
Malam gelap semakin gelap. Bulan bersembunyi di balik awan. Suasana sangat sepi mencekam. Suara anjing sangat berisik di rumah sebelah tuan Diky. Malam ini tiba-tiba tuan Diky harus keluar rumah untuk urusan pekerjaan. Terlihat Olive dengan tatapan kosong berjalan keluar rumah. Penjaga rumah yang melihat nyonya mudanya keluar dengan berjalan kaki hanya bisa memandang bingung. Namun penjaga rumah itu akhirnya secara diam-diam mengikuti Olive berjalan kaki sendiri di malam itu.
"Mau kemana nyonya muda berjalan sendiri di malam-malam begini? Ini sangat aneh banget. Mana jalannya cepat banget!" gumam penjaga rumah dengan perawakan tinggi besar. Dia bernama Tejo. Olive semakin berjalan cepat. Orang yang melihat seolah-olah Olive seperti terbang. Ini benar-benar sangat aneh.
"Haduh, kok semakin cepat nyonya muda berjalan. Tau seperti ini tadi membuntuti nyonya muda dengan motor saja. Haduh ya ampun," gumam Tejo yang akhirnya berlari mengejar Olive.
Tejo berlari semakin kencang mengejar Olive yang seperti terbang. Jarak mereka semakin jauh. Tejo jadi kehilangan jejak. Olive seperti menghilang di gelapnya malam.
"Haduh, di mana nyonya muda? Cepat sekali nyonya berjalannya. Apakah nyonya muda tahu kalau aku membuntuti dirinya? Atau Jangan-jangan nyonya muda bersembunyi setelah mengetahui kalau ada yang mengikutinya?" ucap Tejo dengan celingukan mencari keberadaan nyonya muda nya yang sedang hamil besar.
Kita tinggalkan Tejo yang masih mencari keberadaan jejak Olive. Dirinya benar-benar kehilangan jejak nyonya mudanya. Sementara Olive kini sudah masuk ke dalam rumah dengan warna cat silver. Pintu utama rumah itu sengaja dibuka lebar-lebar oleh si empunya rumah. Padahal rumah dalam keadaan sepi dan tidak ada seorang pun di depan rumah maupun di dalam rumah.
__ADS_1
Olive tiba-tiba tergerak ke sebuah kamar. Tatapan matanya kosong melangkah masuk ke dalam kamar. Sementara itu di dalam kamar itu seorang pria dengan duduk bersemedi di depan sesajen lengkap. Mulut nya komat-kamit membaca mantra. Ada nama seseorang wanita yang tidak lain adalah Olive. Padahal Olive adalah istri dari bos nya tuan Diky. Memang sekarang dia tidak hanya bekerja dengan tuan Diky, namun laki-laki itu telah berkhianat dan menjadi mata-mata di perusahaan konstruksi saingan perusahaan konstruksi milik tuan Diky.
"Rupanya kamu sudah datang? Hahahaha. Aku berhasil menggerakkan kamu ke rumahku. Ini benar-benar ampuh. Aku telah berhasil. Pak Djarot benar-benar sakti. Dia pantas untuk aku jadikan menjadi guruku," gumam laki-laki dewasa itu yang tidak lain adalah pak Warsito. Jangan lupakan Olive gak boneka manekin yang patuh pada tuan nya. Pandangannya kosong seperti menunggu perintah pak Warsito.
"Kemari lah, Olive! Duduk di sini!" ucap pak Warsito memberi perintah pada Olive.
Olive diam dan tanpa menolak segera mengikuti apa yang diucapkan oleh pak Warsito.Pak Warsito menarik tangan Olive hingga Olive terduduk di atas kedua paha nya. Tangannya dengan nakal sudah melingkar di pinggang nya yang lebar. Padahal Jelas-jelas tubuh Olive berat karena badannya yang semakin padat dan berisi. Ditambah perut nya membuncit.
"Olive, aku ingin malam ini kamu melayani aku. Lakukan seperti kamu melakukan nya pada suami kamu, Diky," perintah pak Warsito dengan sorot mata tajam menatap bola mata Olive yang kosong. Olive mengangguk patuh. Selanjutnya Pak Warsito mulai bersiap berbaring di atas tempat tidurnya. Olive serta merta mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh pria mesum yang tidak pernah puas mencoba banyak wanita.
Di saat Olive hendak melepaskan satu persatu pakaian yang tadi ia kenakan dari rumah, seorang pria tinggi besar telah masuk mendobrak pintu kamar itu.
__ADS_1
"Olive!" teriak seorang pria yang datang bersama dengan pria setengah baya. Dia adalah tuan Diky yang datang bersama pak Usman. Sukses kedatangan kedua pria itu membuat pak Warsito terkejut bukan kepalang. Pak Warsito langsung turun dari tempat tidur di kamar itu.
"Warsito! Benar-benar kurang ajar kamu! Pria mesum yang paling hina yang pernah aku temui. Bahkan kamu tidak ingat kalau Olive adalah istriku. Dia sedang hamil besar. Kalau terjadi sesuatu pada Olive dan bayinya, aku tidak akan membiarkan kamu bisa bernafas esok hari," ucap tuan Diky dengan amarahnya.
Sementara itu, pak Usman mencoba menyadarkan Olive dengan kemampuan nya. Olive berangsur-angsur tersadar dan pada akhirnya dia pingsan.
"Olive!" ucap pak Diky yang segera menangkap tubuh Olive, istrinya.
Sementara itu pak Warsito segera berlari keluar dari dalam kamarnya ketika mendapatkan kesempatan lari ketika tuan Diky fokus dengan Olive yang pingsan. Tuan Warsito takut jika dirinya akan dituntut dan dilaporkan ke pihak berwajib dengan tuduhan hendak melakukan pelecehan terhadap Olive dengan ilmu Hitam.
Pak Usman yang melihat pak Warsito melarikan diri ingin mengejarnya. Namun dicegah oleh tuan Diky.
__ADS_1
"Pak Usman! Jangan dikejar! Biarkan dia lari. Besok orang-orang ku akan menangkap dia dan memastikan bahwasanya pak Warsito akan menerima ganjarannya," kata tuan Diky. Setelahnya tuan Diky menggendong Olive dan membawanya pulang ke kediamannya.