
Angin malam berhembus pelan. Duduk sendiri di balkon kamarnya. Tuan Diky begitu kesepian setelah tidak ada wanita yang didekatnya. Monalisa dan juga Olive telah meninggal dunia. Sepi dihatinya begitu menyiksa. Apalagi jika teringat kenangan manis bersama wanita-wanita yang dia sayanginya. Padahal dirinya telah berjanji ingin menikahi Olive dengan pesta yang megah dan meriah setelah melahirkan anaknya. Namun kenyataan telah berbicara lain. Olive sudah pergi dari dunia ini.
Tuan Diky mengambil ponselnya. Dia tersenyum seringai tatkala berita heboh dan menjadi tranding topik masalah beredarnya video asusila yang dilakukan oleh tuan Ivory bersama beberapa wanita. Hatinya belum puas ketika tuan Ivory telah dipermalukan. Namun kematian Olive dan Monalisa tidak lepas dari tuan Ivory. Rasanya kematian laki-laki itu belumlah cukup membuat tuan Diky puas. Betapa menyakitkan rasanya ketika menghadapi kehilangan seseorang yang dicintai. Dan kematiannya karena faktor lain yaitu menjadi tumbal.
"Aku ingin kamu menderita, Ivory! Kamu akan menginginkan kematian kamu sendiri saat dirimu merasakan sakit nya ketika kehilangan orang terdekat kamu. Lihat saja!" ucap tuan Diky dengan api dendam di hatinya pada tuan Ivory.
Angin malam semakin dingin menusuk pori-pori kulit tuan Diky. Dia masih betah duduk di balkon kamarnya seraya menatap langit-langit malam. Hingga tengah malam masih bertahan duduk sendiri di sana. Seolah-olah ada yang ditunggu nya.
Sosok bayangan berkelebat tidak jauh dari pandangan mata tuan Diky. Dalam kerinduan nya terhadap almarhum istri-istrinya, tuan Diky menatap nanar.
"Olive! Olive ku sayang!" gumam tuan Diky. Tuan Diky berdiri seraya menggapai tangannya. Namun bayangan Olive semakin menghilang dan jauh dari bayangannya.
"Olive! Semoga arwah kamu bisa diterima di sisi Nya. Ya Tuhan! Ampunilah istriku! Ampuni lah. Sempurnakan lah kematiannya Olive," gumam tuan Diky dengan air mata yang menetes deras.
__ADS_1
Benar! Disaat Olive tidak ada di sisi nya. Tuan Diky baru tersadar. Betapa dirinya sangat menyayangi wanita itu.
⭐⭐⭐⭐⭐
Keesokan harinya, sebuah berita yang menggemparkan masyarakat luas. Di mana ditemukan seorang pria tewas karena over dosis di dalam kamarnya. Di mana pembantu rumah tangga nya hendak mengambil baju kotor dalam kamar majikan nya tersebut. Jasad itu adalah Warsito.
Setelah kepergian Olive beserta bayinya karena tewas menjadi tumbal, Warsito sering diteror oleh hantu yang menyerupai Olive. Hidup Warsito tidak bisa tenang. Demikian juga halnya bu Marsini dan pak Djarot. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang membuat Olive meninggal dunia saat melahirkan bayinya.
Warsito sudah sangat depresi dengan teror hantu yang menyerupai Olive. Berbeda dengan pak Djarot dan bu Marsini yang sudah terbiasa dengan arwah-arwah penasaran itu. Keduanya walaupun sering didatangi oleh arwah Olive yang ingin mengganggu, mereka masih bisa tenang.
"Aku pikir pak Warsito orang yang bermental baja dan tidak bermental mendoan. Nyatanya lembek seperti terong yang dikukus. Pria seperti itu bukan pria sejati. Hanya arwah penasaran saja takut dan sampai-sampai depresi minum obat penenang. Sampai akhirnya over dosis. Huh memalukan sekali," ucap bu Marsini. Pak Djarot terkekeh mendengar ucapan bu Marsini yang meremehkan pak Warsito.
Tiba-tiba saja hembusan angin datang. Bulu kuduk bu Marsini dan pak Djarot berdiri. Bu Marsini melebar bola matanya saat dirinya melihat bayangan yang menyerupai Olive. Bahkan dia begitu dekat dengan bu Marsini. Bu Marsini seperti berhenti bernafas saat dikejutkan arwah Olive yang datang tiba-tiba.
__ADS_1
"Olive! Ka kamu!" ucap bu Marsini gemetaran. Betapa wajah Olive dilihat bu Marsini sangat mengerikan. Tubuh bu Marsini lunglai dan beberapa saat kemudian ambruk di dekat pak Djarot. Pak Djarot yang melihat bu Marsini ambruk karena melihat hantu Olive bukannya panik dan menolongnya tapi justru tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha, bu Marsini! Bu Marsini!" ucap pak Djarot seraya mulai mengangkat tubuh bu Marsini di kursi kayu panjang di dekat mereka.
THE AND
T
A
M
A
__ADS_1
T