TUMBAL PEREMPUAN HAMIL

TUMBAL PEREMPUAN HAMIL
Olive Linglung


__ADS_3

"Sudah sampai nyonya! Silahkan nyonya turun. Saya harus kembali ke lokasi proyek," ucap pak Warsito.


Olive segera turun dari dalam mobil itu. Dia terlihat linglung dan seperti orang bodoh. Namun Olive menurut apa yang diperintahkan oleh pak Warsito.


"Ingat, nyonya muda! Nyonya muda sejak tadi di rumah menunggu suami nyonya. Nyonya tidak keluar rumah, apalagi pergi bersama saya," ucap pak Warsito seperti sedang menghipnotis Olive.


Olive menganggukkan kepalanya menurut apa kata laki-laki yang selama ini dipercaya oleh tuan Diky sebagai orang kepercayaan nya. Olive melangkah masuk ke dalam rumah. setelah penjaga rumahnya melihat siapa orang yang turun dari dalam mobil mewah milik pak Warsito.


"Selamat sore, nyonya muda!" sapa sang sekuriti yang bekerja di rumah tuan Diky dengan sopan.


Namun Olive terlihat acuh saja seraya melenggang masuk ke dalam rumah. Ini bukan Olive seperti biasanya yang ramah dengan siapa saja termasuk orang-orang yang bekerja di rumah besar kediaman tuan Diky.

__ADS_1


Setelah memastikan Olive, istri tuan Diky masuk ke dalam rumah, pak Warsito kembali menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankan mobilnya meninggalkan rumah besar dan mewah milik bos nya itu. Security itu beralih melihat mobil pak Warsito yang berlalu dari tempat itu dengan tanda tanya di kepalanya.


"Sepertinya itu tadi mobil pak Warsito. Tapi kenapa nyonya muda tadi pulang bersama dengan pak Warsito? Lalu kenapa tidak bersama dengan tuan muda Diky?" gumam security itu dengan terheran-heran. Namun pada akhirnya kembali dirinya menjawab pertanyaan nya sendiri.


"Oh mungkin saja tuan muda Diky masih sibuk dengan urusannya. Jadi menyuruh pak Warsito mengantarkan nyonya muda pulang ke rumah. Hem, orang kaya mah bebas. memerintahkan bawahannya," pikir security lagi.


⭐⭐⭐⭐⭐


"Olive sayang, bangun! Seharusnya waktu magrib seperti ini tidak boleh tidur," ucap tuan Diky pelan seraya mengusap puncak kepala istrinya itu supaya bangun dari tidurnya. Olive terlihat sangat lelap sekali. Namun karena tuan Diky mulai menggoncang badan Olive, akhirnya Olive mulai membuka matanya dan terbangun dari tidurnya.


"Mas Diky!" gumam Olive dengan suara serak. Tuan Diky mendudukkan istrinya itu supaya tidak lagi tidur kembali.

__ADS_1


"Sepertinya capek banget yah? Memangnya seharian ini kamu ngapain?" tanya tuan Diky. Olive menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia mulai linglung, seharian dirinya ngapain. Tiba-tiba Olive lupa seharian ini dia melakukan aktivitas apa.


"Hem, aku tadi ngapain yah mas? Aku lupa. Mungkin aku banyak makan dan minum saja mas. Jadi bawaannya jadi ngantuk dan akhirnya tidur," ucap Olive.


Dia mencoba mengingat apa yang sudah ia lakukan hari ini. Namun terakhir dirinya memang rebahan santai setelah makan makanan yang cukup mengenyangkan perutnya. Tuan Diky kini tersenyum lebar. Tidak ada kecurigaan sama sekali dari cerita Olive.


"Ya sudah, sekarang bangun. Nanti temani suami kamu ini makan malam. Oh iya, sayang! Mungkin nanti habis isya pak Usman akan datang ke rumah. Aku akan di ruqyah oleh beliau," kata tuan Diky.


"Baik mas! Pokoknya apapun itu demi niat baik, aku akan mendukung kamu mas," sahut Olive.


"Terimakasih sayang," kata tuan Diky akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2