
Di kamar itu Pak Warsito dalam belenggu Susi. Namun saat keduanya melakukan penyatuan dan berciuman liar, wajah Susi berubah pucat. Pak Warsito melebar bola matanya saat menatap wajah perempuan yang ada di atasnya.
"O Olive!" pekik Warsito dengan wajah yang tiba-tiba memucat karena ketakutan. Di saat rasa takut yang mendominasi pikiran Warsito. Tangan Warsito memegang leher Susi. Tidak sekedar memegang lehernya. Namun Warsito mencekik leher Susi hingga Susi kesulitan bernafas.
Angin malam menghembus masuk ke celah-celah ventilasi kamar itu. Semakin lama Warsito semakin membuat Susi sulit bernafas karena cengkraman kedua tangannya di leher Susi. Warsito ingin melepaskan diri dari Susi, di mana keduanya masih dalam penyatuan. Demikian juga halnya Susi ingin melepaskan dirinya dari cekikan Warsito. Hingga beberapa menit berlalu, tubuh Susi lemas dan dalam posisi masih di atas tubuh Warsito.
"Sial! Wanita itu menghantui aku!" ucap Warsito seraya melemparkan tubuh Susi yang dia pikir adalah Olive.
Dengan terburu-buru Warsito mengenakan pakaiannya dan bergegas meninggalkan kamar itu. Dia tidak tahu kalau wanita yang dianggapnya Olive itu sebenarnya adalah Susi. Susi sudah tidak bernafas lagi karena Warsito telah mencekik lehernya.
Dengan ketakutan Warsito keluar dari dalam kamar itu mencari keberadaan Pak Djarot.
"Pak Djarot! Tolong! Tolong! Ada hantu di kamar itu! Tolong pak!" teriak Pak Warsito yang berlari mencari dukun cabul itu.
Ruangan pesta sudah sepi senyap. Beberapa orang telah tergeletak tidur karena mabok berat. Sementara yang lain melakukan hal-hal mesum di sudut-sudut ruangan tanpa ada rasa malu. Pak Warsito masih mencari pak Djarot berada.
__ADS_1
"Di mana pak Djarot?" gumam Pak Warsito. Namun langkahnya seperti selalu diikuti oleh sosok arwah Olive.
"Jangan mendekat, Olive! Maafkan aku! Bukan aku yang membunuh kamu dan bayi kamu," ucap pak Warsito seraya melangkah mundur menjauh dari sosok yang sedang mendekati dirinya.
"Pak Warsito! Ada apa pak? Ini aku bu Marsini!" ucap wanita setengah tua itu berjalan mendekati pak Warsito. Pak Warsito tetap mundur beberapa langkah.
"Bukan! Kamu Olive! Pergi kamu! Jangan mengganggu ku!" kata pak Warsito seraya melemparkan benda-benda yang ada didekatnya hingga mengenai kepala bu Marsini.
"Aduh, sakit tau!" pekik bu Marsini yang berusaha menghindari lemparan benda yang dilemparkan oleh pak Warsito. Namun tetap saja mengenai kepala nya. Bu Marsini akhirnya memilih menjauh dari pak Warsito daripada dirinya kena amukan dari laki-laki tua itu.
Beberapa saat kemudian, pak Djarot keluar dari dalam ruangan seraya menyipitkan bola matanya menatap ke arah Warsito yang sudah memucat.
"Arwah Olive masih penasaran ingin menuntut balas. Pak Warsito lah yang dianggap penyebab kematiannya beserta bayinya," kata pak Djarot. Bu Marsini memucat wajahnya ketika mendengar ucapan pak Djarot.
"Pak Djarot! Aku tidak ingin dihantui oleh arwah penasaran Olive! Dialah penyebab kematian putriku, Sonia!" ucap bu Marsini yang merasa kalau dirinya juga bakal mendapatkan teror hantu Olive.
__ADS_1
"Jangan khawatir, bu Marsini! Aku akan mengembalikan arwah Olive ke tempat semestinya," sahut pak Djarot berusaha menenangkan bu Marsini.
Jangan lupakan pak Djarot yang sudah jatuh pingsan karena lemas badannya. Setelah pak Djarot membuat Warsito dalam kondisi tenang.
"Bu Marsini, tolong ke ruangan privat itu! Saya khawatir jika Susi kenapa-kenapa di dalam. Jika wanita tuna susila itu mati, ini semua adalah perbuatan Warsito," kata pak Djarot.
"Mati? Susi mati?" sahut bu Marsini yang kembali terkejut dengan ucapan pak Djarot. Bu Marsini bergegas lari ke ruangan privat yang ditunjukkan oleh pak Djarot untuk memastikan keadaan Susi di dalam kamar itu.
"Susi tewas, pak!" teriak bu Marsini dengan kedua kaki yang gemetaran.
⭐⭐⭐⭐⭐
"Sialan! Kenapa sudah tersebar video aku saat bersenang-senang dengan pelacur itu?" ucap tuan Ivory dengan marah.
Pagi itu media sosial telah gempar dengan tersebarnya video mesum yang dilakukan oleh tuan Ivory. Di ruangannya tuan Ivory terlihat naik pitam hingga ruangan yang awalnya rapi kini berubah menjadi kapal pecah. Tuan Ivory melemparkan barang-barang di dekatnya. Asisten pribadi nya ketakutan saat melihat tuan Ivory marah besar.
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak mau tahu! Segera hapus video itu. Jangan sampai namaku tercoreng gara-gara video mesum ku yang telah beredar!" ucap tuan Ivory.
"Saya akan segera bertindak tuan!" sahut sang asisten pribadi dengan gemetaran.