. kamu berani menyerangnya?"
Marcus terdiam selama beberapa detik, lalu tersenyum."Ternyata, dia adalah teman nona Camilla. Mengapa tidak kamu katakan lebih awal tanda tanya semua ini hanya salah paham."
Kemudian, Marcus melambaikan tangan kepada beberapa bawahannya. Dia berkata,"Mundur kalian."
Carmilla adalah seorang putri sulung dari keluarga Harper yang kaya raya.
Marcus tentu saja harus menjaga martabat Carmilla.
Oleh sebab itu, Marcus tidak berani menyinggung teman Carmilla.
"Tuan Marcus, kamu biarkan mereka begitu saja?"Rick berujar dengan tidak senang.
"Jangan banyak bicara, tutup saja mulutmu. kalian bawalah Rick untuk mengobati matanya."
Marcus juga sangat kesal, tetapi dia tidak bisa mengusik Carmilla hanya karena Rick.
Carmilla dengan santai duduk di sebelah Dylan.
Dia mengambil inisiatif untuk bertanya,"Namaku Carmilla, aku masih belum tahu namamu."
"Dylan Grayson."
"Wah, nama yang sangat keren!"
Carmilla berseru. Ternyata kepribadian orang ini sama persis dengan namanya, tinggi dan anggun.
"Apa boleh memberikan nomor kontakmu padaku?"
Carmilla lahir di keluarga terkenal. Sejak kecil hingga dewasa, dia sudah berjumpa dengan banyak pria unggul. Namun, tidak satupun yang mampu menggerakkan hatinya.
Sampai dia bertemu dengan Dylan. Hanya pada pandangan pertama Carmila sudah menyukai pria dengan aura istimewa ini.
Mungkin saja ini bisa dikatakan sebagai cinta pada pandangan pertama.
"Tidak."
Dylan masih seperti dulu, dia tidak merasa ragu untuk menolak seseorang.
Carmilla terdiam.
Dia hanya bisa tertegun di tempat komat dan mengira dirinya salah mendengar.
Namun sekarang, Carmilla justru ditolak oleh seseorang.
Selain itu,orang ini menolaknya dan begitu dengan gampang dan tidak bertele-tele!
Carmilla sungguh tidak bisa percaya dengan hal ini.
Setelah beberapa detik berlalu, Carmila baru tersadar dari keterkejutannya.
Carmilla menatap mata Dylan dengan tatapan yang semakin antusias.
"Kamu memiliki karakter, aku suka itu. Aku pasti akan menaklukkanmu!"
Penolakan Dylan telah membangkitkan hasrat Carmilla.
Sebuah seruan tiba-tiba mencapai telinga semua orang.
"Tuan Besar Alger, Alger Brooks telah tiba!"
__ADS_1