
Bu Marsini telah mengetahui kalau Sonia telah hamil. Tentu saja bu Marsini mendesak supaya Andre selekasnya bertanggung jawab dan menikahi Sonia. Seorang ibu akan lebih tahu dan jeli dengan perubahan yang terjadi pada putrinya. Apalagi bentuk badan yang mulai berisi dan bagian pinggul yang mulai melebar. Sonia tidak bisa mengelak lagi saat ibu nya telah mengetahui kebenarannya.
Sekarang ini bu Marsini telah berhadapan dengan Andre di rumahnya. Bu Marsini nekat mendatangi pemuda itu di jam pulang dari kantor. Sengaja bu Marsini mengajak putrinya Sonia ke rumah Andre.
"Sebenarnya ibu marah dengan kalian. Tapi semua sudah terjadi. Dan lagipula kalian sudah cukup umur dan dewasa untuk urusan ini. Sekarang apa yang harus kamu lakukan, Ndre? Sonia hamil. Dan ibu pikir, kamu lebih tahu soal ini sebelum ibu. Lalu kenapa kamu tidak buru-buru datang ke ibu untuk beritikad baik melamar Sonia?" ucap bu Marsini.
"Maaf, bu! Sebenarnya kami sudah merencanakan dalam waktu dekat ini kami akan menikah. Dan saya beserta orang tua saya, akan melamar Sonia. Tapi sekarang keduluan ibu yang mendatangi saya ke rumah," kata Andre. Sonia terlihat menundukkan kepalanya.
"Baik kalau begitu, lebih baik jangan menunda-nunda lagi. Lebih baik kita ke rumah orang tua kamu saja sekalian, Ndre. Kita bicarakan masalah pernikahan kalian di sana," sahut bu Marsini terlihat sangat terburu-buru dan ingin mendesak Andre. Andre menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jangan bu! Lebih baik saya dan orang tua saya yang datang ke rumah ibu untuk melamar Sonia. Saya tidak ingin merendahkan ibu dan juga Sonia," kata Andre. Sonia dan bu Marsini saling pandang. Lalu bu Marsini kembali. menyudutkan Andre.
"Baik, kalau begitu ibu menunggu kamu dan orang tua kamu secepatnya datang melamar Sonia. Paling lambat besok malam. Bila perlu dan memungkinkan malam ini juga kamu dan orang tua kamu melamar Sonia," tantang bu Marsini. Andre terlihat sangat gugup dan panik.
"Baik bu! Secepatnya saya dan orang tua saya datang ke rumah ibu. Jangan khawatir Sonia. Aku pasti melamar kamu. Menjadikan kamu pengantin ku. Aku akan bertanggung jawab dengan semua yang telah terjadi," sahut Andre akhirnya. Bu Mary terlihat bernafas lega mendengar ucapan Andre.
"Aku pegang omongan kamu yah, Ndre! Awas kalau kamu lari dari tanggung jawab. Akan aku cari kamu sampai di ujung dunia sekalipun. Bila perlu aku akan kerahkan pihak berwajib untuk menangkap kamu jika kamu lari dan tidak mau menikahi anakku," ancam bu Marsini. Andre terlihat menciut dengan ancaman bu Marsini.
"Jangan bu! Saya janji akan segera datang ke rumah ibu," sahut Andre dengan serius.
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐
Satu minggu kemudian, pernikahan antara Andre dengan Sonia telah digelar. Kini mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Andre kini sudah memboyong Sonia ke rumahnya. Sonia walaupun perut nya semakin membuncit, dia belajar menjadi istri yang baik bagi Andre. Di rumah itu, Sonia mulai mengerjakan pelajaran rumah.
Di sore itu ketika hanya ada Sonia saja, di mana asisten rumah tangga yang hanya bekerja setengah hari di rumah Sonia sudah pulang, Sonia tiba-tiba melihat sosok yang selalu memperhatikan dirinya. Sonia yang sudah panik dan ketakutan segera menghubungi Andre suaminya supaya cepat pulang.
"Astaghfirullah! Ada sosok aneh yang selalu memperhatikan aku. Benar-benar aneh dan menakutkan sekali. Andre juga belum pulang. Padahal sebentar lagi mau magrib. Mampir kemana sih, Andre?" gumam Sonia seraya mencoba menghubungi Andre yang sejak tadi sulit dihubungi padahal tersambung.
"Pasti handphone nya ada di dalam tas. Semoga secepatnya tiba di rumah. Aku sudah takut banget. Mana sosok perempuan dengan rambut panjang itu matanya merah menatap perut ku yang membuncit ini. Benar-benar seperti haus ingin mengincar bayiku," gumam Sonia.
Sonia mondar-mandir menghindari sosok perempuan dengan rambut panjang dengan mata merah. Namun kemanapun Sonia berada, sosok itu selalu mengikutinya. Sampai Sonia bersembunyi dibalik selimutnya. Sonia menangis ketakutan. Dia seperti telah diteror oleh makhluk itu. Hingga suara panggilan suaminya, Andre membuat Sonia merasa lega.
"Andre, aku takut! Syukur lah kamu cepat datang. Kalau tidak, aku bisa mati karena ketakutan," ucap Sonia. Andre menatap heran dengan ucapan Sonia.
"Hem, sejak tadi sore ada yang mengikuti aku. Aku takut banget. Mana sosok perempuan itu seperti mengincar bayiku. Aku takut, Andre!" terang Sonia.
"Tenang dulu sayang! Tidak ada apa-apa. Kamu jangan khawatir yah. Sekarang duduk di sini yah. Aku akan buatkan minuman segar untuk kamu sekalian aku juga ingin membuat kopi hitam," kata Andre. Sonia menyipitkan bola matanya.
"Maaf, seharusnya aku yang melayani kamu, membuatkan kopi untuk kamu. Malah kamu yang membuatkan minuman untuk ku. Istri macam apa aku ini," sahut Sonia. Andre tersenyum menanggapi ucapan Sonia.
__ADS_1
"Tidak apa-apa dong! Kamu kan sudah lelah. Kemana-mana selalu membawa bayi di perut kamu. Hehehe," kata Andre.
"Hehehe aku kan sedang hamil,Ndre," sahut Sonia.
Sekarang Sonia bisa tertawa senang setelah suaminya tiba di rumah. Rasa takutnya telah hilang. Sonia tidak lagi melihat sosok aneh yang selalu mengikutinya. Itu benar-benar membuat Sonia tidak nyaman dan dihantui oleh makhluk aneh itu.
"Andre, bagaimana kalau kita minta bantuan sama pak kyai saja, Ndre. Aku takut jika sosok makhluk aneh itu ingin mengincar bayi ini. Aku takut, Ndre. Apalagi kita dulu pernah mendatangi juru kuncen itu untuk melakukan pertukaran janin ini dengan sejumlah uang yang banyak. Aku takut jika bayi ini akan hilang disaat waktu nya tiba sesuai. kesepakatan. Aku tiba-tiba menjadi tidak rela, Ndre," ucap Sonia.
"Iya, aku pun juga tidak rela jika kehilangan bayi kita. Kita sudah menikah. Rasanya semakin lengkap dengan kehadiran bayi mungil yang masih di dalam perut ini," kata Andre sambil mengusap perut Sonia yang mulai membuncit.
"Makanya bagaimana kalau kita minta bantuan pada kyai supaya tidak terjadi sesuatu pada bayi yang masih di dalam perut ku ini," sahut Sonia.
Andre kembali memikirkan apa yang dikatakan oleh Sonia. Dia juga menjadi khawatir jika benar apa yang dikatakan oleh juru kuncen itu kalau bayinya akan hilang setelah waktu yang akan ditentukan. Dan kelahiran sang jabang bayi itu akan tiba beberapa bulan lagi. Sebelum itu benar-benar terjadi, Andre harus meminta tolong dan bicara dengan para kyai maupun ustad supaya dijauhkan daripada ganggu iblis yang mengincar bayinya. Apalagi Andre teringat akan apa yang telah dilihat nya, di mana Sonia merasakan kesakitan saat janinnya diambil dengan tangan oleh makhluk itu dan memakannya langsung tanpa rasa jijik. Hal itu adalah pemandangan yang sungguh mengerikan sekali. Walaupun Sonia tidak mengalami sesuatu yang dilihat oleh Andre.
"Andre, kamu kenapa melamun?" tanya Sonia.
"Em iya sayang! Kita harus minta bantuan pada ahlinya. Selain itu mulai sekarang kita harus lebih rajin beribadah supaya mereka tidak bisa mengganggu kita lagi," sahut Andre.
"Iya, kamu benar sayang!" ucap Sonia akhirnya.
__ADS_1
"Sekarang kamu minum dulu supaya lebih tenang. Kita harus percaya bahwasanya ada Tuhan yang akan melindungi kita dari makhluk seperti itu. Dimana derajat kita sebagai manusia lebih tinggi kedudukannya dibandingkan makhluk itu yang selalu ingin mengganggu kita sebagai anak cucu Adam," kata Andre yang tiba-tiba menjadi berubah bijaksana. Sonia menyipitkan bola matanya melihat perubahan suaminya yang seperti orang yang sudah ahli agama.
"Kok seperti bukan Andre yah?" pikir Sonia seraya menatap suaminya penuh selidik.