Tuan Penguasa Dunia

Tuan Penguasa Dunia
Melenyapkanmu Dengan Satu Jari


__ADS_3

Bhuumm!


Suatu hal yang tidak terduga telah terjadi!


Ethan dipukul hingga terpental!


Darah menjebak di tengah udara dan memercik ke mana-mana!


Tubuh Dylan bagaikan menara besi yang kokoh. Dia tidak berpindah sedikitpun dan masih memeluk Maggie! Hening bahkan suara detak jantung juga bisa terdengar.


Semua orang menatap Dylan dengan sorot mata tidak percaya.


Mata Maggie yang indah berbinar. Dalam pelukan Dylan, dia melihat pria hanya dengan tatapan terpesona.


Carmilla penutup mulutnya dengan sepasang tangan. Dia sangat terkejut sampainya nyaris menjerit.


Alger dan orang keluarga Carson serentak terpaku dan melongo.


Wajah mereka dipenuhi dengan sorot mata tidak percaya.


Tidak disangka, yang begitu kuat telah dikalahkan.


Bahkan kalah telak!


Kalau begitu, sebenarnya seberapa kuatnya Dylan?


Diantara semua orang, orang yang paling tercengang adalah Ethan sendiri.


Ethanmampu dengan jelas merasakan seberapa mengerikannya kekuatan tinju Dylan yang dahsyat itu.


Kekuatan itu begitu besar bagaikan lautan yang luas, juga begitu ganas bagaikan hewan buas. Ethan gemetaran ketakutan akan kekuatan itu.


Dylan sepuluh kali lipat lebih kuat dari semua pesilat unggul yang pernah ditemui dan seumur hidup ini jika dijumlahkan.


"Sekarang sudah saatnya untuk menghabisimu."


Dylan mengalihkan pandangan matanya ke arah Alger.


"Fernando, lindungi aku!"


Alger terus mundur sambil berteriak ketakutan kepada pengawalnya yang lain.


Saat ini, hanya Fernando yang bisa menyelamatkan nya.


"Kawan, berikanlah sedikit toleransi. Akhirilah masalah hari ini di sini, anggap saja ini demi menjaga harga diriku. Jangan mempersulit majikanku, bagaimana?"


Ethan hanya kuat dalam segi tenaga, kemampuannya termasuk dalam tahap basis.


Berbeda dengan Fernando, dia sejak awal sudah mencapai tingkat pelatihan yang lebih mendalam yaitu tahap madya.


Jika menyuruhnya bertarung melawan Ethan,Fernando yakin dirinya bisa mengalahkan Ethan dalam sekali serangan.


Setelah melihat kemampuan yang ditunjukkan Dylan tadi, Fernando mulai merasa tertekan.


Fernando menduga dyland berada di tingkat yang setara dengannya yaitu sudah mencapai tahap madya.

__ADS_1


Diatidak ingin bertarung melawan Dylan yang sudah mencapai tahap madya.


Dia merasa begitu mereka berdua bertarung, nantinya pasti Yang kalah jadi abu, yang menang jadi arang.


Kalaupun berhasil mengalahkan Dylan, Fernando sendiri pasti akan mengalami luka parah.


Fernando tidak ingin mengalami akhir yang buruk ini.


"Tidak!"


Dylan sudah berniat untuk membunuh Alger. Niat ini tidak bisa digoyahkan oleh beberapa patah kata dari Fernando.


Hari ini, meski Dewa datang untuk menolongnya, Alger tetap akan mati!


"Kamu tidak ingin menjaga harga diri, malah memilih mendesak ku untuk bertarung denganmu? Kamu pertimbangkan baik-baik titik begitu Aku menyerang, kamu akan langsung mati di tempat!"


Fernando mengurutkan alisnya setelah menerima penolakan secara langsung tadi. Dia berkata dengan kesal dan nada bicaranya mengandung ancaman.


"Hanya dengan kemampuanmu? kamu masih belum cukup kuat!" Dylan tertawa.


Dylan hanya merasa lawannya ini berwawasan dangkal, bagaikan katak dalam tempurung.


"Jangan banyak omong kosong. Majulah! Aku akan melenyapkanmu dengan satu jari!" Dylan berkata dengan nada acuh tak acuh.


"Dasar tidak tahu diri. Kalau kamu begitu bersikeras ingin mencari mati, akan ku kabulkan keinginanmu."


Niat membunuh Fernando meningkat pesat setelah disindir Dylan.


Tubuhnya melejit dan tiba di samping Dylan bagaikan hantu yang muncul mendadak. Fernando mengulurkan tangan dengan kuku tajam dan hendak mencengkeram leher Dylan.


Begitu cepat hingga sulit untuk disaksikan oleh mata telanjang.


Serangan seperti ini pasti akan sangat merugikan bagi pesilat tahap madya biasa.


Sayangnya, lawan yang dihadapi adalah Dylan.


Tidak peduli secepat apapun, dia tetap tidak akan secepat Dylan.


Tuk!


Dylan melancarkan serangan balasan. Dia mengulurkan satu jarinya dengan perlahan.


Uluran jari tangannya ini terlihat biasa saja, terkesan tidak mengandung kekuatan apapun.


Namun, tepat pada saat Fernando hampir berhasil mencengkramnya jari Dylan yang terlebih dahulu menyentuh perut Fernando.


Bhoomm!


Samaseperti adhan, Fernando juga terpental jauh dan terbanting dengan kuat di lantai.


Adegan ini lagi-lagi membuat semua orang sepenuhnya tercengang.


Padahal, Dylan tidak mengerahkan kekuatan. Mengapa Fernando malah terlihat seperti telah mengalami serangan kuat?


Semua orang sangat bingung.

__ADS_1


"Fernando, jangan bercanda. Jangan bermain lagi. Cepat bereskan dia."


Algermerasa sangat kesal karena menyerap Fernando sedang mempermainkan Dylan.


"Tuan,aku ... puff!"


Saat Fernando yang tergeletak di lantai dalam keadaan sekarat hendak memberikan penjelasan, darah melonjak dari dalam tubuhnya membuatnya tidak tahan untuk memuntahkan segumpal darah segar.


Fernando melihat Dylan dengan tatapan yang penuh dengan ketakutan.


"Fernando,kamu tidak bercanda?"


Alger langsung merasa gugup setelah melihat Fernando memuntahkan darah.


Rasa takut menyelimuti hatinya. Bahkan Fernando juga telah dikalahkan oleh Dylan. Alger tidak berani membayangkan sebenarnya tingkatan kekuatan apa yang telah dicapai Dylan.


Fernando saat ini sudah tidak mampu memedulikan Alger. Dia berusaha sekuat tenaga untuk mengangkat kepalanya dan berkata,"Sebenarnya siapa kamu? Bisa-bisanya kamu mencapai tahap transformasi ... "


"Kamu tidak berhak untuk mengetahui identitasku!" Dylan berkata dengan datar.


"Aku tidak berhak mengetahuinya? Haha, bener juga!"


Fernando bergumam sendiri. Dia kembali muntah darah sekali lagi setelah mendapat pukulan batin, lalu jatuh pingsan.


Alger merasa sangat panik. Tanpaperlindungan Fernando, dia mana mungkin masih berani melawan Dylan.


Saatrasakan tatapan Dylan yang penuh dengan Hawa membunuh terpaku pada dirinya. Alger begitu ketakutan hingga nyaris membasahi dirinya.


"Kak, ini semua hanya salah paham. Aku tidak tahu kalau Maggie adalah wanitamu. Kalau aku tahu dari awal, aku tidak akan berani menyentuhnya. Sekarang, aku kembalikan dia padamu secara utuh. Kumohon, ampunilah aku."


Alger mulai menurunkan martabatnya dan memohon ampun.


"Hmph! Kamu dandean mengutus orang untuk menculik Putri, juga ingin mencelakai nyawa putriku. Apakahsemua ini termasuk salah paham? kalau tidak membunuhmu aku tidak akan pantas menjadi seorang ayah!"


Dylan berkata dengan tegas.


"Dylan bagaimana kamu bisa tahu Jane diculik?"


Maggie yang berada dalam pelukannya bertanya dengan terkejut. Dia dari tadi terus mengkhawatirkan keadaan putrinya.


"Janeyang menyuruh penculiknya meneleponku dan memintaku untuk menyelamatkannya dengan tebusan uang. Tenang saja, Jane sekarang sangat aman, dia sedang bersama dengan bibi Rose."


Dylan menepuk bahu Maggie dengan perlahan untuk menenangkannya.


Saat mengungkit putrinya, aura membunuh di wajah Dylan memudar, yang tersisa hanyalah kelembutan.


Maggie akhirnya menghela nafas lega saat mendengar kabar baik ini.


Pada saat yang sama kau merasa cintanya terhadap Dylan menjadi semakin kuat.


Priaini muncul di saat dirinya merasa sangat tidak berdaya dan putus asa, bagaikan bintang jatuh di langit yang menyinari kehidupannya.


Dylan bukan hanya telah menyelamatkan dirinya, dia juga telah menolong putrinya.


Maggie merasa semua penderitaan yang dialami dirinya selama lima tahun ini tidaklah sia-sia.

__ADS_1


__ADS_2