
Pagi itu Olive seperti bukan Olive. Sorot matanya tajam pada orang-orang yang bekerja di rumah tuan Diky. Terkadang Olive berteriak-teriak kesakitan. Kembali dirinya merasakan sakit di kepalanya.
"Sakit! Sakit!" teriak Olive.
Beberapa asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu menjadi panik dan kebingungan. Bahkan nyonya muda nya ngamuk tidak jelas saat melihat para asisten rumah tangga berusaha menolong Olive. Saat itu tuan Diky belum pulang dari kantor. Beberapa hari ini tuan Diky menjadi sangat sibuk dengan urusan kerjaan nya.
Di kamarnya, Olive kini mengunci kamarnya dari dalam. Semua orang yang berada di rumah itu tentu saja panik. Pelayan, penjaga rumah, tukang kebun, dan sopir baru yang sengaja disiapkan untuk mengantar Olive pergi, semua tentu saja menjadi khawatir. Apalagi Olive berteriak-teriak di dalam kamarnya hingga suaranya terdengar sampai di luar.
"Bagaimana ini? Apakah kita melaporkan kejadian ini pada tuan Diky?" tanya salah satu pembantu rumah tangga yang usianya kurang lebih empat puluh lima tahun.
"Kita tunggu saja beberapa saat. Jika sekiranya membahayakan nyonya muda, kita segera menghubungi tuan Diky. Selagi nyonya masih berada di dalam kamarnya dan tidak keluar, Mudah-mudahan tidak akan terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan," terang security yang bekerja di rumah itu.
__ADS_1
"Tapi kita tidak bisa menjamin jika di dalam kamar itu, nyonya muda melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya. Kita semua akan disalahkan," sahut tukang kebun ikut berpendapat. Kini mereka saling berpandangan. Mereka bingung harus bertindak apa. Mereka akhirnya memilih bubar dan kembali bekerja sesuai pekerjaan mereka.
Sementara itu di dalam kamar, Olive terlihat kacau dan berantakan. Dia seperti orang gila berbicara dengan arwah-arwah penasaran yang akhir-akhir ini selalu datang mengganggu Olive. Dari arwah anak kecil perempuan, anak kecil laki-laki gundul, dan dua iblis jelek.
Ruangan kamar utama yang sekarang ini ditiduri oleh tuan Diky bersama dengan Olive itu sangat berantakan dan kacau. Apalagi sekarang Olive pun penampilan nya amburadul. Sesekali Olive cekikikan sendiri. Lalu tiba-tiba menangis. Olive seperti telah dirasuki oleh makhluk halus yang nantinya akan mengambil janinnya.
Sorot mata Olive yang tajam jelas-jelas menunjukkan bahwasanya dia bukanlah Olive. Tiba-tiba suara ketukan pintu kamar itu diketuk seraya memanggil nama Olive.
Tok. Tok. Tok.
Benar! Tuan Diky telah kembali dari perusahaan miliknya. Dia datang bersama dengan Pak Usman. Di mana security yang bekerja di rumah itu terpaksa menelpon tuan Diky untuk mengabarkan bahwasanya keadaan nyonya muda Olive terlihat kacau. Hal itu seperti bukan nyonya muda yang sebenarnya.
__ADS_1
Tidak ada sahutan dari dalam kamar. Tuan Diky dan pak Usman saling berpandangan.
"Bagaimana ini pak? Istri saya tidak juga membukakan pintu kamar ini. Saya takut terjadi sesuatu pada Olive, istri saya. Apalagi sekarang Olive sedang hamil besar," kata tuan Diky.
"Apakah tidak ada kunci cadangannya?" sahut pak Usman. Tuan Diky langsung melangkah ke lemari besar tidak jauh dari dirinya berdiri. Tuan Diky mencarinya di laci lemari itu. Sampai akhirnya tuan Diky menemukan beberapa kunci di sana. Satu persatu tuan Diky mencoba kunci itu untuk membuka pintu kamarnya. Dan sampai akhirnya pintu kamar itu bisa dibuka dengan salah satu kuncinya.
"Olive!" teriak tuan Diky. Tuan Diky dan pak Usman bergegas masuk ke dalam kamar itu. Mereka mendapati Olive dalam keadaan pingsan dan berada di lantai kamar itu. Tuan Diky tentu saja sangat khawatir dengan istrinya yang terlihat kacau. Apalagi kamar itu benar-benar sudah berantakan. Pak Usman berusaha menerawang apa yang sebenarnya terjadi.
"Hem, rupanya nyonya muda sudah dirasuki arwah jahat. Dan jika tidak segera diusir pergi, bayi yang masih berada di rahim nyonya muda akan terancam meninggal dunia. Ditambah ibu nya pun akan tiada," pikir pak Usman.
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, pak Djarot sedang bersemedi mengucapkan mantra. Di depannya lengkap sesajennya. Sepertinya pak Djarot mengirimkan kekuatan jahat jarak jauh pada seseorang.
"Rupanya wanita itu mulai dilindungi oleh aura positif. Sehingga aura negatif itu bisa menguasai wanita itu jika tidak ada seseorang yang mencoba melindungi nya. Pasti dia adalah pak Usman. Dia mulai bermain-main dengan ku," Gumam pak Djarot seraya menerawang dari jarak jauh.