
Sesampainya di rumah, tuan Diky membaringkan tubuh Olive di kursi sofa panjang. Setelah nya tuan Diky sedang rembukan pada pak Usman untuk mengobati Olive.
"Bagaimana ini pak Usman? Istri saya beberapa bulan ini sudah sangat aneh. Olive mudah sekali dipengaruhi oleh aura mistik negatif dan juga arwah-arwah yang mengikuti nya. Apalagi niat jahat dari orang kepercayaan saya membuat Olive seperti ini," kata tuan Diky. Pak Usman mulai memberikan pendapat.
"Tenang, pak Diky! Kita akan berusaha menyembuhkan nyonya muda. Kita akan berupaya menggagalkan niat jahat orang-orang yang hendak menjadikan nyonya muda Olive sebagai tumbal," terang pak Usman.
Tiba-tiba saja tuan Diky menjadi geram, dia teringat akan proyek yang kemarin akan dikerjakan oleh pekerja nya, namun secara sepihak digagalkan perjanjian kerjasama nya dengan alasan beberapa hal. Setelah diselidiki ternyata mereka akan menyerahkan dan memercayakan proyek itu pada perusahaan konstruksi lain. Di mana perusahaan konstruksi itu adalah saingan dari perusahaan yang dipimpin oleh tuan Diky.
"Sekarang saya mulai paham, pak Usman. Di balik semua ini, ada kelicikan dari Warsito. Pak Warsito merasa kecewa karena saya telah menggunakan jasa pak Usman. Sedangkan pak Warsito sendiri sangat mempercayai kemampuan dan kesaktian pak Djarot. Aku rasa Olive akan dijadikan tumbal dalam proyek itu. Proyek yang seharusnya dikerjakan oleh para pekerja dari perusahaan konstruksi Budi Luhur. Namun sekarang yang memegang adalah perusahaan konstruksi Alam Grup, di mana perusahaan konstruksi itu sekarang menggunakan jasa pak Djarot," terang tuan Diky. Pak Usman yang mendengar cerita tuan Diky hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
"Pak Warsito yang sudah aku percaya selama ini telah mengkhianati aku. Diam-diam pak Warsito menjadi mata-mata bagi perusahaan konstruksi Alam Grup. Sengaja pak Warsito bekerja di sini untuk mengorek semua informasi dan kelemahan dari perusahaan ku. Benar-benar membuatku sangat murka," kata tuan Diky.
"Aku bersyukur pak Usman. Kita lebih dahulu mengetahui rencana jahat mereka sebelum semua nya hancur dan apa yang mereka inginkan tidak akan terjadi," sambung tuan Diky.
"InsyaAllah saya akan membantu sekuat tenaga untuk mencegah rencana jahat mereka, tuan Diky. Yang penting sekarang, kita pikirkan bagaimana nyonya muda bisa kembali bersih dan tidak dalam pengaruh mantra-mantra jahat dari mereka," kata pak Usman.
"Terimakasih pak Usman. Saya percayakan semuanya pada pak Usman. Saya tidak ingin kehilangan istri dan bayi keturunan saya," ucap tuan Diky.
Di saat obrolan serius itu, Olive membuka matanya. Dia sudah siuman dari pingsannya. Olive melihat suaminya dan pak Usman dengan heran.
__ADS_1
"Mas Diky! Loh kok mas Diky sudah pulang? Katanya ke luar kota?" ucap Olive heran. Tuan Diky dan pak Usman saling berpandangan. Lalu tuan Diky dengan cepat memberikan jawabannya.
"Acara diluar kota ditunda, sayang! Makanya aku cepat pulang," kata tuan Diky.
"Lalu, sejak kapan aku tertidur di sofa ini?" sahut Olive.
"Seperti nya baru beberapa menit karena aku dan pak Usman juga baru tiba kok," kata tuan Diky. Dia tidak mau membuat Olive panik dan khawatir.
"Maaf loh mas, jika aku tidak menyambut kamu pulang. Kalau begitu, aku akan membuatkan mas Diky dan pak Usman minuman hangat," sahut Olive akhirnya.
__ADS_1
Dia bangkit dari tempat sofa panjang itu dan segera berjalan ke belakang untuk membuat minuman. Sementara itu pak Diky dan pak Usman mulai berbicara pelan untuk membersihkan tubuh Olive dari hal-hal batil yang sudah mengalir di darah Olive. Jika terlambat, Olive dan bayinya tidak bisa diselamatkan.